Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 48


__ADS_3

"Baiklah. Aku akan langsung ke intinya!!" Setelah meminta ale duduk di sofa nya, nyonya inara pun memulai pembicaraan serius mereka..


"Aku tau kamu mendekati putraku karena uang, kan ?? Katakan berapa yang kamu mau ?? 100 juta ?? 500 juta ?? Atau 1 milyar ?? Saya akan memberikan nya asal kamu tinggalkan anak saya, dan jangan pernah muncul lagi di hadapan nya!!!" ujar nyonya inara panjang kali lebar membuat ale mengernyitkan dahi nya, terkejut sekaligus bingung, bisa bisa nya nyonya inara menawarkan uang yang bagi ale itu hanya nilai yang sedikit dan tentu tidak sebanding dengan cinta nya terhadap leo..


"Katakan saja, tidak usah malu malu. Aku akan memberikan nya sekarang juga!! Aku tau gadis sepertimu hanya mengincar harta, kan ?? Jangan harap kamu bisa mendapatkan nya dari putra ku!!"


Ale tersenyum miring, tidak, dia sama sekali tidak marah, hanya saja ucapan ibu dari si raja hutan itu memang sangat keterlaluan. Namun ale sebisa mungkin mengendalikan emosinya, dia tidak mau membuang energi untuk membela diri. Ale memaklumi, nyonya inara hanya belum mengenal nya..


Tok. Tok. Tok.


Tiba tiba pintu di ketuk lalu sedetik kemudian pintu pun terbuka..


Ale enggan untuk menoleh sebab dia sama sekali tidak penasaran siapa kira nya yang datang dan mengganggu pembicaraan penting mereka. Pandangan nya terus tertuju pada wajah dari orang tua leo, pun begitu juga dengan nyonya inara, wanita itu terus menatap alexandra dengan tajam..


"Mom, aku pikir mommy ke salon tadi. Kalau tau kesini kita pergi bersama karena aku ada perlu juga dengan leo.." ucap seseorang yang langsung duduk di sisi kiri nyonya inara dan kini orang tersebut saling berhadapan dengan alexandra


"Lintang, diam lah!! Aku sedang bicara dengan gadis ini!!"


"Baik, mom.." Lintang kaget mom inara seperti bicara dengan nada membentak, namun kali ini dia hanya bisa pasrah, lintang tidak mau protes sebab takut mom inara menyuruh nya pergi dan tentu nya dia akan melewatkan bagaimana mom inara mempermalukan kekasih leo itu.


"Padahal nyonya tidak tau apa apa tentang diri saya, jika nyonya menilai saya hanya dari penampilan luar saja, maka saya pastikan nyonya akan menyesal!! Dan nyonya menawarkan berapa tadi ?? Satu milyar ??" Ale kembali tersenyum miring, "Itu tidak sebanding, karena saya yakin putra nyonya itu bisa memberikan saya lebih dari yang nyonya tawarkan tadi..."


HAHAHA...


Suara tawa nyonya inara menggema di satu ruangan itu..


"Menyesal kata mu ??" sahut nya dengan kembali merendahkan ale "Apa yang harus aku sesali, hah ?? Kamu itu hanya seorang gadis yang beruntung karena bertemu dengan putra ku!! Seorang yang bersekolah dengan mengandalkan beasiswa memang apa yang mau di banggakan, hem ?? Beasiswa itu hanya untuk orang orang yang tidak MAMPU!!" seru nyonya inara dengan penuh penekanan di akhir kalimat nya..


Ada garis senyum yang terukir di bibir lintang, hati nya tertawa puas saat mendengar mom inara terus merendahkan kekasih leo itu. Tidak sia sia tadi pagi selepas mom inara berbicara dengan dad peter, lintang meluangkan waktu nya untuk memprovokasi mom inara, mengatakan hal hal yang semakin memperburuk keadaan. Lintang berkata bahwa akan sangat memalukan jika seluruh rekan bisnis dan geng arisan sosialita yang anggota nya istri istri para pengusaha di negeri ini sampai tau bahwa kekasih leo hanya seorang montir dan juga lulus kuliah dengan hasil beasiswa.


Ale menggelengkan kepala nya sambil tersenyum merasa lucu mendengar apa yang nyonya inara katakan "Saya heran, di zaman sekarang ini masih saja ada orang tua yang memiliki pemikiran kolot, memandang semua hal hanya dari uang dan jabatan!!"


"HEI!! JANGAN SEMBARANGAN KAMU KALAU BICARA!!" Lintang langsung bangun dari duduknya, membentak alexandra sambil mengacungkan jari telunjuk nya pada ale "Tidak sopan sekali kamu bicara dengan ibu dari atasan mu, hah !!"

__ADS_1


Ale pun bangun dari duduknya, namun bukan untuk membalas ucapan lintang.. "Sikap saya tergantung sikap anda terhadap saya, nyonya. Oh, ya satu lagi.. Sepertinya anda juga sudah salah meminta saya meninggalkan leo, karena saya yakin leo tidak akan pernah membiarkan saya pergi dari hidup nya!!"


Tiba tiba..


BUGH...


Pintu ruangan di dorong paksa dari luar, kencang sekali, sampai sampai ale pun langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut...


Degh.


Jantung ale berdebar kencang melihat siapa yang kini tengah berjalan cepat ke arah nya...


"Sayang, are you okay ??" seseorang itu berbicara dengan lembut menatap kedua manik ale sambil menangkup wajah mungil wanita nya..


Ale masih terpaku, sementara kedua orang wanita yang kini menyaksikan bagaimana leo memperlakukan nya nampak sangat terkejut.


Leo tak mengalihkan pandangan nya barang sekejap, di mata pria itu hanya ada alexandra seorang. Membuat hati wanita lain serasa tercubit..


Ya, Wanita itu adalah lintang. Dia merasa dada nya terasa panas dan sesak.. "Perasaan apa ini, kenapa perasaan seperti ini berani masuk tanpa permisi ke relung hati ku..??" batin nya menahan gejolak perasaan yang begitu menyakitkan...


lintang malah tidak mau dan tidak siap jika harus kehilangan leo. Ya, mungkin saja wanita itu sejak awal memang sudah menaruh hati pada sepupu nya sendiri tanpa dia sadari. Tapi bagaimana dengan leo, bukankah dulu sangat jelas terlihat pria itu pun menyukai diri nya.


Ah, Tapi sekarang melihat kemesraan yang di tampilkan leo pada ale, wanita mana yang tidak iri, wanita mana yang tidak ingin di puja dan di cinta seperti yang di lakukan leo pada alexandra. Lintang juga ingin di perlakukan seperti itu, perlakuan yang begitu manis dan lemah lembut yang tidak pernah di dapatnya dari bakal calon suami nya sendiri. Lintang jadi mempertanyakan pada hatinya, apa pernikahan nya yang tinggal menghitung hari itu masih bisa di lanjutkan meski hati dan pikiran nya kini di miliki pria lain yang tidak lain sepupunya sendiri, Leonardo Baroos.


Leo meraih tangan Alexandra lalu menggenggam nya dengan erat, menghadirkan kembali sensasi hangat yang seolah mengalir ke seluruh tubuh gadis itu bersama dengan aliran darah nya.


"Mom, tanpa mengurangi rasa hormat ku pada mu, aku mohon jangan campuri kehidupan pribadi ku!! Aku tidak pernah minta apapun selama ini, jadi kali ini saja, tolong mengertilah, mom. Aku hanya menginginkan alexandra tetap di sisi ku. Hanya itu..."


Ale menatap sendu wajah pria nya dari samping, sedih sekaligus haru. Betapa leo begitu memperjuangkan nya, padahal hubungan mereka saja benar benar baru seumur jagung. Sebesar itu kah cinta di hati leo untuk diri nya..


Melihat mommy nya hanya diam menatap dengan penuh arti, leo pun mengajak ale untuk segera keluar dari ruangan tersebut.. "Ayo, sayang.." ajak leo seraya mengalihkan pandangan dari wajah mommy inara ke wajah sang kekasih hati


"Leo, kamu jangan berlebihan!! Kamu hanya sedang di butakan oleh cinta wanita itu, lambat laun perasaan mu itu pasti melebur dan menghilang..!!" Lintang berjalan cepat mengejar leo yang belum sampai ke depan pintu seakan tak rela leo pergi begitu saja.

__ADS_1


Deg.


Ale menahan tangan leo, hingga si raja hutan itu terpaksa menghentikan langkah..


Ale berbalik menatap lintang dengan tajam, perlahan ale melepaskan genggaman tangan leo lalu berjalan mendekati wanita tersebut...


"Sepertinya kamu memang tidak pandai dalam hal menutupi perasaan mu sendiri, karena aku saja bisa langsung melihat nya dengan sangat jelas!!" Ale menjeda ucapan nya sesaat sambil tersenyum pada nyonya inara yang menatapnya dengan tatapan sinis


"Ingat!! Mencintai milik orang lain adalah sakit hati yang di ciptakan oleh diri sendiri!!" bisik alexandra lagi tepat di samping telinga lintang, membuat kedua mata lintang membulat sempurna bahkan tanpa sadar nafasnya terhenti beberapa detik...


Ale lalu sedikit menjauh kan tubuhnya, ingin melihat bagaimana ekspresi wajah lintang sekarang. Benar saja, wanita itu begitu shock, membuat ale tersenyum puas.


"Saya permisi, nyonya.." Ale memiringkan tubuhnya agar bisa melihat nyonya inara dengan jelas karena posisi nya saat ini tertutup oleh tubuh lintang, tidak lupa ale membungkuk sebagai simbol rasa hormat nya pada calon mertua yang teramat sulit untuk di gapai itu..


Setelah itu, ale pun melanjutkan langkah seraya menggandeng lengan leo pergi dari ruangan tersebut..


"Good job, sayang..." Leo mengacak acak surai alexandra dengan tangan lain nya yang bebas kala kedua nya sudah berada di dalam lift.


Tanpa ale tau, sebenarnya leo mendengar semua percakapan itu, tadi saat masuk ke dalam ruangan mommy inara ternyata lintang lupa untuk menutup pintu nya kembali, hingga ada celah sedikit membuat leo leluasa mendengar percakapan itu. Pria itu benar benar tidak menyangka mommy nya tega memberikan tawaran uang agar ale meninggalkan nya. Untung saja alexandra tidak tergiur sama sekali dengan tawaran itu.


Wajah ale tiba tiba murung lalu melepaskan gandengan tangan nya dari lengan leo. Gadis itu menunduk sedih...


"Hei.. Kenapa cemberut seperti itu, hem ??" tanya leo seraya mengangkat dagu alexandra dengan ibu jari dan jari telunjuknya agar wanita nya tersebut kembali melihat ke arah nya lagi...


"Maafkan aku, karena hubungan kita ini, kamu jadi bertengkar dengan ibu mu!!"


🌼


🌼



__ADS_1



__ADS_2