
Siska keluar dari ruangan Raul karena merasa kesal kekasihnya tak berpihak padanya.
Dan ketika keluar, Siska tidak melihat keberadaan Lea di balik pintu.
Melihat Siska sudah meninggalkan tempat, Lea masuk ke ruangan Raul. Sedikit tidak nyaman karena sempat ada tudingan jika dirinya yang meracuni sang suami, namun Lea tetap menemui Raul dan menemaninya.
Lea meletakkan tas yang berisi pakaian ganti Raul kemudian duduk di kursi yang agak jauh dari ranjang suaminya.
Suasana hening berlangsung agak lama hingga akhirnya Raul buka suara.
"Kemari lah" panggil Raul.
Lea mendekat dengan sedikit ragu.
"Lihatlah aku, " ucap Raul.
Dengan ragu juga Lea mengangkat wajahnya dan menatap wajah sang suami.
"Apa kamu memasukkan racun ke minumanku?"
Dengan cepat Lea menggeleng dengan mata tetap menatap ke wajah suaminya.
"Baiklah, aku percaya kepadamu"
Mata Lea meneteskan air mata seketika itu juga ketika mendengar ucapan Raul.
Siska semakin geram kepada Raul sehingga dia memilih untuk tidak menemui Raul selama di rumah sakit.
Dua hari sudah Raul di rawat dan kondisinya makin membaik. Lea menjaga dan merawat Raul selama dua puluh empat jam dengan penuh perhatian meski kadang Raul masih sering membentaknya. Dan hal itu membuat Raul yakin jika Lea tidak mungkin sengaja meracuninya.
Hari itu Raul diperbolehkan pulang karena kesehatannya sudah benar benar pulih. Lea menyiapkan peralatan miliknya dan juga milik suaminya untuk di kemas.
Raul tidak menghubungi Siska mengenai kepulangannya. Bagi Raul percuma saja memberi tahu Siska, toh dia tidak akan peduli dan perhatian. Buktinya selama di rumah sakit saja, Siska sama sekali tidak peduli dengannya. Sangat berbeda dengan Lea yang setia menemani meski selalu di sakiti.
Pak supir telah siaga di mobil menunggu majikannya di depan pintu utama Rumah Sakit.
Setelah Raul dan Lea masuk, sang supir melajukan kendaraan.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Raul melihat suasana rumah yang sepi. Dia mencoba menerka bahwa Siska sedang tidur siang karena saat dia datang waktu menunjukkan pukul satu siang.
Lea berjalan ke belakang sambil membawa tas di tangan kanan dan kirinya, sementara Raul masuk ke kamar untuk istirahat sekaligus mengecek dimana keberadaan Siska saat itu.
Setelah masuk , Raul tidak menemukan sosok wanita yang dia cari. Pria itu mencoba menebak keberadaan Siska di kamar mandi, namun juga zonk.
Hingga akhirnya dia berpikiran ,
"Apa mungkin dia minggat dari sini?" tanya Raul dalam hati.
"Bodo amat lah, dia bukan siapa siapa!"
Raul menjawab sendiri pertanyaannya.
Ketika hendak merebahkan diri ke kasur, Raul merasa dahaga sehingga dia keluar kamar dan hendak ke dapur mengambil minuman.
Namun ketika berjalan di depan pintu kamar sebelah, langkah Raul terhenti karena mendengar suara orang sedang bertengkar.
" Aku tidak percaya lagi sama kamu !" terdengar suara laki laki.
" Kamu harus percaya, aku melakukan semua ini juga demi kamu dan atas perintah kamu. Kamu pikir aku nyaman tinggal di sini menjadi budak nafsu laki laki egois seperti Raul? Apa kamu tahu bagaimana perasaanku yang harus merelakan tubuhku aku berikan kepada pria yang tidak aku cintai, dan dia memperlakukanku seenaknya? Sementara kamu tinggal tanya, gimana? sudah atau belum? Dia tidak bodoh, tidak semudah itu mengambil alih hartanya" suara Siska terdengar hingga balik pintu dan tentu saja hal itu membuat Raul naik pitam.
"Keluar ! Keluar kalian berdua ! Cepat keluar atau aku laporkan polisi !" teriak Raul sambil tangannya terus menggedor pintu.
Siska sangat terkejut mendengar kehadiran Raul karena dia pikir pria itu masih berada di rumah sakit.
"Cepat keluar, atau aku bongkar paksa sekarang!" ucap Raul yang masih sangat geram. Lea yang mendengar keributan itu segera mendekat meski tak banyak bertanya.
Dia hanya memilih diam memperhatikan karena yang dia tahu Raul dan Siska sedang bertengkar
Ceklek,
Pintu terbuka dengan pelan.
Tanpa menunggu lama Raul mendorong pintu itu hingga terbuka sempurna.
"Siapa kamu? Dan apa yang kamu lakukan di sini?" bentak Raul kepada kekasih Siska.
__ADS_1
"Dan kenapa kamu memakai pakaian seperti ini?" belum mendapat jawaban dari pertanyaannya kepada pria asing itu, Raul lantas menghujani pertanyaan kepada Siska yang sedang mengenakan dress mini yang sangat menerawang . Lebih mirip seperti lingerie.
"Aku bisa jelasin" sangkal Siska berusaha membela diri.
Belum selesai Siska bicara, kekasihnya menyela,
"Tidak perlu, kamu tidak perlu menjelaskan. Mungkin memang sudah waktunya dia tahu semuanya. Kenalkan, aku kekasih Siska, wanita yang sengaja aku suruh mendekatimu untuk menguras hartamu"
Plakk, plakk, bruugh, bragh,
Pukulan bertubi tubi mewakili jawaban dari Raul kepada simpanan Siska.
"Awww... hentikan.. ku mohon, hentikan !" teriak Siska.
"Diam kamu ! Dasar wanita j*lang , wanita sial*an !" umpat Raul berkali kali dengan tetap membabi buta memberi pukulan kepada simpanan Siska.
Walaupun niat Raul hanya untuk menyingkirkan Lea, tapi dia berencana untuk menikahi Siska jika sudah menduda. Namun nyatanya dia malah di khianati bahkan hanya di manfaatkan.
Ketika Raul sedikit lengah karena mengatur nafasnya , pria simpanan Siska mencoba melakukan perlawanan hingga akhirnya satu pukulan mendarat keras ke kepala Raul.
Merasa semakin geram karena menerima pukulan, Raul kembali melawan. Namun usahanya kali ini kurang memuaskan karena tubuhnya belum begitu fit pasca rawat inap di rumah sakit.
Hingga akhirnya mendarat lagi satu pukulan yang sangat keras,
Buuuugggh,
Dan hantaman itu merobohkan tubuh seseorang ke lantai dengan darah segar yang mengalir dari hidung dan mulut ,hingga tidak sadarkan diri.
"Lea...." teriak Raul karena pukulan laki laki itu melayang ke arah Lea yang sengaja menahan tahan pria asing itu agar tidak mengenai Raul.
Semua panik, terutama Raul.
Dia segera mengangkat kepala Lea den memeriksa nya. Dan rupanya Lea sudah tidak sadarkan diri.
"Lea, bangun Lea.. bangun, pak... pak sopir, siapkan mobil . Kita kembali ke Rumah Sakit sekarang !" titah Raul kepada supirnya yang berdiri tidak jauh karena dia juga menyaksikan pertengkaran itu.
Sementara Raul sibuk membawa tubuh Lea ke Rumah Sakit, Siska dan kekasihnya justru sibuk memungut uang dan perhiasan yang di simpan di brankas kamar Raul. Usai mengantongi sejumlah uang dan emas, mereka berdua kabur.
__ADS_1
"Lea, bangun Lea ." Raul masih selalu berusaha membangunkan Lea walaupun tubuh gadis itu sudah lemas dan tidak bersuara.