Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 37


__ADS_3

Berbeda dengan tadi pagi, sore itu awan kelabu menutupi cahaya matahari yang hendak menyinari bumi. Tepat saat jam pulang, hujan turun sangat deras sekali, petir dan kilatan nya pun saling beradu seolah saling bersahut sahutan seakan akan menandakan betapa marahnya langit pada bumi...


Untuk sebagian karyawan yang memiliki kendaraan roda empat, derasnya hujan sama sekali bukan halangan untuk mereka kembali pulang ke rumah masing masing. Namun untuk alexandra yang menggunakan kendaraan roda dua, tentu nya hanya bisa menunggu sampai hujan sedikit mereda.


"Mau kemana ??" tanya davis pada ale, ya, saat ini di lobby davis bersama alexandra menunggu hujan sebab keduanya memang menggunakan jenis kendaraan yang sama.


"Kalau sudah reda, lo pulang aja duluan, vis. Gak usah nungguin gue ya..."


Ale kembali melangkah menuju tangga darurat, setelah menunggu hampir satu jam hujan yang tak kunjung reda membuat ale memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan nya. Dari pada waktu terbuang sia sia, lebih baik dia menyelesaikan apa yang bisa di selesaikan hari ini.


Ale pun kembali mengganti baju nya agar lebih aman dan nyaman dalam bekerja.


Di tempat yang lain...


Tidak terganggu dengan suara hujan dan petir yang begitu nyaring di luar, leo masih berada di posisi nya. Seperti yang di katakan sebelum nya, awal bulan adalah hari tersibuk bagi pemimpin perusahaan itu. Karena laporan laporan penting selama bulan lalu harus menjadi bahan diskusi dengan tuan peter alias daddy nya. Nanti nya mereka berdua akan sama sama mencari jalan keluar dari setiap masalah yang terjadi di kantor kantor cabang perusahaan tersebut.


Memang sudah tidak di ragukan lagi keprofesionalan kedua pria beda generasi itu. Leo yang usia nya terbilang masih muda untuk menjabat sebagai seorang pemimpin, mampu membuktikan bahwa dia layak untuk berada di posisi nya saat ini.


Begitu pun tuan peter, walaupun tuan peter sudah mewariskan seluruh harta kekayaan termasuk perusahaan raksasa itu pada sang putra, namun tuan peter sama sekali tidak lepas tangan. Jika ada yang perlu di diskusikan maka dengan senang hati pria itu akan membantu sebisa nya.


Angga sang asisten pun masih berada di ruangan nya, dia juga sedang membuat laporan mengenai hasil meeting hari ini. Sementara sekretaris leo, sudah pulang sejak beberapa menit yang lalu. Aletta memang tidak pernah di berikan waktu lembur oleh leo, bukan karena aletta tidak kompeten, namun leo memang melarang karyawan wanita di divisi manapun di perusahaan nya untuk bekerja lembur. Jika sudah waktunya pulang, maka harus pulang. Pekerjaan yang tertunda hari ini, maka di kerjakan keesokan hari nya. Begitu seterusnya...


Eughhh...


Leo melenguh, merentangkan kedua tangan nya lalu membunyikan buku-buku jari nya yang terasa pegal...


"Apa dia sudah pulang ??" Leo melihat jam rolex yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya, "Ya, pasti jam segini dua sudah pulang!!" gumam nya lagi sesaat ketika melihat waktu susah menunjukkan pukul 7 malam...


Leo berjalan menuju sofa untuk sekedar meluruskan tulang, pria itu lalu merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah, beristirahat sejenak sebelum kembali berkutat dengan pekerjaan nya lagi...


🌼


Kruukkkk...


"Ahhh..." Ale memegangi perutnya yang terasa perih. Lapar, ya sepertinya begitu. Apalagi dia tadi juga melewatkan makan siang nya, kalau bukan davis yang membawakan ale sepotong roti isi mungkin perut sampai saat ini perutnya masih kosong sejak pagi.


Ale pun menghentikan pekerjaan nya. "Jam 9, astaga!! Pantas saja aku lapar sekali, ternyata sudah malam juga.." gumam ale,


Setelah mematikan lampu dan merapikan peralatan yang tadi di gunakan nya, ale segera berganti baju. Mungkin hari ini cukup sampai disini, karena dia juga harus mengisi ulang tenaganya untuk pekerjaan besok yang tentu nya sudah menunggu.


"Ale.. Kenapa masih disini ??" Entah kebetulan atau bagaimana, hari ini sudah dua kali ale berpapasan dengan angga di lobby. Di sisi lain, Angga terkejut melihat ale keluar dari lift dengan raut wajah yang begitu lelah


Ale tersenyum, "Saya habis lembur, pak angga."


"Loh. Siapa yang menyuruh kamu lembur ??" tanya angga serius


"Astaga, kalau tuan leo tau alexandra bekerja lembur, bisa habis kepala bagian nya!!"

__ADS_1


"Tidak ada!! Saya hanya ingin menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. emm, terus sekarang pak angga mau kemana ?? Ko belum pulang juga ??" Tanya ale penasaran,


Angga mengangkat kantong plastik berisi makanan yang di pesan nya tadi secara online.. "Pesanan tuan leo.." sahut angga,


Deg.


"Jadi leo juga belum pulang..."


"Ya sudah. Saya duluan ya..." setelah berpamitan dengan angga, ale pun melanjutkan langkahnya ke depan perusahaan..


"Ya ampun!! Hujan nya awet sekali!!" gumam ale saat melihat di luar masih hujan. Walau tidak sederas tadi sore namun tentu nya tetap akan membuat ale basah kuyup jika di paksakan mengendarai kendaraan nya untuk pulang..


1 menit...


2 menit...


3 menit...


Hingga menit ke lima, hujan tetap turun seakan enggan untuk berhenti...


"Ya sudahlah. Terobos saja!!" Setelah menunggu dan hujan tidak juga berhenti, akhirnya ale memutuskan untuk nekad pulang. Perutnya yang lapar dan rasa lelah ingin cepat beristirahat membuat ale mau tidak mau pulang melawan jutaan tetesan air hujan yang turun.


"Mau kemana ??"


Deg.


Seseorang mencekal pergelangan tangan ale saat gadis itu tengah berancang ancang untuk berlari menuju kendaraan nya...


Mata elang leo yang tajam seakan masuk menerobos bola mata gadis itu membuat ale seketika mundur meski tangan nya masih di pegang oleh pria itu...


"Kamu mau kemana ??" tanya leo sekali lagi


"Sa-saya mau pulang, tuan..." jawab ale terbata sama sekali tidak fokus di tatap seperti itu oleh leo


"Aku antar!!"


"Hah ? Tidak perlu, tuan. Saya bisa pulang sendiri.." perlahan ale melepaskan tangan leo, dan dengan langkah seribu langsung berlari menuju motornya. Ale tidak membiarkan leo menahan nya lagi..


"Ck!! Kenapa di saat seperti ini kamu tidak mau menyala, hem !!" Ale susah payah menyalakan mesin motornya yang dingin karena di guyur hujan selama beberapa jam..


Deg.


Tangan ale kembali di pegang hingga membuat ale mendongakkan kepala nya lagi,


"TURUN!!" leo meminta ale turun dari motornya dengan penuh penekanan namun sama sekali tidak meninggikan nada bicaranya.


Gadis itu sudah basah, pun begitu dengan diri nya yang juga terkena guyuran hujan yang tiba tiba kembali turun dengan deras.

__ADS_1


"Tapi, tuan.."


Leo menatap tajam pada ale, hingga membuat gadis itu terpaksa kembali turun dari kendaraan nya..


Dengan langkah panjang nya, leo menarik tangan ale yang mengikutinya di belakang menuju ke mobil pribadi miliknya yang terparkir tepat di depan lobby perusahaan.


Leo melempar kunci motor ale pada angga yang tadi sempat dia tarik paksa dari kendaraan roda dua twrsebut. Tanpa tuan nya bicara, angga langsung mengerti. Pastinya tuan leo ingin angga yang membawa motor wanita nya itu.


Leo membukakan pintu penumpang dan menyuruh ale masuk hanya dari tatapan nya.


Setelah memastikan ale duduk dengan aman, leo berjalan cepat memutari mobilnya, lalu masuk dan duduk di jok pengemudi...


Melihat ale sudah gemetar karena kedinginan, leo pun langsung tancap gass. Entah kemana pria itu akan membawa ale..


Hanya beberapa menit saja, mobil leo sudah terparkir sempurna di depan sebuah gedung.


"Ini dimana, tuan ??" tanya ale dengan wajah pucat bahkan bibirnya sudah mulai kebiruan. Mungkin ini efek perutnya yang kosong, tubuhnya yang lelah di tambah dengan terkena dingin nya air hujan.


"Ayo, turun!!" Tanpa menjawab pertanyaan ale, leo mengulurkan tangan nya dan ale pun tanpa sadar menerima uluran tangan itu..


Leo melingkarkan tangan nya di bahu alexandra, membantunya berjalan karena ale begitu terlihat lemah dan tidak bertenaga...


Bip. Bip. Bip.


Setelah memasukkan enam digit nomor sandi di depan pintu unit miliknya, leo segera membawa ale masuk ke dalam..


Ale melihat sekeliling ruangan, "Tuan, ini dimana ??" tanya nya meminta jawaban pada leo


Namun setelah memposisikan alexandra duduk di sofa, pria itu malah masuk ke dalam sebuah ruangan...


Dan tidak sampai satu menit, leo sudah kembali menghampiri ale..


"Aku sudah menyiapkan air hangat untuk kamu mandi.."


Deg.


Reflek ale langsung menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.. "Tuan jangan macam macam, ya!! Saya bukan perempuan seperti itu!!" pekik ale emosi yang langsung bangun dari duduknya..


Leo menyunggingkan senyumnya, "Jangan berpikir macam macam!! Aku juga bukan laki laki seperti itu!!"


🌼


🌼


Jangan lupa Support otor ya gengs, like dan komentar kalian adalah penyemangat otor 🥰


__ADS_1




__ADS_2