
Setelah memastikan bahwa leo memang tidak memiliki niat buruk padanya, ale bergegas mengikuti langkah pria itu masuk ke dalam sebuh ruangan yang ternyata adalah kamar.
Matanya berkeliling melihat desain kamar pribadi pria jangkung itu. Kamar yang di dominasi oleh warna putih dan coklat, meski tak terlalu banyak warna namun tetap terlihat elegan dan mewah.
"Aku akan mandi di kamar mandi lain." ucap leo pada ale setelah mengantarnya sampai ke depan pintu kamar mandi yang ada di kamar pribadi nya
Ale mengangguk, "Baik, tuan.."
Leo menatap ale tajam, seolah tidak suka ale terus menyematkan kata tuan di depan nama nya..
Ale menggigit bibir bawahnya, "Baik, Leo!!" ujar ale meralat ucapan nya
Leo mengusap rambut ale dengan lembut, "Good Girl!!"
🌼
Ceklek...
Pintu kamar terbuka, sontak leo yang sedang duduk di sofanya langsung menoleh...
Deg.
Leo tertegun, tanpa disadari leo menelan saliva nya melihat pemandangan yang tersaji di depan kedua mata lelaki itu..
"Tuan..." suara lemah lembut ale seketika mengembalikan kesadaran leo..
"Mom, nanti aku hubungi lagi!!" Leo berbicara di sambungan telepon nya. Tadi niat hati ingin langsung mandi dan membersihkan diri, tiba tiba saja mommy nya menghubungi dan memberikan berbagai macam pertanyaan yang inti nya kenapa leo belum juga pulang padahal sudah sangat larut. Apalagi saat ini di rumah utama tengah ada tante bia dan suami nya beserta putri mereka, lintang.
Leo meletakkan kembali gawainya di atas sofa.. "S H I T!!" leo merutuki kebodohan nya, menyesal karena tadi dia memberikan kemeja nya untuk ale pakai sebagai ganti bajunya yang basah. Padahal dia pikir ale tidak akan terlihat se-sexy itu.
Kemeja putih milik pria itu terlihat kebesaran membalut tubuh ale yang mungil. Surai nya yang sedikit berwarna pirang kontras dengan kulitnya yang putih di biarkan terurai begitu saja karena masih sedikit basah.
Sejenak leo terpaku, menatap ale begitu dalam dan penuh arti. Darahnya sudah berdesir sampai ke ubun ubun nya saat hatinya terus memuji kecantikan alexandra.
"Tuan..." lagi ale kembali memanggil leo, "eh, maksud ku. Leo!!"
Leo menghampiri ale,
"Katanya kamu mau mandi ??" tanya ale polos saat melihat leo masih dengan pakaian yang sama
"Ekhem.." Leo berdehem mencoba menetralkan kembali pikiran nya. "Ya, aku mandi sekarang!!" sahut leo yang langsung memakai jurus seribu langkah masuk kedalam kamar nya. Bahaya lama lama melihat ale dengan pakaian seperti itu.
Setelah leo pergi, ale pun duduk di sofa ruang tamu..
Kruukkkk..
Namun baru saja ale menjatuhkan bokongnya disana, cacing cacing di perutnya kembali bernyanyi lagi...
"Apa aku masak aja, ya!!" gumam ale,
Gadis itu pun segera berjalan ke dapur sambil menggelung rambut basahnya, lalu mulai mencari bahan makanan di dalam lemari pendingin milik pria itu...
Tiba tiba...
Prang...
Leo yang sudah selesai mandi dan memakai baju santai nya langsung berlari keluar saat mendengar suara benda terjatuh.
"Kamu sedang apa, hem ??"
Leo melihat ale berdiri di depan kompor sembari menunduk melihat panci yang mungkin tidak sengaja dia jatuhkan...
"Maaf..." Ale pun mengambil benda tersebut yang masih tergeletak di lantai...
"Aku mau masak..." sambung ale lagi dengan perasaan bersalah. Belum ada 10 menit leo meninggalkan ale, namun dapurnya sudah sangat berantakan...
__ADS_1
"Memang kamu bisa masak ??"
Ale diam seribu bahasa, memang dia tidak bisa memasak, tapi kalau hanya rebus merebus ale bisa melakukan itu. Saat dulu kuliah di jepang dan tinggal sendiri memang ale tidak pernah masak. Lagi pula makan nya pun tidak banyak, makan satu kali sehari bukan masalah untuk nya.
Leo kembali tersenyum "Ayo..." Leo membantu ale bangun lalu membawanya kembali ke sofa ruang tamu..
"Kamu tunggu disini, biar aku yang masak.." ucap leo dengan lembut, perlu di tekan kan, sangat amat lembut...
Leo segera memunguti satu persatu bahan makanan yang terjatuh, leo tidak marah, sama sekali tidak. Dia bahkan tertawa kecil melihat kekacauan yang ale buat di dapurnya. Ini pertama kali nya dapur yang selalu dia jaga kebersihan nya jadi seperti kapal pecah, semua bahan masakan berceceran di lantai..
Ya, bagaimana tidak berantakan, tadi saat mengambil bahan makanan itu, ale langsung mengambilnya dalam satu waktu. Menumpuknya hingga tinggi, dan saat ale berjalan menuju meja bar di dapur itu, semua bahan masakan akhirnya jatuh ke lantai dan mengenai panci hingga menjatuhkan panci tersebut.
🌼
Hanya butuh 30 menit, leo pun selesai dengan kegiatan memasaknya.
"Sempurna.." gumam nya setelah memberikan garnish irisan daun ketumbar sebagai sentuhan terakhir dari masakan nya. Sup Ayam Jagung Telur makanan sederhana yang leo masak spesial untuk alexandra. Semoga setelah memakan sup itu bisa mengembalikan lagi energi mereka berdua yang sudah terkuras habis hari ini.
Setelah menata masakan yang di buatnya di meja bar di depan dapur, leo lalu beranjak dari dapur menuju ruang tamu dimana alexandra berada...
Leo tersenyum kecil lalu masuk ke dalam kamar untuk mengambil sesuatu..
"Pasti dia sangat lelah..." gumam leo dalam hati nya seraya menyelimuti tubuh ale sampai ke batas dada dengan selimut yang tadi dia ambil dari dalam kamar nya,
Leo menatap lekat wajah ale, bulu mata nya yang lentik saling beradu, bibirnya yang berwarna merah delima tiba tiba membangunkan hasrat kelelakian nya..
Cupp..
"Astaga!! Apa yang aku lakukan!!" batin nya merutuki kelakuan nya yang sudah lancang mencium kening gadis itu...
Leo menggelengkan kepala nya berusaha untuk menepis pikiran pikiran kotor di kepalanya..
Tiba tiba...
Eughhhh...
Ale melenguh panjang...
"Leo.. Maaf aku ketiduran!!" Ale membetulkan posisinya, menutupi paha dengan selimut yang entah dari mana datang nya, lalu duduk kembali di sofa itu..
"Nanti lanjutkan tidurnya, sekarang kita makan dulu, ya." ucap leo kembali mengusap pucuk kepala ale
Leo mengajak ale untuk duduk di kursi bar di depan dapurnya..
"Wahhhh... Sepertinya enak.." mata ale berbinar saat melihat semangkuk sup yang menggugah seleranya..
"Hmmmm..." sambung ale saat menghirup aroma enak dari masakan leo
"Cobalah.."
"emmm, enak..!!" puji ale setelah memasukkan satu suapan sup ke dalam mulutnya.
Ale menatap leo dengan tatapan tidak percaya,
"makanan seenak ini apa benar leo yang membuatnya sendiri..."
Alexandra terus melahap makanan di depan nya, pun begitu dengan leo..
__ADS_1
"Mau lagi...??" tanya leo saat melihat mangkuk ale sudah bersih tak bersisa..
Ale mengangguk malu malu sambil cengengesan. Leo pun kembali bangun dan mengisi mangkuk kosong ale dengan sup tadi yang masih ada di dalam panci masaknya..
"Apa seenak itu ??"
"He'em..." sahutnya dengan mulut belepotan. Leo tersenyum lalu dengan perlahan mengusap ujung bibir ale yang sedikit kotor karena sisa sup nya dengan menggunakan ibu jari nya..
"Makan nya pelan pelan, sayang..." ucap leo tanpa sadar menyebut ale dengan sebutan sayang..
Deg.
Kembali jantung ale berdegup kencang...
Setelah selesai makan, ale berinisiatif untuk mencuci mangkuk dan beberapa peralatan masak yang tadi leo gunakan..
"Biar aku saja.."
"Kan kamu tadi sudah masak. Sekarang giliran aku yang bersih bersih..." ale mengambil mangkuk bekas makan leo beserta gelasnya ke wastafel..
"Memang kamu bisa, hem ??"
"Aku memang tidak bisa masak, tapi kalau mencuci piring aku masih bisa..." jawab ale seraya menggulung lengan kemejanya ke atas...
Tiba tiba...
Ting Tong...
Suara bel berbunyi..
"Tunggu ya, mungkin itu angga mau memberikan kunci motor kamu.."
Ale mengangguk pelan, lalu kembali melanjutkan mencuci piring nya..
Sementara leo langsung berjalan menuju pintu depan.
Crekkk...
Benar saja feeling leo, tanpa melihat dari layar intercom memang angga lah yang datang ke apartemen nya..
Angga langsung memberikan kunci motor ale pada leo,
"Ada apa dengan wajah mu ?? Kenapa tegang sekali!!" tanya leo saat melihat ada yang aneh dengan ekspresi wajah asisten pribadi nya
Tiba tiba...
"SURPRISE......"
Deg.
"LINTANG..."
🌼
🌼
Hayoo...
Kira kira apa yang akan terjadi sama ale dan leo yaa..?? 🤔
Jangan lupa like dan komentarnya ya gengs 🥰
Love you All 💜💜💜
__ADS_1