
Sebelum otor lanjut, otor mau ngucapin makasih buat yang sudah kasih masukan, kritik dan saran di novel otor ini...
Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dari segi cerita maupun alur yang berlangsung 🙏
Mohon untuk di maklumi karena otor juga masih tahap belajar dan masih jauh dari kata sempurna. jika novel otor ini tidak sesuai selera readers, silahkan skip saja dan silahkan baca novel dari otor favorit kalian yang tentu nya sesuai dengan selera masing masing 🙂
Jangan tinggalkan komentar yang menyakiti hati, semoga kita semua bisa saling menghargai 🙏
Terimakasih 🥀
......................
"Bagaimana ?? Apa kau sudah mengusir nya ??" tanya leo saat angga kembali masuk ke dalam ruangan nya.
"Sudah, tuan.." jawab angga yakin,
"Ck!! Lintang benar benar keterlaluan!! Angga, setelah hari ini aku minta pada mu, jangan biarkan lintang masuk ke ruangan ku tanpa izin!!"
"Baik, tuan.." sahut angga lagi tanpa banyak bertanya
Leo memijat pelipisnya seraya mengibaskan tangan pada angga, meminta angga untuk pergi dari ruangan nya..
Angga membungkuk hormat, lalu langsung keluar dari ruangan itu
"Apa sebenarnya yang kamu mau, lintang ??" tanya leo dalam hati nya, frustasi.
Di sisi lain...
"Kemarilah!! Aku ingin bicara dengan mu!!" dengan membusungkan dada, lintang bicara pada alexandra. Setelah di usir dari ruangan leo, lintang memutuskan menemui ale. Lintang berharap sebagai sesama wanita ale mungkin saja bisa mengerti perasaan nya dan syukur syukur ale melepaskan leo untuk diri nya
Ale menoleh dengan wajah datar. Saat ini alexandra sudah kembali berkutat dengan pekerjaan nya. Ini hari terakhir dari kesepakatan nya dengan leo sebagai atasan, ale harus menunjukkan keprofesionalan nya dengan menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang di berikan.
"Tidak bisa!!" jawab ale singkat
Tidak ada kata kasar maupun makian dari mulut lintang, namun sorot mata nya menggambarkan betapa lintang membenci ale.
"Aku datang pada mu baik baik. Ikut aku atau kamu mau aku membuat kekacauan di sini..??" tanya lintang dengan suara tertahan, lagi lagi dia harus menjaga image di depan karyawan perusahaan. Seluruh karyawan perusahaan tersebut sudah tau siapa lintang. Super model internasional yang sebentar lagi akan melepas masa lajang nya. Karena lintang adalah bagian dari keluarga Baroos, maka beberapa staf penting di perusahaan itu pun di undang oleh lintang. Untuk saat ini dia tidak bisa huru hara pada alexandra, apalagi di zaman sekarang gosip gosip tidak benar akan cepat tersebar melalui video atau foto yang di ambil secara diam diam oleh tangan tangan yang tidak bertanggung jawab. Maka nya sebisa mungkin lintang menekan emosi nya, meskipun kepala dan hati nya sudah sangat panas..
"Silahkan saja buat kekacauan, itu bukan urusan ku!! Lagi pula perusahaan ini juga bukan milik ku!!" Ale tidak terprovokasi sama sekali, bagi ale untuk meladeni wanita seperti lintang tidak perlu pakai emosi, cukup dengan bersikap elegant maka lintang sendiri yang akan kebakaran jenggot seperti yang terlihat saat ini.
Ale kembali membelakangi lintang lalu melanjutkan lagi pekerjaan seperti tidak terjadi apa apa.
"Baiklah. Jangan salahkan aku memakai cara kotor untuk merebut leo dari sisi mu!!" bisik lintang dengan penuh penekanan namun seolah tidak ingin ada yang mendengar ucapan nya selain alexandra.
Lintang menghentakkan kaki nya, berlalu meninggalkan Alexandra.
"Tunggu..." pekik ale, lintang pun kembali menoleh ke belakang..
Ale melepas kedua sarung tangan nya, lalu berjalan menghampiri lintang yang sudah berada beberapa langkah di depan nya..
Saat ale sudah mengikis jarak di antara mereka, kembali seulas senyum penuh arti ale perlihatkan..
"Mencintai dan di cintai adalah dua hal yang berbeda, Lintang!!" Setelah beberapa detik saling menatap dengan tajam, ale kembali membuka suara nya.. "Aku tidak ingin memiliki musuh, apalagi kau adalah SEPUPU LEO!!" sengaja ale menekankan kata di ujung kalimat nya membuat kedua bola mata lintang membulat sempurna..
Ale lalu mengusap baju di bagian bahu lintang, seakan membersihkan debu yang tertempel di kain kurang bahan itu, padahal tidak ada sebutir debu pun di sana..
Lintang menepis kasar tangan ale, "Memang kenapa kalau aku sepupu leo, hem ?? Jika aku mau, sekarang juga aku bisa menikah dengan nya!!"
Ale menggelengkan kepala nya heran, bisa bisa nya wanita yang sebentar lagi akan menikah begitu terobsesi dengan laki laki lain. Jika memang lintang memiliki perasaan pada leo sejak dulu, kenapa baru sekarang wanita itu begitu menggebu untuk mendapatkan leo. Di saat dia sudah berkomitmen dengan kekasih nya dan memutuskan untuk menikah, bukankah nanti nya akan banyak hati yang tersakiti.
__ADS_1
"Ya, silahkan!! Aku akan melepaskan leo jika memang dia memiliki perasaan yang sama dengan mu!! Aku tidak akan mempertahankan pria yang hati nya bukan untuk ku!!"
Setelah mengatakan kalimat terakhirnya, ale segera beranjak dari sana, meninggalkan lintang tanpa memberikan kesempatan untuk wanita itu bicara lagi.
🌼
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, hingga tanpa di sadari jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, tanda nya sudah waktu nya karyawan di perusahaan untuk kembali pulang ke rumah masing masing..
"Kenapa berdiri di situ ?? Bukankah ini sudah waktu nya kamu pulang ??"
Aletta hanya diam dengan raut wajah yang bingung,
"Ada apa ??" tanya angga lagi kala melihat gelagat sekretaris tuan nya yang tidak biasa..
Angga mengerutkan kening nya ketika melihat aletta memegangi sebuah amplop dengan erat di dada nya..
"I-ini...emm, s-surat pengunduran diri, pak angga..."
Deg.
Detak jantung yang semula normal kini kembali berpacu dengan cepat..
"Kamu mau mengundurkan diri ??" tanya angga dengan tatapan tajam menuntut aletta segera menjawab pertanyaan nya..
"Hahh?? B-bukan, b-bukan saya yang mengundurkan diri, pak angga.."
"Lalu itu surat resign siapa ??"
Aletta menggigit bibir bawah nya, "I-ini surat pengunduran diri nona alexandra, pak angga.."
Angga langsung terdiam, terlihat dengan susah payah pria itu menelan saliva nya. Wajah angga penuh dengan ketakutan, takut jika tuan leo sampai tau.
Kedua netra aletta tiba tiba saja berembun, terkejut dengan sentakan angga..
"M-maaf pak angga. Tadi nona alexandra berpesan untuk memberikan nya di jam pulang.." Aletta menunduk, menahan banjir bandang yang sebentar lagi akan membasahi kedua pipi mulus nya..
"Sorry, aku tidak bermaksud membentak mu!!" Angga yang tersadar akan sikap nya tadi langsung meminta maaf pada aletta.. "Ya sudah, kamu pulanglah sekarang dan berikan surat itu padaku!!" angga menadahkan tangan kanan nya, meminta amplop putih yang masih berada di genggaman aletta. Angga tidak ingin aletta kena semprot oleh tuan nya, biarlah dia yang terkena getah nya asal aletta aman...
Aletta pun memberikan amplop putih itu pada angga. Kini posisi sudah berganti, angga lah yang saat ini berdiri di depan pintu ruangan leo, sementara aletta berdiri di depan meja kerja nya, memandangi punggung lebar angga dari belakang..
Huh..
Terdengar suara tarikan nafas panjang lalu hembusan nafas yang berat dari pria itu sebelum masuk ke dalam ruangan tuan nya..
Tok. Tok. Tok.
Angga pun masuk ke dalam ruangan leo, terlihat disana wajah leo terlihat kusut, seperti orang yang sedang banyak pikiran..
"Tuan..."
"Ada apa ??" tanya leo tanpa berniat mengangkat kepala nya untuk melihat angga barang sebentar..
Hening...
Angga tidak tau harus memulai bicara dari mana..
"Jika tidak ada yang ingin kau katakan, kembalilah ke ruangan mu!!" lagi leo bicara tanpa menoleh pada lawan bicara nya..
Huh.
__ADS_1
Angga kembali menghembuskan nafas dengan berat. Lalu memilih berjalan menuju meja kerja dimana tuan nya duduk..
Leo mengerutkan kening nya saat angga meletakkan sebuah amplop putih di atas berkas yang tengah leo periksa..
"Apa ini ??" tanya leo yang akhirnya mengangkat kepala untuk melihat wajah asisten nya..
Angga hanya diam, namun membuat leo jadi penasaran dengan isi di dalam amplop tersebut.
Dia pun segera membuka amplop putih itu,
Mata nya membulat sempurna, lalu di detik berikutnya leo berlari cepat keluar dari ruangan nya, di susul oleh ayunan kaki sang asisten pribadi di belakang nya..
Leo terus menekan nekan tombol lift tidak sabaran, terlihat jelas kepanikan di wajah tampan nya itu..
Tiba tiba..
Bugh!
Di dalam lift Leo memukul wajah angga dengan tinju nya. Bukan main rasanya emosi leo pada asisten pribadi nya tersebut. Bisa bisa nya angga memberikan surat pengunduran diri dari alexandra tanpa langsung menghubungi nya dahulu.
Leo menarik kerah kemeja angga dengan geram, terlihat darah segar keluar dari sudut bibir asisten pribadi nya itu..
"Jika alexandra menghilang lagi!! Aku akan benar benar memecat mu!!" Leo mendorong tubuh angga hingga terdengar suara punggung angga yang membentur dinding lift..
Leo buru buru keluar saat pintu lift kembali terbuka. Pria itu berlari menuju tempat di mana alexandra biasa bekerja..
"Dimana alexandra ??" tanya leo pada security yang dia tugaskan untuk melaporkan segala sesuatu mengenai wanita nya itu
"Nona alexandra sudah pulang, tuan.."
Deg.
"APA ?? KENAPA KAU MEMBIARKAN NYA PERGI, HAH ??" Kini giliran security itu yang di tarik kerah baju nya oleh leo.
"Tuan, sudah tuan. Lepaskan dia!!" angga mencoba menenangkan tuan nya. Sebenarnya memang bukan salah security itu, sebab pria bertubuh tambun itu hanya di tugaskan sampai waktunya alexandra selesai bekerja, selebih nya bukan lagi tanggung jawab pria tersebut.
Leo menepis tangan angga kasar, lalu kembali melangkah cepat menuju parkiran..
"Pasti dia marah sekali karena kejadian tadi.." Leo kembali di buat frustasi saat tidak melihat kendaraan milik kekasih nya di parkiran perusahaan nya.
Leo mengeluarkan ponsel nya lalu berkali kali mencoba menghubungi nomor alexandra. Namun gagal, ponsel nya tidak aktif.
"Sayang, kamu di mana ?? Kenapa nomor mu tidak aktif ??" tanya leo dalam hati dengan penuh kekhawatiran.
Leo berlari menuju mobil nya yang terparkir di parkiran khusus di depan lobby perusahaan..
"Tuan, biarkan saya yang bawa mobil nya, tuan.." angga setengah berlari berusaha menghentikan mobil yang di kendarai leo. Namun usaha nya gagal saat kendaraan itu melaju begitu cepat meninggalkan perusahaan nya..
"Nona alexandra, anda memang hebat. Saya mengakui nya!!" batin angga menatap kepergian leo hingga kendaraan yang di kendarai oleh tuan nya tersebut hilang dari pandangan...
🌼
🌼
🌼
__ADS_1