
Satu bulan sudah Siska tinggal di rumah Raul. Kelakuannya sudah persis seperti nyonya besar dan menganggap Lea layaknya babu. Memerintah ini itu tanpa ada perasaan.
Siska dan Raul seolah bekerja sama untuk menyingkirkan Lea. Sikap Raul yang semaunya sendiri dan hidup sendiri membuatnya semakin bebas melakukan apapun semaunya, karena tidak ada kerabat atau orang tua yang bisa melarangnya.
Suatu hari ketika Raul sedang bekerja, Lea tanpa sengaja mendengar Siska sedang menelpon seseorang.
"Iya sayang, tenang aja. Kamu harus percaya sama aku biar rencana kita berjalan dengan lancar" ucap Siska kepada seseorang di seberang telepon.
Tak lama kemudian dia kembali bersuara,
"Oke sayang, pokoknya kamu jangan telepon kalau aku nggak telepon duluan ya" Siska kemudian mengakhiri panggilannya.
Lea sebenarnya tidak berniat menguping, tapi suara Siska jelas terdengar di telinganya ketika Lea sedang mengepel di balik dinding kamar tempat Siska menelpon.
Tak ingin mengotori telinga dengan hal yang negatif apalagi mengotori pikiran dengan prasangka buruk, Lea memilih untuk pergi dari tempatnya berdiri.
Namun sayang, ketika Lea melangkah tak sengaja ujung kerudungnya menyenggol vas bunga plastik kecil di meja, sehingga benda itu terjatuh dan mengundang perhatian Siska.
"Heh, ngapain kamu di situ? Nguping ya?" tanya Siska ketus.
Lea menggelengkan kepala berulang ulang.
"Diiih, ngaku aja deh. Kamu sengaja nguping terus ngadu ke Raul gitu?" cerocos Siska.
__ADS_1
Lagi lagi Lea menggelengkan kepala.
"Awas aja kalau berani ngadu ke Raul !" ancam Siska.
"Oh iya, aku lupa. Kamu kan bisu ya? jadi mana mungkin bisa ngadu? ha.. ha.. ha.. " Siska. dengan enteng menertawakan Lea.
"Tapi ingat ya, jika kamu berani mengatakan apapun kepada Raul tentang aku, entah dengan cara apa aja aku nggak tahu. Kamu pasti akan menyesal, karena aku tak segan segan menyakiti keluargamu!" Siska kembali melontarkan ancaman.
Bulu kuduk Lea berdiri ketika Siska membawa bawa nama keluarga.
Tak mau keluarganya ikut terjebak masalah dengan Siska, Lea memilih untuk tidak ikut campur masalah mereka.
Namun ternyata Lea melihat hal yang di duga perselingkuhan itu tidak hanya satu kali, bahkan berkali kali Lea memergoki Siska sedang telpon dengan seseorang dengan nada mesra dan yang dia telpon bukan Raul.
"Tadi siang lagi nelpon siapa? Aku hubungi kamu tapi nomor kamu sibuk, lagi nelpon siapa sih?"
Braakkkk,
tanpa sengaja Lea menjatuhkan keranjang cucian yang dia bawa, karena saat itu Lea sedang mengangkat jemuran dan akan menyetrikanya.
Seketika Raul dan Siska menoleh ke arah Lea bersamaan, bagaikan mendapat tatapan tajam yang akan menusuk tubuhnya, Lea segera menghindar.
Namun saat itu Raul sedang kesal kepada Siska sehingga tidak mempedulikan tindakan Lea.
__ADS_1
"Mana ponsel kamu?" tanya Raul.
"Apaan sih sayang? aku tadi lagi nelpon temenku, dia mau pinjam duit sama aku dan aku bilang nggak punya. Tapi dia ngotot, jadinya lama deh nelpon nya" Siska berkelit.
"Benarkah?" tanya Raul.
"Iya sayang, masak iya aku bohongin kamu?" Siska memang pandai merayu. Apalagi jemarinya sudah mulai melayang layang di dada Raul hingga turun ke bawah perut.
Namun Raul tiba tiba menepis belaian itu dan berlalu menuju dapur tempat dimana Lea sedang memasak.
Terlintas kekhawatiran di hati Siska jika Lea akan memberi kode kode tentang perselingkuhannya. Segera dia mengejar Raul ke dapur.
Dan rupanya Raul hanya mengambil air dingin lalu meninggalkan dapur menuju ke kamar.
Siska merasa lega, dan sebelum menyusul Raul ke kamar terlebih dahulu Siska menghampiri Lea.
"Sekali lagi, awas jika kamu berani mengadu. Akan aku habisi keluarga kamu!"
ancaman dari Siska lebih menakutkan bagi Lea di bandingkan menghadapi masalah dengan rumah tangganya sendiri.
Dengan cepat Lea menggelengkan kepala berulang ulang agar Siska yakin bahwa dirinya tidak akan mencampuri urusan mereka.
Merasa sudah puas dengan jawaban Lea, Siska kemudian pergi ke kamar menyusul Raul.
__ADS_1
Lea bernafas lega karena Siska percaya , karena tidak bisa dia bayangkan jika Siska benar benar akan menyakiti keluarga Lea. Meski itu hanya sebuah ancaman, tapi wanita seperti Siska akan sangat mungkin melakukan hal gila seperti halnya yang dia lakukan saat itu dengan tinggal bersama pria yang bukan suaminya dan tanpa status apapun.