
"ALEXANDRA!! TUNGGU!!" Leo langsung mengejar ale bahkan sebelum gadis itu masuk ke dalam lift.
Leo mencekal tangan ale,
"LEPAS!!" Dengan kasar ale menepis tangan leo dari pergelangan tangan nya. Ale masih terbawa emosi atas kejadian tadi, "Sebaiknya tuan jangan dekat dekat lagi dengan wanita seperti saya.."
Deg.
"Kenapa dia memanggilku dengan sebutan tuan lagi ??"
Leo menatap tajam manik mata ale yang terlihat memerah dan sudah berembun. Pria itu sadar betul ucapan sepupunya sangat keterlaluan, hanya saja tadi saat leo ingin membela ale, wanita itu sudah lebih dulu datang dan memberi pelajaran pada lintang. Ada rasa syukur yang teramat ketika menyadari ale adalah wanita yang kuat dan berani. Buktinya alexandra langsung memberi sepupu nya itu pelajaran sampai wanita tersebut kehabisan kata dan tak mampu lagi membalas ucapan ale...
"Aku antar!!" ucap leo tanpa mengindahkan perkataan alexandra padanya..
Ale menggeleng cepat.. "Tidak, tuan. Biarkan saya sendiri!!" sahut ale lalu kembali menekan nekan lagi tombol lift,
Ting..
Pintu lift terbuka
Hushh..
Belum sempat ale melangkah masuk, leo tanpa permisi menarik tangan wanita itu dan memaksa ale mengikuti langkah nya masuk ke dalam lift. Dan dalam sekejap mata pintu lift pun tertutup kembali...
Di dalam lift hanya ada keheningan, alexandra maupun leo sama sama diam, tentunya karena kedua orang itu terlalu sibuk dengan pikiran nya masing masing, ale bahkan membuang wajahnya ke sisi yang lain, sementara leo pandangan nya lurus ke depan, pria itu hanya menatap wajah ale dari pantulan di pintu lift, namun satu yang pasti, leo sama sekali tidak melepaskan genggaman tangan nya dari tangan alexandra...
Ting..
Lift yang membawa ale dan leo sudah tiba di lobby apartemen..
"Kita harus bicara!!" Leo kembali menekan tombol lift hingga pintu lift tersebut pun kembali tertutup dan mengatur lift untuk diam di tempat...
Leo memposisikan diri untuk berhadapan dengan ale, "Maaf.." ucap leo dengan suara lembut
Ale menatap leo dengan bingung, "Maaf ?? Untuk apa ??"
"Kejadian tadi!! Aku tau pasti kamu terluka karena ucapan lintang yang sangat keterlaluan itu!!"
Huh..
Ale menghembuskan nafas kasar lalu kembali membuang muka, "Kenapa harus tuan yang meminta maaf !! Saya rasa tuan tidak melakukan kesalahan apapun pada saya!!"
Hushh...
Leo mendorong tubuh ale ke dinding lift, meski tidak menyakitkan namun mampu membuat gadis itu membulatkan mata nya karena terkejut. Leo sudah tidak tahan dengan sebutan tuan yang ale sematkan kembali, membuat leo merasa memiliki jarak lagi dengan gadis tersebut
Kedua tubuh itu hanya berjarak beberapa centi saja, bahkan wajah mereka sudah sangat dekat hingga hembusan nafas hangat dari leo maupun ale begitu terasa di wajah mereka masing masing...
"Kenapa memanggil ku seperti itu lagi, hem ??" tanya leo dengan suara parau namun begitu terdengar lembut
Leo mengangkat tangan ale lalu meletakkan telapak tangan wanita itu tepat di depan dada nya, "Katakan jika hanya aku yang merasakan debaran ini ??"
__ADS_1
Ale kembali mendongakkan kepala dan memberanikan diri menatap wajah pria tampan itu saat telapak tangan nya merasakan begitu cepat jantung leo berdetak..
"Hem ?? Apa hanya aku ??" kembali pertanyaan itu terlontar dari mulut si raja hutan..
Air mata yang di bendung ale sejak tadi kini berlomba lomba menerobos keluar tanpa permisi, jujur saja, ale juga merasakan getaran dan debaran yang sama yang leo rasakan, hanya saja ale tidak tau bagaimana cara untuk mengungkapkan nya...
"Kamu tau apa yang paling menyakitkan ? Aku tidak bisa menjelaskan apa yang aku rasakan, tapi aku bisa merasakan hati ku semakin berat dari detik ke detik, dan tidak ada yang bisa aku tunjukkan selain air mata ini.."
Beberapa detik kedua nya hanya saling menatap lewat tatapan mata mereka, ale maupun leo seolah hanyut ke dalam perasaan nya masing masing, rasa bahwa tanpa mereka sadari mereka sudah saling jatuh cinta entah sejak kapan perasaan itu mulai tumbuh di hati keduanya..
Leo menghapus jejak air mata di kedua pipi alexandra dengan sangat lembut,
"Jangan katakan apapun, Jangan pikirkan apapun. Cukup berikan aku senyuman mu. Aku yang akan menghadapi dunia yang kejam ini untuk mu, sayang.."
Grep.
Setelah mengatakan itu, leo menarik ale kedalam pelukan nya. Tangisan ale kembali pecah,
"I Love You Alexandra..."
Deg.
Masih dalam pelukan leo, ale mendongakkan kepalanya dengan air mata yang kembali membasahi wajah cantik nya..
"I Love You so much..." kembali kata cinta dari si raja hutan di dengar ale dengan sangat jelas..
"Jangan coba coba menjauh lagi dari ku!! Mulai detik ini kamu milikku!!" leo mencubit gemas pipi ale dan sedetik kemudian ale langsung menyembunyikan wajah nya yang sudah memerah seperti kepiting rebus ke dalam dada bidang leo, karena ada malu yang bercampur bahagia yang saat ini ale rasakan.
Leo tersenyum melihat wajah ale yang tersipu malu lalu berkali kali mendaratkan kecupan di pucuk kepala gadis itu..
"Apa katanya ? Aku cemburu ?? huh, dasar wanita jadi jadian!! Lagi pula siapa yang cemburu pada siapa!!" Lintang menjatuhkan bokong nya di sofa leo dengan kasar..
"Ini tidak bisa di biarkan, aku harus menghubungi mommy inara.." Lintang yang juga emosi karena dirinya sudah kalah satu kosong dari ale langsung mengambil ponsel untuk bertindak. Selain tidak terima karena merasa kalah dari alexandra, lintang pun merasa kesal karena leo malah meninggalkan nya dan memilih mengejar wanita yang statusnya saja belum jelas sebagai apa di hidup leo.
"Mom.. leo membawa seorang gadis ke apartemen nya!!"
Setelah sambungan terhubung, lintang langsung mengoceh pada nyonya inara..
"Baguslah sayang. Dengan begitu mommy tidak perlu repot repot lagi membuat kencan buta untuk leo!!"
"Astaga, mommy!! Memang mommy sudah tau siapa gadis yang di bawa leo ??"
Hening.. Nyonya inara seperti memikirkan sesuatu,
"Memang siapa ??" tanya nya penasaran
"Sepertinya gadis itu karyawan di perusahaan, tapi aku juga belum yakin!!"
Tut. Tut. Tut.
Setelah lintang mengatakan itu, nyonya inara langsung memutus sambungan secara sepihak..
__ADS_1
"Ish!! Nyebelin banget sih mommy!! Kenapa malah di matiin.." gerutu lintang sambil menatap layar ponsel nya
Setelah itu, lintang memilih menunggu leo di apartemen sepupunya tersebut, lagi pula dia pun tidak bisa kemana mana sampai supir pribadi keluarga Baroos yang tadi dia hubungi datang untuk menjemputnya...
🌼
Setelah saling mengungkapkan perasaan, kini kedua nya sudah berada di parkiran indoor apartemen leo...
"Aku antar, ya!!" Leo meminta kunci motor ale,
Ale menggeleng cepat, "Tidak usah. Lagi pula hujan nya sudah reda.." ale langsung baik ke atas jok motor nya..
"Tapi..."
Belum selesai leo bicara, ale kembali menggelengkan kepala nya pelan sambil tersenyum, "Sepupu kamu masih di atas, aku rasa dia butuh penjelasan!!" Ya, ale sudah tau lintang adalah sepupu leo setelah dengan singkat pria itu menceritakan siapa wanita yang datang tiba tiba ke apartemen nya tadi..
"Tapi aku tidak bisa membiarkan mu pulang sendirian, apalagi ini sudah larut malam, sayang.."
Ale kembali tersipu malu saat mendengar panggilan sayang yang belum terbiasa di dengar telinga nya..
"Aku akan mengabari mu saat sudah sampai di rumah.."
"Tunggu!! Memang kamu tau nomor ponsel ku ??"
Ale menggeleng sambil menyengir kuda,
"Kenapa kamu terus membuat ku gemas, hem.." Leo menarik kedua pipi ale hingga memaksa membentuk sebuah senyuman yang lebar di bibir gadis itu...
"Tapi aku yakin kamu pasti sudah punya nomor ponsel ku!!"
Leo mengusap tengkuk lehernya, ya, dia tertangkap basah, leo memang sudah memiliki nomor ale yang tentu nya dari hasil kerja keras angga sang asisten pribadi pria tersebut..
Setelah perdebatan panjang dengan leo yang memaksa mengantarnya pulang, akhirnya ale bisa meyakinkan leo bahwa tidak akan terjadi sesuatu padanya dalam perjalanan pulang. Dan leo pun terpaksa mengizinkan meski hati nya tidak rela membiarkan wanita nya pulang sendiri.
Leo belum beranjak dari tempatnya berdiri sampai motor yang di kendarai ale tidak terlihat lagi..
Tiba tiba...
Tiiiinnnn...
Leo baru saja berbalik untuk kembali ke gedung apartemen nya, namun suara klakson yang begitu nyaring langsung terdengar tepat di belakang tubuhnya...
Pria yang hati nya tengah berbunga bunga itu pun sontak saja langsung membalikkan tubuhnya lagi...
"MOMMY ??"
🌼
🌼
__ADS_1