
"Aku minta maaf karena aku menjadi beban di hidupmu. Kamu harus kehilangan teman temanmu gara gara aku." ucap Lea.
"Tidak, tidak, kamu tidak salah. Mereka yang salah dan aku juga salah jika mengikuti kemauan mereka." jawab Raul meyakinkan.
Lea tersenyum dalam hati, karena dia hanya memberi kalimat jebakan kepada suaminya. Lea ingin menunjukkan mana yang salah dan benar tapi dengan cara yang halus.
"Apa kamu yakin dengan ucapanmu, dan kamu tidak akan menyesal mengambil jalan ini?" tanya Lea .
"Aku yakin dan aku tidak akan menyesal." jawab Raul dengan sangat yakin.
"Karena apa kamu memilih semua ini? Apa karena disini ada aku dan aku adalah istri kamu?" tanya Lea sekali lagi.
"Bukan, aku memilih ini bukan karena kamu. Tapi karena hidayah di hati yang datang dari Allah melalui kamu."
Jawaban Raul tentu membuat Lea tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah, semoga kamu istiqomah dan tidak pernah lelah untuk belajar." ucap Lea.
__ADS_1
"Insya Allah. Jika perlu aku akan memecat teman temanku yang akan menyesatkan jalanku kembali " ucap Raul.
"Jangan, jangan lakukan itu." tukas Lea.
"Kenapa?" tanya Raul.
"Karena kamu akan membebani langkah kamu sendiri. Mereka mengais rejeki dari kantor kamu, kalau kamu memecatnya maka kamu sudah memutus jalan rejeki mereka. Iman itu dari dalam hati bukan dari luar. Kamu tidak bisa membungkam mulut semua orang yang datang menggoda mu, tapi yang bisa kamu lakukan adalah menutup telingamu untuk tidak mendengar ucapan mereka." jawab Lea dengan bahasa yang membius perhatian Raul.
Pria itu bagaikan terkena sihir jika sedang bercengkerama dengan Lea hingga tanpa terasa hampir satu jam sudah mereka duduk di kursi tersebut. Dan Lea pun sampai lupa tujuan utamanya datang menemui Raul ke kantornya.
"Oh ya, kamu tadi bawa makanan apa yang terjatuh di ruanganku?" tanya Raul di sela sela perbincangan mereka.
"Tidak perlu minta maaf, biarlah makanan itu berantakan, asal bukan hubungan kita yang berantakan." sahut Raul yang membuat Lea tersipu malu.
"Ngomong ngomong, apa yang membuat kamu sampai menjatuhkan makanan ketika melihatku berdua dengan wanita tadi?" tanya Raul.
"Emmm, aku.. Aku terkejut." jawab Lea dengan memalingkan wajah.
__ADS_1
"Benarkah? Apa hanya terkejut? Apa bukan karena cemburu?" Raul menggoda istrinya hingga wajahnya memerah.
Namun Lea mengalihkan pembicaraan agar Raul berhenti menggodanya.
"Emmm, ngomong ngomong soal perempuan itu, kamu belum ceritakan kenapa kamu tidak menolak saat dia mendekati kamu?" tanya Lea.
"Itu karena, aku di ancam." Jawab Raul jujur.
"Di ancam? Ancaman apa yang membuat kamu sampai tidak berani melawannya?" tanya Lea.
Raul sejenak berpikir, jika dia utarakan ancaman wanita mantan teman ranjangnya itu, Raul takut akan melukai hati Lea. Tapi dia harus jawab apa agar Lea percaya dan berhenti bertanya?
"Kenapa diam?" tanya Lea sekali lagi.
"Aku, aku minta maaf. Apa kamu tidak ingat siapa dia?" Raul bertanya balik.
Lea menggeleng setelah berusaha mengingatnya.
__ADS_1
"Dia wanita yang pernah aku bawa pulang dan tidur di rumah. Dia mengancam akan menyebar video ku dengan nya ketika dulu dia pernah tidur denganku. Maaf jika pengakuanku ini menyakitkan mu." ucap Raul dengan menundukkan kepala.
"Kenapa harus minta maaf? Kamu tidak salah karena kamu sudah jujur padaku."