
Jam makan siang menjadi salah satu alasan padat nya kendaraan, membuat kendaraan roda empat milik leo terjebak macet di beberapa ruas jalan. Apalagi jalur yang di tempuh untuk menuju ke rumah eyang putri membaur dengan kendaraan lain yang baru saja keluar dari tol. Hingga hampir satu jam lebih barulah SUV hitam itu mendarat dengan mulus di depan rumah bercat putih khas rumah belanda. Itulah alasan mengapa leo datang terlambat dari waktu yang sudah di janjikan...
Setelah meminta angga menunggu, leo pun segera melangkah masuk ke dalam rumah eyang putri yang sudah ramai dengan isak tangis.
Entah apa yang terjadi, tapi yang pasti ini semua ada hubungan nya dengan lintang.
Betapa terkejutnya leo yang baru saja tiba di depan pintu langsung di todong dengan tatapan tajam, dan yang lebih mengagetkan adalah lintang menunjuk langsung ke arah nya.
"Bi, bangun bi.. Astaga!! Kenapa jadi seperti ini!!" Akibat kehebohan yang terjadi, juga karena terlalu shock mendengar penuturan calon menantu nya akhirnya nyonya bia pun tak sadarkan diri. Putri yang selalu dia banggakan karena prestasi nya selama ini, malah menjatuhkan nya sampai ke lubang terdalam. Bukan hanya malu terhadap keluarga besar yang hadir di tempat tersebut, tapi nyonya bia paling malu pada kakak nya sendiri, yaitu nyonya inara. Dulu, dulu sekali, diri nya pernah berkata dengan sangat yakin bahwa tidak mungkin lintang melakukan hal di luar norma. Tapi sekarang lihatlah, anak itu sudah melempar kotor*n ke wajah kedua orang tua nya sendiri.
Lintang bahkan mengabaikan mimik mimik wajah menyeramkan dari keluarga Baroos, Djojohadikusumo dan juga keluarga Pierre, nama keluarga dari dad thomas, ayah kandung lintang.
Tuan Thomas lalu mengangkat tubuh sang istri ala bridal, membawanya masuk ke dalam salah satu kamar bersama dengan sanak kerabat nya yang lain.
Sementara di ruangan itu masih tersisa eyang putri, Lintang, Dimitri dan juga Leo.
Beruntung eyang putri tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Meskipun eyang juga sangat terkejut, namun wanita tua itu masih bisa mengontrol emosinya.
"Jelaskan pada eyang. Apa yang sebenarnya terjadi pada kalian bertiga!! Terutama kamu lintang..!! Kamu itu cucu pertama eyang, kenapa kamu tidak memberikan contoh yang baik untuk saudara saudara mu yang lain ??"
Huh...
Eyang menghembuskan nafas panjang nya berkali kali...
"Aku tau kalian pasti shock dengan apa yang baru saja aku katakan. Tapi aku benar benar tidak mencintai Dimitri...!!"
"Kamu jangan bercanda, Lintang!! Ini tidak lucu!!" Eyang putri, sangat tidak suka dengan ucapan cucu nya yang dia pikir masih sebuah lelucon
"Tidak eyang, aku tidak bercanda. Aku tidak lagi mencintai Dimitri!!" Lintang mengalihkan pandangan pada Dimitri. Pria itu duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan calon istri nya.
Dimitri menatap dingin wajah kekasih nya itu.
"Sekarang jawab dengan jujur, Apa benar kamu hamil ???" Pertanyaan yang membuat lintang kembali berusaha keras menelan saliva nya...
Deg.
Lintang yang sejak tadi menunduk tak berani menatap wajah siapapun, kini spontan mengangkat kepalanya, netra nya beradu pandang dengan sorot tajam sang eyang..
Lintang menggeleng cepat.. "TIDAK!! AKU TIDAK HAMIL, EYANG!!" pekik lintang dengan suara setengah berteriak.. Kini tatapan nya mengarah pada salah satu pria, tentu bukan dimitri, melainkan leo. Wanita itu menatap sendu manik leo yang memancarkan penuh rasa kecewa.
__ADS_1
Leo memang sengaja memilih diam. Tak ada yang perlu di jelaskan disini, hubungan nya dengan lintang pun murni hanya sebatas saudara sepupu, tidak lebih.
Sementara seorang pria yang lain tersenyum getir, di saat saat seperti ini fokus lintang tetap pada leo.
Bukannya dimitri dan leo tidak saling mengenal, meskipun jarang berinteraksi jika bertemu, namun keduanya sudah saling mengetahui satu sama lain..
"Baiklah. Jika memang pernikahan ini di batalkan!! Sepertinya sekarang aku akan kembali lagi ke negara ku!!"
Dimitri membuyarkan lamunan lintang, mendengar hal itu lintang langsung mengalihkan pandangan nya pada dimitri.
Eyang putri menggeleng cepat.. "Tidak, nak. Kamu tidak boleh pergi kemana pun sebelum permasalahan ini selesai!! Jika memang lintang benar hamil dan benih yang di kandung nya ternyata sungguh darah daging mu, maka bertanggung jawablah atas perbuatan kalian!!"
"Bagaimana aku akan bertanggung jawab, sementara lintang sendiri sudah menolak ku!! Itu tidak adil untuk ku, eyang!! Dia sudah mempermainkan hati dan perasaan ku!!"
"AKU TIDAK HAMIL!! Kenapa kalian membicarakan seolah olah aku benar benar sedang hamil, hah ??" Lintang kembali meledak, memang selama ini dia tidak pernah merasakan apa yang di rasakan oleh wanita hamil di awal masa kehamilan. Maka nya lintang bersikeras mengatakan bahwa diri nya tidak sedang mengandung.
"Kalau begitu ayo lakukan tes!! Kalau perlu kita ke rumah sakit sekalian, atau kau mau dokter obgyn yang datang langsung kesini!!"
Deg.
Ucapan itu bukan keluar dari mulut dimitri maupun eyang putri, kalimat yang membuat jantung lintang kembali berlomba malah terlontar dari mulut Leo, pria yang di cintai nya. Eyang dan dimitri pun terkejut, karena sejak tadi leo seolah pasif dengan keadaan panas yang sedang terjadi. Tapi sekali nya bicara pria itu langsung mengeluarkan kalimat yang terkesan tegas dan menuntut...
Terlihat dari netra ketiga orang yang masih duduk di sofa ruangan, leo melambaikan tangan nya. Tidak lama dari itu seseorang pun datang menghampiri...
"Angga, belikan testpack. Dan carikan dokter obgyn dari rumah sakit di sekitar sini!! Bayar berapapun yang dia mau!! Aku tidak mau tau, waktu mu hanya 10 menit!!"
"B-baik, Tuan!!" Angga berlalu sambil mencerna ucapan tuan nya. Terserahlah apa yang terjadi di dalam rumah eyang putri, tapi yang pasti dia harus bergegas mengerjakan tugas yang telah di berikan.
Leo kembali berbalik.. "MENYUSAHKAN!! Kalian yang berbuat, aku yang repot!!"
Namun bukan nya iba, leo semakin menatap lintang dengan tatapan yang sulit untuk di tebak.
Bulir kristal bening kembali luruh, lagi lagi lintang sesenggukan. Sementara leo sudah berjalan masuk ke dalam rumah eyang untuk melihat bagaimana keadaan aunty bia.
Eyang tidak bisa berbuat apa apa, pun begitu dengan dimitri. Sekarang mereka hanya bisa menunggu asisten leo membawakan alat tes kehamilan berikut dengan dokter kandungan nya.
🌼
Sementara itu...
__ADS_1
Alexandra yang tengah mengerjakan tugas pertama nya sebagai seorang CEO di buat gelisah. Sudah 4 jam sejak pesan terakhir yang di kirim leo, kekasih nya itu belum juga memberikan kabar terbaru. Bahkan di jam makan siang pun leo tidak membalas pesan nya.
"Kenapa ?? Apa ada sesuatu yang mengganjal pikiran mu ???" tanya Dad zack yang sejak tadi melihat sang putri terus memandangi layar ponsel nya berkali kali..
"Hahh..?? Oh, tidak dad. Tidak apa apa.." jawab ale seraya membalikkan posisi ponsel nya, yang tadi nya layar ponsel berada di atas, kini jadi menghadap ke bawah...
"Apa daddy boleh bertanya ?? Mungkin ini terlalu pribadi..."
Ale meletakkan pena nya di samping berkas kerjanya, lalu beranjak dari kursi yang kini menjadi kebesaran nya kemudian berjalan menghampiri sang daddy...
"Katakan saja, dad.." Ale menjatuhkan bokong nya di salah satu sofa..
"Apa kedua orang tua leo sudah mengetahui hubungan kalian ?? Apa kedua orang tua leo juga tau bahwa kamu dan vanya saudara tiri ???"
Bukan tanpa alasan tuan zack bertanya demikian, sebelum hubungan ale dan leo terlalu jauh, baiknya tak ada sesuatu hal yang di sembunyikan. Apalagi ini menyangkut dua keluarga.
"Dad, sebelum aku menjawab pertanyaan dad ini. Aku ingin dad tau, bahwa aku tidak pernah menganggap nyonya sofi sebagai ibu tiri ku, dan otomatis aku juga tidak pernah menganggap vanya sebagai adik tiri ku!!"
Dad zack terpaku, bukan karena terkejut, tapi tidak menyangka ale akan berterus terang seperti ini...
"Dad, bagi ku. Mereka berdua hanya terikat dengan mu, tapi tidak dengan ku!! Baik nyonya sofi maupun vanya, aku tidak pernah menganggap mereka ada seperti mereka yang tidak pernah menganggap ku ada!!"
"Dan untuk pertanyaan dad tadi, tuan peter sudah memberikan restu nya pada ku dan leo, tapi...." Ale menggantung kalimat nya,
"Sudah dad duga!! Pasti nyonya inara tidak setuju dengan hubungan kalian!!" Dad zack yang menyambung kalimat putri nya,
"Apa kamu akan tetap melanjutkan hubungan ini ???"
"Ya, untuk saat ini aku akan mencoba nya dulu!! Nyonya inara hanya belum mengenalku, mungkin saat beliau tau siapa aku, pikiran nya akan berubah. Tapi jika memang nyonya inara masih juga belum merestui hubungan kami, maka aku yang akan mundur!! Aku tidak ingin leo menjadi anak yang durhaka karena bagaimana pun juga surga leo tetap ada pada ibu nya!!"
Dad zack tersenyum, bangga sekaligus haru. Bagaimana putri nya bisa tumbuh menjadi wanita dewasa seperti sekarang, padahal tak sekalipun diri nya mendampingi sang putri itu tumbuh. Ada sesal yang kembali menyelimuti hati tuan zack, menyesal karena telah menelantarkan putri nya yang terlahir dari rahim wanita yang paling dia cintai.
🌼
🌼
__ADS_1