
Leo pun turun lebih dulu setelah salah seorang security membukakan pintu mobil untuk nya, pria itu langsung berjalan masuk ke dalam perusahaan meninggalkan sang asisten pribadi yang masih memarkirkan kendaraan...
"Dad..." Sapa leo saat sudah berada di lantai 35 tepatnya di ruang kerja pribadi nya. Ya, feeling leo mengatakan pasti dad peter sudah menunggunya disana.
Tuan peter tersenyum sambil menggelengkan kepala, membuat leo pun ikut menyunggingkan senyum nya pada sang kepala keluarga seraya mengusap usap tengkuk belakang lehernya,
"Duduklah. Aku tidak akan berlama lama.." ucap sang daddy yang sudah duduk di sofa,
Leo mengikuti perintah dan langsung duduk menghadap dad peter
"Aku sudah tau kejadian semalam, mommy mu menyuruhku untuk bertemu dengan gadis itu.."
Leo memejamkan kedua mata nya sesaat, merasakan debaran jantung nya yang begitu kuat karena takut akan kehilangan sang pujaan hati. Sebab alasan apalagi mommy nya menyuruh dad peter untuk bertemu alexandra jika bukan untuk meminta gadis itu mengakhiri hubungan mereka yang bahkan baru saja di mulai
"Tapi tenang saja, aku tidak akan meminta nya untuk mengakhiri hubungan kalian..." seperti tau akan keresahan yang di landa sang putra mahkota, dad peter langsung menyambung kalimat nya yang barusan
"Apa maksud dad ??" tanya leo bingung
"Lanjutkan saja hubungan kalian, aku ingin lihat seberapa kuat cinta kalian berdua. Apa kekasih mu itu akan tetap bisa bertahan dengan mu jika terus mendapatkan tekanan dari mommy mu yang keras kepala itu atau dia akan menyerah karena tidak sanggup menghadapi nya.."
Ya, sejak awal tuan peter memang tidak keberatan dan mempermasalahkan leo menyukai wanita yang kasta nya jauh di bawah dengan keluarga nya. Itu karena tuan peter yang terlahir dari keluarga belanda tidak terlalu memusingkan hal hal remeh seperti itu. Tidak menyangkal juga, bule bule biasa nya memang seperti itu, bukan ?? Mereka yang open minded tidak memikirkan harta dan tahta apalagi memikirkan pandangan orang mengenai harus seperti apa dan bagaimana bakal calon menantu nya kelak. Yang terpenting bagi tuan peter hanya kebahagiaan sang putra, mengenai siapa dan bagaimana gadis tersebut, selama putra nya bisa bahagia, tentu saja itu bukan masalah.
Leo mengembangkan senyum nya, merasa lega ternyata dad peter tidak sekeras sang mommy.
"Tapi izinkan aku bertemu dengan kekasih mu.."
Leo langsung mengangguk, "Tentu saja, aku akan membawa nya kemari.." ucap leo bersemangat seraya mengambil ponsel nya yang berada di saku jas yang dia pakai...
Dad peter menggelengkan kepala nya, "Sepertinya putraku ini memang harus di nikahkan sesegera mungkin!!"
Leo menghubungi angga, "Apa alexandra sudah datang ??" tanya leo di balik sambungan saat sudah terhubung
"Belum, tuan.." jawab angga di sebrang sana. Angga memang di perintahkan leo untuk menunggu kekasih nya di lobby, seandainya sang daddy datang bersama mommy inara maka angga akan langsung membawa alexandra ke tempat yang aman yang dimana mommy nya tidak akan bisa menemukan wanita nya tersebut..
"Baiklah. Kabari aku jika sudah datang.."
Setelah mengatakan itu, sambungan itu pun berakhir...
"Apa kau benar benar mencintai nya ??" tanya dad peter penasaran
"Ya, tentu saja. Aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelum nya!!" leo langsung menjawab pertanyaan itu dengan yakin
"Bagaimana dengan lintang ??"
Deg.
"Apa maksud dad tiba tiba membicarakan lintang ??"
Dad leo menarik satu sudut bibirnya, "Kamu pasti tau apa maksud ku!!" jawabnya dengan tatapan penuh misteri
"Jadi dad tau kalau dulu aku....."
Dad peter kembali menyunggingkan senyum "Aku itu orang tua mu, mana mungkin aku tidak tau apa yang putra ku rasakan selama ini!!"
Huh...
Leo menghembuskan nafas kasar nya, "Dad, aku memang menyukai lintang tapi itu sebelum aku tau jika dia ternyata sepupu ku. Perasaan ku pada nya melebur begitu saja sejak kehadiran alexandra di hidup ku. Aku sangat mencintai nya, dad. Dia mampu mengisi dan mengobati luka hati ku hanya dalam waktu beberapa hari saja.."
__ADS_1
Puk. Puk.
Dad peter menepuk nepuk bahu leo, "Dad bangga pada mu, nak!! Perjuangkan cinta mu sampai mommy mu menyerah dengan sendiri nya!!"
"Terimakasih, dad..."
Dad peter bangun dari duduk nya di ikuti oleh leo, "Aku tunggu di ruangan pribadi mommy mu.." ucap dad peter,
Setelah itu dad peter langsung keluar dari ruangan menuju lantai 20 di mana ruangan pribadi sang istri berada. Sementara leo turun ke lobby untuk menunggu sang kekasih hati disana.
"Tuan..." angga bangun dari duduk nya saat melihat tuan nya keluar dari lift..
Bruumm. Bruumm.
Leo menyunggingkan senyum nya kala mendengar suara knalpot khas dari motor alexandra. Dengan wajah yang berbinar dan penuh semangat, pria itu langsung berjalan keluar melewati angga dan beberapa karyawan yang merasa kebingungan, karena mereka baru kali ini melihat leo tersenyum begitu cerah. Biasanya wajah pria itu selalu serius dan jarang sekali menampilkan senyum selebar itu, hanya saat saat tertentu saja ukiran bulan sabit terbentuk di bibir pria tampan tersebut. Contoh nya jika CEO muda itu tengah menerima tamu, barulah senyuman tersebut bisa nampak namun tentu nya tidak selebar saat ini.
Leo yang tidak sabaran terus melangkah menghampiri alexandra yang bahkan belum turun dari kendaraan nya..
"good morning, sayang..." ucap leo berdiri di samping motor ale
Ale menggeleng cepat, "Astaga, jangan sampai ada yang mendengar..!!" batin ale, gadis itu was was dan langsung menoleh ke kiri dan ke kanan, panik takut ada yang mendengar ucapan leo barusan
Leo yang tidak mengerti jadi ikut menoleh ke kiri dan kanan bergantian seperti yang ale lakukan, "Ada apa ??" tanya nya tidak mengerti
Ale membuka helm nya, "Kenapa kamu kesini ??" tanya ale berbisik,
"Memangnya apalagi ?? Aku rindu..." jawab leo seperti orang yang sudah hilang akal, dia tidak perduli saat ini keduanya lagi lagi menjadi pusat perhatian..
Ale memejamkan kedua mata nya, "Sudah, kamu masuk duluan. Jangan menunggu ku!!" ucap ale, dia tidak mau wibawa leo sebagai pemimpin perusahaan jatuh karena nya. Meskipun ale sebenarnya bukan dari kalangan biasa, namun di perusahaan tidak ada seorang pun yang mengetahui identitas asli dirinya. Mereka hanya tau bahwa ale adalah karyawan yang di promosikan dari salah satu cabang di luar kota karena kemampuan nya yang luar biasa.
Leo menggeleng cepat, menolak perintah wanita nya.. "Daddy ku ingin bertemu dengan mu!! Ayo turun.."
Deg.
"Jangan bengong sayang, ayo turun..." Leo memegang tangan ale lalu membantu gadis nya turun dari motor. Belum kembali kesadaran alexandra, pria nya sudah membawa dia berjalan masuk ke dalam perusahaan dengan tangan ale yang terus di genggam erat.
"Siapa sebenarnya karyawan itu ?? Kenapa tuan leo begitu mengistimewakan nya ??"
"Jangan jangan mereka pacaran!!"
"Beruntung sekali montir itu bisa mendapatkan pria sempurna seperti tuan leo"
"Percuma cantik kalau kecantikan nya di pakai untuk menggoda pria.."
"Ahh.. Rasanya aku juga ingin di genggam erat seperti itu oleh tuan leo"
"Memang dia siapa sih ? Karyawan baru 2 hari sudah bisa menaklukan hati bos kita.."
Begitulah kira kira isi bisik bisik para karyawan leo saat dia dan alexandra berjalan melewati mereka. Meskipun leo mendengar dengan sangat jelas, namun dia sama sekali tidak menghentikan langkah nya untuk sekedar menegur para karyawan nya itu, sebab ada yang lebih penting saat ini,
Mungkin saja mereka masih shock dengan kenyataan bahwa primadona perusahaan raksasa itu ternyata sudah melabuhkan hati nya. Dan tidak ada lagi kesempatan untuk bisa menarik hati pria tersebut.
Dan jika perkataan mereka itu terulang kembali, maka leo pastikan akan memberikan mereka pelajaran agar tidak lagi bicara yang tidak benar mengenai alexandra.
Angga sudah lebih dulu menghentikan lift agar tuan dan calon nyonya nya bisa langsung masuk tanpa menunggu lagi pintu lift itu terbuka.
"Kenapa kita ke lantai 20 ??" tanya ale yang sudah tersadar dari lamunan nya,
__ADS_1
"Nanti kamu akan tau!!"
Dan hanya beberapa detik saja, lift sudah tiba di lantai yang di tuju...
"Angga. Kau lanjutkan saja pekerjaan. Minta aletta untuk siapkan berkas meeting hari ini dan jangan sampai ada yang tertinggal!!"
Setelah mengatakan itu, leo pun keluar dari lift bersama dengan wanita nya. Sementara angga langsung mengerjakan tugas yang di berikan..
Ale menatap sekeliling, "Ini dimana ??" tanya nya penasaran saat melihat seluruh sudut lantai itu terasa asing, seperti bukan berada di gedung yang sama.
Tok. Tok. Tok.
Tanpa menjawab pertanyaan ale, leo langsung mengetuk pintu sebuah ruangan dan tanpa menunggu jawaban dari seseorang yang ada di dalam ruangan tersebut pria itu langsung membuka nya..
Ale memaksa leo untuk melepaskan genggaman tangan nya yang sejak tadi tidak terlepas saat pandangan mata nya melihat sosok asing di hadapan nya..
Leo hanya tersenyum melihat wajah kekasih nya berubah tegang.. "Tenang saja sayang, ada aku di sini!!" bisik nya pada ale
Ale lalu membungkuk hormat, "Selamat pagi, tuan.." ujar ale setelah menetralkan degup jantung nya.
Tuan peter mengangguk lalu mempersilahkan alexandra untuk duduk,
"Ternyata kau memang keturunan ku. Pantas saja diri mu bisa langsung jatuh cinta pada gadis ini!!" ucap dad peter pada putranya. Bukan tanpa alasan dad peter berkata seperti itu, pria tua itu sudah bertemu dengan puluhan wanita yang menjadi kandidat kencan buta leonardo, namun baru alexandra lah yang hanya dari melihat wajah nya saja tuan peter bisa langsung tau bagaimana sifat dan karakter gadis tersebut. Selain cantik tentu nya, wajah alexandra pun menggambarkan bagaimana hati nya. Sorot mata tajam ale pun tidak terlepas dari perhatian tuan peter, meskipun terlihat ada luka yang begitu besar yang tengah ale sembunyikan namun tuan peter tau pasti bahwa ale adalah seorang gadis yang kuat dan pemberani.
"Siapa nama mu ??" tanya tuan peter
"Alexandra, tuan.." jawab ale tanpa memutus pandangan pada kedua netra berwarna hazel milik tuan peter
"Baiklah, aku tidak akan banyak bicara. Aku hanya ingin kamu tau bahwa aku merestui hubungan kalian. Dan aku harap kamu dan leo mampu melewati cobaan besar yang saat ini sudah menanti di depan sana!!"
Leo kembali tersenyum, sementara ale masih mencerna kalimat tuan peter. Gadis itu masih bingung dengan situasi saat ini, tiba tiba ale baru datang susah di kejutkan dengan leo yang menghampiri di parkiran, dan sekarang begitu cepat nya dia bertemu dengan ayah dari kekasih nya itu padahal hubungan mereka saja belum genap satu hari. Dan cobaan besar apa yang di maksud tuan peter itu..
Leo kembali menggenggam jemari ale, menautkan jari ale ke sela sela jari nya.. "Terimakasih, dad.." ucap leo mewakili ale yang masih terkejut
"Terimakasih, tuan..." Ale ikut mengucapkan terimakasih nya,
"Panggil saja daddy, tidak perlu pakai tuan segala, karena aku yakin seribu persen kamu pasti akan menjadi menantu ku!!"
🌼
🌼
Bersambung....
Mohon maaf gengs, otor belum bisa ngasih double up, tapi sebagai ganti nya otor panjangin bab 44 nya, ya 🤗
Jangan lupa like, komentar dan vote nya bestie 💜💜💜
🌟🌟🌟🌟🌟 juga jangan lupa ya, biar otor makin semangat 🥰🥰🥰
Sampai ketemu lagi besok di jam yang sama, jam kunti 👻👻👻
🌼
🌼
__ADS_1