Menunggu Cinta Mu

Menunggu Cinta Mu
BAB 18


__ADS_3

"Sekarang aku mau pulang dulu, tapi kamu harus berbaring dan istirahat total," Jo memperingatkan Amelia, setelah ia membatu Amelia masuk ke kamar Cristin.


"Istirahat saja malam ini. Tidak usah datang ke pesta. Nanti kalau kamu datang aku takut kondisi mu akan makin buruk," lanjut Jo.


Apa Jo gila? Amelia tak akan mau ketinggalan pesta itu! Bahkan sekali pun kedua kakinya patah, Amelia akan tetap memaksakan diri untuk pergi ke pesta itu demi Jo.


"Aku tidak apa-apa kok. Nanti malam juga pasti sudah baikan," kata Amelia. "Bisa temani aku sebentar Jo? Rasanya aku masih sangat lelah ...


"Maunya sih begitu, tapi aku sudah ada janji mau membatu teman yang lain untuk mempersiapkan pesta nanti malam," jawab Jo.


"Istirahat ya?" kata Jo sambil menuju ke pintu.


Waktu Jo mau memutar tombol pintu, tiba-tiba pintu terbuka dan ia hampir terjungkal. Cristin masuk dan matanya berbinar-binar bahagia.


"Hei, kalian toh! Maaf Jo ... habis hari ini aku senang banget sih!" jelas Cristin.


"Hai kak!" sapa Amelia datar, ia berbalik untuk berbaring di tempat tidur milik teman sekamar Cristin. Amelia kesal karena kakaknya selalu muncul pada saat yang tidak tepat.


"Cristin. Senang kenapa?" tanya Jo.


"Paperku ..." Cristin tidak melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


"Papernya gimana? Nanti kamu ikut ke pesta kan?" tanya Jo.


"Kejutan!" pekik Cristin sambil memperlihatkan kertas yang ada di tangannya. "Semuanya beres! Paperku sudah selesai. Jangan tanya isinya seperti apa, pokoknya masa bodoh! Yang penting aku ikut ke pesta malam ini tanpa beban.


Amelia terkejut, ia mengalihkan pandangan dari tembok kepada kakaknya. Kabar buruk!


"Ye, asyik! Hebat kamu, Crist!" kata Jo penuh semangat. Cristina mengangguk. Matanya bersinar ketika beradu padang dengan mata Jo.


Amelia mulai curiga dengan tatapan itu, Jo pun segera sadar.


"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu ya, mau bantu-bantu untuk persiapan pesta nanti malam," kata Jo.


"Sampai jumpa Amelia, jangan lupa pesanku! Cristin, adikmu dapat musibah kecil di kolam renang. Dia harus banyak-banyak istirahat," lanjut Jo.


"Tidak apa-apa kok, kak. Untung ada Jo, dia jadi penyelamatku." Amelia mengedipkan matanya sebelah pada Jo.


"Sampai nanti malam," kata Jo sambil melambaikan tangannya kemudian pergi.


"Amelia benar kamu tidak apa-apa?" tanya Cristin lagi.


"Jangan cerewet!" jawab Amelia ketus.

__ADS_1


Cristin terdiam, ia tak bertanya lagi. Ia lebih memikirkan papernya yang sudah beres dari pada kesehatan Amelia.


"Lihat ini!" seru Cristin seperti habis menemukan harta karun. "Akhirnya selesai juga, sempurna tanpa kesalahan cetak, dan catatan kaki. Hebat bukan, aku tidak menyangka akan selesai secepat ini."


Di taruhnya paper itu dengan hati-hati tepat di tengah meja belajarnya. Cistin meloncat girang lalu menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.


"Asyik! Sekarang tinggal bersihin kamar lalu siap-siap untuk pergi ke pesta," teriak Cristin girang.


Di susunnya buku-buku di atas meja belajar menjadi tiga tumpukan yang berbeda. Konyol, dan super membosankan, pikir Amelia sambil memperhatikan tingkah kakaknya.


Tiba-tiba pintu terbuka, dan dilihatnya Nina masuk dengan langkah gontai, matanya menerawang. Ia tersenyum kecut pada Amelia sambil membuka jasnya perlahan.


"Hei, Nina kamu sudah pulang?" sapa Cristin sambil membersihkan debu di atas meja dengan menggunakan tisu.


"Iya, kak. Ngapain kak, bersih-bersih ya?" tanya Nina.


"He-eh," jawab Cristin singkat.


"Mau aku bantu?" Nina menawarkan diri.


"Tidak usah, terima kasih," jawab Cristin dengan riang. "Aku memang suka bersih-bersih kalau tugas-tugasku sudah selesai. Paperku juga sudah selesai, yang aku pikirkan sekarang mau pakai apa aku pergi ke pesta Sigma nanti malam."

__ADS_1


"Selamat deh, untuk papermu yang sudah selesai," Nina meringis.


"Aku juga ingin sekali membantumu kak," kata Amelia lemah. "Tapi ..." Amelia tidak melanjutkan perkataannya.


__ADS_2