Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 49


__ADS_3

"Sssttt.. Jangan bicara seperti itu!! Kamu tidak bersalah, sayang. Mommy memang sudah keterlaluan.." Sahut leo seraya menyelipkan anak rambut di belakang telinga wanita nya..


"Jangan berpikir macam macam apalagi sampai berpikir untuk meninggalkan ku!! Bahkan jika dunia tidak merestui kita sekalipun, aku tidak akan pernah melepaskan mu..!!"


Mendengar itu, hati wanita mana yang tidak luluh ?? Bahkan seorang ale yang memiliki hati sekuat baja saja sampai menahan air mata nya agar tidak jatuh, sungguh ini adalah kalimat terindah yang ale dengar seumur hidupnya...


Ting..


Pintu lift terbuka, namun membawa ale dan leo ke lobby..


"Kita mau kemana ??" tanya ale bingung saat leo menarik tangannya berjalan keluar dari lift menuju mobil berwarna hitam berjenis SUV milik pria itu...


Leo membukakan pintu mobil penumpang bagian depan untuk alexandra sambil melebarkan telapak tangan nya, menjaga agar kepala wanita nya tidak terbentur bagian atas saat masuk ke dalam kendaraan berharga fantastis tersebut...


"Sepertinya tidak ada celah lagi untuk kita di antara mereka..!!" seru salah seorang pegawai wanita yang menyaksikan bagaimana act of service pemimpin perusahaan mereka pada alexandra,


"sepertinya begitu..." sahut yang lain dengan lesu tanpa mengalihkan padangan mereka hingga mobil yang di kendarai leo pergi meninggalkan perusahaan..


"Kita mau kemana ??" ale kembali melayangkan tanya yang sama karena leo belum juga menjawab pertanyaan itu..


"Ke tempat yang hanya ada kita!!" sahut leo yang sesekali mengecup mesra punggung tangan ale yang tidak dia lepas kan sejak masuk ke dalam mobil..




#Anggap aja begitu ya gengs visualnya, lumayan buat nambah nambah kehaluan 🤭✌️


"Boleh aku bertanya ??" leo kembali memulai percakapan, namun tanpa melepaskan tautan jemari mereka..


Ale mengangguk pelan,


"Kenapa kamu tidak menerima uang yang mommy tawarkan ??" tanya leo penasaran, karena dia sungguh ingin tau alasan ale menolak nya.


Oh ayolah, di zaman sekarang ini uang adalah segala nya, bukan ?? Rasa rasanya tidak masuk akal ada seseorang yang melewatkan tawaran besar itu...


"Iya juga ya, kenapa tadi harus aku tolak!! Padahal lumayan juga jika aku terima uang itu, aku bisa langsung berhenti menjadi montir di perusahaan mu!!"


Tawa ale hampir meledak saat diri nya mendapatkan tatapan tajam yang begitu menyeramkan dari si raja hutan itu.


Tin. Tin.


Suara klakson mobil terdengar begitu nyaring,


"Ayo, jalan. Lampu nya sudah hijau.." seru ale panik, karena leo terus menatap nya tanpa kata, sementara kendaraan lain yang ada di belakang mobil leo sudah tidak sabaran, lampu lalu lintas sudah berubah hijau namun leo belum juga menginjak pedal gas untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka..


"Benarkah kamu menyesal ??" tanya leo dengan sorot mata kecewa


"Tidak!! Aku hanya bercanda. Ayo cepat jalan!!" ale semakin panik saat kaca mobil nya di gedor dari luar oleh seorang pengamen bermuka sangar, juga terdengar suara orang yang sudah memaki dan mempertanyakan kenapa mobil yang di kendarai leo tidak juga maju hingga lampu lalu lintas kembali berubah merah..

__ADS_1


Leo mengalihkan pandangan lalu perlahan melepaskan tautan jemari mereka..


"Kamu marah ?? Maaf, Aku hanya bercanda.."


Hening.


Leo tidak menjawab, pria itu membisu...


Huh..


Ale menghembuskan nafas nya dengan berat lalu mengalihkan pandangan keluar jendela, beruntung lampu kembali hijau dan leo pun segera melajukan kendaraan nya lagi...


Drrtttz..


Ponsel ale bergetar menandakan ada seseorang yang menghubungi nya, perlahan ale pun mengambil benda pipih itu yang berada di dalam saku baju kerja nya..


Seluruh gerak gerik ale tidak lepas dari mata elang leonardo. Meski tanpa kata, namun pria itu tetap memperhatikan semua yang ale lakukan saat ini


"Halo..??" Ale langsung mengangkat sambungan tersebut..


"Oh, sorry vis. Gue lagi di luar, ngomong nya nanti aja ya kalau gue udah balik ke kantor!!"


"Okey, bye.."


Setelah sambungan itu berakhir, ale kembali memasukkan gawai nya tersebut ke tempat nya semula.


"Siapa ??" tanya leo singkat seraya menoleh sesaat pada ale


Eh, tunggu sebentar.. Bukan ale yang berjanji, namun davis yang memaksa nya, dan satu lagi, bukan ale yang mau bicara, melainkan pria itu yang ingin bicara berdua di rooftop tersebut. Ale hanya mengiyakan mengingat davis adalah satu satu nya teman kantor yang ale kenal.


"Sepertinya kalian sangat dekat ??"


"Ya, begitulah!!"


"Sudah sejauh mana kedekatan kalian ??"


"Tidak tau!! Mengalir begitu saja!!"


Mendengar jawaban jawaban ale atas pertanyaan nya membuat leo bingung, kenapa sepertinya malah ale yang marah padanya. Padahal diri nya lah yang seharusnya marah...


Leo tidak bertanya lagi, pria itu memilih untuk fokus berkendara agar cepat sampai ke tempat tujuan.


Sementara di satu sisi, alexandra kini tengah berperang dengan pikiran nya..


"Padahal aku cuma bercanda, kenapa dia semarah itu ??"


"Apa aku sudah keterlaluan ?? Ah, tidak. Dia saja yang sensitif.."


"Kalau tau begini, aku terima saja tawaran itu!! Biar sekalian dia semakin marah padaku!!"

__ADS_1


"Ah, tapi aku tidak mau kehilangan dia..!!"


"Ck!! Lemah sekali hati ku ini!! Baru di diamkan beberapa menit saja sudah membuat dada ku sesak!!"


"Kalau kamu tidak nyaman dengan keberadaan ku, turunkan saja di sini!! Aku akan kembali ke kantor!!" ucap ale yang sudah tidak tahan terus di diamkan oleh leo.


Deg.


Leo menatap wajah ale sekilas, terlihat ada kesedihan di raut wajah teduh wanita nya itu...


Pria itu pun segera menepikan kendaraan nya,


Deg.


Kini jantung ale yang tak karuan saat kendaraan leo berhenti. Wanita itu mengira leo berhenti karena menginginkan ale turun dari mobil nya. Dengan perasaan sedih ale pun segera memegang bagian pintu mobil untuk kemudian membuka pintu tersebut..


"Mau kemana ??" tanya leo seraya membuka seatbelt nya


"Kembali ke kantor." jawab ale tanpa melihat ke arah leo. Ada sesak di dada yang tidak bisa ale jelaskan. Entah kenapa tiba tiba suara nyonya inara kembali terngiang di telinga nya, betapa wanita itu begitu merendahkan harga diri nya, membuat ale semakin merasa dramatis saja.


Air mata nya luruh juga. Bohong jika ale tidak sakit hati dengan ucapan nyonya inara tadi, namun dia menekan dalam dalam hati nya agar kuat menghadapi cacian tersebut.


Nyonya inara tidak tau betapa sulit nya ale mendapatkan beasiswa itu. Nyonya inara maupun leo tidak tau, bagaimana ale bersabar selama ini, belajar untuk tetap tumbuh, bangkit dari jatuh, dan sembuh dari luka.


"Hei..." Leo terkejut melihat ale menangis, namun ale terus memalingkan wajah..


"Maaf, sayang. Aku tidak marah, hanya tidak suka kamu bicara seperti itu!!" Leo jadi merasa bersalah melihat air mata ale terus jatuh membasahi kedua pipi nya. Leo memegang kedua tangan ale dengan posisi duduk sudah miring menghadap wanita nya..


"Aku terlihat kuat, tapi nyatanya tidak seperti itu. Hanya karena aku bisa memikulnya, bukan berarti itu tidak berat!!" batin ale terus menangis. Merutuki diri nya sendiri yang akhirnya terlihat lemah di depan leo..


🌼


🌼


Malam ini otor double up lagi ya, jangan lupa kasih bonus juga buat otor amatir ini Like, Komentar, Vote dan Gift nya 😉


🌹



🌟🌟🌟🌟🌟


Ketemu lagi besok di jam kunti 👻👻👻


Jangan lupa mampir 👇



__ADS_1



__ADS_2