
Kuliah sore memang tidak menyenangkan, tapi apa boleh buat semua ini harus dilakukan Kanaya demi masa depannya. Pengorbanan ini nantinya akan terbayar tunai.
Suasana kantin kampus sore itu tidak begitu ramai, maklum sedikit sekali dosen yang mengambil jadwal kuliah pada sore hari. Kanaya duduk menikmati green tea dinginnya sambil membaca materi kuliah nanti.
"Maaf menggangu, Nona!?" sapa seorang laki-laki paruh baya.
"Ada apa, Ya?!" Naya memasang sikap siaga.
"Apa benar nona yang bernama Kanaya?"
"Iya, benar. Ada apa ya?"
"Maaf, tunggu sebentar. Ada yang ingin bicara dengan anda?!"
Orang itu segera berlari kemobil. Lalu seseorang keluar dari dalam mobil itu, seorang laki-laki tua berjalan kearahnya.
"Apa benar kamu yang bernama Kanaya, Nak?"
"Iya, benar. Bapak siapa ya?"
"Saya Yusuf Nugraha. Saya adalah adik kandung dari ayah nya Adrian Fauzy Nugraha, suami mu"
Naya terkejut mendengar nama itu disebut. Dia menatap laki-laki tua itu dengan seksama. Memang suaminya pernah bercerita tentang adik kandung ayah nya yang ada di Batam.
"Maaf mengganggu waktumu, Nak. Bisa kita bicara sebentar?" pinta Yusuf sopan.
"Ya, silakan"
"Terima kasih. Oom senang akhirnya bisa bertemu dengan mu disini. Oom baru sempat mencarimu sekarang. Sekitar setahun yang lalu Oom bertemu dengan Rian. Dia menceritakan semuanya, termasuk tentang kamu, nak"
"Oom bertemu, Kak Rian?"
__ADS_1
"Ya" jawab Yusuf singkat.
"Bagaimana kabar Kak Rian, Oom"
"Kabarnya saat ini jauh lebih baik , nak. Apakah kamu masih menunggu nya sampai saat ini?"
Naya menangis, dia hanya menjawab pertanyaan Oom Yusuf dengan anggukan kepala.
"Syukurlah. Bersabarlah, nak. Suamimu pasti akan datang menjemputmu"
Oom Yusuf mengambil ponselnya. Dia menekan beberapa tombol dan menelepon seseorang.
"Assalamualaikum, nak ... Kamu dimana?"
"Waalaikumsalam, Oom. Rian sedang ada di kantor Oom. Ada apa, Oom"
"Ada seseorang yang ingin bicara denganmu"
"Bicaralah, nak"
Naya mengambil ponsel itu lalu mendekatkannya ke telinga nya.
"Halooo..." ucap Naya perlahan.
"Naya? Itu benar kamu, Sayang?"
"Kak Rian?"
"Ya, Tuhan ... Akhirnya aku bisa mendengar lagi suaramu, Sayang. Bagaimana kabar mu? Kamu baik-baik saja, bukan?"
"Iya, Kak. Aku baik-baik saja disini. Kak Rian apa kabar disana?"
__ADS_1
"Kak Rian baik-baik saja, Sayang. Jangan khawatir. Jadi Oom Yusuf bersamamu?"
"Iya, Kak" jawab Naya singkat. Dia menghapus airmatanya. Rasa haru dan bahagia bisa mendengar suara laki-laki yang sangat dirindukannya.
"Syukurlah. Sabarlah sebentar lagi Sayang, Kak Rian akan datang kesana menjemput mu. Setelah urusan Kak Rian beres disini. Kak Rian akan menjemputmu. Kamu mau menunggu Kak Rian, bukan?"
"Ya, Kak. Sampai saat ini aku masih menunggu kedatangan kak Rian menjemput ku"
"Terima kasih, Sayang. Jaga dirimu baik-baik ya. Bersabarlah sedikit lagi" pinta Rian.
"Ya, Kak" mata Naya basah oleh airmata kebahagian. Kerinduannya selama ini sedikit terobati. Naya memberikan ponsel itu pada Oom Yusuf.
"Terima kasih, Oom. Sudah memberikan aku kesempatan untuk bicara dengan Kak Rian. Aku bahagia sekali"
"Selama ini bahkan kamu tak pernah bicara dengan suamimu?" tanya Yusuf.
"Tidak pernah Oom, papi menghapus semua jejak kontak Kak Rian. Dan juga penjagaan yang sangat ketat dari papi tak membuatku leluasa bergerak. Aku kehilangan kontak Kak Rian bertahun-tahun"
Oom Yusuf mengeluarkan sebuah kartu nama, Naya membacanya.
"Adrian Fauzy Nugraha - CEO Mitra Usaha"
"CEO?" tanya Naya.
"Ya, CEO. Rian merintis sebuah waralaba di Pekanbaru. Saat ini cabang minimarket nya ada di hampir seluruh kota disana. Saat ini sedang membangun sebuah gudang untuk dua cabang terbaru nya. Dan juga Oom berniat untuk melimpahkan hak milik perusahaan migas Oom padanya"
"Namun berkali-kali Rian menolaknya. Dia ingin membanguan usahanya sendiri. Demi istrinya yang disayanginya. Demi kamu Naya. Dia ingin membuktikan kesungguhan hatinya oada papimu. Oom, berharap kalian akan bersatu kembali. Tapi maaf, Oom harus kembali ke Batam malam ini. Maaf tak bisa berlama-lama mengobrol bersamamu. Bersabarlah, Nak. Percayalah pada suamimu. Dia pasti akan datang menjemputmu bersamanya" Yusuf pamit pada Naya. Dia memang sengaja datang untuk mencari Naya.
Untuk menguatkan hati perempuan kesayangan keponakannya itu. Dan benar setelah kedatangan Yusuf, semangat hidup Naya pulih kembali. Dia benar-benar yakin akan pilihan hatinya bersama Adrian Fauzy Nugraha.
******
__ADS_1