Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 47


__ADS_3

Angga sudah menyiapkan berkas yang di perlukan untuk meeting padahal seharusnya itu tugas sekretaris tuan leo, yaitu aletta, namun angga bersikeras menggantikan aletta mengingat wanita itu tengah sakit.


"Kamu istirahat saja disini, nanti aku akan membawakan mu makan siang..." ucap angga lalu pria itu pun keluar dari ruangan nya untuk segera pergi meeting bersama dengan tuan leo tanpa memberikan kesempatan aletta menjawab ucapan nya..


Tok. Tok. Tok.


"Tuan, ini sudah waktu nya..." ucap angga setelah masuk ke dalam ruangan leo


Leo mengangguk lalu bangun dari duduk nya, "Baiklah, ayo. Kita harus cepat menyelesaikan meeting ini..." sahut leo sangat bersemangat, Leo melangkah keluar lebih dulu,


Ada senyum terukir kecil di sudut bibir pria itu kala melihat meja sekretaris nya yang kosong.. "Bagaimana keadaan aletta ?? Apa dia sudah baik baik saja ??" tanya leo yang kini berdiri di depan angga menunggu pintu lift terbuka


Deg.


Angga mematung, terdiam tidak langsung menjawab karena angga pikir tuan nya tidak tau bahwa diri nya tadi membawa aletta ke ruangan untuk mengobati cedera ringan di kaki wanita itu


Ting...


Pintu lift sudah terbuka, leo langsung masuk ke dalam sementara angga masih terpaku di tempat nya...


"YA!! Cepat masuk!! Aku tidak mau kita sampai terlambat..." pekik leo sambil menekan tombol lift agar pintu tetap terbuka


"M-maaf, tuan..." jawab angga, lalu sedetik kemudian asisten leo pun segera masuk ke dalam lift...


"Angga, apa kau tau istilah untuk menyebut seorang lelaki yang merebut wanita milik orang lain ??"


Angga yang berdiri sedikit di depan sang tuan pun menjadi bingung dengan pertanyaan leo yang tiba tiba itu...


"Maaf, tuan. Saya tidak mengerti..."


"Ck!! Kalau pelakor, kau tau tidak artinya apa ??"


"Oh. Kalau itu saya tau, tuan.. PEREBUT LAKI ORANG, benar kan ??" Angga tersenyum bangga saat berhasil memecahkan salah satu pertanyaan leo yang menurut nya sangat aneh,


"Nah, sekarang kebalikan nya. Jika yang di rebut wanita nya, istilah nya apa ??" tanya leo lagi dengan terus menahan tawa nya. Sungguh tawa nya hampir pecah saat melihat wajah sang asisten kebingungan seperti itu...


Ting..


Pintu lift terbuka,


Puk...


Leo menepuk bahu angga, "Jadikan itu PR!! Beritahu aku jika kau sudah tau jawaban nya!!" Leo kembali berjalan mendahului,

__ADS_1


Angga menggaruk kepala nya yang tidak gatal sebab pertanyaan tuan nya itu membuat dirinya bingung. Untuk apa tuan leo mempertanyakan sesuatu yang tidak penting seperti itu, rasa rasa nya ini semakin mengherankan...


🌼


"Nona Alexandra ???"


Ale terlonjak kaget saat ada seseorang yang berdiri tepat di belakang nya.


"Ya.." jawab ale singkat seraya menilisik dari atas sampai bawah seseorang itu..


"Nyonya Inara ingin bertemu dengan anda..."


"Nyonya Inara ??" beo ale bingung, pasalnya memang alexandra belum mengetahui nama dari ibu kekasih nya tersebut.. "Tunggu!! Bapak siapa ??" tanya ale pada pria bertubuh tambun yang memakai baju serba hitam layaknya seorang bodyguard..


"Nona tidak perlu tau siapa saya. Nona alexandra hanya perlu ikut saya untuk bertemu dengan nyonya inara.."


Ale menautkan alisnya, "Nyonya Inara ?? Memang nya dia siapa ??" tanya ale cuek, "Maaf saya tidak bisa karena ini masih jam kerja. Tolong katakan pada nyonya inara itu, jika memang penting tunggu sampai waktu nya istirahat makan siang. Saya akan meluangkan waktu.." Setelah mengatakan itu, ale kembali membalikkan badan nya dan mulai kembali dengan pekerjaan nya yang sempat tertunda tadi.


Memang sikap ale terkesan sombong, namun ale juga ada benarnya, dia yang tidak tau siapa nyonya inara itu pastilah langsung menolak ajakan bertemu dengan seseorang yang tidak di kenalnya apalagi ini masih jam kerjanya, masih ada sekitar 45 menit lagi sampai waktu istirahat tiba. Ale pun tidak mau menyianyiakan waktu barang sedetik, dia harus menyelesaikan pekerjaan ini sesegera mungkin, kalau bisa hari ini harus sudah rampung. Ale akan langsung membuat surat pengunduran diri hari ini juga.


Semalam alexandra sudah memikirkan matang matang, bahwa dia akan mulai belajar menjadi penerus di perusahaan daddy nya. Ale tidak mau sampai hasil jerih payah dad zack membangun dari Nol di rampas juga oleh ibu tiri nya yang jahat itu.


"APA ?? Gadis itu menyuruhku menunggu ??" pekik nyonya inara saat pengawal pribadi nya datang dan menyampaikan apa yang tadi ale katakan.


"Ternyata wajah nya tidak mencerminkan hati nya!! Angkuh sekali dia!! Apa dia tidak tau siapa saya ??"


Nyonya inara mengibas ngibaskan tangan nya tepat di depan wajahnya sendiri, menghadirkan sedikit angin yang mungkin bisa merendamkan wajahnya yang mulai terasa panas karena amarah. Bahkan AC yang dingin tidak mampu mendinginkan hati dan pikiran nya. Dia benar benar di ambang batas, karena tidak ada satu orang pun yang pernah memperlakukan nya seperti ini.


Nyonya inara dengan menggebu gebu bergegas keluar dari ruangan pribadi nya menuju basement dimana alexandra berada.


Dia tidak perduli lagi orang orang melihat nya dengan raut wajah yang bingung. Sebab nyonya inara baru kali ini tidak membalas senyum dari para karyawan nya, bahkan sapaan beberapa staf pun tidak di pedulikan nya.


EKHEM..


Nyonya inara sengaja berdehem kencang agar alexandra langsung mendengar suara nya. Namun yang terjadi, ale sama sekali tidak berbalik, dia terus fokus dengan pekerjaan nya.


EKHEM..


Untuk kedua kali nya nyonya inara berdehem, rahang nya mulai mengeras menandakan kemarahan nya sudah sampai puncak. Dan sekali lagi alexandra tidak menanggapi...


BUGH..


AHH..

__ADS_1


Nyonya inara memukul bahu ale, dan itu cukup keras membuat ale sampai meringis memegangi bahu nya seraya membalikkan badan..


Sambil mengusap usap bahu nya yang masih terasa panas, ale mengerutkan kening nya, memandang seorang wanita yang masih cantik dan terawat meski pun ale tau usia nya pasti sudah jauh di atasnya..


Ale reflek membuka kedua menutup telinga yang tadi dia pasang untuk mendengarkan musik sesaat setelah pria tambun itu pergi...


"Pantas saja dia tidak mendengar ku!!"


Setelah beradu pandang dengan wanita itu, ale mengalihkan pandangan nya pada pengawal pribadi itu..


"FIX!! Ini pasti yang nama nya nyonya inara!! Eh, tunggu.. Wanita ini seperti...."


"IKUT SAYA!!" seru nyonya inara dengan tatapan tajam, lalu berbalik berjalan cepat mendahului, lebih tepatnya bukan mendahului tapi meninggalkan ale yang masih berdiri sempurna di tempat nya..


"Nona, sebaiknya nona mengikuti perintah nyonya inara. Jangan sampai nona menyesal!!"


Ale menarik nafasnya dalam dalam. Gadis itu sudah tau siapa nyonya inara, ale sudah ingat kejadian waktu itu dimana leo memanggil wanita tersebut dengan sebutan mommy..


Ale melepaskan sarung tangan kerjanya dan meletakkan benda itu di atas kap mobil lalu mulai mengikuti langkah nyonya inara yang sudah jauh di depan..


"Kita kemana ??" tanya ale bingung saat jejak nyonya inara sudah hilang dari balik lift khusus..


Pengawal pribadi nyonya inara meminta ale masuk ke dalam lift yang pintu nya baru saja terbuka, pria tambun tersebut langsung menekan angka yang sesuai dengan lantai dimana nyonya besar nya berada..


"Lantai 20..?? Jangan bilang ruangan aneh yang aku datangi tadi pagi..??"


Sesampainya di lantai 20, pengawal itu pun langsung mengetuk pintu ruangan lalu mempersilahkan alexandra untuk masuk seorang diri.


Huh..


Ale menghembuskan nafasnya perlahan saat dirinya sudah masuk sempurna di dalam ruangan yang sama tempatnya bertemu tuan peter beberapa jam yang lalu...


"Permisi, nyonya.." ale membuka suara ketika tidak mendapatkan respon kehadiran nya dari nyonya inara. Wanita itu saat ini tengah berdiri di depan kaca jendela besar yang pemandangan nya langsung tertuju pada bangunan bangunan yang berdiri berdekatan dengan gedung perusahaan nya itu...


Nyonya inara berbalik, lagi lagi ale mendapat tatapan tajam dari nyonya inara, tatapan yang mengisyaratkan ketidaksukaan wanita itu terhadap dirinya.


"Oh, jadi ini maksud ucapan tuan peter tadi..."


🌼


🌼


__ADS_1




__ADS_2