Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 63


__ADS_3

"Bagaimana keadaan aunty bia, mom..???"


Suara nya lembut namun penuh penekanan dan sanggup memecah keheningan yang menyapa di ruangan itu..


Nyonya inara langsung bangun dari duduknya saat mendengar suara yang begitu familiar di telinga nya..


"IKUT MOM..!! Kamu harus menjelaskan kejadian tadi!!" Nyonya inara menarik tangan putranya lalu membawa leo ke luar dari kamar tamu yang beberapa waktu lalu masih di gunakan oleh lintang...


"Apa yang harus aku jelaskan ??" tanya leo saat keduanya sudah berada di taman belakang.. "Jangan berpikir yang macam macam, mom.!!"


"Kamu jangan pura pura!! Pasti kamu tau apa maksud ucapan lintang tadi!! Kenapa lintang bilang dia mencintai mu, hah ?? Pasti antara kamu dan lintang ada sesuatu yang mom tidak tau!!"


Nyonya inara benar benar hilang kesabaran.


Jangankan adik nya sebagai ibu kandung lintang, bahkan nyonya inara sampai detik ini pun masih mencerna setiap kata yang terlontar dari mulut anak itu. Ibu mana yang tidak kecewa mendengar batalnya pernikahan sang anak, nyonya inara pun ikut merasakan nya, apalagi lintang sudah di anggap seperti putri kandung nya sendiri.


Kenyataan yang paling mengejutkan tentu lah kabar hamil nya Lintang. Entah dimitri benar atau tidak, tapi yang jelas hati nya sangat kecewa, lintang tidak bisa menjaga harga diri nya sendiri sebagai seorang wanita dan tidak bisa menjaga nama baik keluarga besar mereka.


"Kenapa mom bertanya padaku ?? Tanyakan langsung pada lintang kenapa dia bicara seperti itu!!"


"Atau jangan jangan kamu juga mencintai lintang ???"


Tiba tiba...


"MOM!!!"


Nyonya inara dan leo sontak melihat ke sumber suara..


"Kenapa bertanya seperti itu pada anak kita, hum ??" ternyata sumber suara itu berasal dari tuan peter, tanpa sepengetahuan istri dan putra nya, tuan peter mengikuti mereka sampai ke taman belakang dan sudah jelas diri nya mendengar semua yang keduanya bicarakan. Tuan peter tidak suka istri nya terus memojokkan sang putra yang menurutnya dalam hal ini tidak bersalah sedikit pun. Dan ini jelas murni kesalahan lintang.


"Aku hanya bertanya, lintang dan leo itu sepupu. Aku tidak ingin di antara mereka ada cinta!! Mereka itu keluarga, kenapa lintang bisa mencintai leo sementara hubungan mereka saja tidak akur, kan..!!"

__ADS_1


"Mom, aku tidak mencintai lintang!! Aku hanya mencintai Alexandra, kekasih ku sekaligus calon istri ku!! Jadi jangan tanyakan hal itu lagi padaku!!" tegas leo namun mendengar nama ale di sebutkan membuat nyonya inara memutar bola mata nya malas..


"Jangan kamu bahas nama itu disini!! Mom tidak ingin mendengar kamu menyebutkan nama wanita itu!!"


Leo tersenyum miris, "Suka atau tidak suka mom akan terus mendengar nama itu aku sebut. Dan satu lagi, aku yakin mom akan terkejut jika tau siapa alexandra sebenarnya.."


"Permisi Tuan..." Pembahasan mereka terhenti saat angga tiba tiba datang,


"Tuan, dokter obgyn dari rumah sakit pertama sudah datang..."


"Kamu memanggil dokter obgyn ??? Untuk siapa ??" Nyonya inara mengekor putranya yang sudah lebih dulu mengayunkan langkah m menuju ruangan di mana lintang, dimitri dan eyang putri berada.


"Aku tidak mau di periksa!! Aku tidak hamil!!" pekik lintang terdengar semakin histeris saat dokter obgyn sudah berada di ruangan itu. Beruntung dokter obgyn yang angga bawa seorang wanita..


"Jika kau memang tidak merasa dirimu sedang hamil maka tidak perlu takut untuk di periksa!! Kita semua hanya ingin tau kebenaran nya!!" Kembali ucapan leo membuat hati lintang teriris, perih. Air mata nya kembali luruh seketika..


"Apa kamu tidak kasihan pada mom bia, lintang..?? Kamu harus membuktikan jika kamu memang tidak hamil, maka kamu harus mau di periksa!! Jangan buat kedua orang tua mu semakin tersiksa dengan kelakuan mu ini!!" Kali ini nyonya inara ikut menimpali, sedih hati nya melihat adik satu satu nya masih belum sadarkan diri sampai sekarang...


"Baiklah!!" Lintang berdiri sambil menghapus kasar lelehan air mata yang masih membasahi kedua pipi nya... "Aku mau di periksa tapi dengan satu syarat..."


"Ck!! Tidak perlu membuat drama!! Jika memang tidak mau di periksa, yasudah!! Tidak perlu membuat syarat syarat segala, lagi pula hamil atau tidak hamil aku tak akan mau menikahi mu!!" Dimitri bangun dari duduknya. Pria itu merasa harga diri nya sudah di injak injak. Lintang, wanita yang beberapa waktu lalu masih mengisi hati nya kini telah menorehkan luka dan membuat nya sangat kecewa.


Kini tak ada kata maaf, bahkan Dimitri sudah bertekad tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan wanita itu.


"Hey. Kau mau kemana ??" Leo mencekal tangan dimitri saat pria itu berjalan melewati nya menuju pintu keluar


"Kau tidak berhak melarang ku pergi!! Urus saja sepupu mu itu, katanya dia mencintai mu!!" Dimitri tersenyum kecut mengingat bagaimana dengan lantang nya lintang mengatakan cinta pada leo.


"Tapi masalah ini belum selesai!!"


Dimitri menepis kasar tangan leo, "Bagi ku semua sudah selesai!!" Sungutnya dan langsung kembali berjalan keluar dari rumah eyang putri..

__ADS_1


"Angga!! Kau kejar dia, jangan sampai dimitri melakukan penerbangan kemana pun!!" pekik leo kembali memberi angga perintah...


Tak ada yang bisa angga katakan selain kata iya, apapun yang leo perintahkan angga akan selalu mengatakan satu kata itu..


"Dokter, cepat periksa dia!! Jangan sampai ada kesalahan sedikit pun!!" kini perintah leo beralih pada dokter wanita itu


"Baik, tuan.." jawab dokter obgyn cepat,


"Mom, temani anak perempuan mu itu!! Mom orang pertama yang harus tau kebenaran nya!!" Leo meminta mom inara untuk menemani lintang,


Dan ketiga wanita itu pun masuk ke dalam satu kamar yang lain..


Eyang putri terlihat sangat shock, wanita itu sampai bersandar di sofa. Entah apa yang di pikirkan nya, namun tatapan nya kosong. Sudah pasti kabar ini akan segera tersebar ke seantero negeri. Nama baik Djojohadikusumo yang di jaga nya selama lebih dari setengah abad itu harus tercoreng karena ulah salah satu cucu kesayangan nya.


"Eyang..." Leo menggenggam tangan eyang nya, pria itu kini sudah duduk di samping eyang putri...


Tiba tiba bulir kristal bening jatuh di sudut mata eyang...


"Bagaimana ini ?? Eyang harus berbuat apa ??" Terlihat sekali eyang sangat frustrasi... "Eyang harus mengatakan apa pada keluarga besar kita yang berada di Yogya ??"


"Ssstttt... Eyang tenang saja, ya. Leo janji lintang akan tetap menikah dengan dimitri!! Keluarga kita akan baik baik saja!!" Leo membawa eyang nya ke dalam pelukan, mencoba mengalirkan energi agar sang eyang tidak lagi bersedih hati...


Setelah menunggu beberapa saat, Dokter obgyn, lintang dan mom inara pun keluar dari ruangan itu...


Terlihat wajah lintang pucat pasi, raut ketakutan sangat jelas terlihat di wajah nya..


"Bagaimana, dokter ?? Cucu saya benar hamil atau tidak ??"


Nyonya inara membawa lintang untuk duduk di sofa, meskipun mom inara sudah tau hasil nya namun lintang harus mendengar secara langsung penuturan dokter tersebut. Dengan jelas nyonya inara melihat testpack bekas pakai lintang yang menunjukkan garis dua yang mana artinya anak itu memang positif hamil, terlebih saat lintang berada di kamar mandi dokter obgyn mengatakan dengan lantang bahwa kandungan lintang sudah menginjak 10 minggu..


"Benar nyonya, nona lintang tengah mengandung. Sebaiknya segera periksakan nona lintang ke rumah sakit agar bisa di lakukan berbagai tes yang lebih akurat, seperti usg, nyonya.."

__ADS_1


__ADS_2