
"Mulai malam ini, aku sudah bukan lagi pemimpin utama di perusahaan Lincoln!!"
Deg.
Ketiga wanita yang duduk bersama dengan tuan zack di meja makan itu terkejut bukan main. Tidak terkecuali alexandra.
"Apa maksud mu, zack ?? Lalu siapa yang akan menggantikan mu di perusahaan ??"
"Tentu saja putri ku yang akan menggantikan posisi itu!!" sahut tuan zack dengan penuh keyakinan..
Ada senyum merekah dari mimik wajah nyonya sofi. Dia yakin, vanya putri nya lah yang akan menduduki posisi itu. Bagaimana pun selama ini alexandra tidak pernah menunjukkan kemampuan di bidang bisnis. Berbeda dengan vanya, meskipun seorang model, vanya juga bergelut di bidang bisnis kecantikan. Dia bekerjasama dengan brand lokal menjual berbagai macam produk di seluruh akun sosial media nya.
"Bukan begitu, sayang ??" Tuan zack menoleh ke arah evelyn yang duduk di sisi kanan nya..
Deg.
Wajah nyonya sofi yang semula sumringah mendadak tercengang lalu di ikuti oleh raut kemurungan. Kedua bola matanya yang membulat seperti hendak keluar dari pelupuk nya.
"DAD...??" pekik vanya tak terima..
"Zack ?? Kau jangan pilih kasih, putri mu yang lain juga berhak menduduki posisi itu!!" Bentak nyonya sofi tak terima
"Benar Dad ?? Lalu bagaimana dengan ku ??" tanya vanya tak kalah terkejutnya.
Tuan zack mengalihkan pandangan pada putri kedua nya, lantas mengulas senyuman penuh arti..
"Selesaikan saja S1 mu dulu!! Dad sudah memberikan mu waktu, tapi sampai hari ini kau masih menganggap remeh masalah pendidikan dan lebih memilih menjadi seorang model."
Deg.
"T-tapi dad...???" volume suara vanya yang semula full seketika itu juga langsung turun drastis saat mendengar apa yang baru saja di katakan tuan zack tak sesuai dengan apa yang di harapkan nya.
Menjadi seorang model memang mimpi nya sejak masih duduk di bangku menengah, namun menjadi pewaris keluarga Lincoln juga tidak buruk, karena memang itu lah keinginan ibu nya selama ini. Menjadikan vanya pewaris satu satu nya di keluarga Lincoln.
Vanya mengalihkan netra nya pada sang ibu, meminta pembelaan lagi tentu nya. Namun yang terjadi, ibu nya malah menatap vanya dengan tajam. Vanya sangat tau apa arti tatapan itu.
Berkali kali nyonya sofi meminta vanya untuk melanjutkan kuliah. Namun vanya yang terobsesi dengan dunia modeling membuat nya meremehkan pendidikan. Di tambah jam terbang vanya kian hari kian padat. Mana ada waktu jika di tambah harus belajar lagi untuk menyelesaikan pendidikan S1 nya.
"Jadi kapan kamu bisa mulai bekerja, sayang ??" meninggalkan ibu dan anak yang masih saling pandang, seolah berbicara lewat tatapan mata mereka, tuan zack kembali bicara pada alexandra..
"Besok, dad!! Bukan kah lebih cepat lebih baik..??"
Ale tersenyum miring seraya menatap nyonya Sofi dengan tatapan mengejek bahkan merendahkan. Ya, wanita baya itu pantas mendapatkan nya.
"Baiklah, besok kita berangkat sama sama ke kantor!!"
Setelah kalimat terakhir yang tuan zack ucapkan, kini semuanya hening , tidak lagi ada obrolan di meja itu.
__ADS_1
🌼
Setelah makan malam, ale kembali ke kamar nya, berjalan menuju balkon, dengan dalih ingin menyapa udara malam sambil melihat bulan dan bintang bintang yang sebenarnya sudah jarang dia sapa. Di dingin nya udara malam, ale mengulas senyumnya, merasakan rasa rasa yang terlanjur melekat.
Huh...
Ale menghembuskan nafas kasar..
"Aku sangat lelah hari ini. Bisakah kau menemui ku sekarang ??" tanya ale tanpa menurunkan pandangan nya dari gelap nya langit malam itu. Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin terwujud. Oh ayolah, bagaimana harapan ale bisa terkabul, sampai detik ini saja pria itu tidak tau siapa alexandra sebenar nya. Tapi sekali lagi, apa salah nya berharap, anggap saja itu doa yang coba ale langit kan, semoga di dengar oleh Sang Maha Pendengar...
Tiba tiba...
Tok. Tok. Tok.
"Non...?? Non evelyn..??"
Di tengah lamunan nya, pintu kamar terdengar di ketuk dari luar lalu di ikuti dengan suara yang sangat familiar..
Ale beranjak dari tempat nya berdiri, berjalan masuk menuju pintu..
"Ada apa, bi ??" tanya ale saat pintu kamar nya sudah terbuka..
"I-itu non.. emm, di luar ada orang yang nyariin non evelyn.."
Ale menautkan alisnya, "Bibi tidak salah ??" tanya ale tidak percaya. Ya, tentu saja. Siapa yang mencari nya malam malam begini. Apalagi di kota ini ale tidak memiliki teman kecuali davis, itu pun hanya sebatas teman kantor.
Deg.
"Laki laki ??" beo ale memastikan ucapan si bibi bahwa yang mencari nya adalah seorang pria..
Bi asih mengangguk cepat..
Ale bergegas turun ke lantai satu, setengah berlari menuruni tangga karena rasa penasaran nya yang saat ini tengah mendominasi..
Deg.
Seketika itu ale mematung di tempat. Tubuh nya tidak bisa lagi di gerakkan. Setetes air mata lolos begitu saja.
Di saat kita merindukan seseorang dan tidak bisa mengungkapkan nya, di situlah air mata berperan untuk menjelaskan semuanya.
Pria bule yang di sebutkan bi asih tadi menatap sendu wajah kekasih nya itu. Susah payah dia mencari, ternyata wanita nya berada begitu dekat..
Grep.
Tangan ale di tarik kencang hingga memaksa tubuh wanita itu menabrak dada bidang si pria bule tersebut..
"I miss you so much.." bisik nya dengan semakin mengeratkan pelukan..
__ADS_1
Ale masih mematung di tempat nya. Namun kristal bening tak henti henti nya mengalir. Seolah menggambarkan betapa ale pun merindukan pria yang masih menjadi kekasih nya itu..
Satu menit berlalu, namun dari keduanya tidak ada yang memulai untuk melepaskan diri, terlebih si raja singa itu yang terus memeluk dan sesekali memberikan kecupan nya di pucuk kepala alexandra
EKHEM...
Tiba tiba suara deheman yang cukup keras membuat ale mendorong tubuh leo agar melepaskan pelukannya. Leo yang tidak siap, tubuh kekarnya pun sedikit terhuyung kebelakang. Ale cepat cepat menyeka air mata nya..
"Tuan Leo..??"
Betapa terkejutnya tuan zack saat melihat siapa yang memeluk putri nya dengan begitu erat seperti itu. Tadi tuan zack tidak melihat wajah leo sebab posisi leo berdiri sedikit membelakangi pintu masuk,
Leo membungkuk hormat,
"Tuan leo sudah bertemu dengan putri saya ?? Imi putri sulung yang pernah saya ceritakan itu, tuan..!!"
Deg.
"Maksud tuan zack, Alexandra itu Evelyn ??"
Tuan zack mengangguk dengan senyuman indah yang menghiasai sisa sisa ketampanan di wajah tua nya itu
"Kalau begitu, saya akan langsung meminta izin pada tuan untuk merestui hubungan saya dengan evelyn.." Leo menarik ale kembali untuk berdiri di sisi nya lalu menggenggam erat jemari wanita nya tersebut
"Silahkan masuk dulu, tuan. Kita bicarakan ini di dalam..!!"
🌼
🌼
Otor kasih bonus up 2 bab ya gengs 🥰
Like, komentar, subscribe, dan vote nya jangan lupa ya bestie bestie ku 🤗
Semoga kalian bisa menikmati tulisan otor ini 🙂
Jangan lupa rating nya juga ya, wajib bintang lima 🤗🤗🤗
Terimakasih sebelum dan sesudah nya otor ucapakan 🙏🙏🙏🙏
See you besok di jam kunti lagi 👻👻👻
🌼
__ADS_1