Menjemput Bahagia Bersamamu

Menjemput Bahagia Bersamamu
Rindu Yang Terobati - Bagian Satu


__ADS_3

Doni memarkirkan kendaraannya di bagasi. Dia melihat mobil papinya masih terparkir di halaman. Dari dalam rumah mereka mendengar suara orang bertengkar. Doni dan Naya bergegas masuk kedalam. Naya menghentikan langkahnya didepan pintu. Dia melihat seseorang sedang beradu mulut dengan Papinya. Dari suara dan postur tubuhnya Naya paham benar siapa orang itu.


"Kak Rian .."


Laki-laki itu membalikkan badannya. Dan benar orang itu adalah Adrian Fauzy Nugraha, suaminya. Naya langsung berlari memeluk Rian. Mereka berdua saling melepaskan rindu. Tiga tahun terpisah. Rian membelai wajah istrinya, menghapus airmatanya, menciumi kedua pipinya, dan melepaskan semua sesak yang menumpuk didadanya.


"Kami baik-baik saja,sayang?"


Dipandangnya istrinya lekat-lekat, tatapan rindunya tak bisa dibohongi. Naya menganguk dalam pelukan suaminya. Doni yang melihat itu tersenyum bahagia melihat teteh dan kakak iparnya kembali bersatu.


David sangat tidak suka menyaksikan peristiwa bahagia itu. Dia mendekat dan menarik tangan putrinya.


"Masuk kamu kedalam, Naya!"


Dua orang pengawal yang berada dibelakang David menghalagi jalan Naya untuk lari.


"Papi!"


"Pergilah kamu dari sini. Untuk apa lagi kamu datang kesini!?"


"Aku kesini untuk menjemput istriku"

__ADS_1


"Tidak. Tidak ada pernikahan. Naya akan tetap disini. Berani sekali kamu menentang ku"


"Apapun yang terjadi, aku tak perduli. Aku akan tetap membawa Naya bersamaku"


"Papi ... Cukup sudah!!", teriak Doni.


"Apa mau papi sebenarnya. Mereka sudah menikah ,Papi. Tega sekali papi merusak kebahagian anak sendiri. Selama ini Teh Naya tidak pernah membantah perintah Papi. Kebahagian Teh Naya ada pada suaminya, Pi. Pernikahan mereka sah menurut hukum agama dan hukum negara. Papi mau mereka bercerai? Ingat dosa, Papi"


"Kamu jangan menggurui, Papi ... Doni"


"Terserah apa kata, Papi. Kalau memang Papi perduli dengan Teh Naya seharusnya Papi lakukan itu sejak dia kecil. Bukan Papi tinggalkan dia dengan maminya lalu setelah dewasa papi mau menguasai teh Naya. Terlambat papi. Itu bukan sayang, Pi. Tapi papi membuat Teh Naya makin menderita. Dia tertekan akibat perbuatan papi"


Doni berjalan mendekati Naya. Kedua pengawal berusaha mencegahnya.


Doni menarik tangan tangan Naya dan memeluknya. Dia membawa Naya pada suaminya. David hanya memandang apa yang dilakukan Doni. Dia tak menyangka anak bungsunya berani pasang badan demi melindungi kakak tirinya.


David tidak bicara apa-apa lagi. Dia pergi dari tempat itu tanpa menoleh pada anak-anak nya. Naya memanggilnya.


"Papi. .. tunggu ...!!?"


David menghentikan langkahnya dan menoleh pada putrinya itu.

__ADS_1


"Pi ... Izinkan Naya bersama Kak Rian, Pi. Selama ini Naya tak pernah minta apapun dari Papi. Untuk kali ini, Naya mohon sama papi"


David menghela nafas panjangnya. Dia menatap putri nya, mata nya begitu memohon pada dirinya. Disaat itulah, runtuh semua pertahanan David sebagai seorang laki-laki berhati dingin. Dia tak tega melihat putrinya.


"Lakukan apa yang kamu anggap benar, Naya"


Naya dan Doni saling pandang. Mereka tersenyum bahagia. David naik kemobil dan pergi menuju bandara. Akhirnya David merestui hubungan Naya dan Rian. Mungkin ini lah saatnya aku menyerah pada ketulusan anak itu, batin David.


******


Doni menyalami Rian. Mereka saling berpelukan. Rian kagum dengan keberanian adik iparnya itu. Doni terlihat lebih dewasa dari terkahir mereka bertemu.


"Doni senang melihat Kak Rian datang"


"Terima kasih, Dek. Sudah menjaga Naya untuk Kak Rian selama ini"


"Ini juga sudah jadi tanggung jawab Doni, Kak ... Buat jagain Teh Naya. Teh Naya satu-satunya saudara yang Doni punya sekarang".


"Kamu semakin dewasa dan kuat, Don. Kak Rian bangga dengan mu"


"Ya, sudah... Kak Rian dan Teh Naya istirahat saja dulu. Pasti lelah, bukan. Doni juga mau istirahat dikamar"

__ADS_1


Doni pamit dan pergi kamarnya dilantai atas. Dia tahu Teh Naya dan Kak Rian pasti sudah lama saling merindukan, dia seolah memberi kesempatan pada mereka berdua untuk saling melepas rindu.


******


__ADS_2