
Amelia dan Jo telah sampai di depan gedung asrama Sigma. Jo langsung mengajak Amelia masuk ke dalam.
"Hei, Jo. Kenalin dong siapa temanmu yang kau ajak itu?" kata seorang mahasiswa berbadan tinggi dan berambut hitam ikal, sambil menatap Amelia yang berdiri di pintu masuk Sigma.
Jo berhenti untuk membatu Amelia melepaskan jasnya.
"Ini Amelia, adiknya Cristin," kata Jo.
"Amelia ini Diki Susanto, teman satu kost dengan ku. Amelia ini sedang mengikuti program Junior Weekend di sini. " Jelas Jo.
Diki langsung mengulurkan tangannya, "Panggil saja Diki," ujarnya ..
Amelia menyambut uluran tangan teman Jo, "Amelia," jawabnya malas.
"Dik, tolong temani Amelia sebentar aku mau mengontrol tape recorder dengan Tomi ..." kata Jo.
Jo berbalik pada Amelia sambil tersenyum hangat. "Tidak apa-apa kan, Amelia? Aku panitia di acara ini, pasti sedikit sibuk. Paling tidak satu jam pertama ini," jelas Jo pada Amelia.
"Iya, Jo. Tidak apa-apa," jawab Amelia lemah.
__ADS_1
"Jangan khawatir, Jo. Dia aman bersamaku" kata Diki. " Akan aku jaga Amelia. Itu kan gunanya teman satu kost? Yuk, kita keliling ruangan," ajak Diki.
"Terima kasih, Dik," jawab Jo.
Amelia terlalu lemah untuk menjawab. Diki segera menuntunnya ke ruang tengah di mana pesta berlangsung. Di pandangnya Jo yang ada di belakang mereka. Tega sekali Jo meninggalkannya dengan lelaki ini, yang baru ia kenal malam ini di sini. Ini kan malam terakhir Amelia di sini.
"Nanti kita ketemu lagi kan, Jo?" tanya Amelia pada Jo sambil menarik tangannya dari genggaman telapak tangan Diki yang basah.
"Pasti!" jawabnya sambil tersenyum simpul. Kemudian Jo melakukan perbuatan yang membuat jantung Amelia serasa mau copot. Jo mendekat lalu mencium Amelia. "Selamat berpesta, semoga menyenangkan. Sampai nanti, Amelia."
Lalu Jo pun berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Hei, Dik! Apa kabar?" dua mahasiswa keren menghampiri Amelia dan Diki, tak lama setelah mereka muncul di ruang pesta yang besar.
"Baik. Tumben kamu nanya kabar ku segala, pasti ada alasan yang lain," kata Diki penuh selidik.
"Ah, kamu bisa saja. Itu siapa yang ada di sebelahmu," tanya salah seorang mahasiswa tersebut.
"Oh, ini Amelia teman Jo. Sayang dia bukan teman kencan ku. Amelia, ini Philip dan ini Soni," ujar Diki.
__ADS_1
"Hallo, Amelia," sapa mereka berdua.
"Hallo juga," jawab Amelia.
"Kemana Jo? Kok kamu bisa bersama dengan Diki?" tanya Soni.
"Jo sedang mengontrol tape recorder sebentar," jawab Amelia.
"Oh, iya. Aku hampir lupa Jo kan panitia di acara pesta kali ini," jawab Soni.
"Mau berdansa bersama ku?" tanya Philip.
"Boleh," jawab Amelia sambil mengangguk.
Begitu Amelia mengangguk langsung di pegangnya tangan Amelia dan menuntunnya ke lantai dansa. Di sana beberapa pasang mahasiawa sedang asyik berdansa mengikuti irama. Jauh sekali jika di bandingkan dengan cowok-cowok Pelita Harapan! Cowok Purwokerto keren-keren dan pintar melucu. Mereka pintar, kaya, dan bajunya keren pula bodynya mantap punya!
Lelaki seperti Randi Kurnia dan Beni Viktor membuat cowok idolanya di sekolah jadi seperti anak ingusan. Apalagi Jimi, hubungan mereka tinggal sejarah. Universitas Sudirman lah tempatnya bernaung sekarang.
Kemudian, waktu suasana mulai sepi, Jo akan datang menghampirinya. Mereka akan berdansa berdua dengan penuh keromantisan. Ia merasa sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan dapat menaklukkan cowok keren Sudirman. Jovanto Ardianto!
__ADS_1