
Dua minggu ini Naya berada di Bandung, berkutat dengan persiapan wisudanya.
"Kamu yakin mau berangkat sendiri kesana, dek. Paling tidak tunggulah beberapa hari lagi sampai pekerjaan Kak Rian selesai" pinta Rian pada istrinya sebelum Naya berangkat ke Bandung.
Naya ngotot mau ke Bandung karena waktu pengurusan pendaftaran wisudanya sudah mepet. Walaupun kondisi badannya yang kurang sehat akibat dikejar-kejar waktu sehingga dia lupa menjaga kesehatannya. Rian sangat khawatir pada istrinya.
"Ya, Sayang ... Kak Rian akan luangkan waktu untuk hadir dalam acara wisudamu nanti. Tunggulah disana Sayang, Kak Rian akan datang" ucap Rian ditelepon saat Naya memberitahunya.
Naya berhasil menyelesaikan pendidikan strata satunya di jurusan psikologi UNDIP dalam waktu tiga tahun setengah dengan predikat sangat memuaskan. David, Doni dan juga Rian turut hadir dalam acara penting nya itu. Tiga orang laki-laki hebat yang selalu berada didekatnya.
"Selamat ya, Teh. Akhirnya selesai juga. Semoga ilmunya bermanfaat" ucap Doni memberi ucapan selamat pada kakak perempuan satu-satunya itu.
"Selamat ya, Nak. Papi bangga sama kamu" David pun tak ketinggalan memberikan selamat dan peluk cium untuk putri kesayangannya.
"Selamat ya, Sayang. Akhirnya istri Sholeha Kak Rian berhasil lulus dan diwisuda" peluk cium Rian pun tak tertinggal untuk Naya.
Pujian dari tiga lelaki kebanggannya itu membuat Naya sangat bahagia. Malam ini papi mengadakan makan malam keluarga, kali ini dirumah saja. Makan malam untuk merayakan kelulusan Naya. Kehangatan malam itu menjadi moment terindah dalam hidup Kanaya.
*****
"Kak ... " panggil Naya.
"Hmm..."
"Aku boleh minta sesuatu?" ucap Naya setelah makan malam.
Papi, adik dan suaminya sedang berbincang diruang tengah. Naya datang mendekati suaminya dan meminta sesuatu pada laki-laki kesayangnya itu.
__ADS_1
"Apa itu, Sayang? Katakanlah!" ucap Rian.
"Bisa bacakan ini?"
"Eeh... " Rian mengerutkan kedua alisnya lalu mengambil amplop putih itu.
Naya menyodorkan sebuah amplop putih panjang pada suaminya. Semua orang yang ada disana terdiam dan memperhatikan.
"Apa ini?" tanya Rian.
"Tolong, bacakan?!"
"Teh Naya manja sekali. Baca surat itu saja tidak bisa" ledek Doni.
"Biarin ..." sewot Naya.
Semua yang mendengarnya terkejut dan bahagia. Terlebih Rian yang jadi salah tingkah mendengar istrinya hamil.
"Yang bener Sayang? Kamu hamil? Ini sungguhan bukan?"
Naya mengambil tangan suaminya, lalu meletakkannya diperutnya sambil menganggukkan kepala.
"Akhirnya Papi bisa punya cucu" ucap David senang.
"Selamat ya, Teh. Kak Rian. Akhirnya Doni punya keponakan juga" Doni kegirangan mendengar kehamilan tetehnya.
Bahagia yang terpancar dari keluarga itu begitu kentara. Selama tujuh tahun pernikahan mereka, akhirnya mereka dikaruniai seorang anak. Anak yang sangat dinantikan.
__ADS_1
******
Sembilan bulan kemudian
(Ruang Bersalin)
David gelisah menunggu didepan ruang bersalin. Doni pun demikian. Sementara Rian yang menemani Kanaya menjalankan proses persalinannya. Tepat pukul sembilan pagi lahirlah seorang bayi laki-laki sehat berkulit putih. Penerus keturunan keluarga Myezha, putra pertama Adrian Fauzy Nugraha. Mereka memberinya nama Alvarendra Nugraha. Yang artinya adalah anak yang seorang laki-laki yang berhati mulia, cerdas dan beruntung.
"Kak ..." panggil Naya.
"Hmmm..."
"Terima kasih ya"
"Untuk apa, Sayang?"
"Untuk semua yang sudah kak Rian lakukan untukku selama ini. Aku bahagia sekali, Kak"
"Kak Rian lah yang harus berterima kasih padamu. Kamu adalah istri terhebat yang dikirimkan Tuhan untuk Kak Rian. Yang setia menemani Kak Rian dari titik nol sampai saat ini. Yang tulus mengabdikan hidupnya untuk suamimu dan keluarga kecil kita. Yang telah memberi Kak Rian keturunan yang soleh ini. Terima kasih untuk semua pengorbanan mu, Sayang. Untuk perjuangan mu" papar Rian.
"Untuk perjuangan kita, Kak" timpal Naya.
"Ya, Sayang ..."
Naya yang mengendong bayinya itu, menyandarkan kepalanya dibahu suaminya. Rian mencium kening putra kebanggaan nya. Lalu mencium kening istri kesayangannya. Dia merasa hidupnya sangat sempurna dengan adanya Kanaya sebagai pendamping hidupnya serta Alvarendra Nugraha sebagai penerus tahta dan keturunan nya kelak.
******
__ADS_1
T. A. M. A. T.