
Una tak langsung pulang kerumahnya, dia dan juga pacarnya Kevin bersama beberapa temannya menuju sebuah villa sewaan di daerah Batu, Bandung. Dua mobil berjalan beriringan.
"Kita mau kemana, Vin?" tanya Una.
"Tenang saja sayang, kamu ikut saja. Nanti kita bisa bersenang-senang. Aku punya kejuta. Untukmu" seringai Kevin yang tak disadari Una.
"Kejuatan apa?"
"Nanti saja kalau sudah sampai sana, baru aku kasih tahu"
Una tak menaruh curiga pada Kevin, pacarnya itu. Dia sangat percaya pada Kevin. Selang waktu tak lama mereka sampai di villa sewaan. Disana Kevin menyiapkan sebuah pesta kejutan buat Una. Penuh dengan musik aliran keras, alkohol dan asap rokok.
"Bagaimana semua sudah disiapkan" bisik Kevin pada salah seorang teman nya.
"Beres pokoknya"
Kevin tersenyum puas mendengar jawaban temannya. Artinya semua rencana dia akan berjalan lancar.
"Sayang, bagaimana? Kamu suka kejutan ulang tahunnya?"
__ADS_1
"Suka sekali. Kamu baik sekali. Bahagia rasanya" mata Una berbinar-binar mendapatkan pesta kejutan ulang tahun dari kekasih hatinya.
"Kalau begitu mari kita minum lagi, aku bersulang untuk ulang tahunmu"
"Tapi aku tak kuat minum, Vin"
"Ayolah, satu gelas saja. Untuk merayakan ulang tahunmu" Kevin menuangkan Vodka digelas dan memberikan pada Una.
"Baiklah kalau begitu" Una meneguk habis minuman beralkohol itu tanpa curiga sedikitpun. Dalam hitungan menit Una sudah berada dalam dunianya sendiri. Dan Kevin beserta lima temannya yang lain tertawa melihat Una yang tergeletak antara sadar dan tidak di atas tempat tidur.
Obat perangsang dan alhohol yang diberikan cukup membuat Una seperti orang yang sedang mabuk kepayang. Kevin dan teman-temannya makin menikmati pemandangan itu. Perempuan sexy itu semakin terangsang dan mengeliat-geliat bagai seekor ulat bulu diatas tempat tidur. Tanpa ragu mereka melampiaskan nafsu bejat nya pada Una secara bergiliran. Una bagai mangsa yang empuk didepan mereka.
Setelah puas mereka membiarkan Una sendirian terkulai lemas di atas tempat tidur nya. Meladeni kegagahan Kevin dan lima orang temannya. Menjelang pagi teman-teman Kevin pulang. Kevin memandang puas pada apa yang terjadi pada Una, perempuan sexy itu tergeletak di lantai tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya.
Dia perlahan-lahan membuka matanya, seluruh tubuhnya terasa sakit. Dan rasa nyeri yang teramat sangat dia rasakan diantara kedua pahanya. Perlahan membuka matanya, melihat tubuhnya terkulai tak berbusana diatas lantai dingin. Una tersadar dan berteriak.
"Kamu sudah bangun, Sayang?" ejek Kevin.
"Kevin!!? Apa yang kamu lakukan padaku?" Una menarik selimut dan menutupi tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun.
__ADS_1
"Ini hadiah ulang tahun buatmu. Semalam kita bertujuh menikmati malam yang indah, bukan. Apa kamu tidak ingat" puas rasanya hati Kevin melihat Una yang putus asa melihat keadaanya.
"Apa???" jerit Una.
Hahahahaha ...
Kevin tertawa puas melihat Una seperti itu. Dia merasa puas melampiaskan dendam nya selama ini pada Una.
"Kamu tega, Vin. Padahal aku sudah percaya padamu. Kamu jahat"
Kevin tak perduli apa yang dikatakan Una. Melihat Una yang histeris begitu Kevin semakin bernafsu. Dia kembali melancarkan serangannya pada Una. Perempuan itu berteriak-teriak minta tolong dan memohon pada Kevin. Namun kevin yang sudah naik libidonya tak memperdulikan permohonan Una. Lagi ... dengan otak yang penuh fantasi liar dan binalnya, serta hati yang diselimuti nafsu setan, Kevin kembali melakukan itu pada Una. Berkali-kali sampai Una lemas tak berdaya. Dia hanya bisa menangis histeris. Namun itu tak menyurutkan niat bejad Kevin padanya.
"Apa salahku pada mu, Vin. Kamu tega sekali berbuat ini pada ku" isak Una yang terkulai diatas lantai dingin. Hanya airmata yang bisa dia keluarkan saat ini membayangkan masa depannya yang sudah hancur dirampas paksa oleh laki-laki yang diacintai.
"Kamu ingat Sayang apa yang Papi dan Mami kamu ucapkan padaku waktu itu. Mereka hina aku, mencaci maki aku, dan kalian fikir dengan uang bisa membeli segalanya. Dan kamu fikir aku benar-benar mencintaimu" seringat jahat Kevin.
"Cuiih... " Kevin mencibir pada Una yang dianggap tak lebih dari ******* hina yang telah dia habiskan manisnya.
"Sama sekali tidak Una, aku mendekatimu hanya untuk membungkam keangkuhan kedua orang tuamu dan menikmati hartamu. Serta tubuh molekmu secara gratis. Tak pernah terlintas dalam fikiranku untuk jatuh cinta pada perempuan egois seperti kamu. Dan kamu harus merasakan sakitnya hatiku saat itu. Tubuh indahmu ini tak lebih dari tubuh liar perempuan ****** yang menju tubuhnya pada semua laki-laki. Aku sama sekali tak menaruh hormat pada tubuh indah ini, Sayang" Kevin membelai-belai pipi Una yang penuh airmata.
__ADS_1
Una makin histeris. Dia berusaha menyerang Kevin. Namun naas baginya dia terpeleset di tangga dan jatuh. Seketika itu juga Una tewas. Tawa puas Kevin makin menjadi melihat perempuan yang dibencinya itu tergeletak tak bernyawa lagi . Kevin langsung melarikan diri. Meninggalkan mayat Una yang tergeletak tanpa busana dan bersimbah darah dilantai yang dingin itu.
******