
"Pernikahan lintang di adakan minggu depan, bukan ??" Eyang putri kembali membuka percakapan di tengah tengah makan siang mereka
"Ya.." Jawab leo singkat. Bukan tidak sopan, hanya saja leo malas membicarakan sesuatu yang bukan urusan nya..
"emm, bagaimana kalau seminggu setelah pernikahan sepupu mu, kita datang kerumah alexandra untuk melamar nya ??"
Uhukk. Uhukk..
"Astaga, sayang.. pelan pelan.." Leo langsung memberikan segelas air minum untuk wanita nya. Padahal ale tersedak bukan karena makan nya yang buru buru namun karena ucapan eyang putri yang tiba tiba membicarakan lamaran..
"Maaf, eyang.. Sepertinya itu terlalu cepat.." Setelah tenggorokan nya kembali normal, ale pun langsung menolak usulan yang di ucapkan eyang putri
"Terlalu cepat bagaimana ??" tanya eyang lagi penuh selidik
"emm, maaf sebelum nya eyang.. Aku dan leo baru saja menjalin hubungan, aku ingin mengenal leo lebih jauh sebelum kami sama sama berkomitmen. Jika eyang tidak keberatan, izinkan aku dan leo seperti ini dulu.."
Leo tersenyum, meski ada sedikit perasaan tidak nyaman dalam hati nya atas penolakan ale, namun leo menghargai keputusan kekasih nya tersebut
Lagi pula apa yang di katakan ale memang benar, mereka harus saling mengenal dulu satu sama lain sebelum memutuskan melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius.
"Benar eyang. Jangan terlalu terburu buru. Nanti jika waktu nya sudah tiba, pasti kami akan menikah juga..." sambung Leo seraya menggenggam tangan alexandra dengan terus menatap kedua manik mata wanita nya..
Makan siang pun selesai. Kini saat nya ale dan leo berpamitan. Pekerjaan mereka yang belum selesai membuat keduanya tidak bisa berlama lama di rumah eyang putri.
"Eyang, kami pamit dulu.." Ale mencium tangan eyang putri lagi. Leo yang tidak pernah melakukan itu sebelum nya, akhirnya untuk pertama kali melakukan seperti yang kekasih nya lakukan, mencium tangan eyang putri dengan takzim seperti ale.
βEyang putri tersenyum merasa bangga pada alexandra, menurut pandangan nya ale bisa membawa perubahan di diri cucu nya tersebut, dan tentu saja berubah menjadi lebih baik.
"Kamu harus datang ke pernikahan lintang nanti, jangan sampai tidak datang, ya.." ucap eyang pada ale seraya mengusap surai ale dengan lembut
"Baik eyang, jika tidak ada halangan aku pasti datang.."
"Tenang eyang, aku pastikan pacar ku yang cantik ini datang bersama ku..!!" Leo merangkul bahu ale dengan posesif, "Bukan begitu, sayang ??" leo menatap ale seraya menaik turunkan kedua alisnya sengaja menggoda wanita nya itu
Ck. Ck. Ck.
Eyang berdecak sambil menggeleng gelengkan kepala nya, "Nduk, eyang rasa kamu harus pikirkan ulang hubungan kalian, lihat lah, cucu eyang ini sepertinya tipe pria yang sangat posesif seperti daddy nya..."
__ADS_1
"Sayang, jangan dengarkan ucapan eyang.." Leo langsung memberikan tatapan tajam pada eyang putri.. "Sebaiknya kita kembali ke kantor sekarang..!!" Leo menggenggam tangan ale erat, ingin buru buru membawa wanita nya pergi menjauh dari eyang putri
Eyang putri menahan tawanya melihat sang cucu seperti anak kecil yang takut mainan nya di ambil orang.
"Jangan lupa bicara dengan mommy. Aku tunggu kabar baik nya.." bisik leo pada eyang sebelum benar benar pergi meninggalkan rumah eyang nya
...
"Apa kamu masih marah ??" tanya leo saat dia dan kekasih nya sudah berada di dalam mobil. Namun pria itu belum berniat untuk melajukan kendaraan nya..
Ale menggeleng,
Cup.
Leo menarik lembut kepala ale lalu mengecup kening wanitanya mesra..
"Maafkan aku karena membuat kamu menangis. Aku hanya tidak suka kamu bercanda seperti tadi, sayang. Sungguh aku sangat takut kehilangan kamu.." Leo mencoba mengajak bicara wanita nya, dia tidak mau kesalahpahaman ini terus berlanjut
"Boleh aku bertanya...??"
"Kenapa kamu begitu mencintai ku ?? Kita baru bertemu beberapa hari lalu, dan kita memulai semua ini belum genap satu hari. Apa jangan jangan kamu menjadikan ku sebuah pelarian ?? Padahal sebenarnya kamu tidak benar benar mencintai ku, kan ??" Kedua netra ale sudah berembun. Bayang bayang ma
Leo menyelipkan anak rambut di belakang telinga ale sambil tersenyum, "Aku tidak akan menjawab keraguan mu dengan kata kata, namun yang pasti aku akan menunjukkan cinta ini dengan cara ku. Aku yakin kamu pasti bisa merasakan nya!!"
πΌ
Di waktu dan tempat yang berbeda...
"Bagaimana kaki mu, apa sudah lebih baik ??" tanya angga tiba tiba datang ke meja aletta
"Hahh ?? Oh, iya pak. Sudah tidak sesakit tadi. Terimakasih sudah membantu saya hari ini.."
β"Kalau begitu selesaikan hasil meeting hari ini, setelah kembali pasti tuan leo meminta salinan nya.."
"Baik, pak.." Jawab aletta yang merasa sedikit bingung, pasalnya sejak kembali dari meeting, terhitung 5 kali angga sudah bolak balik ke meja nya. Entah itu bertanya keadaan nya, bertanya apa yang bisa pria itu bantu, dan masih banyak alasan lain yang angga lontarkan..
Angga pun mengangguk dengan wajah datar lalu berbalik untuk kembali ke ruangan nya lagi
__ADS_1
"Pak angga, tunggu..." Aletta setengah memekik memanggil pria yang sudah hampir berjalan meninggalkan nya
Bukan hanya menoleh namun angga langsung membalikkan seluruh tubuh nya..
"Maaf sebelum nya, tapi sebenarnya ada apa ? Kenapa saya merasa pak angga hari ini aneh sekali..." Saat angga sudah melihat ke arah nya, aletta langsung melontarkan tanya
"Maksudnya ??" tanya angga belum memahami maksud pertanyaan aletta
"Iya, maksud saya, kenapa pak angga bolak balik terus ke meja saya ?? kalau saya hitung hitung sudah lima kali loh pak.. Apa ada sesuatu yang ingin pak angga bicarakan dengan saya ??"
Degh.
"Hahh ?? Apa iya aku sudah bolak balik lima kali ke meja nya ??"
"Pak Angga...??" seru aletta lagi kala tidak mendapat jawaban dari asisten pribadi tuan nya tersebut,
Ekhem...
Angga sengaja berdehem sesaat setelah tersadar dari lamunan nya..
"Saya hanya ingin memastikan bahwa cedera yang kamu alami tidak mengganggu pekerjaan mu!! Jangan sampai laporan yang harus di berikan pada tuan leo terhambat karena kaki mu yang terluka itu!!"
Aletta menautkan alisnya, "Ya ampun pak angga, yang cedera itu kaki saya. Tangan dan otak saya masih baik baik saja..." aletta menggelengkan kepala nya menatap angga dengan heran
"Ya sudah!!" sahut angga singkat lalu kembali berbalik meninggalkan wanita itu...
"Astaga!! Bodoh..bodoh!! Lo bodoh banget angga!! Ngapain lo bolak balik mulu ke meja aletta!!" Setelah sampai di ruangan nya, angga langsung memukul mukul kepala nya merutuki kebodohan nya sendiri yang tidak bisa menyembunyikan perasaan nya. Sulit memang, karena jika jatuh cinta terkadang hati dan pikiran tak bisa sejalan...
πΌ
πΌ
__ADS_1