Monster Kecil

Monster Kecil
Kambing!


__ADS_3

Sebuah kata atau kalimat yang mungkin kita anggap biasa, bagi orang lain bisa saja berarti segalanya. Tidak jarang, kata-kata yang memotivasi, memberi semangat, dukungan, bahkan kata-kata simpel dan kecil lainnya dapat mengubah hidup seseorang. Pun dengan kata-kata menyakitkan, bisa tertanam dan seumur hidup tak bisa di lupakan.


Meskipun orang yang berkata hal baik atau tidak baik sudah lama melupakannya, tapi bagi si penerima, kata-kata maupun kalimat itu tidak mudah begitu saja untuk di lupa.


"Lu kalau selamat dan hidup, setidaknya jangan lupa, Tuhan yang kirim gue kesini."


Mas Indra sering terbangun tengah malam, suara-suara samar yang dia dengar di malam dingin dan sepi beberapa tahun lalu itu kerap kali membuatnya gusar.


Sejak kejadian di kafe dengan 'cewek aneh' itu, Mas Indra sering mengunjungi kafe, berharap dapat bertemu lagi dengan wanita yang mengatakan 'kambing', atau setidaknya, salah satu dari mereka.


Tapi seakan semesta tidak merestui, tiap kali Mas Indra datang ke kafe itu, si cewek aneh maupun wanita lainnya tidak pernah terlihat batang hidungnya.


Merasa kesabarannya sedang di uji, Mas Indra tetap rajin mengunjungi kafe itu, setiap hari.


Padahal, jika Mas Indra mau sedikit melepaskan ego nya dan meminta tolong pada seseorang, itu akan lebih mudah.


Setiap orang pasti saling membutuhkan satu sama lain, namun karena merasa dapat melakukan apapun sendiri, sering kali mereka malah tidak bisa menyelesaikan masalah yang sedang di hadapi.


"Bapak sepertinya sedang menunggu seseorang ya?" tanya salah seorang staff kafe yang membawakan minuman pesanan Mas Indra.


"Emm, enggak kok, Mas," jawab Mas Indra agak terkejut dengan pertanyaan mendadak itu.


"Maaf nih, Pak, tapi Bapak setiap hari disini bahkan sampai kafe tutup dan seperti sedang menunggu seseorang. Maaf juga jika saya lancang, mungkin ada yang bisa kami bantu, Pak?"


"Nggak ada, makasih, Mas ...."


"Baik, Pak, silakan di minum."


"Thanks. Oh, emm ... Mas ...."


"Iya, Pak?"


"Sebenarnya saya emang lagi nyari, eh apa nunggu ya, ah apapun itu, tapi beberapa hari yang lalu, ada segerombolan wanita lebih dari 5 orang dan, emm, tapi saya pun nggak tau mereka siapa, Mas," ucap Mas Indra yang akhirnya mengaku bahwa dia sedang mencari seseorang.


"Bapak menunggu seseorang yang bahkan tidak bapak ketahui?" timpal staff kafe itu keheranan.


"Emm, ya begitulah, Mas, hehe ..." Mas Indra tersenyum malu.


"Kami akan dengan senang hati membantu, tapi kami juga tidak tahu siapa yang Bapak cari itu ...."


"Yaudah, nggak apa-apa kok, Mas."


Merasa di permainkan oleh keadaan, Mas Indra mendengus kesal dan pergi meninggalkan kafe itu setelah menghabiskan minumannya.


"Halo ganteng, aku mau 'boba milk tea' dua, 'teriyaki ricebowl' dua, kulit salmon goreng dua, makan sini," ucap seorang wanita yang merupakan salah satu pelanggan setia kafe itu. Bahkan seluruh staff dan pemilik kafe itu pun telah mengenalnya.


"Banyak banget, Mbak, makan sendiri itu?" goda seorang staff di area kasir.


"Maunya gue makan sendiri, tapi bukan gue yang bayar, hwaa. Makan berdua donk gue, emang elu, jomblooo!"


"Kayak sendirinya nggak jomblo aja, Mbak?"


"Siapa yang jomblo?"


"Mbak Sasa weekkk!"


"Heh, stop! stop! gue kirim santet onlen, tau rasa lu."


"Ampon, Mbak! becanda gue!"


"Jiahahahaa, gulanya 75% aja, sisanya udah gue yang manis."


"Siap, beres deh, Mbak!"


Wanita itu menyantap makanan yang telah dia pesan bersama seorang lelaki yang lebih muda darinya, jika mereka adalah pasangan kekasih, sepertinya tidak mungkin, karena jika di lihat dari kejauhan pun, mereka justru seperti kakak-beradik.


Setelah satu tahun lebih mencari seseorang yang bahkan tidak dia ingat wajahnya, Mas Indra mulai putus asa dan berniat kembali lagi ke kota asalnya.


"Lu kalau selamat dan hidup, setidaknya jangan lupa, Tuhan yang kirim gue kesini."


Kata-kata yang tidak pernah di lupakan Mas Indra adalah, gadis itu mengaku di kirim oleh Tuhan di malam saat dia sekarat.


Sebagai seseorang yang tidak begitu mempercayai eksistensi Tuhan, sebelum memutuskan untuk kembali ke kota asalnya, malam itu Mas Indra memanjatkan sebuah permintaan, ingin di pertemukan dengan gadis yang mengaku di kirim oleh Tuhan untuk menolongnya sampai akhirnya dia masih tetap bisa hidup sampai sekarang.


*tang-ting-tung-ting-tang-ting-tung ....


"Halo, kenapa, Jack?"


"Serius lu mau balik, Bro?" jawab Jack dari ujung sana.


"Udah setahun lebih gue nyari dia, tapi gak ada hasilnya, mungkin dia emang malaikat yang Tuhan kirimkan buat nolong gue doang kali," ucap Mas Indra yang terlihat kecewa.


"Wih, sejak kapan lu percaya tentang hal gituan. Kenapa lu nggak cari di medsos aja, Bro?"


"Kalau gue tahu namanya atau inget wajahnya sih gampang, lah ini yang gue inget cuma suara dia, apalagi waktu itu kan malam dan gelap, yang gue inget, dia tipe yang nggak bisa berhenti ngomong dan beberapa kali bilang kata 'kambing'."


"Menurut gue, lu jangan berhenti sampai disini. Jodoh pasti bertemu, kalau kalian nggak berjodoh, ya nggak bakal ketemu, wkwkwk," canda Jack yang malah seakan menggoda Mas Indra dan membuatnya semakin kesal.


"Ahh, elu, bikin gue kesel aja."


______________


Di sebuah pusat perbelanjaan, seorang wanita sedang memperhatikan sepasang kekasih yang terlihat sangat bahagia bersama, mereka bergandengan tangan, sang pria memilih bunga yang paling cantik dan memberikan pada pasangannya.


"Gue udah move on, gue gak peduli sama mereka. Tapi kenapa gue tetep kepo aja sih? Kambing, lu, Randy! udah selingkuh lima kali, ketahuan mulu lagi. Nyebelin banget!" gumam wanita itu melihat mantan pacarnya tengah berduaan dengan pasangan barunya.


"Sasa, kamu ngapain disini?" tanya Randy yang tidak sengaja melihat mantan pacarnya sekilas sedang berada di balik sekat toko.

__ADS_1


"Em, a, u, aaa, aku, em, aku ...." jawabnya kebingungan.


"Kamu nggak lagi nguntit aku kan?" selidik Randy penuh curiga.


"Enggak lah, ngapain juga? Kayak nggak ada kerjaan lain aja ngikutin kamu segala."


"Yaudah."


Pasangan itu pun meninggalkan wanita tersebut sendirian. Dengan penuh kesal dan amarah, wanita itu berjalan terburu-buru menuju toilet Mal dan,


*Buuummmmb!!! wanita itu menabrak seorang pria, dan seperti biasa, dia malah menyalahkan orang lain meski dia yang salah.


"Kambing! apaan sih halangin jalan gue?!"


"Ini tuh toilet cowok, lu ngapain mau masuk?"


"Ups, sorry."


Dengan menahan malu, wanita itu berjalan ke arah toilet di pintu lainnya.


Dalam keadaan tidak fokus memang banyak orang bisa menjadi linglung atau tidak tahu arah, bahkan tidak bisa membedakan mana toilet pria maupun toilet wanita.


Mas Indra juga berada di Mal itu bersama Jack dan dua teman wanita lainnya untuk menonton sebuah film di bioskop.


Berusaha mencari gadis yang menolongnya, Mas Indra memang berkenalan dengan banyak wanita berharap satu di antaranya adalah gadis itu.


Kebanyakan dari wanita yang dekat dengan Mas Indra berharap lebih walau dia tidak pernah berniat serius, sehingga membuatnya seperti seorang playboy.


Sebelum masuk ke gedung bioskop, handphone Mas Indra berbunyi dan dia terpaksa membatalkan nonton karena ada hal yang harus dia selesaikan sekarang juga.


Mas Indra menekan tombol lift, di dalam lift itu terdapat banyak orang dan satu di antaranya ada seorang wanita yang sepertinya pernah dilihat olehnya.


Terkejut dan tidak percaya dengan situasi itu, Mas Indra dengan penuh percaya diri melangkah mendekat pada wanita itu, meski ragu, dia mulai membuka suara.


"Do I know you? (Apakah aku mengenal kamu)?" tanya Mas Indra penuh harap.


"No! (Tidak)!" jawab wanita itu ketus.


"Aku yakin kita pernah ketemu, coba ingat-ingat, malam itu ..." ucap Mas Indra masih mencoba meyakinkan.


"Apaan sih? Gak jelas!"


Pintu lift terbuka dan wanita itu segera berlalu.


Tidak ingin kehilangan kesempatan emas ini, Mas Indra mengejar wanita yang ada di lift tadi.


Wanita itu berjalan sangat cepat, Mas Indra hampir melewatkan belokan yang di lalui gadis itu. Di dekat pintu keluar gedung Mal, wanita itu berhenti. Mas Indra mempercepat langkahnya dan segera menghampiri gadis judes itu.


"Sasa, kamu masih disini? sama siapa?" tanya sepasang kekasih yang sebelumnya membeli bunga, bertemu lagi dengan wanita itu.


"Em, a, u, aku, emm, sama ...."


"Pacar baru kamu, Sa?" tanya Randy penasaran.


"Ya, kenalin, aku Indra. Senang bertemu dengan Anda." jawab Mas Indra bohong. Saat itu mulut wanita yang bernama Sasa terbuka lebar seperti tidak percaya apa yang dia dengar dan sedang terjadi di hadapannya apalagi mendengar seseorang mengaku sebagai pacarnya.


"Um, aku Randy, temennya Sasa."


"Ohh, temennya? Yaudah, kami pulang dulu yah," ucap Mas Indra yang lalu menggandeng tangan wanita yang bernama Sasa itu keluar meninggalkan gedung Mal.


Sesampainya di luar lobby Mal, Sasa terlihat cukup kesal, sepertinya dia ingin menelan Mas Indra hidup-hidup saat itu juga.


"Kambing! Apaan sih lu ngaku-ngaku pacar gue segala?! Lepasin gak?!" seru Sasa dengan nada jengkel.


"Kambing'? tadi kamu bilang apa? coba katakan sekali lagi?"


"Jiahh, Kambinggg!!!"


"Benar kan, ini pasti kamu, kamu yang waktu itu, kamu ingat? malam itu di gang yang gelap itu?"


"Apa dah, gak jelas."


"Aku Indra, kamu ingat aku kan? kamu nolongin aku waktu itu?"


"Haisshh. Salah orang. Tapi btw, makasih udah nolongin gue tadi."


Seorang ojek online datang dan bertanya siapa yang bernama Sasa, kemudian wanita yang bernama Sasa itu membonceng motor dan pergi menjauh.


Mas Indra yang masih tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan, segera menghentikan taksi yang ada di depan lobby Mal. Dia duduk di kursi depan lalu meminta sang supir taksi untuk mengejar motor yang membawa Sasa tadi.


_____________________


*Flash Back beberapa tahun lalu setelah pulang dari rumah sakit*


"Pak, berhenti di rumah yang pagar coklat itu yah, tolong bilangin ke Ibu aku dengan jujur yah, Pak, tadi bapak jemput aku di depan rumah sakit, okay?"


"Iya, Neng, rebes."


Sebelum sempat masuk ke rumah, seorang laki-laki dan dua orang wanita keluar dari dalam dan langsung memeluk gadis itu


"Sasa, kamu nggak papa, Nak?"


"Ibu, maafin aku, huhuhu."


"Kakak bilang juga apa? gak usah keluyuran, anak gadis bukannya di rumah aja!"


"Kak Vera, itu bayar dulu Bapak ojeknya, huhuhu."

__ADS_1


"Tadi jemput adik saya dari mana, Pak?" tanya seorang lelaki kepada Bapak tukang ojek.


"Dari rumah sakit terdekat sini, Mas, yang dekat jalan raya besar itu," jawab Bapak tukang ojek ramah.


"Terimakasih ya, Pak, sudah mengantarkan adik saya."


"Sama-sama Mas, terimakasih juga."


Semua orang rumah khawatir dengan keadaan Sasa karena ada salah satu warga yang melihat kejadian perampokan dimana seseorang di hajar oleh beberapa preman di sebuah gang, sementara Fani, teman Sasa mengabari Kak Vera jika Sasa pulang sendiri dan kemungkinan melewati 'jalan tikus' dimana gang sempit itu berada tidak jauh dari jalan yang akan di lewati oleh Sasa.


Ponsel dan barang-barang Sasa ada bersama Fani sehingga Sasa benar-benar tidak bisa di hubungi.


Paginya, warga sekitar di hebohkan dengan banyaknya bercak darah yang ada di sekitar pos tempat pembuangan sampah dan sekaligus 'jalan tikus' yang di lalui Sasa.


Keluarga Sasa sangat khawatir karena tidak bisa menemukan Sasa dimana-mana.


Sasa lalu menceritakan semuanya, dari pertama dia tersandung dan jatuh hingga membantu membawa seseorang yang terluka itu ke rumah sakit.


Kak Rey, Kak Vera dan Ibunya meminta Sasa bersaksi dengan sejujurnya jika ada polisi atau siapapun yang bertanya tentang kejadian malam itu, tapi lewat dua hari, tiga hari bahkan hingga seminggu, tidak ada yang mencari Sasa maupun bertanya padanya tentang malam itu.


Jadi, seiring berjalannya waktu, kejadian itu terlupakan dengan sendirinya.


Apalagi saat itu untuk keperluan pengobatan, Mas Indra di bawa pulang oleh keluarganya ke kota asalnya.


_________________


Mengetahui siapa Sasa, dimana dia tinggal setelah mengikutinya hingga rumah serta profil Sasa, Mas Indra mulai gencar mendekati wanita yang bernama Anisa itu, meskipun Sasa adalah wanita yang judes, bawel, dan galak, Mas Indra tetap dengan sabar mendekatinya.


Lambat laun, niat pencarian Mas Indra pada gadis penolong itu untuk berterimaksih, berubah menjadi sesuatu yang lebih.


Sasa bukan seorang wanita yang mudah di dekati, apalagi saat itu dia sedang benci pada banyak pria terutama mantan pacarnya, Randy, yang berselingkuh dengan banyak wanita saat mereka masih bersama.


Hal itu menjadi tantangan tersediri bagi Mas Indra karena dia tidak pernah bertemu sosok wanita seperti Sasa sebelumnya.


Saat itu Mas Indra juga sudah mulai percaya dengan adanya eksistensi Tuhan dimulai dari saat dia memanjatkan permintaan supaya di pertemukan dengan gadis yang telah menolongnya.


Percaya jika Tuhan adalah Dzat yang Maha Esa, Mas Indra mulai mempelajari dan mendalami agama kepada seseorang yang ahli di bidangnya.


Dan kali ini, doa yang selalu Mas Indra panjatkan adalah supaya Tuhan menjodohkan dirinya dengan Anisa, atau yang biasa dipanggil Sasa.


****


🎶Aku memang belum beruntung


Untuk menjatuhkan hatimu


Aku masih belum beruntung


Namun tinggi harapanku 'tuk hidup berdua denganmu


Aku sempurna denganmu


'Ku ingin habiskan sisa umurku


Tuhan, jadikanlah dia jodohku


Hanya dia yang membuat aku terpukau


Aku sungguh sangat bermimpi


Untuk mendampingi hatimu


Aku masih terus bermimpi


Sangat besar harapanku 'tuk hidup berdua denganmu


Aku sempurna denganmu


'Ku ingin habiskan sisa umurku


Tuhan, jadikanlah dia jodohku


Hanya dia yang membuat aku terpukau


Oh...


Denganmu aku sempurna


Denganmu 'ku ingin habiskan sisa umurku


Tuhan, jadikanlah dia jodohku


Hanya dia yang membuat-


Denganmu aku sempurna


Denganmu 'ku ingin habiskan sisa umurku


Tuhan, jadikanlah dia jodohku


Hanya dia yang membuat-


Hanya dia yang membuat aku terpukau


Oh...🎶


______________________________________

__ADS_1


Lirik lagu : Terpukau, Astrid Sartiasari


__ADS_2