Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Part 43


__ADS_3

"Aku sudah di rumah.." Ale membalas pesan singkat leo dengan sangat singkat, dia tidak mau terlalu terlihat bucin padahal sebenarnya gadis itu sangat bahagia mendapat rentetan pesan yang membuat nya tersipu malu


Beep. Beep.


Sedetik kemudian suara pesan langsung masuk kembali di ponsel ale


"Akhirnya kamu membalas pesan ku. Syukurlah kalau sudah di rumah, aku hanya khawatir, maaf jika terlalu berlebihan..."


Ale sama sekali tidak terganggu dengan pesan yang di kirim leo meskipun begitu banyak, justru sebaliknya, ale bahagia dan semakin bertumbuh lah rasa cinta nya pada si raja hutan itu.


Ale tidak menyangka, sosok yang di kenal begitu dingin dan datar ternyata bisa sebucin ini, dan beruntung nya leo bucin pada diri nya yang juga merasakan perasaan yang sama dengan pria tersebut. Bayangkan jika ale memiliki perasaan pada leo dan ternyata pria itu malah menyukai gadis lain dan ale harus melihat betapa bucin nya leo pada gadis lain itu, pasti sangat menyakitkan sekali, membayangkan nya saja membuat ale sesak apalagi jika itu sampai benar terjadi.


"Bisakah aku memeluk mu lagi seperti tadi ??" ale membalas pesan leo, sungguh di saat suasana hati nya sedih begini pelukan leo yang seperti tadi saat di lift mampu membuatnya tenang, dada bidang itu mendekap tubuh nya seolah menjaga ale dari marabahaya yang mengancam nyawa nya. Dekapan nya sungguh hangat, namun yang paling ale ingat, harum tubuh leo begitu menggugah dan seolah menjadi candu bagi nya untuk menghirup lagi dan lagi aroma mask pria itu...


Drrttzzz.


Ponsel ale bergetar, leo langsung menghubungi ale saat pesan terakhir yang di kirim wanita nya sudah dia baca...


Ternyata sambungan itu sebuah vcall..


Ale menggeser tombol hijau di layar ponsel nya...


Ale tersenyum lebar saat melihat dari balik layar ponsel nya pria itu tengah berdiri dengan posisi merentangkan kedua tangan nya..


"Kamu sedang apa ??" tanya ale,


"Menunggu kamu memeluk ku!!" jawab leo dengan wajah innocent nya..


Ale kembali tersenyum namun kali ini di tahan nya,


"Sayang, besok aku jemput, ya!!" Leo kembali melangkah menuju ponsel nya yang tadi dia sandarkan di atas nakas kamar..


Ale menggeleng cepat, "Tidak usah, kita berangkat sendiri sendiri saja seperti biasa.."


"Kenapa ??" leo melipat bibirnya,


"Karena aku tidak ingin orang orang di perusahaan salah paham padaku, mereka pasti terkejut dan berpikir macam macam jika melihat kita jalan bersama.."

__ADS_1


"Tidak perlu memikirkan omongan orang, sayang. Itu melelahkan!!"


Ale kembali tersenyum, "Aku memikirkan mu. Aku tidak ingin kamu di cap buruk oleh bawahan mu karena menyukai aku yang hanya seorang montir.." ucap ale sengaja merendah, dia ingin tau apa jawaban leo...


"Aku tidak suka kamu bicara seperti itu!! Memang nya kenapa kalau kamu seorang montir, hem ?? Itu pekerjaan halal dan layak tentu nya. Jangan bicara seperti itu lagi, aku tidak suka..!!"


"Bagaimana aku tidak luluh padamu, bahkan saat marah pun kamu tetap merendahkan suaramu. Aku bisa apa selain jatuh cinta padamu, leo ??" batin ale menatap leo dengan kagum, sejak pertemuan nya pertama kali, leo tidak pernah meninggikan nada bicara nya. Selalu dengan pelan, lembut dan terdengar mesra..


"Tunggu.." Ale mengerutkan kening nya, menelisik kamar yang terlihat di layar ponsel nya.. "Kamu dimana ? Sepertinya itu bukan kamar di apartemen mu tadi ??"


Leo tersenyum lalu mengambil ponsel dan memindahkan kamera menjadi kamera belakang..


"PAK ANGGA ???" pekik ale tidak percaya dengan yang di lihat nya,


"Hai, Ale !!" Angga melambaikan tangannya sambil tersenyum ke arah kamera belakang benda pipih milik tuan nya..


"Sudah! Jangan tersenyum terlalu lebar!! Ingat dia sekarang kekasih ku!!" terdengar suara leo yang langsung memberi peringatan pada asisten nya, padahal maksud angga dia hanya ingin menyapa ale.


Ale kembali tersenyum mendengar omelan leo pada angga..


Sementara di sebrang sana angga sudah mendengus kesal, kalau tau akan jadi nyamuk di antara dua sejoli yang tengah di mabuk asmara itu, tentu angga tidak akan mau membukakan pintu apartemen nya untuk leo.


Angga si pemilik apartemen akhirnya memilih keluar dari kamar nya sendiri. Dia sudah tidak tahan melihat kebucinan leo, padahal kedua nya saja baru resmi berhubungan belum ada 24 jam. Namun sudah membuat dunia serasa milik berdua.


Kamera pun kembali leo posisikan ke kamera depan..


"Sayang..." panggil leo ketika melihat wajah ale yang sudah lelah dan sepertinya sebentar lagi akan ketiduran,


Hening...


Leo tersenyum kala mendengar hembusan nafas yang teratur dari kekasih nya. Benar saja, ale sudah tertidur tanpa sadar.


"Good nite, my love.." gumam leo lalu ikut naik ke atas tempat tidur, namun tentu nya tempat tidur milik sang asisten..


Leo berbaring miring lalu dia menyandarkan benda pipihnya itu di guling tepat menghadap ke wajah nya agar dia bisa terus memandangi sang kekasih hati sampai nanti nya dia pun akan tertidur...


🌼

__ADS_1


Pagi pagi sekali leo sudah siap menuju ke perusahaan nya. Setelan formal yang dia kenakan terlihat begitu cocok di tubuhnya yang nyaris sempurna tanpa celah. "good morning, sayang.." gumam nya pada foto alexandra yang dia jadikan wallpaper.



Oh ayolah, jangan tanyakan dari mana pria itu mendapatkan foto sang kekasih, tentu nya dari hasil curian diam diam yang dia lakukan kemarin saat di apartemen, ya, malam itu leo diam diam mencuri foto alexandra yang tengah tertidur, sambil tersenyum senang dia langsung menjadikan foto itu sebagai wallpaper di layar ponselnya...


Tok. Tok. Tok.


Angga mengetuk pintu kamar nya lalu membuka pintu itu sedikit dan memasukkan setengah kepalanya,


"Tuan, sarapan sudah siap.." Angga tersenyum cerah. Ada hal yang membuat angga berubah tiba tiba, yang tadi nya merasa keberatan dengan kedatangan leo yang pasti akan menyusahkan nya, namun semua rasa itu musnah saat tadi dia meminta angga untuk mengecek saldo rekening nya, betapa terkejutnya angga saat melihat saldo nya bertambah senilai 10 juta, ternyata tuan nya yang baik hati itu mentransfer uang tersebut untuk membayar biaya menginap nya tadi malam.


"Ah, jika tau begini aku tidak akan marah marah pada nya semalam. Pasti bonus yang di berikan lebih dari ini..." gumam angga dalam hati saat melihat saldo nya tadi,


Leo hanya mengangguk, lalu keluar dari kamar angga menuju ruang makan. Apartemen angga memang tidak sebagus dan semewah apartemen milik nya, namun leo sangat bersyukur di saat saat genting seperti semalam dia tetap memiliki tujuan untuk sekedar beristirahat.


"Hari ini apa ada jadwal meeting di luar perusahaan ??" tanya leo sambil menikmati sarapan pagi nya, satu lembar roti tawar gandum dan secangkir kopi hitam herbal tentu nya tanpa gula adalah menu sarapan pagi favoritnya. Angga sebagai asisten tentu sudah hafal dengan apa yang menjadi kebiasaan tuan nya. Maka nya angga selalu menyediakan kopi herbal di rumah nya untuk berjaga jaga jika tuan nya tiba tiba datang seperti tadi malam.


Leo tidak begitu suka makanan manis, dia cenderung menyukai makanan yang sedikit hambar dan minuman yang juga tidak pakai gula. Pria itu sangat menjaga kesehatan, karena dia tidak mau diri nya sampai sakit dan menyusahkan orang orang di sekitarnya, apalagi sekarang tanggung jawab nya sangat besar, menjadi seorang pemimpin perusahaan yang di pundak nya ada ribuan karyawan yang menaruh harapan pada perusahaan nya..


"Ada, tuan. Sebelum jam makan siang di hotel pramudia.." jawab angga seraya mengambil buku agenda milik nya yang berisi jadwal kegiatan sang pemimpin perusahaan..


Leo mengangguk pelan sambil berdoa dalam hati nya , semoga meeting hari ini cepat selesai sebelum jam makan siang, karena dia ingin makan siang bersama alexandra hari ini.


Setelah selesai sarapan, leo dan angga langsung berangkat menuju perusahaan dengan angga yang menjadi supir pribadi nya, seperti biasa.


"Tuan, itu sepertinya mobil tuan peter..." ucap angga saat tiba di perusahaan dan melihat mobil tuan besar nya terparkir di depan lobby...


"Astaga!! Apa lagi sekarang ???"


🌼


🌼



__ADS_1



__ADS_2