Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli

Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli
Memejamkan mata


__ADS_3

Sedari tadi Lea tertunduk, dia tidak berani menatap Raul karena itu adalah kali pertamanya dia memakai pakaian seksi di depan laki laki.


Penyesalan ini ternyata jauh lebih mengerikan dari yang Raul bayangkan. Dia bahkan tidak berani menyentuh Lea, padahal Raul sudah menjamah banyak wanita. Namun semua wanita yang di jamah Rau tidak ada yang sesuci Lea.


Raul menarik nafas panjang lalu menghembuskannya pelan.


Lea berdiri lalu beranjak dari tempatnya duduk, dia menghampiri almarinya dan mengambil sesuatu.


"Kamu bisa mempelajari ini jika mau," ucap Lea sambil menyodorkan sebuah buku panduan menjadi suami yang sholeh berdasarkan ajaran Rosul.


Raul melihat sampul buku itu dan mulai menerimanya.


"Terima kasih," jawab Raul.


"Di situ lengkap tertulis kiat kiat menjadi seorang imam yang baik berdasarkan ajaran nabi Muhammad SAW. Termasuk juga cara menggauli yang benar," tukas Lea.

__ADS_1


Raul membisu di hadapan sang istri sambil mulai membuka halaman buku tersebut.


"Aku sangat berterima kasih kepadamu, karena kamu membawaku ke jalan yang benar," ucap Raul.


"Bukan, bukan aku yang membawamu ke jalan yang benar. Tetapi Allah lah yang memberi hidayah melalui lantaran diriku," jawab Lea.


Raul meraih tangan Lea dan mencium puncak tangannya.


"Kenapa aku begitu bodoh, aku sudah menelantarkan kamu selama satu tahun di rumah ku sendiri. Bahkan menyakitimu dengan membawa wanita lain. Katakan padaku ,sesuatu apa yang bisa aku lakukan agar aku bisa menghapus bayangan kelamku atas kesalahanku kepadamu?" tanya Raul.


"Lupakan, lupakanlah semuanya karena aku sendiri juga sudah melupakannya. Dan jadikanlah aku istrimu yang sesungguhnya, maka lama lama kita akan sehati tanpa ada pemisah," jawab Lea.


Tidak bisa Lea pungkiri bahwa dirinya juga sangat menginginkan kasih sayang belaian dari sang suami.


Berkali kali Raul mencium puncak kepala Lea, hingga akhirnya kecupan itu turun ke kening gadis berhijab tersebut.

__ADS_1


Kedua dada yang saling melekat itu menyambungkan detak jantung keduanya sehingga kehangatan mulai tercipta.


Saat Lea sedikit merenggangkan pelukan dan mengangkat wajahnya, tatapan keduanya bertemu. Tatapan yang kini penuh terisi dengan rasa cinta kasih tersebut lambat laun berhasil mendekatkan kedua hidung dan bibir mereka.


Di saat itulah Raul berani menunjukkan kelaki lakiannya kepada sang istri.


Bagaikan menemukan seteguk air di tengah kemarau panjang, Raul menikmati bibir mungil yang ada di hadapannya. Lea yang masih sangat polos dan lugu belum begitu lihai cara membalasnya. Dia hanya menerima serangan itu dengan rela dan berusaha mengenali pergerakan demi pergerakan sang suami ketika tangan Raul mulai bergerilya di anggota tubuhnya yang lain.


Setelah beberapa saat membuai sang istri dengan ciuman, Raul berhenti sejenak dan mengangkat tubuh Lea ke atas kasur demi menyalurkan nafkah batinnya.


Gadis yang sebentar lagi hilang kegadisannya itu hanya pasrah menerima apapun yang di lakukan suaminya kepada dirinya meski jantungnya begitu berdebar debar membayangkan apa yang akan Raul lakukan padanya.


Menurut buku yang pernah Lea baca mengenai hubungan suami istri, dalam menjalani malam pertama organ vitalnya akan mengalami perobekan hingga mengeluarkan darah. Entah seperti apa sakitnya nanti Lea juga tidak tahu, tapi dalam hati nya selalu beristighfar agar di beri kekuatan menjalankan salah satu ibadahnya sebagai seorang istri.


Lea mulai memejamkan mata ketika suaminya mulai menanggalkan pakaiannya hingga tubuh polos bagai bayi itu terlihat jelas di hadapannya.

__ADS_1


Kini tugas Raul berganti membuat Lea juga berpenampilan bak bayi seperti dirinya. Namun ketika dress setinggi lutut itu mulai di singkap oleh sang suami, Lea menghentikannya.


"Stop ! "


__ADS_2