
"Good Morning..." Suara alexandra yang baru saja tiba di ruang makan reflek membuat ketiga orang yang sudah duduk sempurna disana langsung menoleh..
"Kenapa kalian semua melihat ku seperti itu, hum ?? Apa ada yang salah dengan penampilan ku hari ini ??"
"Kamu hari ini cantik sekali, nak..." Kedua mata dad zack berbinar tanda bahagia betapa dia selalu ingin melihat putri nya berpenampilan layak nya seorang wanita
Penampilan alexandra sangat berbeda pagi ini. Kesan tomboy yang biasanya selalu dia tunjukkan kini tak ada lagi. Wanita itu menggunakan pakaian kerja formal. Celana panjang hitam dipadupadankan dengan blouse berwarna peach dengan aksen tali pita di kerah nya. Blazer berwarna hitam membuat semakin paripurna penampilan nya. Rambut panjang nya di kuncir kuda dengan gaya sedemikian rupa hingga menampakkan leher jenjang nya yang putih nan mulus.
"Tutup mulut kalian, atau lalat akan masuk ke dalam nya.." Ale tersenyum smirk pada kedua wanita yang sangat terkejut dengan penampilan nya pagi ini.
Nyonya sofi dan vanya pun reflek langsung merapatkan mulut nya bersama. Sungguh ironi, bertahun tahun mereka lalui dengan membuat kesengsaraan di hidup ale, dan sekarang sedikit demi sedikit mereka mulai menerima pembalasan dari gadis malang itu..
"Tidak masalah kan dad aku berpenampilan seperti ini ke KANTOR ??" tanya ale sambil menjatuhkan bokong nya di salah satu kursi meja makan seraya sesekali melirik ibu dan adik tiri nya. Dan sengaja pulan ale berbicara dengan penuh penekanan agar semakin panas kedua wanita itu.
Jika mood di pagi hari sudah buruk maka akan mempengaruhi mood di sepanjang hari. Dan ale tentu berharap mood mereka hari ini buruk seburuk buruk nya..
"Tentu saja tidak masalah. Penampilan mu hari ini sungguh sangat mengejutkan, dad yakin kekasih mu juga belum pernah melihat kamu berpakaian seperti ini, kan ??"
Uhukk. Uhukk..
Nyonya sofi yang sedang meminum teh hangat nya langsung terbatuk batuk mendengar ucapan tuan zack. Dia tidak menyangka suami nya itu sudah tau hubungan yang di jalani oleh alexandra dengan leo.
Kecolongan!! Itulah yang tengah di gumam kan nyonya sofi. Sungguh dia tidak tau sudah sejauh mana hubungan yang di jalani anak tiri nya tersebut. Selama ini dia tidak pernah melihat alexandra bersama dengan pria mana pun.
Yang dia tau hanya selama tiga hari ini alexandra pergi pagi pulang larut malam.
"Zack, kau tega sekali pada vanya. Dia juga putri mu, zack!! Kenapa kau pilih kasih sekali, kau tau leo itu sudah di jodohkan oleh nyonya inara dengan vanya. Kenapa kau malah mendukung anak mu yang lain untuk menjadi pelakor, hah ??" Nyonya sofi panjang lebar melayangkan protesnya. Dia harus membuat seolah olah vanya lah yang tersakiti, jangan sampai dia tidak jadi berbesan dengan keluarga Baroos yang memiliki harta kekayaan tak terhitung jumlah nya itu.
Tuan zack meminum kopi herbal nya, sama seperti leo, ternyata tuan zack pun mengkonsumsi kopi yang seperti itu. Penyakit jantung nya yang membuat dia harus berhati hati dalam mengkonsumsi apapun.
"Evelyn, dad tunggu kamu di mobil. Kita berangkat bersama.." dad zack mengusap pucuk kepala alexandra lalu meninggalkan ruang makan tanpa menjawab keluh dari istri nya..
Ale mengangguk pelan, kemudian ikut menyeruput segelas susu hangat yang sudah di buatkan khusus oleh bi asih.
"3-0.." ucap ale dengan tersenyum puas membuat nyonya sofi dan vanya mengeraskan rahang mereka, emosi.
Ale bangun dari duduk nya, "Vanya, apa kau yakin ingin menjadi bagian dari keluarga Baroos ??" tanya ale sebelum benar benar melangkah pergi..
Vanya tidak menjawab, dia menahan diri untuk tidak memprovokasi kakak tiri nya tersebut agar alexandra tidak membocorkan rahasia nya di depan sang ibu
Melihat vanya hanya diam saja, ale memilih untuk menghampiri adik tiri nya itu
"Hari ini aku akan menghabiskan waktu bersama ERIC!!" bisik Ale seraya menyunggingkan senyum nya lagi ketika melihat kedua tangan adiknya meremas kuat garpu dan sendok. "Ssttt. Jangan terlalu cemburu, meskipun kekasih mu itu tampan tapi dia bukan level ku..!!" Ale kembali berdiri dengan tegak setelah sebelumnya membungkuk agar bisa dengan leluasa membisikkan kata yang semakin membuat vanya kepanasan pasti nya.
Vanya mematung tak bergerak, sementara alexandra sudah melangkah pergi meninggalkan ibu dan adik tiri nya..
__ADS_1
"Vanya!! Apa yang dia katakan ?? Kenapa kamu jadi bengong seperti itu!!"
BRAKK..
Bukan nya menjawab, vanya malah menggebrak meja makan lalu berlari ke arah tangga. Kalau sudah begitu tentu saja nyonya sofi tau putri nya itu akan kemana.
Huh!!
Nyonya sofi menghembuskan nafasnya berat.
"Kenapa jadi seperti ini!! Semenjak kedatangan anak itu aku dan vanya seperti orang asing di rumah ini!!" Nyonya sofi memijat kepalanya yang berdenyut nyeri dengan kedua tangan. Apalagi semalaman dia harus begadang karena membersihkan dan merapikan kamar vanya dan diri nya yang di buat berantakan oleh alexandra.
"Nyonya, ada yang bisa saya bantu ??" tanya bi asih saat melihat wajah nyonya sofi pucat seolah tak ada darah yang mengalir di sana.
Nyonya sofi bangun dari duduknya, menatap tajam kedua iris milik bi asih. Tanpa berniat menjawab, dengan terseok seok nyonya sofi berjalan menuju kamar nya.
🌼
"Good Morning, baby..." pesan dari aplikasi hijau di layar ponsel ale lengkap dengan emoticon cium membuat wanita itu senyum senyum sendiri.
"Morning, too..." balas ale singkat tanpa emoticon apapun yang menyertai nya..
"Aku jemput, ya. Kita berangkat ke kantor sama sama..."
"Astaga! Apa dia lupa aku sudah mengundurkan diri kemarin..." batin ale
Di detik berikutnya bukan lagi pesan yang masuk, tapi sambungan telepon..
Tuan zack yang duduk di kursi belakang di samping putri nya langsung tersenyum saat ale menoleh dengan raut wajah bingung..
"Angkat saja, tidak apa apa.."
Ale mengangguk pelan, lalu kembali mengalihkan pandangan pada layar ponsel nya.
Setelah menggeser tombol hijau di layar tersebut, ale segera mensejajarkan benda pipih itu di samping wajah mungil nya.
"Sayang...." Suara seseorang yang di rindukan langsung terdengar saat panggilan itu terhubung
"Hem..??" jawab ale lembut seraya mengalihkan pandangan ke luar jendela mobil
"Kamu tidak serius kan ??"
Ale menyunggingkan senyumnya, "Aku serius!! Lagi pula pekerjaan ku sudah selesai..."
Di sebrang sana ale bisa mendengar suara hembusan nafas kasar dari kekasih nya, "Kamu tidak harus bekerja lagi, sayang. Aku juga tidak akan mengizinkan nya. Kamu hanya perlu menemani ku di ruangan. Please..."
__ADS_1
Ale menahan tawa nya saat membayangkan wajah leo yang lucu saat memohon seperti itu.
"Tidak bisa.." jawab ale sambil terus menahan tawa
"Tapi kenapa ??"
"emm, Seperti nya kamu harus bersiap siap mendapatkan rival bisnis yang sepadan, karena mulai hari ini aku mulai bekerja di perusahaan dad zack.."
Hening...
"Halo...??" karena tidak ada jawaban, ale sampai melihat layar ponsel nya, takut bila sambungan itu tidak sengaja terputus..
"Sayang kamu jangan bercanda, ya ??" Suara leo kembali terdengar. Nampak nya dia shock mendengar kabar bahwa kekasih nya itu akan bekerja di perusahaan saingan.
"Kenapa ?? Kamu takut ??"
"Tidak. Sama sekali tidak. Kalau begitu pagi ini aku akan langsung menemui mu di perusahaan Lincoln, okay ?? Jangan pergi kemana pun sebelum aku datang. I Love You..."
Sambungan pun berakhir, leo memutus sambungan itu tanpa menunggu jawaban dari ale..
Ale menatap layar ponsel nya dengan senyum yang terus mengembang..
"Kenapa ??" tanya dad zack
"Hah..?? Oh.. Tidak ada apa apa, dad. Hanya sepertinya leo terkejut dengan keputusan ku bekerja di perusahaan daddy hari ini.."
🌼
Di tempat yang lain tepat nya di sebuah kamar berukuran super luas..
Setelah bangun pagi, lintang memilih untuk tidak keluar kamar. Bahkan saat seorang pelayan mengetuk pintu kamar atas perintah nyonya inara untuk mengajaknya sarapan bersama, lintang berpura pura masih tidur dan sama sekali tidak menyahut panggilan pelayan tersebut.
Dengan masih memakai handuk kimono karena baru selesai mandi, lintang langsung berjalan menuju nakas di samping tempat tidurnya. Mengambil ponsel lalu dengan lincah nya mengetik sesuatu di gawai nya tersebut..
Huh...
Hembusan nafas lintang terdengar berat saat pesan yang dia tulis terkirim di grup keluarga...
Meskipun sudah terkirim, namun lintang tidak langsung mematikan layar ponsel nya, dengan terus mengigit gigit kuku jari kanan nya lintang berulang membaca pesan yang dia kirimkan beberapa detik lalu...
"Aku ingin bicara dengan seluruh anggota keluarga besar yang ada di Jakarta mengenai pernikahan ku. Hari ini juga selepas makan siang di rumah singgah eyang putri.."
🌼
__ADS_1