
Benar saja ucapan iwan, beberapa detik setelah ale mengakhiri panggilan nya tadi, ada nomor telepon yang menghubungi nya, nomor ponsel baru sebab ale belum pernah menyimpan nomor ponsel tersebut.
"Halo ?" kembali ale menempelkan ponsel di telinga nya
"Nona Alexandra. Saya Angga, asisten tuan Leo.."
"Langsung saja ke inti nya ! Ada apa anda menghubungi saya ??"
Deg!
"Astaga! Karyawan macam apa dia ini, kenapa cara bicara nya angkuh sekali!!" gumam angga dalam hati nya
"Baiklah. Anda pasti sudah mendengar dari pak teguh bahwa anda di promosikan untuk bekerja di kantor pusat. Tuan leo meminta anda untuk datang ke kantor pusat besok pagi."
"Tidak. Saya sudah mengundurkan diri! Saya tidak sudi bekerja dengan bos gila seperti dia!!"
"Tapi nona, perusahaan sangat membutuhkan anda.."
"Itu bukan urusan ku!! Baiklah, kalau tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, saya akan menutup telepon nya."
"Tunggu nona alexandra..." Sebelum sambungan itu benar benar berakhir, angga setengah memekik meminta ale untuk kembali mendengarkan nya bicara
"Ada apa lagi ??" tanya ale
"Begini nona alexandra, jika anda keberatan dengan surat kontrak kerja yang di berikan sebelumnya, tuan leo bersedia untuk merevisi nya. Saya mohon nona, kembalilah ke perusahaan.."
__ADS_1
Hening...
Ale terdiam beberapa saat, memikirkan kembali keputusan nya.
"Baiklah. Kita bicarakan besok di kantor pusat!!"
Tutt! Tutt!
Ale kembali mengakhiri sambungan itu secara sepihak.
"Astaga! Jika bukan karena tuan leo, aku tidak sudi berurusan dengan karyawan yang tidak punya sopan santun seperti dia.." kembali angga membatin, kesal atas sikap karyawan wanita itu
Sebenarnya bukan maksud ale mengakhiri sambungan itu tanpa pamit, saat ini dua orang wanita yang tadi berada di dalam ruangan daddy nya sudah keluar dan tengah menatap diri nya dengan sinis.
Ale kembali memasukkan lagi ponsel nya ke dalam saku jaket. Dia berjalan menghampiri mereka berdua dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Damar, kenapa penjahat seperti dia masih di biarkan berkeliaran seperti ini ?? Cepat hubungi polisi, aku takut dia mencelakai ku lagi seperti dulu.."
Mendengar penuturan nyonya sofi, damar terlihat kesal, pria itu pun sama sekali tidak menggubris ucapan wanita ular tersebut. Ingin rasanya damar mengatakan bahwa dia lah penjahat nya selama ini, namun damar harus menahan nya, sebab tuan zack lah yang harus mengakhiri semua yang telah dia mulai.
Sementara ale, dia menarik satu sudut bibirnya, seolah tidak terkejut dengan ucapan nyonya sofi pada nya. Tatapan ale begitu mengintimidasi, membuat nyonya sofi tanpa sadar memalingkan wajah nya.
Tanpa bicara, ale langsung masuk ke dalam ruangan daddy nya, melewati kedua wanita itu begitu saja, bahkan ale dengan sengaja menabrak bahu vanya hingga tubuh vanya yang kurus bak model internasional itu langsung oleng.
"Dasar anak kurang ajar!!" umpat nyonya sofi saat ale langsung menutup pintu ruangan
__ADS_1
Di sisi lain, ada senyum yang merekah di wajah damar. Pria itu yakin, dengan kembali nya alexandra, hari hari nya yang membosankan akan sedikit terhibur.
"Evelyn, kemari lah nak.." saat ale sudah berada di dalam ruangan, tuan zack langsung meminta nya mendekat
Ale pun menurut, dia duduk tepat di samping hospital bed daddy nya.
"Bagaimana, nak ? Apa kamu bersedia untuk kembali lagi kerumah kita ??"
Melihat putri nya yang diam saja tuan zack pun kembali bicara.. "Dad akan mengusir wanita iblis dan anak nya itu dari rumah !!"
Deg!
Betapa terkejutnya ale mendengar ucapan daddy nya.
"Dad sudah tau semua nya. Dad tau wanita gila itu tidak pernah mengirimkan uang yang daddy berikan selama ini untuk mu! Ini semua kesalahan daddy, nak. Dad mohon, tolong maafkan kesalahan daddy selama ini pada mu.."
🌼
Halo readers 💜
Malam ini otor kasih bonus visual Ale ya 😉
__ADS_1
ALEXANDRA EVELYN LINCOLN