
Hari berikutnya...
Kesadaran tuan zack sudah kembali sejak semalam. Dan yang di cari nya pertama kali tentu saja Evelyn, putri kandung nya yang sangat dia rindukan.
Namun harapan nya pupus saat istri dan anak nya yang lain ternyata ada di ruang perawatan nya. Entah siapa yang memberitahu, mungkin saja sang asisten pribadi nya, damar.
"Kamu pulang saja, Sofi!" Tuan zack dengan suara lemah mencoba mengusir istri nya
"Tidak, zack. Aku akan di sini sampai kamu sehat kembali.."
Tuan zack tersenyum getir, dan tidak mau membalas lagi ucapan istri nya itu
Sreekkk!
Suara pintu terbuka..
"Tuan..."
Damar datang ke ruangan dengan dokter bedah jantung yang menangani tuan nya.
Tuan zack memang meminta damar untuk menyelesaikan administrasi dan meminta dokter untuk memindahkan nya ke rumah sakit besar yang ada di Jakarta. Rumah sakit tempatnya dulu melakukan operasi pemasangan ring di jantung nya.
"Semua sudah siap, tuan.." sambung damar lagi.
"Baiklah. Damar, kau ikut aku di ambulance.!!"
Nyonya sofi sampai melotot mendengar permintaan suami nya.. "Zack. Kenapa harus damar ? Aku kan istri mu. Seharusnya aku yang menemani mu di dalam ambulance." Tentu saja nyonya sofi tidak terima dengan ucapan suami nya tadi,
Tuan zack memalingkan wajah nya "Ada urusan pekerjaan yang ingin aku bahas dengan damar!!" ucap nya tanpa menoleh ke arah sang istri
"Tapi dad, aku dan ibu bagaimana ??"
"Kalian pasti kesini dengan supir, kan ? Pulanglah lebih dulu, tidak perlu ke rumah sakit lagi!" Tuan zack memberi tidak ingin melihat istri dan putri kedua nya tersebut.
Setelah cukup lama, tuan zack pun di bawa menuju ambulance, nyonya sofi dan putri nya tidak bisa berbuat banyak, akhirnya mereka berdua pun kembali lebih dulu ke Jakarta.
"Damar, dimana evelyn ku ??" tanya tuan zack di dalam ambulance
__ADS_1
Damar diam membisu. Dia juga tidak tau dimana nona nya itu berada.
"Kau itu bodoh sekali, damar!! Kenapa tidak menjaganya.." tuan zack merutuki kebodohan asisten nya yang lalai dan membuat putri nya itu kembali pergi
Tiba tiba..
Deg!
Tuan zack dan damar menatap tidak percaya seseorang yang tiba tiba naik ke dalam ambulance..
"My Evelyn.." tuan zack yang berdarah campuran inggris indonesia itu langsung tersenyum cerah melihat sang putri sudah duduk di samping hospital bed nya,
Tuan zack mengulurkan satu tangannya yang masih terpasang selang infusan, sebab tangan itulah yang paling dekat dengan posisi duduk putri nya
Ale hanya menatap datar daddy nya. Sebenarnya ingin sekali ale memeluk daddy nya, namun rasa sakit hati nya yang begitu dalam membuat ale mengurungkan keinginan nya.
Hanya ada keheningan di dalam mobil ambulance tersebut, hingga satu jam kemudian mobil itu sudah masuk ke halaman rumah sakit.
Ale dan damar terus mendampingi tuan zack hingga sampai di ruang naratama, tempat tuan zack biasa nya di rawat jika jantung nya kambuh.
Saat ini tuan zack sedang tidur karena pengaruh obat yang dokter berikan sesaat setelah tiba di rumah sakit tersebut.
Damar menurut, tentu saja dia akan selalu seperti itu pada ale.
"Damar, apa daddy mengganti mobil nya yang biasa digunakan oleh nyonya sofi dan vanya ??"
"Tidak, nona. Kenapa ?"
Ale langsung terdiam mengingat ingat kejadian tadi. Ya, saat ale kembali ke rumah sakit, dia melihat nyonya sofi dan putri nya yang bernama vanya keluar bersamaan lalu naik ke sebuah mobil dan pergi meninggalkan rumah sakit.
Sebenarnya itu kejadian yang biasa, namun yang mengganjal bagi ale adalah saat naik ke mobil tersebut nyonya sofi duduk di kursi depan di sebelah pengemudi. Rasanya tidak mungkin wanita itu mau duduk bersama supir. Secara di mata nya manusia itu berbeda. Kesenjangan sosial menjadi faktor pembeda bagi wanita itu.
"Kenapa nona ? Apa ada yang salah ??" tanya damar lagi karena melihat ale seperti orang yang kebingungan
"Oh. Tidak. Mungkin aku salah lihat. Yasudah aku masuk dulu..." Ale pun kembali masuk meninggalkan damar.
🌼
__ADS_1
"APA ? Karyawan itu mengundurkan diri ??" seorang pria yang mendapat sambungan telepon dari kantor cabang langsung memekik tidak percaya.
"Bagaimana bisa ??"
"Cepat hubungi karyawan itu lagi, katakan pada nya tuan leo ingin bertemu langsung di kantor pusat sekarang juga!!"
Sambungan itu pun berakhir.
"Astaga!! Kenapa bisa begini ? Bagaimana kalau tuan leo tau, bisa gawat ini !!"
"Apa yang gawat ??"
Deg!
"Tuan...," Suara seseorang itu tercekat ketika melihat tepat di pintu ruangan nya ada leo atasan nya.
Leo pun masuk ke dalam ruangan asisten pribadinya. "Ada apa ? Kenapa wajah mu tegang seperti itu ??" pertanyaan dari leo yang semakin membuat Angga gugup. Ya, pria itu bernama angga, menjabat sebagai seorang asisten pribadi leo. Angga sudah mendampingi leo sejak beberapa tahun lalu. Bahkan angga di pilih langsung oleh tuan Louis Peter, ayah dari tuan leo sekaligus pemilik dari perusahaan raksasa tersebut.
"Tidak tuan. Tidak ada apa apa. Hanya masalah kecil saja."
"Baiklah. Aku kesini hanya ingin mengatakan bahwa hari ini aku akan pulang cepat. Tidak perlu mengantarku, biar supir kantor saja. Kau kerjakan pekerjaan yang tertunda."
Angga mengangguk cepat "Baik tuan.."
Leo pun segera keluar dari ruangan asisten nya menuju lift yang tidak jauh dari ruangan tersebut.
Setelah itu dia masuk ke dalam lift itu seorang diri, list yang hanya di khusus kan untuk orang orang penting di perusahaan.
Saat leo keluar dari perusahaan tersebut, semua karyawan memberi hormat dan sedikit membungkuk pada pria gagah dan tampan tersebut.
Leo pun segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu nya tepat di depan lobby perusahaan.
"Langsung pulang saja, pak.." ucap leo pada sang supir
Kendaraan itu pun melesat menembus kemacetan lalu lintas siang itu.
Hanya butuh 30 menit sampai akhirnya mobil yang membawa leo tiba di kediaman mewah dan super besar nya.
__ADS_1
Leo langsung di sambut oleh mommy nya di depan pintu..
"Aduh kamu lama sekali sih, mommy kan udah nunggu dari tadi.." baru saja leo turun dari mobil nya, tapi sang mommy, nyonya inara sudah merepet dan membuat pria tampan itu menarik nafasnya dalam dalam..