
"Kita harus ke ruang dua ... eh ... tiga," Nina memberi tahu dan langsung berjalan menuju ke ruang senat.
Mereka menyusuri sebuah jalan setapak berbatu bata, Amelia mengambil jarak di belakang Nina agar di sangka mereka tidak pergi bersama dan tidak saling mengenal satu sama lain.
Tapi ia pun tak mau kehilangan jejak sepupunya itu yang jadi penunjuk jalan baginya. Kalau sampai tersesat rasanya akan lebih baik mati daripada harus membuka peta! Malu ...
Begitu Nina membuka pintu ruang senat mahasiswa, Amelia melihat tulisan tangan di dinding. JUNIOR WEEKEND TEMPAT PENERIMAAN DI LANTAI ATAS, dengan tanda panah mengarah ke tangga berkarpet biru.
Untunglah Nina tak menunjuk-nunjuk tanda itu dan mereka buru-buru naik ke lantai atas menuju ke ruang penerimaan.
Di depan pintu seorang gadis yang bertubuh agak berisi memberikan mereka tanda pengenal yang di bubuhi dengan cap masing-masing satu.
"Masa bodoh, deh," gerutu Amelia ketika melihat Nina menuliskan namanya di atas tanda pengenal dengan sangat patuh. "Aku enggak bakalan pakek barang beginian!" kata Ameli. Ia tak sudi menyematkan sesuatu di blusnya yang akan menandakan bahwa ia adalah anak SMA yang sedang berkunjung.
Sambil tersenyum manis pada sang gadis penjaga, Amelia pura-pura menuliskan namanya. Kemudian secepat kilat ia berbalik sehingga gadis tadi tidak dapat melihat ia memasukkan tanda pengenalnya ke dalam kantong jaket lalu berkeliling ruangan.
__ADS_1
Beberapa mahasiswa berjajar menyediakan kopi dan kue donat, sedangkan yang lainnya mondar mandir ngobrol dengan para peserta. Seorang pertugas sukarela lainnya menghampiri Amelia.
"Hai apa kamu perlu bantuan? Apa ada yang mau kamu tanyakan?" Tanya gadis itu.
Amelia baru akan mengatakan tidak ketika Nina tiba-tiba menyerobot.
"Hei namaku Nina," katanya sambil menunjukkan stiker merah terang di sweaternya. "Aku tertarik pada bidang rancangan. Apa itu termasuk fakultas seni disini atau berdiri sendiri?" Tanya Nina.
"Uh permisi," potong Amelia. "Aku mau ke kamar kecil dulu, cuma sebentar kok." Sambil menyusup Amelia menarik nafas lega. Ia tak dapat membayangkan jika ia harus terperangkap di sarang petugas sukarela dan sekumpulan anak SMA yang bertanda pengenal.
Ia meneruskan berjalan ke aula lain sampai akhirnya menemukan pintu bertulisan WANITA. Kalau ia bisa menemukan ruangan itu tanpa harus bertanya, maka sudah jelas ia tak perlu membuka peta seperti yang di lakukan Nina.
Di kamar mandi di ambilnya eyliner warna biru kehijauan dari dalam tasnya dan menggaris bawah kelopak matanya. Hasilnya sungguh sangat menakjubkan. Amelia tersenyum, Jo pasti akan tergila-gila setengah mati kalau melihat matanya yang menawan.
Punya pacar mahasiswa memang asyik! Tessa dan Hanna pasti akan sangat iri padanya. Ia menyisir rambutnya yang berkilau, lalu kembali ke ruang penerimaan sambil menyapa beberapa cowok yang berpapasan dengannya.
__ADS_1
Begitu memasuki ruangan, ia melihat Jo berdiri di dekat meja sedang mengobrol dengan sekelompok peserta. Amelia melihat mata Jo bersinar ketika ia mendekat.
"Amelia!" Pekik Jo sambil tersenyum hangat. "Wah, senang sekali bisa ketemu kamu di sini."
Ketika Amelia mendekat lagi ia melihat bayangan seorang gadis yang sudah tak asing lagi di belakang Jo. Siapa lagi kalau bukan kakaknya Cristin.
"Hei, adik kecil ku!" Sapa Cristin penuh semangat. "Gimana, lancar?" Tanya Cristin.
Wajah Amelia merah padam. Ia sangat malu. Kenapa Cristin selalu menyebutnya anak kecil di depan Jo? Mau apa dia di sini? Merusak acara Amelia lagi? Kalau memang begitu, Cristin berhasil!
"Selamat datang di Unsud! Sorry aku tidak ada di kamar saat kalian datang." Di peluknya Amelia. "Aku harus membantu teman-teman sekamarku membawa barang-barangnya ke stadion mereka ada acara kemping bersama." Kata Cristin lagi.
"Oh, tidak apa-apa kok kak." Amelia mengangkat bahu. "Barang-barang kami sudah di titipkan ke tetangga sebelah kamar kakak."
Kenapa Cristin selalu memperlakukannya seperti anak kecil, seolah-olah ia tak bisa mengurus dirinya sendiri. Apa maksud Cristin sebenarnya? Apalagi Jo berdiri tepat di sampingnya, mencerna setiap kata-kata yang mereka ucapkan.
__ADS_1