
......Visual Lintang......
🌼
🌼
"Lintang ?? Siapa lintang ?? Apa dia kekasih tuan leo ??" ale terus bertanya tanya dalam hati nya. Ada rasa tidak rela menyelimuti hati dan pikiran nya saat membayangkan leo tengah berduaan dengan seorang wanita cantik dan sexy itu.
"Tapi kenapa wanita itu terlihat lebih tua dari leo ? Apa mungkin dia kakaknya leo ?? Eh tunggu tunggu.. Bukankah dia anak tunggal..!! emm, jadi kalau bukan kakak nya berarti kemungkinan besar wanita itu benar kekasih nya!!"
Deg.
"Kenapa aku terus memikirkan nya ?? Ck!! Sudahlah alexandra lebih baik sekarang lanjutkan pekerjaan mu..!! Lebih cepat selesai akan lebih bagus kamu jadi bisa cepat pergi dari perusahaan ini!!"
Ting...
Pintu lift terbuka...
"Ale ??"
"Pak angga..." ucap ale saat pintu lift terbuka di lobby berpapasan dengan angga yang baru saja akan masuk ke dalam lift.
"Pak angga ko disini ??" tanya ale saat angga masuk lift
"Ah, iya. Itu aku baru saja mengantarkan client pergi.." Ya, angga memang baru selesai meeting dan pria itu juga baru mengantarkan client sampai ke depan gedung perusahaan.
"Oh ya, pak angga. Apa asisten yang saya minta kemarin sudah ada disini ??"
"Maaf ale, tuan leo tidak jadi mengizinkan Iwan untuk menjadi asisten mu.."
"Hah ? Tapi kenapa ? Bukan nya kemarin dia bilang tidak masalah..."
"Iya, karena kemarin tuan leo mengira kamu tidak akan lagi mengundurkan diri, Alexandra.." gumam angga namun hanya dalam hatinya saja..
"Mohon maaf, ale. Saya tidak bisa menjelaskan alasan secara detail.."
Ting...
Pintu lift kembali terbuka di lantai paling dasar...
Ale mengangguk pasrah.. "Oh, yasudah kalau begitu saya duluan ya, pak angga..." ale pun keluar dari lift lalu kembali melajukan langkah nya dengan lesu..
"Berarti selama tiga hari kedepan aku pasti lembur terus!! Jangan cengeng ale. Kamu pasti bisa!!" Ale menyemangati diri nya walau menurutnya pun mustahil jika dalam tiga hari ini bekerja seorang diri
"Hai. Ale. Ko baru datang ??" Baru saja ale tiba di tempat nya, seorang rekan satu satu nya yang ale kenal langsung menyapa...
"Hai, vis.." Ale menoleh sebentar sambil tersenyum "Iya, tadi dari ruangan tuan leo..." jawab ale jujur..
__ADS_1
Kedua alis davis saling bertaut.. "Ke ruangan tuan leo ?? Wah, hebat sekali kamu, padahal tidak sembarang orang loh yang bisa kesana.."
Ale kembali menjawab hanya dengan senyuman kecilnya..
"Oh, ya. Vis, boleh minta tolong nggak ??" tanya ale,
"Dengan senang hati.." Davis tersenyum cerah menatap ale begitu lekat, namun yang di tatap nya sama sekali tidak mengerti arti tatapan itu apa
Setelah memastikan davis tidak sibuk dengan pekerjaan nya, ale pun meminta davis untuk membantu nya melakukan pengecekan ulang di kendaraan baru yang tengah ale periksa.
Hingga sampai jam makan siang kedua nya masih di sibukkan dengan pekerjaan yang sebenarnya tidak berat namun amat sangat rumit sekali, pekerjaan yang bukan mengandalkan otot namun harus menggunakan kerja otak secara maksimal.
"Vis, lo istirahat saja dulu. Ini biar gue lanjutkan.." ucap ale menghampiri davis yang ada di dalam kendaraan itu
"It's okay, ale. Gue juga belum laper ko.." sahut davis tanpa menghilangkan senyum di wajahnya..
Begitu pun ale, dia selalu membalas senyum davis karena memang ale sangat bersyukur meskipun hanya davis yang baru ale kenal namun pria itu begitu baik padanya dan rela membantu pekerjaan nya saat ini..
🌼
Di lain tempat...
"Kenapa kamu tidak makan ??" tanya lintang pada leo yang sejak tadi begitu sibuk membuka dan memeriksa tiap lembar laporan yang ada di meja kerjanya..
Hening...
Leo tidak menjawab..
Deg.
Lagi lagi lintang di usir dengan ketus oleh leo. Sedih, tentu saja. Sejak hari itu sikap leo menjadi lebih dingin dan seolah risih jika ada lintang di dekat nya. Leo tidak pernah melihat lintang lebih dari lime detik. Tatapan leo begitu dingin dan terlihat membenci.
Lintang menyudahi sarapan terlambatnya lalu berjalan ke arah meja kerja leo...
"Aku datang hanya ingin memberikan ini..." Lintang meletakkan sesuatu di atas meja tepat dimana pandangan mata leo tertuju
"Aku akan sangat kecewa jika kamu tidak datang ke pernikahan ku, nanti!!"
"Ya, aku pasti datang!!" Jawab leo seraya menyingkirkan undangan itu ke sisi meja yang lain tanpa melihat lintang barang sedetik.
Lintang merasakan sesak yang entah kenapa setiap melihat leo dia selalu merasa sedih akan sikap pria itu padanya..
Setelah memberikan surat undangan pernikahannya, lintang pun pergi dari ruangan leo.
Leo menekan tombol intercom untuk memanggil angga..
Tok. Tok. Tok.
"Iya, tuan.." Angga langsung datang ke ruangan dalam hitungan detik
__ADS_1
"Panggilkan alexandra ke ruangan ku lagi!!"
"Baik, tuan.." tanpa banyak bertanya, angga lalu berjalan kembali menuju pintu
"Eh, tunggu!! Biar aku saja!!" Leo berubah pikiran dalam sekejap, niat awalnya dia ingin angga yang memanggil ale, namun dia yang di landa rindu yang tiba tiba langsung bangun dari duduk nya, rasanya dia tidak sanggup jika harus menunggu ale datang sendiri ke ruangan nya..
"Dan tolong panggil OB untuk membersihkan itu.." leo menunjuk dua piring nasi goreng, yang satu masih utuh dengan plastik wrapping yang menutupinya sementara piring yang lain sudah terbuka karena di makan lintang tadi..
"Baik, tuan.."
🌼
Baru saja leo keluar dari lift dia sudah di suguhkan pemandangan yang membakar hatinya. Beberapa meter dari tempatnya berdiri, leo melihat alexandra tengah tertawa lepas dengan seorang pria.
Leo mengingat ingat siapa nama pria itu,
"Davis..."
Terlihat dengan jelas, ada kecemburuan yang terpancar dari sorot mata leo..
Deg.
Saat tiba tiba ale menoleh dan melihat ke arah leo dalam beberapa detik waktu terasa berhenti, dan dua pasang mata yang berpandangan dengan sorot yang sulit di artikan.
Namun ale dengan cepat mengalihkan pandangan nya lagi. Dia tidak mau menaruh hati pada pria yang salah untuk kedua kali nya. Dulu dengan yuta, ale tidak tau bahwa pria itu sudah berpacaran dengan yurika, sahabat baik nya bahkan sebelum yurika mengenalkan yuta pada nya.
Dan sekarang, ale sudah melihat kekasih leo yang terlihat sangat jauh berada di atas ale. Bukan ale rendah diri, namun pria mana yang tidak akan jatuh hati pada wanita seperti lintang. Wanita itu memiliki penampilan luar yang nyaris sempurna, cantik, sexy, berkulit putih dan tentu nya seorang wanita feminim yang tidak seperti ale yang terlihat dari luar saja seperti seorang laki laki.
"Kenapa dia tersenyum lebar pada pria itu sedangkan padaku dia menutup rapat mulutnya. Jangan kan menyapaku, tersenyum saja tidak..." batin leo terus menatap ale begitu dalam dari jarak beberapa meter
Leo masih terpaku menahan emosi melihat ale bercengkrama dengan lawan jenisnya.
"Tuan..." Angga membuyarkan lamunan leo..
"Ini sudah jam makan siang. Tuan, mau saya pesankan makanan atau makan di luar ??"
Tanpa menjawab, dengan membuang nafas kesal leo langsung melengos pergi dari sana. Hati nya sudah tidak tahan lagi jika berlama lama ada disana...
"Dia benar benar tidak paham atau memang sengaja memancing emosiku!!" gerutu leo yang masih bisa di dengar asisten nya. Dan seketika itu juga angga menahan senyum nya, lucu sekali melihat tuan nya itu jadi serba salah...
"Seharusnya jika suka katakan saja langsung, kenapa malah menyusahkan diri sendiri !!"
🌼
🌼
__ADS_1