Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 46


__ADS_3

Tok. Tok. Tok.


Pintu ruangan leo di ketuk dari luar,


Crekk...


"Tuan, saya minta maaf. Saya terlambat, ban mobil saya bocor..." Aletta dengan nafas yang masih tersengal sengal langsung menjelaskan alasan nya kenapa hari ini dia terlambat datang...


Leo kembali melihat jam di pergelangan tangan nya, pukul 9 lebih 30 menit, Aletta sudah terlambat satu jam setengah dari waktu yang seharusnya...


"Baiklah. Siapkan berkas meeting hari ini, jangan sampai ada yang tertinggal..." Untuk kali ini leo memaklumi, lagi pula aletta belum pernah terlambat sebelum nya. Jadi memberikan sekretarisnya kesempatan kali ini sepertinya tidak masalah.


"Terimakasih, tuan.." Aletta setengah membungkuk lalu kembali berbalik berjalan menuju pintu, namun ada sepasang mata yang terus memperhatikan gerak langkah aletta yang terlihat aneh...


"Bagaimana dengan pembangunan cabang kita yang di Manado ?? Apa semua berjalan sesuai rencana ??"


Hening...


Pertanyaan leo tidak langsung di jawab oleh asisten nya yang terlihat melamun dengan terus menatap pintu ruangan yang sudah tertutup..


Leo mengikuti kemana arah pandangan angga,


"Apa ada sesuatu di pintu itu, Mr. ANGGA!!"


Deg.


Mendengar tuan nya bicara dengan penuh penekanan, angga pun kembali tersadar dari lamunan nya, "Maaf, tuan..."


"Sepertinya ada yang sedang mengganggu pikiran mu ??"


Angga terlihat kikuk, namun sebagai sesama lelaki leo tau betul dengan sikap angga saat ini.


Leo tersenyum kecil, "Pergilah!! Tuntaskan rasa penasaran mu!!"


Tanpa pikir panjang, angga langsung keluar dari ruangan tuan nya...


Sementara leo menggelengkan kepala nya menatap sang asisten yang pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun pada nya..


"Apa jatuh cinta selalu membuat orang terlihat sebodoh itu ??" tanya leo dalam hati nya sambil menatap punggung angga yang sudah menghilang dari balik pintu ruangan

__ADS_1


"Nona aletta, ke ruangan saya sekarang!!" setelah keluar dari ruangan pribadi sang tuan, angga langsung meminta sekretaris tuan nya itu untuk datang ke ruangan nya...


"Baik, pak..." jawab aletta


Angga terus memperhatikan aletta, "Kaki mu kenapa ??" tanya angga saat aletta sudah berada di ruangan nya,


"Oh, ini... Tidak apa apa pak, hanya terkilir sedikit.." jawab aletta dengan wajah sedikit meringis menahan nyeri


Angga mengerutkan kening nya, pantas saja aletta kesusahan saat berjalan, ternyata gadis itu terluka...


"Duduklah..." ucap angga pada aletta, meminta gadis itu untuk duduk di sofa ruangan nya.


Ruangan leo 3 kali lipat besarnya dari ruangan angga, namun ruangan asisten pribadi nya itu juga di sediakan satu sofa, yakni sofa panjang yang langsung menghadap ke pintu ruangan. Leo sengaja memberikan angga satu sofa panjang untuk berjaga jaga jika sewaktu waktu angga lembur dan kelelahan, asisten nya itu bisa sedikit beristirahat merebahkan tubuhnya di sofa tersebut sebelum kembali melanjutkan pekerjaan.


Sekali lagi ini membuktikan Leo bukanlah pemimpin yang kejam, apalagi selama ini angga banyak membantu pekerjaan nya jadi sebisa mungkin leo memberikan fasilitas fasilitas yang cukup untuk asisten nya tersebut agar pria itu tidak berpikir untuk berhenti bekerja di perusahaan nya.


Namun sebenarnya tanpa leo memberikan fasilitas tersebut pun angga sudah pasti betah bekerja menjadi asisten nya karena selama ini leo tidak segan segan memberikan nya bonus berupa uang yang nominal nya paling sedikit saja 10 juta, seperti tadi pagi...


Aletta menurut tanpa bertanya, jujur saja memang duduk jauh lebih nyaman bagi diri nya. Karena saat berdiri dia harus menopang tubuhnya dengan satu kaki, sebab kaki nya yang lain saat ini masih terasa sangat nyeri..


Angga membuka jas nya, lalu menutup bagian paha aletta yang terpampang nyata yang hanya tertutup rok span di atas lutut dengan jas nya tersebut...


"Pak...." Aletta terkejut saat kedua kaki nya di angkat oleh angga dan di letakkan di kedua paha pria itu...


Angga membuka satu persatu high heels yang masih menempel di kedua kaki aletta...


"Auchhh.." Aletta mengaduh saat jari jemari angga menyentuh bagian pergelangan kaki sebelah kanan nya yang terlihat lebih besar dari kaki yang lain..


"Kaki mu bengkak..." angga menoleh sekilas pada aletta, "Kenapa bisa seperti ini ??" sambung nya lagi


Aletta pun mulai bercerita kejadian beberapa waktu lalu. Mobil miliknya tiba tiba bocor ban karena terkena paku, untung saja saat itu keadaan sedang macet, jadi tidak membahayakan diri nya atau pengendara lain, Aletta pun segera menghubungi bengkel langganan, butuh waktu lebih dari 30 menit gadis itu menunggu tukang bengkel nya datang, karena di rasa perbaikan nya akan memakan waktu akhirnya aletta memilih untuk memesan taksi online, keadaan pagi itu semakin macet, membuat aletta turun di pertigaan jalan yang sudah tidak jauh dari perusahaan tempat nya bekerja tersebut, gadis itu berpikir jika terus terjebak macet di dalam mobil maka dia akan semakin terlambat. Jadilah dari pertigaan itu aletta berlari dengan high heelsnya, dan naas nya karena jalanan yang tidak rata membuat kaki nya masuk ke jalanan berlubang. Alhasil kaki kanan gadis itu terkilir.


"Kenapa tidak menghubungi ku ??" tanya angga


Aletta kembali di kejutkan dengan pertanyaan angga.. "Hah... Bagaimana ??" tanya aletta bingung


"Sudahlah. Kamu tunggu di sini. Aku akan meminta o.b untuk mengambilkan es batu untuk mengompres kaki mu itu.." Angga meletakkan kaki aletta di atas sofa lalu menelepon bagian office boy


"Tidak perlu, pak angga. Ini tidak apa apa.." aletta berusaha untuk menurunkan kaki nya lagi, namun belum sempat kaki nya turun sempurna gadis itu sudah kembali mengaduh kesakitan..

__ADS_1


Angga menggelengkan kepala nya, "Pulang nanti, aku yang akan mengantarmu!!"


Deg.


Aletta kembali di buat bingung dengan sikap aneh asisten tuan leo, ingin menolak tapi lidah nya sulit sekali mengatakan hal itu. Dan sekarang yang terjadi diri nya seperti orang bodoh, hanya diam saja tidak mampu membantah ucapan angga barusan.


Tok. Tok. Tok.


Angga membuka pintu ruangan nya sedikit,


"Pak angga, ini es batu nya..." seorang o.b datang membawa pesanan angga di dalam wadah beserta handuk kecil yang angga minta juga...


Setelah o.b itu pergi, angga kembali duduk menghampiri aletta, pria itu dengan telaten membungkus es batu tersebut dengan handuk kecil lalu mulai mengompres kaki mulus tanpa noda sedikit pun dengan begitu pelan dan penuh kelembutan...


"Biarkan seperti ini dulu, kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri..." ucap angga sambil terus memegang handuk berisi es tersebut dan sedikit menekan nya di bagian pergelangan kaki aletta yang terkilir


Aletta seolah lupa dengan rasa sakit yang tengah di rasakan kaki nya, kedua netra nya tidak berpaling dan terus menatap wajah angga dengan penuh arti..


๐ŸŒผ


๐ŸŒผ


Otor selipin sedikit sedikit kisah cinta yang lain nya ya, biar gak boring ๐Ÿคญ


Ketemu lagi besok di jam kunti ๐Ÿ‘ป๐Ÿ‘ป๐Ÿ‘ป


Otor malam ini double up loh, so Jangan lupa like dan komentarnya ya ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


๐ŸŒนโ˜• ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ


Jangan lupa juga mampir ke tiga karya otor di bawah ini, gengs.. ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


Terimakasih


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ



__ADS_1



__ADS_2