Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 57


__ADS_3

"Silahkan, tuan.." Soal kesigapan tak ada yang bisa menandingi bi asih. Belum ada lima menit leo duduk di sofa ruang tamu, si bibi sudah datang membawakan minuman untuk si bule tampan itu


"Baiklah, tuan. Bisa anda jelaskan situasi apa yang terjadi antara anda dan putri saya sebenarnya ??" Setelah bi asih kembali ke belakang, tuan zack langsung memulai mengintrogasi leo. Sebagai seorang ayah, tuan zack sangat berhak meminta penjelasan atas apa yang di lihat nya tadi..


"Begini, tuan zack. Saya dan alexandra..." Leo menjeda kalimat nya lalu menoleh menatap pada gadis yang duduk tepat di sebelah nya, "maksud saya Evelyn, kami berdua sudah menjalin hubungan beberapa waktu lalu." lanjutnya


Tuan zack mengalihkan pandangan pada putri nya.. "Apa benar yang di katakan tuan leo, nak ??"


Ale tidak langsung menjawab, bukan karena enggan mengakui hubungan mereka. Hanya saja ale masih di ambang kekhawatiran mengenai perasaan leo yang benar untuk nya atau masih untuk masa lalu nya, lintang..


"Evelyn...???" Tuan zack memanggil nama putri nya dengan lembut, "Bisakah kamu katakan yang sebenar nya pada daddy, na..??"


Leo semakin mengeratkan tautan jemari nya, dia tau ada keraguan di wajah wanita nya itu. Dan itu semua pasti karena lintang. Ah. Rasanya leo benci sekali pada sepupu nya itu. Namun apa yang bisa leo lakukan, mereka masih satu keluarga. Memberikan pelajaran pada lintang pun seperti nya tak mungkin. Pasti seluruh anggota keluarga besar mereka akan ikut campur pada akhirnya.


Setelah beberapa menit membisu, ale pun mengangguk pelan namun tanpa sepatah kata pun yang keluar dari bibir tipis nya


Tuan zack mengerutkan kening nya.. "Apa kalian sedang ada masalah ??" tanya tuan zack lagi, pria itu merasa putri nya aneh sekali. Hanya diam saja, padahal saat tadi di meja makan ale begitu banyak bicara, meskipun kata kata yang terlontar dari mulutnya begitu pedas pada ibu dan adik tirinya.


Leo menatap alexandra dari samping. Raut nya tak terbaca. Entah apa yang tengah di pikirkan kekasih nya itu..


"Ya, kami memang sedikit ada masalah, tuan.." Leo yang menjawab pertanyaan itu mewakili wanita nya. Dan sontak membuat ale langsung menoleh pada leo


"Tuan, apa boleh saya mengajak alexandra keluar sebentar ??" Dengan sopan leo meminta izin pada tuan zack, "Saya harus meluruskan kesalahpahaman di antara kami berdua.." sambung nya lagi


Tuan zack mengangguk cepat, "Ya, selesaikan masalah kalian. Jangan sampai berlarut larut. Itu tidak baik.." Sebagai seorang ayah, tuan zack akan mendukung apapun yang menjadi sumber kebahagiaan putri nya. Dan saat ini sepertinya sumber kebahagiaan alexandra ada pada leo. Terlihat jelas dari kedua mata sang putri sulung yang tidak bisa berbohong bahwa dia pun sangat mencintai pria itu.


Setelah mendapat izin, leo langsung mengajak ale pergi dengan mobil nya..


Dua puluh menit perjalanan, mobil hitam leo sampai di satu tujuan. Sebuah taman di pinggiran kota yang tidak begitu ramai oleh bising kendaraan yang mungkin bisa membuat mereka bertukar pikiran tanpa adanya gangguan..


Tanpa melepaskan pegangan tangan nya, leo mengajak ale duduk di kursi taman. Duduk saling bersisian tanpa jarak barang sejengkal..


Pandangan kedua nya lurus kedepan,


hening sesaat...


"Maaf.." Leo memulai percakapan dengan kata maaf yang terlontar dari mulutnya


Ale menoleh dengan tatapan sendu, namun sedetik kemudian ale kembali mengalihkan pandangan...


Wanita itu menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskan nya dengan berat..


"Apa kamu masih menyukai lintang ?? Apa perasaan itu masih ada walau sedikit ??"


Deg.


Leo terkejut dengan tanya yang kekasih nya itu berikan. Bagaimana ale tau semua itu ?? Apa lintang yang sudah memberitahukan nya ??


"Tidak ada nama wanita lain di hati ku. Hanya nama mu yang terukir indah disana. Dulu, dulu sekali, aku memang pernah memiliki perasaan pada lintang, tapi itu semua sebelum aku tau bahwa dia sepupu ku!! Aku sudah lama mengubur perasaan itu dan saat bertemu dengan mu, perasaan itu hilang tak bersisa...!!"


Tangan leo terulur meraih pipi alexandra lalu mengusap nya lembut. Sesaat ale memejamkan mata menikmati setiap moment nya.


"Aku mencintai mu. Sangat mencintai mu, Alexandra Evelyn Lincoln.." ucap pria itu dengan suara berat.

__ADS_1


Ale kembali membuka kedua mata nya, kemudian menyelami kedua netra pria yang berulang kali mengatakan kata cinta dengan begitu merdu. Adakah kebohongan di sana. Nyata nya nihil. Tak ada kebohongan yang di tunjukan oleh kedua mata pria nya tersebut.


"Aku mohon. Percayalah padaku..!!"


Ale memegang tangan leo yang masih berada di pipi nya, menggenggam nya lalu mengecup telapak tangan leo lembut, sontak membuat senyum merekah di bibir pria itu..


"Maaf..." ucap ale dengan tatapan begitu teduh tidak seperti sebelum nya


"Maaf karena tidak mendengar penjelasan kamu dulu.." Sambung ale menyesal..


Leo mengusap pucuk kepala alexandra, "Sayang, aku minta mulai sekarang, apapun masalah yang kita hadapi, tolong jangan pergi tanpa kabar apalagi menonaktifkan ponsel seperti hari ini.." ucap leo sambil menggeleng, "Aku hampir gila karena tidak juga menemukan mu.."


Ale menyunggingkan senyum nya, "Tapi kan pada akhirnya kamu menemukan ku juga.." goda ale yang kini sudah kembali ceria


"Ahh.. Aku tau. Pasti pak angga kan yang mencari keberadaan ku..??" ale memicingkan mata nya menatap leo dengan curiga..


Leo langsung mengalihkan pandangan.


"Ck!! Aku kira kamu benar benar mencari ku seorang diri!!" tukas ale dengan wajah yang cemberut


"Sayang, mau aku atau angga yang mencari kamu, itu sama saja. Karena aku sudah membayar angga sangat mahal, artinya tetap aku juga yang berkorban, kan ??" Leo menaik turunkan alisnya sambil tersenyum


Setelah mereka berbaikan, leo pun mengantarkan alexandra kembali pulang. Dalam perjalanan ale menceritakan kenapa diri nya menutupi indentitas selama ini. Ale memberitahu bahwa dia memiliki ibu dan adik tiri.


Dan di perbincangan itu juga, leo memberitahu ale mengenai diri nya yang pernah bertemu vanya di kencan buta.


Perjalanan panjang tak terasa karena mereka asik bertukar cerita, hingga mobil leo pun sudah kembali berhenti di rumah alexandra..


Leo dengan cekatan turun lebih dulu lalu membukakan pintu mobil untuk wanita nya..


Cupp..


Ale mengangguk.. "Siap. Bos.." jawab ale yang kembali membuat leo semakin gemas


"KAK. LEO..??"


Suara seseorang yang terdengar seperti berteriak langsung membuat ale dan leo menoleh..


Seseorang yang memanggil nama leo itu langsung berjalan cepat menghampiri kedua nya...


Leo dan ale sama sama menatap datar Vanya...


"Kak leo kenapa ada di sini ?? Kak leo mau ketemu aku, ya ??"


Bukan nya jawaban yang vanya dapatkan, namun pemandangan yang membuat darah nya mendidih lah yang leo tunjukkan.


Tangan leo tiba tiba begitu posesif memeluk pinggang kakak tiri nya. Tangan kekarnya itu melingkar sempurna di pinggang ale yang ramping. Bahkan tubuh ale sedikit berada di depan tubuh leo, membuat siapa saja yang melihat pasti akan iri seperti Vanya saat ini.


"Kak evelyn ?? Apa maksudnya ini ?? Kenapa kakak tega berbuat ini pada ku ??" Kembali vanya membuat drama. Ya begitulah, darah nyonya sofi sangat kental mengalir di tubuh putri nya.


"Kak, jelaskan pada ku kenapa kakak merebut calon suami ku..??" Vanya memekik dengan suara yang pastinya terdengar sampai ke dalam rumah. Ale yakin sebentar lagi pasti ibu nya datang...


"SAYANG, apa benar kamu calon suami adik tiri ku ini ??" Ale mendongakkan kepala nya menatap wajah leo yang berada di atas kepalanya, dan ale pun sengaja menekankan kata sayang agar semakin membuat vanya terbakar.

__ADS_1


Namun tanpa ale sadari, ada perasaan gembira yang tak bisa di gambarkan kala leo mendengar ale memanggil nya sayang utuk pertama kali.


Dalam lamunan nya, leo menggeleng cepat, seolah tersihir dengan kata sayang yang ale ucapkan..


"Kamu lihat sendiri vanya. Dia tidak menganggap mu seperti itu. Jadi stop mengakui yang bukan milik mu!!" tegas ale dengan tatapan tajam..


"Astaga!! Ada apa ini ?? Kenapa kalian ribut ribut seperti ini!!"


"Sudah ku bilang, sebentar lagi pasti mak lampir nya datang.. Huh!! Memang mereka itu biang nya drama. Lihat saja. Aku akan membuat mereka malu!!"


Ale tiba tiba langsung berhambur ke pelukan leo, memeluk erat dan bersembunyi di dada bidang pria nya itu..


Nyonya sofi dan vanya sangat terkejut, mereka saling pandang dengan bola mata yang sudah membulat sempurna..


"Sayang, aku takut..." gumam ale dengan suara tertahan di buat seolah sangat ketakutan


Leo melingkarkan tangan nya memeluk ale dengan sempurna, "Tenang sayang, selama ada aku tidak akan ada yang bisa menyakiti mu.."


Ale mengintip sekilas, hati nya tertawa puas melihat kebingungan di wajah ibu dan adik tiri nya. Biar saja ale terlihat lemah di mata leo, lagi pula ini hanya drama. Dia ingin leo tau bahwa sejak dulu nyonya sofi memang jahat pada nya. Meskipun sekarang wanita itu tidak pernah bisa mengalahkan ale, namun tetap saja dendam di masa lalu harus di bayar tuntas di masa sekarang..


"Apa maksud mu, Evelyn ?? Jangan membuat seolah olah aku dan vanya yang jahat di sini!!"


Ale memutar bola mata nya, malas. Dasar tukang playing victim. Jelas jelas mereka berdua yang jahat, masih saja mengkambing hitamkan orang lain...


"Nyonya sofi!! Jangan pernah sekali lagi anda membentak calon istri saya!! Karena saya tidak segan segan memberi pelajaran pada siapapun yang mengusik bahkan menyakiti Evelyn..."


Deg.


Jangan kan nyonya sofi dan vanya, bahkan ale pun sangat terkejut dengan ucapan leo.


"Sayang, masuklah ini sudah malam!!" Leo merenggangkan pelukan lalu menatap dalam kedua mata alexandra.. "Aku akan mengabari mu jika sudah sampai di rumah.."


Ale mendongakkan kepala nya lalu mengangguk pelan..


Cupp..


"I Love you..." leo kembali mengecup kening ale, dalam dan hangat


Nyonya sofi dan vanya mematung di tempat nya. Keduanya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Beribu pertanyaan yang melayang di atas kepala ibu dan anak itu.


"I Love you, too.." jawab ale, setelah itu dia pun berbalik dan berjalan melewati ibu dan adik tirinya seraya tersenyum miring tanda mengejek..


"LEO, Aku tidak terima!! Lihat saja aku akan memberitahukan ini pada mommy mu!!" ucap nyonya sofi dengan sorot mata penuh amarah


"Vanya, cepat masuk!!" nyonya sofi menarik tangan putri nya agar mengikuti langkah untuk segera masuk meninggalkan leo


🌼


🌼



__ADS_1



__ADS_2