Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 64


__ADS_3

Setelah dokter obgyn pergi, kini kembali lintang di sidang oleh eyang putri dan juga nyonya inara..


"Mom sangat kecewa padamu!! Mom tidak menyangka kamu bisa melakukan hal bodoh seperti ini!!"


Lintang menggigit bibir bawah agar tangisnya tidak kembali meledak. Dia memang tidak menangis seheboh saat tadi. Namun di dalam sana, ada sepotong hati nya yang remuk tak bersisa. Nyeri yang seolah kian bertambah tiap detik nya.


Kecewa pada diri nya sendiri. Karena nafsu membuatnya tidak bisa berpikir dengan akal dan logika nya. Nafsu yang menguasai nya membuat dia jatuh ke dalam neraka.


Lintang hanya bisa menunduk pasrah. Kekuatan nya yang tadi begitu di atas angin saat menolak kenyataan bahwa diri nya memang tengah berbadan dua kini seolah hilang.


"Bagaimana kamu akan bertanggung jawab atas perbuatan mu ini ??? Kamu lihat tadi dimitri sudah pergi!! Lalu siapa yang akan menjadi ayah dari bayi itu, hah ??" kini tidak ada lagi nada lembut, ucapan panjang lebar itu keluar dari mulut nyonya inara dengan nada membentak...


"Jadi benar kamu hamil ???" Kini di ruangan itu tambah lagi satu personil, tuan thomas datang dengan raut wajah sedih dan penuh kecewa.


Lintang tak berani mengangkat kepala nya. Namun terlihat jelas tetesan air mata jatuh menetes di kedua paha nya...


Tuan Thomas terduduk lesu, dalam hati nya bertanya tanya, inikah balasan lintang pada diri nya, hidup bergelimang harta sejak masih dalam kandungan di tambah selalu memberi apa yang anak itu inginkan namun kenapa seperti ini pada akhirnya.


Tiba tiba ponsel leo berdering seakan membuyarkan ketegangan yang terjadi di ruangan tersebut...


Tanpa menunggu dering itu berbunyi berkali kali, leo pun langsung mengangkat sambungan tersebut...


"[Baiklah. Jaga dia jangan sampai kabur!! Aku ke sana sekarang!!]"


Setelah leo mengakhiri sambungan itu, semua orang menatap ke arah nya seperti meminta penjelasan dengan percakapan singkat nya barusan...


Leo bangun dari duduknya, "Mom, pernikahan lintang kita adakan malam ini juga. Dimitri sudah berada di hotel tempat mereka akan melangsungkan pernikahan nya..."


"Dan kau!!" Belum sempat mom inara menyahuti ucapan nya, leo mengarahkan jari telunjuk nya tepat di depan wajah lintang.. "Jangan berpikir untuk melakukan hal bodoh lagi!! Cukup sudah kau menyusahkan keluarga kita!! Sekarang berpikirlah, gunakan akal mu jika memang kau ingin menebus kesalahan besar ini maka turuti perintahku!!"


Deg.


Lintang menatap nanar jari telunjuk leo yang seakan seperti belati tepat menusuk ke jantungnya. Sakit...


Setelah mengatakan hal itu, leo mengalihkan pandangan pada eyang putri.. "Eyang. Tidak perlu khawatir, serahkan semua nya padaku.." Leo menatap eyang putri dengan sendu. Rasanya tidak tega melihat satu satu nya orang tua yang tersisa dari mom inara berwajah sedih bahkan sampai meneteskan air mata nya..


Setelah itu leo segera melangkah keluar menuju mobil milik dad peter, menggunakan mobil itu menuju ke hotel tempat dimana dimitri berada sebab kendaraan pribadi milik nya di bawa oleh sang asisten pribadi untuk mengejar dimitri...


Hanya butuh 30 menit leo sudah tiba di lobby hotel tersebut..


Ini bukan hotel mewah bintang 5 yang biasa dia kunjungi, namun untuk sekarang hotel ini seperti nya lebih aman dari pada tempat mewah mana pun di kota ini, sebab leo yakin para wartawan sudah berpencar di semua titik untuk mencari informasi yang berkaitan dengan kelurga Baroos dan Djojohadikusumo...


"Tuan..." Angga sudah menunggu kedatangan tuan nya di lobby sejak 10 menit yang lalu...

__ADS_1


"Dimana dia ??" tanya leo sambil berjalan menuju lift..


"Di lantai 4, tuan.." ucap angga sambil menekan lift


Setelah pintu lift terbuka, leo dan asisten nya pun segera masuk ke dalam lift tersebut...


"Bagaimana kau bisa membuat dimitri mau ikut dengan mu..??" tanya leo penasaran..


Angga hanya tertawa kecil sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal..


Ting..


"Sudahlah. Nanti kita bahas...!!" Leo segera keluar dari lift dan dengan langkah panjang nya langsung menuju kamar No 18, kamar yang terletak persis di sebelah kanan lift namun di paling ujung...


"Astaga!! Tidak bisakah kau memilih kamar yang dekat dengan lift!!" gerutu leo namun tidak menghentikan langkah nya barang sedetik.


"Ini kunci nya, tuan.." angga menyodorkan benda pipih berupa kartu sebagai akses untuk masuk ke dalam kamar tersebut..


Bip. Bip.


Pintu pun terbuka. Leo masuk seorang diri. Dia meminta angga untuk menunggu nya di luar. Ada hal yang harus dia bicarakan dengan dimitri berdua...


"KAU GILA LEO!! KAU HAMPIR MEMBUAT KU MATI!!"


Leo mengerutkan kening nya, bingung..


"Apa maksud mu ??" tanya leo kembali membawa langkah nya agar semakin mengikis jarak dengan posisi dimitri saat ini


"Sudahlah jangan berpura pura!!" pekik dimitri sekali lagi.. "Kau sengaja kan meminta asisten mu untuk menabrak taksi yang membawaku itu..??"


Deg.


"Hahh?? Astaga!! Pantas saja tadi angga tidak bisa menjawab pertanyaan ku!! Awas saja kau angga!! Aku potong gaji mu 70%..!!"


"Duduklah!! Aku kesini bukan untuk membahas hal itu!!" Leo memilih berjalan ke arah sofa dan duduk di salah satu sofa tersebut..


Dimitri menatap kesal sepupu mantan calon istri nya itu. Bagaimana tidak kesal, di saat nyawa nya hampir melayang, leo dengan santai nya duduk tenang dengan bersilangkan kaki di sofa empuk itu..


"Baiklah jika kau tak mau duduk, aku akan langsung bicara tanpa basa basi!!" Tak ada kata yang keluar dari mulut dimitri, pria itu hanya diam, berdiri di posisi nya dan terus melihat ke arah leo dengan tatapan yang sulit di artikan...


"Aku tau kau sakit hati dengan ucapan lintang. Dan, ya, kau benar, lintang memang sedang hamil, dan itu pasti anak mu!!"


"TIDAK!! Aku tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan nya!! Dia sudah menginjak injak harga diri ku!!"

__ADS_1


"Sssttt.. Aku belum selesai bicara!! Lagi pula aku tidak sedang bernegosiasi!!" Leo meletakkan jari telunjuknya tepat di atas bibir berwarna pink kemerahan milik nya. Leo bukan seorang perokok ataupun peminum minuman beralkohol maka nya terlihat jelas betapa sehatnya pria itu walau hanya dari bibirnya saja.


"Malam ini juga kau harus menikah dengan lintang!! Urusan pernikahan itu berlanjut atau tidak, itu terserah pada mu!!"


Dimitri menaikkan satu sudut bibirnya seolah mengejek ucapan leo, anak ingusan yang usianya jauh di bawah dia..


Pria itu pun ikut duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan leo, kemudian melipat tangan di depan dada seolah menantang leo.. "Kalau aku tidak mau, bagaimana ???" Tanya dimitri dengan tersenyum mencibir


"L.V.B..."


Dimitri menautkan alisnya saat leo menyebutkan tiga huruf itu...


"Apa kau lupa dengan inisial itu ???" tanya leo seraya tersenyum miring.. "Baiklah aku akan ingatkan, Sepertinya kau memang lupa!!" Leo melemparkan ponsel milik nya tepat di atas meja yang menjadi pemisah tempat duduk mereka


"Lihatlah!! Itu hadiah dari ku untuk mu!!"


Dimitri sedikit ragu untuk melihat apa yang di tampilkan di layar ponsel leo tersebut. Namun dia juga penasaran kira nya apa kejutan yang leo maksud


Deg.


Kedua netra dimitri membulat, bahkan tanpa sadar mulut nya terbuka sedikit hingga membentuk huruf O...


"Jadi...." Dimitri tidak sanggup melanjutkan kalimat nya. Dia benar benar tidak menyangka, ternyata saham terbesar milik perusahaan pertelevisian tempat nya bekerja adalah milik Leo...


"Apa maksudnya semua ini ???" tanya dimitri dengan wajah yang tidak percaya


"Kau lupa beberapa bulan lalu perusahaan tempat mu bekerja mengalami krisis dan hampir bangkrut ??"


Ingatan dimitri tiba tiba di paksa kembali ke hari dimana sedang marak marak nya Phk, pemutusan sepihak dari pemegang saham tertinggi di perusahaan tersebut pada karyawan yang posisi nya di bawah. Itu semua karena ada kasus korupsi besar besaran di dalam badan perusahaan itu, yang membuat dana yang seharusnya digunakan untuk menggaji karyawan terpaksa harus di pakai untuk bagian produksi..


Saat itu dimitri dan beberapa jajaran di atasnya harus mencari sokongan dana yang cukup besar. Dan beberapa hari kemudian ada seseorang yang bersedia memberikan investasi nya dengan nilai yang cukup tinggi, bahkan di atas harga yang di minta.


Inisial pemegang saham itu adalah L.V.B. Awalnya dimitri merasa aneh kenapa hanya ada inisial, bahkan yang melakukan tanda tangan di surat kerjasama itu adalah orang suruhan leo.


Namun karena dimitri dan beberapa staf lain tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir, mereka pun akhirnya menerima kucuran dana tersebut tanpa banyak bertanya lagi.


Dan kini dimitri tau siapa orang di balik inisial itu. Pria tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Leo...


Beberapa bulan telah berlalu, sampai detik terakhir dimitri tidak tau yang membantu nya ternyata leo. Semua itu bermula saat tuan thomas, alias uncle thomas datang ke perusahaan nya dan secara pribadi meminta leo untuk membantu krisis yang tengah di hadapi oleh calon menantu nya itu.


Lintang sering bercerita pada kedua orang tuanya betapa sulitnya dimitri mencari investor. Kedua orang tua lintang tidak tega namun mereka pun tidak bisa membantu terlalu banyak. Akhirnya uncle thomas memberanikan diri meminta bantuan kepada leo. Beruntung nya beberapa hari setelah itu, leo bersedia menggelontorkan dana hampir mencapai 1T untuk perusahaan dimitri.


Dan sampai detik ini yang tau hanya uncle thomas dan asisten pribadi nya, angga..

__ADS_1


Namun tanpa semua orang tau pula, sejak kejadian itu perusahaan dimitri semakin sukses dan keuntungan yang leo dapat dari hasil kerjasama itu sudah mencapai ratusan juta dalam waktu beberapa bulan saja.


__ADS_2