Menunggu Cinta Mu

Menunggu Cinta Mu
BAB 1


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mereka tiba di lingkungan kampus Universita Sudirman.


Taksi yang membawa mereka dari terminal menurunkan mereka berdua tepat di depan asrama Cristin.


Mereka langsung membawa barang-barang yang mereka bawa masuk ke dalam asrama Cristin. Berhubung Cristin tidaj ada di kamarnya, mereka menitip kan barangnya pada tetangga sebelah kamar Cristin.


Dan setelah itu kedua gadis itu langsung berjalan-jalan mengelilingi area kampus Universitas Sudirman yang luar biasa itu.


“Aku suka sekali dengan kampus ini!” pekik Nina sambil memandang ke sekeliling kampus Unsud. Dalam hati Amelia, ia pun menyetujui pendapat yang di lontar kan Nina. Kampus itu memang begitu indah.


Tanaman rambat menutupi area bangunan berbatu bata tua itu. Lapangan rumput hijau terhampar indah di hadapan mereka seperti mengajak mereka untuk duduk bersantai sejenak.


Sembari di temani semilir angin yang berhembus. Itu lah yang di lakukan para mahasiswa saat ini. Ada yang sedang belajar, ada pula yang hanya duduk-duduk sambil mengobrol.


Mata Amelia menerawang jauh ke deretan pohon-pohon besar yang memagari lapangan. Beberapa mahasiswa lewat di depan mereka sambil menendangi tebaran daun-daun merah dan kuning yang berjatuhan tertiup angin.


“Tempat ini cocok untukku," untuk sesaat menghindar dari Nina dan menengkan diri pikir Amelia.

__ADS_1


“Dan akhir pekan ini pasti akan sangat menyenangkan sekali." Nina menghela nafas panjang penuh impian, matanya bersinar penuh semangat.


Nina yang mewakili perasaan Amelia. Tapi Amelia tak mau mengakuinya karena gengsi. Takut ada yang mendengar tentang pembicaraan mereka, dan ketahuan bahwa mereka masih anak SMA yang belum pantas berada di situ.


“Kampusnya lumayan," jawab Amelia santai.


“Tapi ku dengar Diponegoro lebih bagus lagi dari ini." Andai saja Nina mau berhenti bertingkah seperti turis, karena Amelia merasa risih dan malu.


“Ini pasti lapangan utamanya." Dengan memegang peta di tangannya, Nina menunjuk tempat terbuka yang di kelilingi pohon rindang berdaun merah itu.


Amelia tak tahan lagi. Dia mulai risih dengan yang di lakukan Nina. "Nin, kamu ngapain sih pakek bawa-bawa peta segala?" Tanyanya setengah berbisik. "Kayak enggak pernah lihat kampus saja!" Lanjut Amelia.


"Memang belum," jawab Nina agak geli dan tambah membuat Amelia menjadi sangat jengkel.


"Lagipula kita pasti akan terlambat, kalau kita tidak buru-buru ke bagian penerimaan Junior Weekend." Kata Nina lagi.


Sambil memandang ke sekelilingnya, Amelia berjalan dengan lincahnya ke lapangan hijau itu sambil menghirup nafas panjang.

__ADS_1


Berdiri di kampus yang sesungguhnya dengan mahasiswa di sekelilingnya, membuat merasa seperti seorang mahasiswa sungguhan. Semua mahasiswa yang ada di universitas itu terlihat menarik dan sangat keren-keren.


Amelia tak sengaja melihat seorang cowok yang sangat menarik berlari-lari kecil sambil menjinjing tongkat. Seketika mata cowok itu terpaut pada mata Amelia, kemudian cowok itu tersenyum. Belum sempat Amelia membalasnya, cowok itu sudah berlalu pergi meninggalkannya.


Amelia tersenyum puas. Di sini banyak cowok keren dan tampan, batinnya. Serasa di surga. Apalagi setelah ia bertemu dengan cowok yang paling oke di sini. Jovanto Ardianto, yang akrab di panggil Jo ...


Amelia melihat ke sekeliling lapangan, mengenali suasana kampus. Mungkin Jo sedang berada di asramanya sekarang. Bahkan mungkin sedang menunggu ke datangannya.


Dan apa yang akan di lakukan Amelia? Mengikuti acara pertemuan untuk anak SMA yang membosankan bersama dengan Nina! Berani taruhan Jo pasti sudah tidak sabar ingin bertemu, batin Amelia. Sekarang tinggal mencari cara bagaimana menghindari Nina.


"Coba lihat," kata Nina sambil lagi-lagi membentangkan petanya yang membuat Amelia malu setengah mati, "Gedung senat mahasiswa ada di seberang perpustakaan .... Ah! Itu dia!" Di tunjuknya bangunan yang berbentuk U di depan mereka.


Amelia menyukai pemandangan di depannya. Siapapun yang merancang gedung senat ini pasti orang yang sangat jenius.


Pelataran di depannya di penuhi bangku-bangku panjang dan taman bunga tempat para mahasiswa duduk santai dan mengamati orang yang keluar masuk gedung itu.


Beberapa pasangan sedang duduk dengan mesranya. Bayangan Jo melintas di otaknya dan membuat jantung Amelia berdebar penuh semangat.

__ADS_1


__ADS_2