Menunggu Cinta Mu

Menunggu Cinta Mu
Empat


__ADS_3

Amelia melirik Jo dengan ujung matanya sambil mengiris iga sapi yang masih ada di piringnya dengan ogah-ogahan. Jo asyik menikmati makanannya sendiri. Amelia sengaja duduk bersebelahan dengan Jo, dan untungnya berhasil. Sejauh itu perhatian Jo tetap tertuju pada Amelia.


Di ujung meja yang lain Cristin asyik ngobrol dengan Nina. Mereka memang cocok, batin Amelia. Cristin tipe penyayang, sama seperti Nina. Itu yang membuat mereka berdua semakin menjengkelkan. Sedangkan Amelia orangnya terkesan cuek dan masa bodoh.


“Wow, beasiswa!” Amelia mendengar seruan kakaknya. “Hebat, Nina!” kata Cristin yang membuat Amelia tersentak kaget.


Amelia menahan erangannya. Dia berharap orang tuanya tak menaruh perhatian pada topik itu. Amelia tak ingin Nina menjadi pusat perhatian pada makan malam kali ini. Jangan pada saat Jo ada disini.


“Enggak kebayang, kamu tertarik merancang baju?” lanjut Cristin. “Aku ingin lihat hasil rancanganmu,” gumam Cristin.


Nina memang merancang gaun-gaun anggun, itu benar. Karena dia suka sekali menggambar. Tapi Amelia akan menambah label Calvin Clein di atas label Rudianto suatu hari nanti.


“Boleh!” jawab Nina senang. “Datang saja kalau sempat, nanti kubuatkan gaun khusus untuk mu," katanya sambil membubuhkan merica diatas irisan dagingnya.


Amelia gelisah di kursinya dan melirik ke arah Jo yang sedang menggigit daging. Ia kesal karena Nina pamer seperti itu. Lagi pula Jo tak tertarik pada masalah jahitan dan rajutan. Mungkin Jo punya penjahit pribadi di rumahnya.

__ADS_1


“Kuharap bosku di Pesona Fashion memberi kan izin untuk merancang seragam baru untuk pegawainya," lanjut Nina. “Masa kami harus pakai setelan orange konyol itu. Mungkin gara-gara dia terlalu sering melihat keju seharian." Tukas Nina dengan nada agak kesal.


Ini seperti mengangkat kenyataan bahwa Nina hidup dengan berjualan pakaian. Di liriknya Jo kemudian dia bergeser mendekat.


“ Maaf," bisiknya di telinga Jo. “Seharusnya kami membicarakan mu, bukan membahas soal keripik dan keju," Nina meminta maaf karena merasa tak enak hati telah mengabaikan tamu Pak Kusuma.


“Tidak perlu meminta maaf," kata Jo sambil tertawa kecil. “Cristin sering cerita tentang kalian dan aku suka jadi pendengar setianya," jelas Jo.


Bijak sekali! Tapi itu lah Jo yang sopan dan santun sampai keujung-ujungnya.


“Kayaknya kamu memang beruntung, Nin," kata Cristin bercanda.


“Beruntung? Tunggu dulu!” Amelia langsung tersedak. “ Tidak salah, upahnya saja kecil,” kata Amelia dalam hati.


“Ah, enggak juga," jawab Nina malu.

__ADS_1


“Bagaimana pun juga, aku mati-matian menabung untuk biaya kuliah ku sendiri. Sedangkan ayahmu donaturnya. Setiap aku menabung satu dolar, pasti ia akan menambah nya satu dolar lagi.” Nina menjelaskan.


Ayah Amelia tertawa lalu mengangkat gelas minumannya mengajak bersulang. “Ayo minum untuk biaya kuliah Nina! Bekerjalah dengan giat sampai bisa membiayai kuliah sendiri. Untuk Amelia juga ya. Ayah berani taruhan pasti dia belum punya tabungan." Beliau tersenyum menggoda anaknya.


“Dia lebih suka berfoya-foya menghambur-hambur kan uang, untuk keperluan yang tidak penting. Dan ayahnya ini tinggal menunggu tagihan kartu kreditnya saja setiap bulan,"


tambah Pak Kusuma lagi.


Punggung Amelia terasa kaku dan pipinya memerah. Karena menahan malu akibat perkataan jujur ayahnya itu. Kenapa ayahnya mempermalukannya di depan Jo pujaan hatinya? Amelia tidak jauh berbeda dengan Nina ... lebih boros, mungkin. Untung Jo tak banyak komentar.


Di liriknya Jo dari samping. Dia tampan dan keren sekali! Sama sexy-nya dengan Jimi, tapi Jo kaya raya. Kalau saja ada cara untuk bertemu lagi dengan Jimi ... akan ia tunjukkan betapa serasinya dia dengan Jo. Amelia berniat memamerkan Jo pada Jimi.


Jimi adalah kekasih Amelia, tapi tak sekaya dan semapan Jo.


Tapi sesudah makan malam ini, Jo akan langsung memasuki mobilnya untuk pulang dan lenyap dari kehidupan Amelia selamanya. Kecuali ... kecuali kalau Amelia pergi menengok kakaknya yang satu kampus dengan Jo. Lagi pula Purwokerto tak begitu jauh ... apa lagi sejak ada Jo.

__ADS_1


__ADS_2