Menjemput Bahagia Bersamamu

Menjemput Bahagia Bersamamu
Kembalinya Keceriaan Naya


__ADS_3

Drrr... Drr ....


Ponsel Rian berbunyi. Dilihatnya jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sebuah nomor yang tak dikenalnya.


"Halooo...." Rian menjawab sambil terkantuk-kantuk.


"Kak Rian sudah tidur?"


Rian hampir melompat dari tempat tidurnya. Dia kenal betul suara itu.


"Dek...!" ucapnya setengah teriak.


"Maaf ya aku menggangu tidur Kak Rian"


"Tidak apa-apa. Aku senang kamu menelepon, Sayang?!"


"Kak ... Aku kangen sama Kak Rian" ucap Naya lembut.


"Sama Dek, Kak Rian juga kangen sama kamu. Bersabarlah sedikit Sayang. Setelah pembangunan gudang Kak Rian selesai, Kak Rian akan datang menjemputmu. Dengan segala kebanggaan untuk papi mu"


"Aku harap Kak Rian tidak pernah berubah. Sama seperti Kak Rian yang ku kenal dulu. Sama seperti suamiku yang dulu"


"Jangan khawatir Sayang, Kak Rian tidak pernah berubah sedikitpun. Dalam hati ini masih kamu yang Kak Rian sayang. Jiwa raga ini masih milikmu, istriku. Kak Rian harap kamu juga seperti itu, Sayang"


"Kak..." panggil Naya lagi.


"Hmmm..."


"Sampai kapanpun, dihati ini pun masih milik Kak Rian, jiwa ragaku semua masih menjadi hakmu sebagai istrimu"


"Terima kasih, Sayang. Kak Rian percaya pada mu. Sudah malam. Lebih baik kamu istirahat. Besok kita lanjutkan lagi, ya Dek?!"


"Aku masih, mau dengar suara Kak Rian"

__ADS_1


"Iya, Sayang. Kak Rian juga masih ingin dengar suaramu. Tapi Kak Rian tidak mau kamu nanti masuk angin, dan sakit kena angin malam"


"Baiklah, Kak. Jaga kesehatan ya. Aku sayang Kak Rian"


"Ya, Dek. Kak Rian juga sayang kamu. Kak Rian kangen sama kamu. Jaga diri baik-baik ya, Sayang"


******


"Sudah siap, Teh?" tanya Doni pagi hari. Doni siap mengantarkan kakak perempuannya kekampus.


"Ya, Dek. Yukk... " Naya yang sudah rapi langsung menuju mobil. Doni membukakan pintu mobil untuk Tetehnya. Dia duduk dibelakang kemudi. Dia memandang Naya dengan penuh tanya, kakak tirinya itu terlihat begitu bahagia dan ceria. Dia melirik ke arah samping, Naya sedang asyik membalas pesan WhatsApp seseorang.


"Pagi, Sayang. .. sudah bangunkah?"


"Sudah dong, Kak. Aku lagi otewe kampus diantar Doni"


"Kampus?"


"Alhamdulillah, istri Solehah Kak Rian sudah jadi mahasiswi"


"Alhamdulillah, Kak. Jurusan Psikologi UNPAD. Doakan saja kuliahku lancar. Biar Kak Rian juga bangga nantinya"


"Pasti Sayang. Kak Rian selalu berdoa untukmu. Yang samangat ya kuliahnya. Jaga diri baik-baik disana. Love you, honey"


"Love you, too..."


Naya tersenyum sendiri membaca pesan dari suaminya itu. Hatinya terlihat berbunga-bunga. Long distance relationship yang dia jalani selama ini tanpa ada komunikasi, namun sekarang mereka bisa bertukar kabar melalui pesan WhatsApp.


"Teh ..." panggil Doni perlahan.


"Ya. .."


"Itu ... Pesan WhatsApp dari Kak Rian?"

__ADS_1


Naya menoleh pada adiknya.


"Ya....." jawab Naya sambil tersenyum.


"Sudah kuduga" jawab Doni sambil membalas senyuman kakak perempuannya.


"Tahu dari mana kamu, Dek?"


Hahahahhaha.... Doni tertawa melihat ekpresi kaget kakak perempuannya itu. Naya sangat polos dan lucu dimatanya.


"Yang bisa bikin Teh Naya bahagia sebahagia ini pasti cuma Kak Rian"


"Pintar sekali adik teh Naya sekarang" puji Naya.


"Doni senang melihatnya. Dua tahun ini teh Naya kehilangan kebahagian dan senyuman daru wajah teh Naya. Tapi pagi ini tiba-tiba Teh Naya terlihat begitu bahagia. Dan orang yang berhasil membuat senyuman Teh Naya kembali itu pasti cuma Kak Rian" jelas Doni dengan penuh keyakinan.


"Iya, Dek. Setelah sekian lama akhirnya bisa berkomunikasi lagi. Walaupun hanya lewat telepon. Tapi jangan sampai papi tahu ya, Dek"


"Ya, Kak. Tenang saja. Doni bisa dipercaya kok"


Mobil Doni parkir di halaman kampus Naya, dia turun dan membukakan pintu mobil untuk kakaknya. Lalu dia mengambil tangan Teh Naya nya dan mencium punggung tangan Naya. Dia kembali kedalam mobil dan meneruskan perjalanan kesekolahnya. Hari ini memang sekolahnya sedang ada class meeting. Acara rutin perlombaan antar kelas menjelang pembagian rapor.


******


"Pagi sekali kamu datang, Naya" ucap seseorang disampingnya. Naya menoleh. Aldi muncul disampingnya dengan almamater lengkap. Namun Naya terus saja berjalan menuju ruang Puskom. Aldi masih saja mengikuti dirinya.


"Kamu ini maunya apa sih, jangan ganggu aku!"


"Aku mau ke menunggu dosen penguji. Hari ini aku ujian skripsi. Tapi karena dosennya belum datang, aku ketemu bidadari pagi ini" celoteh Aldi.


Naya diam saja dan meneruskan langkahnya. Sesampainya ditujuan Naya langsung masuk kedalam dan menutup pintunya. Aldi hanya tertawa geli melihat itu.


******

__ADS_1


__ADS_2