
Setelah saling berkenalan dan tentu nya telah memberi lampu hijau pada hubungan putra nya, tuan peter pamit pada alexandra.
Ale dan leo pun mengantarkan tuan peter sampai lobby perusahaan. Dan lagi lagi mereka menjadi pusat perhatian, kedatangan tuan peter semakin meyakinkan bahwa leo dan alexandra memiliki hubungan yang spesial, hubungan yang lebih dari sekedar bos dengan pegawainya...
"Hati hati di jalan, dad.." ucap leo setelah menutup pintu mobil untuk daddy nya
Tuan peter mengangguk seraya melambaikan tangan, "Lain kali kita bertemu sambil makan malam, ya..." ujar tuan peter menatap ale dari balik jendela mobil yang sudah dia turunkan sebelum mobilnya melaju pergi...
Ale hanya menjawab dengan anggukan kepala dan senyum manis nya yang terus dia tampilkan pada calon ayah mertua nya itu...
Setelah mobil tuan peter berlalu dan tak terlihat lagi, leo kembali memberikan tatapan yang begitu dalam dan penuh arti pada wanita nya...
Ale memalingkan wajah, sungguh gadis itu sangat malu di tatap begitu intens oleh leo..
Ale pun menutup setengah wajah dengan punggung tangan nya, "Sepertinya aku sudah sangat terlambat... Aku harus bekerja sekarang!!" ucap ale berniat menghindar secepat mungkin sebelum leo berulah lagi.
Setelah mengatakan itu, ale langsung berbalik dan setengah berlari meninggalkan leo.
Sementara si raja hutan terkekeh geli melihat kelakuan absurd kekasih nya, baru di tatap seperti itu saja sudah salah tingkah, bagaimana kalau leo melakukan sesuatu yang lain, leo yakin pasti ale langsung kejang kejang.
🌼
Setelah berganti baju, alexandra sudah siap untuk melanjutkan kembali pekerjaan nya yang kemarin sempat tertunda.
Hanya tinggal beberapa komponen saja yang masih menunggu hasil pengujian nya, maka semua selesai dan jenis kendaraan yang terbaru ini sudah siap untuk di pasarkan sesuai waktu yang di minta oleh leo beberapa waktu lalu.
"Ekhem..."
Ale reflek menoleh saat mendengar suara deheman seseorang, "Eh, lo vis. Kenapa ??" tanya ale sambil melanjutkan kembali kegiatan nya
"Bisa kita bicara sebentar ??" tanya davis dengan raut wajah yang serius
"Ya, bicara saja. Ada apa ??" tanya ale tanpa menghentikan gerakan tangan nya yang begitu lincah memeriksa setiap inci kendaraan di hadapan nya..
"Tapi nggak di sini!! Gue pengen bicara berdua..!!"
Ale menghentikan kegiatan nya lalu menatap davis dengan heran..
"Nanti jam makan siang, gue tunggu di rooftop.." tanpa menunggu persetujuan ale, davis kembali melangkah menuju bagian tempat nya bekerja..
Ale menatap punggung davis dengan bingung, "Kenapa tuh anak, aneh banget..." gumam ale, namun ale tidak mengambil pusing, gadis itu kembali melanjutkan pekerjaan nya dengan fokus...
Sementara itu....
__ADS_1
"Angga, kemana aletta, kenapa dia belum datang ??" tanya leo saat melihat meja sekretaris nya masih kosong...
"Maaf, tuan. Saya juga tidak tau, sejak tadi saya menunggu nona aletta tapi dia belum juga datang. Sebentar, saya coba hubungi dulu..." Angga mengambil ponsel nya untuk menghubungi aletta. Ya, tadi saat angga di minta kembali ke lantai 35 untuk bertemu dengan sekretaris tuan nya tersebut, ternyata sang sekretaris belum datang. Angga pikir aletta memang sedikit terlambat jadi dia tidak segera menghubungi wanita itu untuk bertanya keberadaan nya, namun ternyata sampai tuan leo selesai bertemu dengan tuan peter, aletta belum juga datang.
Sementara meninggalkan asisten pribadi nya yang tengah mencoba menghubungi sang sekretaris, leo melanjutkan langkah panjang masuk ke dalam ruangan kerja pribadi nya.
"Nona aletta, anda dimana ?? Tuan leo sudah menanyakan keberadaan anda..." Angga langsung bicara saat sambungan itu terhubung,
"Maaf pak angga, katakan pada tuan leo saya sedikit terlambat. Ban mobil saya bocor..." jawab aletta dengan nafas yang tersengal sengal,
"Anda sudah sampai mana ? Biar saya minta supir kantor untuk menjemput anda..."
"Hah ?! Oh, tidak perlu pak angga. Saya sudah dekat, sebentar lagi sampai.." suara aletta semakin memburu, seolah dia tengah berlari maraton, "Huh,, Hah,, Huh,, Hah,, Pak angga, s-saya tidak bisa bicara lagi. Huh,,, Hah,,, kita bicara di kantor saja..." kali ini suara nya seperti seseorang yang habis memakan makanan yang sangat pedas,
Tuuutt...
Angga menatap layar ponsel nya, aletta mematikan sambungan itu sebelum angga menjawab ucapan nya...
"Astaga!! Dia ini kenapa ??" gumam angga seraya menggelengkan kepala nya bingung sekaligus penasaran,
🌼
🌼
"Dad, bagaimana ?? Apa leo mau mengakhiri hubungan nya dengan montir itu ??"
"Honey, aku baru saja sampai. Aku lelah sekali..." tuan peter memijat tengkuk leher nya untuk meyakinkan sang istri bahwa dia saat ini masih lelah.
Tuan peter pun berjalan masuk ke dalam rumah,
"Ish. Katakan dulu.. Apa leo mendengarkan mu ??" nyonya inara terus mengekor, menanti jawaban atas rasa penasaran nya
Huh...
Tuan peter menjatuhkan bokong seraya menyandarkan punggung nya di sofa ruang tengah...
Puk. Puk.
Tuan peter menepuk sisi sofa di samping nya, meminta sang istri yang sudah menekuk wajah untuk duduk
"Sepertinya kamu harus berusaha lebih keras untuk memisahkan mereka!!" ucap tuan peter saat sang istri sudah duduk di samping nya,
"Apa maksud kamu ??"
__ADS_1
"Karena sepertinya aku merestui hubungan leo dan gadis itu..."
Deg.
Nyonya inara langsung menatap tajam wajah suami nya, "Jadi kamu setuju leo bersanding dengan wanita yang statusnya di bawah kita ??" pekik nyonya inara yang emosinya sudah naik sampai ke ubun ubun...
Tuan peter membetulkan posisi duduknya, satu kaki nya di angkat naik ke sofa lalu duduk menghadap sang istri.. "Sekarang aku tanya pada mu. Memang ada di kota atau bahkan negeri ini yang harta kekayaan nya melebihi kita, hem ??"
Nyonya inara terdiam, tentu saja wanita yang sangat di cintai tuan peter itu tau jawaban atas pertanyaan tersebut. Namun dia enggan untuk menjawab..
Tuan peter mengelus surai sang istri dengan lembut, "Apa kamu tega memisahkan putra kita dari cinta nya ?? Kamu tau pasti, sebelum ini leo tidak pernah memiliki seorang kekasih..."
"Tapi kenapa dia harus mencintai seorang montir ?? Aku tidak setuju karena itu sangat memalukan!!" Pekik nyonya inara lagi yang langsung beranjak pergi menuju kamar nya,
BRAK.
Tuan peter memejamkan mata saat mendengar pintu kamar yang di banting dengan cukup kencang..
"Jadi dad peter merestui leo..."
Ternyata ada seseorang yang mencuri dengar percakapan antara tuan peter dan nyonya inara.
"Ini tidak boleh di biarkan. Benar kata mommy, ini sangat memalukan. Leo tidak boleh bersanding dengan montir itu!!"
Di sisi lain...
Nyonya inara terduduk di sisi ranjang. Ibu satu anak itu merasa di khianati oleh sang suami. Seperti hal nya leo, baru kali ini juga suami nya itu tidak sependapat dengan nya.
"Tidak bisakah kamu berada di pihak ku ??" gumam nyonya inara seraya mengusap wajahnya kasar..
Sebenarnya nyonya inara sedikit banyak sudah menyelidiki siapa alexandra. Namun yang dia tau hanya ale lulusan dari universitas ternama di jepang dan salah satu lulusan terbaik kala itu.
Namun nyonya inara tau bahwa ale sejak masuk kuliah mendapatkan beasiswa sampai lulus, itu tanda nya alexandra benar benar seseorang yang tidak mampu. Hanya saja dia tertolong dengan wajah dan otak nya.
"Andai saja kamu dari keluarga yang berada, aku tidak akan menolak mu. Sungguh kamu sebenarnya adalah tipe menantu yang aku idamkan, kamu cantik dan seperti nya juga kamu wanita baik baik, tapi pekerjaan mu.... Ck. Ah, aku tidak sanggup melanjutkan nya..." nyonya inara terus berdebat dengan hati dan pikiran nya.
"Baiklah. Aku akan memakai cara itu... Kita lihat, setelah ini apa kamu masih bertahan dengan putra ku atau tidak..."
🌼
🌼
__ADS_1