Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 50


__ADS_3

"Mom, kenapa mom membiarkan leo pergi ??" tanya lintang saat melihat mommy inara hanya diam saja, padahal wanita itu pun baru kembali dari lamunan nya akibat bisikan alexandra beberapa menit lalu, ucapan ale itu sangat menusuk hati dan mengguncang pikiran nya. Namun di sisi lain, lintang juga berterimakasih sebab ale membuat nya semakin yakin bahwa dia benar benar jatuh cinta pada leo.


Nyonya inara hanya diam, dia tidak lagi punya tenaga untuk sekedar menjawab pertanyaan lintang yang bernada protes tersebut. Sebagai seorang ibu, hati nya merasa sedih kala melihat putra nya sendiri sampai memohon hanya untuk bisa terus bersama dengan wanita yang di cintai nya.


"CK..!!" lintang berdecak kesal, tanpa pamit wanita itu pun bergegas keluar dari ruangan nyonya inara.


"Dimana Leo ??" tanya lintang tanpa permisi menerobos masuk ke ruangan angga. Untung saja Aletta sudah tidak ada di ruangan tersebut..


"Maaf, nona lintang. Saya tidak bisa memberitahukan keberadaan tuan leo pada anda.." ucap angga seraya bangun dari duduk nya, meski terkejut dengan kedatangan lintang yang tiba tiba namun angga tetap berlaku sopan pada sepupu tuan nya itu


"Cepat beritahu atau aku akan mengadukan mu pada dad peter supaya kau di pecat!!" Ancam lintang tidak sabaran ingin segera menyusul leo,


"Maaf, nona. Hanya tuan leo lah yang bisa memecat saya, selain beliau tidak ada seorang pun yang bisa memecat saya, bahkan tuan peter sekalipun!!" Jawab angga dengan lantang hingga membuat lintang mati kutu. Dia tidak bisa mengancam angga seperti itu, karena sudah ada perjanjian hitam di atas putih, bahwa hanya leo seorang lah yang bisa memecat angga dari perusahaan nya.


BRAKK.


Lintang membanting pintu ruangan angga dengan sangat kencang, hingga membuat kaca jendela ruangan tersebut bergetar sesaat.


Lintang bergegas masuk ke dalam lift, wanita itu terus uring uringan bahkan saat berada di dalam lift saja dia tidak bisa diam, terus berjalan mondar mandir tanpa bisa tenang..


"Astaga!! Kenapa aku terus membayangkan yang tidak tidak!!" gumam lintang dalam hati nya. Bagaimana tadi leo bersikap pada alexandra, bayangan itu terus menari nari di pelupuk mata nya, membuat lintang terus berpikir yang macam macam. Oh ayolah, tidak mungkin kan pasangan yang tengah di mabuk cinta tidak melakukan hal hal yang setan inginkan ?? Bahkan lintang saja sudah kehilangan kehormatan nya sejak lama. Tapi dia sama sekali tidak rela jika leo melakukan itu dengan wanita selain diri nya. Gila memang, tapi itu kenyataan nya.


"Berpikir lintang!! Kamu harus cari leo sekarang juga!! Katakan pada dia yang sejujurnya!!" seru lintang pada diri nya sendiri. Saat ini dia sudah berada di balik kemudi kendaraan roda empat nya.


Wanita itu sudah tidak perduli lagi dengan pernikahan nya yang tinggal menghitung hari itu. Karena lintang yakin leo masih menginginkan nya seperti dulu. Lintang juga yakin seyakin yakin nya leo hanya ingin membalas sakit hati yang pernah dia rasakan dulu dengan menjalin hubungan dengan montir tersebut.


Buktinya kenapa baru sekarang leo menjalin hubungan dengan seorang wanita, kemana saja dia selama ini ?? Bahkan mom inara saja sudah puluhan kali mencoba menjodohkan sepupunya tersebut, namun leo selalu menolak dengan alasan tidak cocok. Ah, pasti bukan itu, melainkan karena leo memang belum bisa move on dari perasaan cinta terhadap diri nya meskipun itu sudah bertahun tahun berlalu.


Lintang menyalakan mesin kendaraan nya dan bergegas memacu kendaraan tersebut untuk mencari keberadaan leo. Semoga saja dia tidak kehilangan jejak mobil yang di kendarai pria tersebut.


Sementara itu, masih di pinggir jalan yang sama, sepasang sejoli yang baru saja merajut cinta itu tengah mencoba memperbaiki suasana hati mereka masing masing.


"Sungguh, aku tidak marah, sayang. Aku hanya tidak suka kamu bercanda seperti tadi!!"


Ale hanya diam-hening...


"Baiklah. Nanti kita bicara lagi setelah kita tiba di tempat tujuan ya, sayang.." Leo mengusap rambut ale dengan lembut lalu kembali memakai seatbelt nya dan mulai melajukan mobil ke tempat yang dia tuju.


Cukup lama mereka di perjalanan, hingga mobil SUV hitam mengkilat milik leo tiba di sebuah tempat. Pria itu pun memarkirkan kendaraan nya, sementara alexandra mengedarkan pandangan, menatap bangunan rumah tua peninggalan belanda di hadapan nya. Meskipun terlihat rumah itu sudah sangat tua dari luar namun tidak ada kesan menyeramkan, angker atau semacam nya, sebaliknya, rumah tua itu terlihat begitu teduh dan sepertinya sangat nyaman untuk di tinggali.


Terlalu asyik melamun tanpa sadar leo sudah membukakan pintu mobil untuk nya.


Leo mengulurkan tangan, meskipun dalam diam ale tetap menerima uluran tangan pria itu..


Leo tersenyum gemas melihat wajah ale yang masih cemberut.. "Ayo, aku akan mengenalkan mu pada seseorang.." ajak nya,


Tanpa banyak bertanya, ale mengikuti saja langkah kaki kemana leo akan membawanya.


"Den Leo..." ucap seorang wanita dengan surai yang sebagian sudah tidak hitam lagi menyambut kedatangan leo di depan pintu masuk,

__ADS_1


"Selamat siang, bi Asih.." leo tersenyum sesaat


"Iya, den. Ya ampun, sudah lama sekali den leo tidak berkunjung kesini.." sambung si bibi lagi..


Sementara alexandra hanya menyimak, dan sesekali tersenyum saat wanita yang di panggil bi asih itu melihat ke arah nya..


"Ayo masuk den, eyang putri pasti seneng banget den leo datang.." Bi asih mempersilahkan leo dan ale untuk masuk ke dalam rumah tersebut.


Mereka berdua pun menjatuhkan bokong nya di sofa ruang tamu. Sebenarnya bisa saja leo langsung masuk ke dalam, namun dia tidak mau membuat ale merasa tidak nyaman.


"Jangan cemberut seperti itu, sayang.." Leo menarik paksa kedua pipi ale dengan gemas, jujur saja, sejak tadi dia memang sudah tidak tahan ingin menyambar bibir ranum itu yang terus saja cemberut dan mogok bicara..


"Sebenarnya kamu membawaku kemana sih ??" akhirnya suara itu kembali, ale bicara lagi setelah sepanjang sisa perjalanan tadi wanita itu tidak bicara..


"Sebentar lagi kamu akan tau!!" sahut leo penuh teka teki


Dan tak berapa lama, datang seorang wanita tua namun terlihat masih sangat segar dengan rambut yang di sanggul khas wanita jawa. Pakaian nya sangat terlihat jelas bahwa wanita itu bukan orang sembarangan.


Plak. Plak.


"Dasar kamu ya, anak nakal!! Kenapa tidak beritahu eyang kalau mau datang, hem ??" wanita itu tiba tiba saja langsung memukul leo dengan cukup kencang, terdengar dari suara pukulan itu yang sepertinya sangat menyakitkan.


"Awhh, stop eyang. Ini sakit!!" Leo mengaduh seraya memegang bahu belakang nya yang total sudah 5 kali mendapat geplakan dari telapak tangan eyang nya


"Eh, kamu membawa siapa ini ?? Astaga!! Maaf ya, eyang tidak melihat kalau ada wanita cantik di sini!! Maklum sudah sepuh, nduk!!" Eyang langsung merapikan penampilan nya seraya terus melihat ke arah ale


"Sayang, kenalkan. Ini eyang putri. Ibu dari mommy ku!!"


Ale berdiri kemudian membungkuk hormat, setelah itu ale pun mengambil tangan eyang putri lalu mencium nya dengan takzim. Sementara kini giliran eyang putri yang di buat shock, tidak menyangka setelah usia nya menginjak hampir 70 tahun, akhirnya cucu laki laki satu satu nya itu membawa seorang wanita juga.


Padahal selama ini leo selalu menghindar jika ada pertemuan keluarga. Oh, ayolah. Apalagi yang leo hindari selain pertanyaan pertanyaan mengenai kapan, kapan dan kapan leo akan menikah. Membuat diri nya jengah dan urung untuk menghadiri setiap acara keluarga yang di adakan dari pihak mommy nya.


Eyang putri mengusap surai alexandra dengan netra yang sudah berembun,


"Siapa nama mu, cah ayu ??" tanya nya dengan nada suara yang sudah turun tidak seperti di awal tadi


"Alexandra, nyonya.." jawab ale malu malu, jujur saja ini pun pertama kali bagi ale, bertemu dengan anggota keluarga leo selain dari ayah dan ibu nya.


Ale tidak menyangka leo akan langsung mengenalkan nya pada eyang putri. Bukankah tadi leo mengajaknya ke tempat dimana hanya ada mereka berdua. Tapi kenapa malah ke rumah eyang putri...


"Ko nyonya, nduk ?? Panggil saja eyang putri.."


Ale mengangguk pelan, "Baik, eyang putri.."


"Kamu cantik sekali.." puji eyang seraya melihat ale dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Maaf, saya belum sempat berganti baju, eyang.." Ale menunduk malu kala mata eyang terus memperhatikan pakaian nya. Pasti ada tanda tanya besar yang enggan eyang luncurkan kala melihat pakaian yang ale kenakan saat ini. Baju terusan berwarna navy khas seorang montir. Belum lagi pakaian ale yang sedikit kotor karena memang pekerjaan nya berhubungan dengan mesin kendaraan.


Leo memang tidak memberikan kesempatan ale untuk sekedar berganti baju. Setelah kejadian tadi siang, leo langsung membawanya pergi.

__ADS_1


Eyang mengangguk dengan senyum yang penuh misteri.. "Kalian sudah makan siang ??" tanya eyang,


"Belum. Aku memang sengaja membawa kekasih ku kemari untuk menumpang makan siang di sini.." sahut leo asal. Membuat ale memberikan tatapan tajam, dia merasa tidak enak pada eyang putri


"Kebetulan, eyang juga belum makan. Ayo kita makan bersama.." Eyang menggandeng lengan ale, lalu membawa wanita itu masuk menuju meja makan..


"Wahhh.. Makanan nya banyak sekali!!" Leo terkejut dengan hidangan yang tersaji di meja makan tersebut. Pasalnya meja itu penuh sekali dengan makanan empat sehat lima sempurna. Bahkan minuman saja ada 2 jenis, jus buah dan air putih yang sudah sempurna berada di dalam gelas goblet.


"Jangan bilang eyang sudah tau kalau aku mau datang.."


Eyang putri memalingkan wajah, membuat leo tidak bisa menahan tawa nya.


"Mau sampai kapan eyang membayar orang untuk terus mengikuti ku, hem ??" leo merangkul bahu eyang nya dengan posesif..


Ale menganga, tidak percaya dengan yang di katakan leo. Jadi selama ini eyang putri menyuruh seseorang untuk memata matai cucu nya sendiri. Sungguh membingungkan...


"Ck! Aku melakukan ini untuk kebaikan mu juga. Maka nya sebelum aku mati cepatlah kalian menikah, aku ingin melihat cucu laki laki ku ini berumah tangga dan memiliki keluarga yang bahagia.."


Leo tersenyum namun tidak melepaskan lingkaran tangan nya dari bahu eyang putri..


"Sepertinya eyang harus menunggu sedikit lebih lama lagi.."


Eyang menoleh pada ale lalu kembali pandangan itu menatap tanya pada sang cucu..


Leo melepaskan lingkaran tangan nya di bahu eyang, lalu berjalan menuju kursi nya untuk duduk sedikit berjarak dengan eyang nya..


"Mommy tidak setuju dengan hubungan ku dan alexandra, eyang.." Raut wajah leo berubah sedih, sementara ale tidak berani menyela atau membenarkan ucapan leo, meskipun itu benar tapi ale ingin tau apa pendapat eyang putri terhadap hubungan mereka..


"Astaga!! Benar benar mommy mu itu!! Kenapa dia harus tidak setuju ?? atau jangan jangan dia buta tidak bisa melihat berlian yang sangat berharga ini!!" Eyang memegang tangan ale yang sejak tadi berada di atas meja di sebelah piring makan nya yang masih terbalik sempurna...


"Sudah kalian jangan pikirkan soal itu. Lanjutkan saja hubungan kalian, kalau perlu besok kalian menikah saja sekalian!! biar mommy kamu menjadi urusan eyang!!"


Leo melirik ale sesaat lalu mengedipkan sebelah mata nya, "Terimakasih eyang. Memang hanya eyang putri yang mengerti aku!!" Leo kembali bangun lalu memeluk eyang nya dengan erat sambil terus tersenyum pada alexandra. Membuat ale menyadari satu hal, leo sengaja mengajaknya datang ke rumah eyang putri untuk meminta bantuan agar hubungan mereka bisa mendapat restu mommy nya.


🌼


🌼


🌹


☕


🌟🌟🌟🌟🌟


Jangan lupa mampir 👇



__ADS_1



__ADS_2