Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 61


__ADS_3

Seorang pria tampan berwajah bule baru saja menginjakkan kaki nya di Tanah Air, Indonesia. Langkah panjang nya langsung menuju kendaraan roda empat berlogo "Double R" yang sudah di sediakan oleh keluarga Pierre untuk menjemputnya di bandara.


"Tuan Dimitri ??" tanya supir menunjuk dengan ibu jari nya sambil membungkuk hormat pada pria bule berpakaian seperti mafia yang berjalan ke arah nya..


Dimitri mengangguk, pria itu memang sedikit bisa berbahasa, nyonya bia dan lintang lah yang membantu nya belajar bicara bahasa indonesia.


"Silahkan, tuan.." supir itu pun membukakan pintu bagian belakang


Perjalanan dari bandara menuju rumah eyang putri membutuhkan waktu sekitar satu jam 15 menit. Dimitri yang tidak tau apa apa hanya menuruti saja permintaan calon istri nya yang meminta dia langsung menuju ke rumah singgah eyang putri. Mungkin disana akan membicarakan mengenai persiapan pernikahan mereka.


Gedung sudah di pesan, hari ini rencananya dimitri dan lintang akan melakukan fitting baju pengantin tahap akhir. Sebenarnya selama ini lintang dan juga dimitri berpacaran sudah selayak nya pasangan suami istri. Tinggal bersama di salah satu hunian mewah yang ada di Perancis. Bahkan kedua orang tua lintang pun tidak tau akan hal itu, mereka hanya tau lintang tinggal di apartemen milik nya.


Hari ini Dimitri memang hanya datang seorang diri, namun besok seluruh keluarga inti nya akan datang sebab 3 hari lagi pernikahan nya akan di selenggarakan. Pernikahan beda negara, tentu saja akan mengundang banyak media yang datang. Apalagi Dimitri bukanlah orang biasa, jabatan nya sebagai Dirut muda salah satu rumah produksi di perancis membuat nya banyak sekali di cari oleh para pewarta yang penasaran dengan kehidupan pribadi pria tersebut.


🌼


Sementara itu di rumah singgah eyang putri..


Waktu sudah menunjukkan hampir tengah hari. Beberapa keluarga sudah datang dan saling bersenda gurau di ruang keluarga bersama dengan puh sepuh mereka, yaitu tentu saja si cantik eyang putri.


Sementara lintang, dia mengurung diri nya di dalam salah satu kamar tamu di rumah tersebut. Dia enggan bergabung dengan keluarga nya sementara kondisi diri nya sedang tidak baik baik saja.


Notif di ponsel nya terus berbunyi. Para sahabat yang berprofesi sama dengan nya besok akan terbang ke tanah air untuk sama sama menghadiri pernikahan lintang.


Lintang menggeleng cepat kala terus membaca tiap tulisan temen teman nya di grup chat tersebut yang hampir ke semua tulisan itu berisi mereka sangat iri dengan nasib lintang yang begitu beruntung mendapatkan seorang pria seperti Tuan Dimitri. Walaupun usia mereka terlampau 10 tahun yang mana lebih tua dimitri dari pada lintang. Namun wajah dan penampilan tuan dimitri tidak menunjukkan bahwa dirinya sudah berada di usia kepala empat.


Tok. Tok. Tok.


Tiba tiba lamunan nya terhenti saat terdengar ketukan pintu dari arah luar...


"Non Lintang, di panggil eyang putri. Den Dimitri sudah datang..." panggilan dari luar itu mampu membuat degup jantung nya kembali berdetak tidak normal.


Lintang memejamkan kedua netra nya. Berusaha meyakinkan diri, memang inilah jalan terbaik. Membatalkan pernikahan sebelum semuanya terlambat.


"Apa Leo sudah datang, bi ??" teriaknya dari dalam sebelum membuka pintu kamar


"Belum, non. Katanya den Leo akan terlambat. Ada pekerjaan penting yang tidak bisa di tinggalkan.."


"Ck! Tega sekali dia. Padahal aku membuat acara pertemuan ini untuk diri nya.." Gumam lintang memandang sedih pantulan diri nya di depan cermin


Apa boleh buat. Eyang sudah memanggil, tanda nya ada atau tidak ada leo disana, lintang tetap harus keluar dari kamar itu..


"Nah, ini nih yang di tungguin dari tadi, calon mempelai wanita nya..." seseorang menyambut saat lintang datang dari arah dalam membuat semua pasang mata langsung tertuju padanya


"Sini, nak. Duduk di sebelah eyang.." Eyang putri menepuk sisi sofa tepat di sebelah nya.


Sementara ada satu orang yang merasa aneh dengan sikap wanita itu. Dia adalah Dimitri. Bagaimana tidak, biasanya lintang akan bergelayut manja bahkan terkadang tidak bisa melihat situasi, wanita itu tetap akan mendaratkan bibirnya di bibir tebal pria tersebut.


"Lihatlah calon pengantin pria nya, dia tidak berkedip sama sekali. Ck. Ck. .Ck.. Sungguh beruntung kamu, lintang. Ada laki laki seperti dimitri yang pandangan nya hanya fokus padamu..." Lagi lagi suara sumbang itu membuat telinga lintang terasa panas.


Wanita itu sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun, hanya raut dingin dan datar yang terlihat di wajah lintang..

__ADS_1


"Sepertinya ini sudah lewat dari jam makan siang. Katakanlah, nak. Apa yang ingin kamu bicarakan dengan kita semua ?? Apa kamu memerlukan bantuan kami untuk persiapan pernikahan kamu dan dimitri ??" tanga Eyang putri seraya menggenggam tangan cucu nya,


Hening...


Setelah eyang putri bicara tidak ada yang berani memotong, bahkan semua orang masih setia menunggu jawaban lintang sebab wanita itu hanya diam saja namun nampak jelas kebingungan di raut wajahnya


"Ada apa, sayang ?? Katakan saja.." Eyang sekali lagi bicara namun kali ini dengan kedua manik nya yang menuntut jawaban


"Aku ingin membatalkan pernikahan ku dan dimitri..!!"


Deg.


Semua orang nampak terkejut tidak terkecuali dimitri.


"Apa maksud kamu, sayang ?? Kenapa bicara seperti itu ???" Nyonya bia bangun dari duduknya lalu berjalan menghampiri lintang kemudian menjatuhkan bokong nya di sebelah sang putri


Lintang menunduk dengan manik yang sudah berembun, jangan di kira ini tidak sulit. Bagi lintang yang melakukan nya pun ini sangat sulit, dia tau pasti akan sangat menyakitkan bagi dimitri.


"Pernikahan ku dengan dimitri, aku batalkan!! Aku tidak ingin menikah dengan pria yang tidak kucintai..."


DUARRRR....


Bagai tersambar petir, ucapan lintang membuat semua orang membeku tak percaya..


PLAK..


Satu tamparan sukses mendarat di pipi wanita itu..


"Aku rasa anak itu sedang mabuk.. Biarkan saja, bu. Biar dia cepat sadar dan segera menarik kembali ucapan nya yang melantur itu!!" Sahut nyonya bia pada eyang putri


"Kamu jangan macam macam, Lintang!! Jangan membuat malu nama keluarga!!" Tuan Thomas ikut ambil suara, sama seperti sang istri, dia pun tidak terima dengan pembatalan yang putri nya katakan beberapa detik yang lalu itu


"Benar, dad. Aku tidak mencintai Dimitri!! Aku mencintai pria lain.." pekik lintang dengan deraian air mata yang sudah membasahi kedua pipinya..


Sementara dimitri hanya diam, bukan nya dia terima dengan yang di katakan lintang, tapi situasi nya masih panas, dimitri masih mencoba mengontrol emosi nya


"Bullsh*t!! Tidak mungkin kamu tidak mencintai dimitri sementara kalian sudah pacaran selama 3 tahun. Kenapa tidak kau batalkan saja sebelum rencana pernikahan ini di adakan, hah ??" Nyonya bia semakin menjadi. Dari sisi mana pun putri nya itu tetap salah dan nyonya bia bukan tipe orang tua yang akan membela anak nya walaupun sang anak tersebut salah.


Hikss.. Hiks..


Lintang menangis tersedu,


"Nyonya.. Tuan...." Panggilan dari dalam, suara itu berasal dari bi asih yang tak lain adalah asisten rumah tangga di rumah singgah eyang putri


"Ada apa, bi ??" tanya nyonya inara bangun dari duduknya,


"Itu nyonya, tadi bibi lihat di berita di tv. Katanya gedung yang di sewa untuk tempat pernikahan non lintang sudah di batalkan. Dan para wartawan saat ini sedang berada di kediaman tuan Peter, mereka menunggu konfirmasi soal pembatalan itu, tuan, nyonya..."


Lintang bagai seorang pesakitan, sekali lagi semua mata tertuju pada nya...


"Kamu benar benar gila, Lintang!! Siapa sebenarnya yang sudah membuat mu jadi seperti ini, hah ??" Nyonya bia kembali histeris sampai sampai dia bicara sambil menggoyangkan tubuh lintang cukup kencang

__ADS_1


Tiba tiba lintang mengacungkan jari telunjuk nya dan menunjuk ke satu arah...


"LEO....!!!" suara semua orang serempak menyebut nama seseorang yang berdiri di ambang pintu


"Apa maksudnya. Katakan!! Jangan terus diam, kau sudah membuat kami semua malu di hadapan dimitri...!!" Tuan Thomas kembali bicara


"LEO!! AKU MENCINTAI NYA!!"


Deg.


Dimitri menyunggingkan senyumnya saat tidak ada yang bicara lagi saking mereka terkejutnya dengan ucapan terakhir lintang


"Okay. Baiklah. Sekarang giliran ku yang bicara!!" Dimitri merubah posisi duduk nya jadi lebih tegak dan nampak sangat serius


"Aku tidak akan melarang mu untuk membatalkan pernikahan ini!!" ucap nya mengalihkan pandangan pada lintang..


"Aku juga tidak akan menuntut apapun dari kalian!!" kini beralih netra nya tertuju pada Tuan Thomas yang duduk di sebelah kanan nya..


"Tapi aku hanya ingin memberitahu bahwa kalian harus membawa putri kalian ini ke dokter Obgyn!! Periksalah.. Aku yakin di rahim nya saat ini ada benih ku yang sudah mulai tumbuh..." ucap dimitri dengan santai seraya tersenyum smirk pada lintang


Belum selesai keterkejutan mereka, kini ada lagi yang membuat semua nya semakin shock...


"APA ?? KAMU HAMIL ?? HAH ?? KAMU HAMIL LINTANG ???" Nyonya bia tidak bisa lagi mengendalikan emosi nya, mata nya membulat, deru nafasnya semakin memburu..


"TIDAK, AKU TIDAK HAMIL. DIMITRI KAU JANGAN BICARA SEMBARANGAN...!!"


Dimitri kembali tersenyum sambil melipat tangan di atas dada.. "Apa kamu yakin, sayang ?? Kamu tidak lupa kan dua bulan terakhir ini kita selalu berbagi peluh bersama dan itu hampir setiap hari. Apa itu wajar bagi wanita dewasa seperti mu, hum ??"


🌼


🌼


🌼


...VISUAL DIMITRI...





🌼


🌼


🌼



__ADS_1



__ADS_2