
Amelia jarang sekali ke perpustakaan bisa di bilang tidak pernah. Ia tidak suka membaca, menurutnya membaca itu sangat membosankan.
Tapi kalau Jo suka membaca, maka ia juga harus suka membaca. Demi untuk mendapatkan hati Jo, Amelia bersedia berlama-lama di perpustakaan bergaul dengan rak buku berdebu dan bau apek.
Di dalam perpustakaan ia mencari keberadaan Jo. Di lihatnya Jo duduk di depan meja panjang dari kayu di bagian buku referensi sendirian, sepertinya ia sedang asyik dengan bukunya.
Amelia pun langsung menghampiri Jo, ia menyusun strategi agar pertemuan nya dengan Jo seperti tanpa di sengaja.
"Selamat pagi, Jo! Kamu di sini juga?" sapanya berbisik agak keras.
"Hai, Amelia. Aku sudah dari tadi di sini," jawab Jo, sambil mengalihkan pandangan dari bukunya dengan wajah lucu. "Kamu sendiri ngapain di sini?"
"Hmmm ...," Amelia tertegun. "Aku mau bikin makalah penting, mungkin aku bisa riset kecil-kecilan di sini," jawab Amelia berbohong.
"Oh ... untuk mata pelajaran apa? Siapa tahu aku bisa membantu mu!" ujar Jo.
__ADS_1
Amelia melirik sekilas ke buku-buku di atas meja. "Psikologi," jawabnya santai. "Wah, perpustakaan di sini luas dan nyaman banget pasti buku-bukunya lengkap."
"Kebetulan, aku juga. Ya, itu lah alasan yang membuat aku betah berlama-lama di perpustakaan ini," kata Jo.
"Oh, ya. Topiknya tentang apa?" tanya Amelia.
"Oh. Tentang hubungan saudara kandung, pengaruh kelahiran terhadap kepribadian mereka," jawab Jo.
"Maksudmu seperti aku dan Kak Cristin? Kami beda jauh," ujar Amelia sambil memberikan pandangan menggoda.
"Kak Cristin orangnya serius dan terlalu kaku. Kamarnya selalu rapi, kerjaannya belajar ... belajar ... dan belajar. Kalau aku, lebih suka hidup bersenang-senang makanya hidupku lebih tenang. Kak Cristin selalu mikirin sesuatu sampai mati-matian," Amelia menatap Jo. "Kalau aku lebih santai." Ia menunggu tanggapan dari Jo.
Jo hanya terdiam mendengar penjelasan Amelia. Amelia sadar mungkin Jo butuh sedikit hiburan. "Mau istirahat sebentar? Jalan-jalan yuk," ajak Amelia.
"Tidak bisa. Tugasku masih banyak, dan harus segera di selesaikan. Kamu nanti ikut pesta kan?" tanya Jo.
__ADS_1
"Pasti dong! Memang itu yang paling aku tunggu-tunggu," candanya.
"Bagus. Aku juga ikut." Jo tersenyum kemudian kembali membuka buku yang ada di depannya dan mulai membaca lagi.
Amelia mulai bingung, di gantungnya jaket di ujung rak buku dan ia mulai menyusuri sejumlah rak buku sambil melihat buku-bukunya sekilas. Sesekali ia melirik ke arah Jo.
Cowok itu sungguh sangat menarik apalagi kalau sedang berkonsentrasi seperti itu. Saking menariknya sampai-sampai Amelia memutuskan untuk mendekatinya lagi.
"Lihat, ada buku yang masih rapi. Sepertinya belum pernah ada yang membacanya," bisiknya di telinga Jo.
"Aneh ya?" ia cekikikan, sambil menarik kursi yang ada di sebelah Jo lalu duduk. Ia bertanya sambil bersandar pada kursi. "Serius amat sih! Kamu baca apa Jo? Territorial. Kayaknya bagus!"
Jo menggosok-gosok ujung hidungnya yang mancung. "Mmm ... belum tahu deh," gumamnya. "Aku belum sempat membacanya sampai habis. Kalau tidak ku baca nanti hasil ujianku pasti nilainya akan hancur. Ngobrolnya nanti saja ya?"
Mukanya kembali tenggelam di balik buku itu. Jo sepertinya tidak ingin di ganggu. Amelia memandangi punggungnya. Amelia kesal karena Jo lebih tertarik pada buku usang itu dari pada dirinya.
__ADS_1