Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli

Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli
Salah Paham


__ADS_3

"Aku tuh prihatin lihat hidup kamu yang sekarang. Udah kayak kuburan, datar dan tidak berwarna. Nggak pernah main keluar, di rumah mulu denger ceramah. Padahal di luar sana banyak wanita yang lebih menarik di pandang dari pada wanita karung di rumah kamu yang cuma kelihatan matanya doang. Otak kamu benar benar sudah bermasalah!"


Degh,


Dada Lea bagai tertimpa batu batu besar yang membuatnya sesak. Dia berdiri di balik pintu,niat yang awalnya ingin memberi kejutan kepada sang suami dengan membawakan makanan ke kantornya, justru Lea mendapat kata kata sambutan yang menyayat hati.


Kalimat itu memang bukan di ucapkan oleh Raul, tetapi Lea khawatir jika Raul akan terpengaruh pada ucapan tersebut.


"Astaghfirullahaladzim," Lea berkali kali beristighfar sambil mengelus dadanya.


Dia sangat penasaran jawaban apa yang akan terucap dari bibir suaminya.


Sementara Raul masih terdiam. Dalam kurun waktu yang terbilang sangat singkat pada proses hijrahnya, tentu saja hati Raul masih sangat mudah untuk terpengaruh ajakan negatif.


"Keluarlah, aku mau sendiri dulu!" tukas Raul.


"Oke, semoga dirimu lekas menemukan kehidupan sejatimu sobat. Bukan kehidupan semu yang hanya menyiksamu secara perlahan." pesan dari sahabat Raul yang terdengar begitu bijak namun menyesatkan ke jurang penyesalan.

__ADS_1


Lea sedikit bergeser untuk bersembunyi karena dia tahu bahwa sahabat Raul itu akan keluar dari ruangan suaminya.


Setelah melihat suaminya sedang berada sendiri di dalam ruangan, Lea berniat untuk segera menemuinya. Namun langkahnya terhenti. Entah mengapa hatinya merasa tidak tenang , mungkin karena ucapan yang dia dengar dari Niko, sahabat Raul.


Lea memutuskan untuk pergi ke toilet terlebih dahulu. Dia ingin menenangkan hatinya terlebih dahulu dengan mengambil air wudhu.


Setelah lima menit berada di toilet, kini hati Lea terasa lebih tenang. Dia bergegas untuk segera menemui sang suami.


Ketika tiba di depan pintu, Lea melihat bahwa pintunya sedikit terbuka . Karena niatnya memang ingin memberi kejutan, Lea pun masuk dengan pelan. Dan lagi lagi Lea mendapat kejutan panas yang membuat air matanya meleleh.


Praanggggg,


Tempat makanan yang terbuat dari stainless itu terjatuh ke ke lantai beserta isinya. Mendengar suara benda terjatuh, Raul segera mendorong dengan kasar wanita yang dari tadi mangkal di pangkuannya tanpa seizin dirinya.


Raul sudah berkali kali menepis dan menyuruhnya pergi, namun wanita itu mengancam akan menyebarkan video panas ketika dulu mereka pernah bercinta. Karena rupanya, wanita itu adalah salah seorang mantan pemuas ranjang Raul saat dulu dia masih kehilangan arah hidup.


"Lea," panggil Raul sembari bangkit dari duduknya dan mendorong wanita itu hingga terjatuh ke lantai.

__ADS_1


Raul mengejar Lea yang sudah meninggalkan tempatnya berdiri dan berlari keluar. Namun langkah pendek Lea yang mengenakan gamis panjang tentu saja kalah dengan langkah panjang Raul.


Dengan cepat pria itu meraih tangan dan tubuh istrinya.


"Lea, dengarkan aku. Ini hanya salah paham, semua tidak seburuk yang kamu bayangkan!" dengan cepat Raul memberi penjelasan sambil menyeka air mata istrinya.


"Percayalah padaku, wanita itu hanya menjebakku!" jelas Raul sekali lagi.


Lea belum menjawab sepatah kata, dia masih berusaha menenangkan hatinya sendiri agar tidak salah dalam mengambil tindakan.


Raul perlahan mengajak sang istri duduk di salah satu kursi panjang di kantor tersebut.


Dia masih setia menunggu istrinya bersuara, hingga akhirnya Lea pun angkat bicara.


"Aku minta maaf,..."


"Maaf? Kenapa kamu minta maaf?" Raul seketika itu memotong ucapan Lea. Dia begitu terkejut mendengar ucapan maaf dari istrinya. Dia juga sangat cemas jika Lea benar benar tidak akan mempercayainya lagi.

__ADS_1


__ADS_2