Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 66


__ADS_3

Setelah perginya nyonya bia dari kamar hotel itu yang juga di ikuti oleh seluruh keluarga kecuali si pengantin baru, kini leo tengah berada di lobi hotel, mengantarkan keluarga nya untuk kembali ke kediaman eyang putri.


"Astaga" Leo menepuk kening nya pelan. Karena banyak nya permasalahan yang harus dia selesaikan hari ini sampai membuat nya lupa pada Alexandra. Padahal dia sudah bilang akan menjemput nya di perusahaan Lincoln selepas jam pulang kantor.


"Bagaimana ini..??" tanya nya pada diri sendiri dengan wajah kebingungan..


"Ada apa, leo ??" tanya dad peter yang sudah berada di samping pintu mobil nya. Eyang putri dan nyonya inara pun ikut terkejut dengan tingkah leo yang terlihat aneh. Sementara aunty bia dan uncle thomas sudah lebih dulu pergi untuk pulang ke rumah mereka.


"Dad. Hubungi supir eyang saja ya. Aku pinjam mobil nya..."


Dengan tergesa gesa leo bergegas masuk ke dalam mobil itu, lalu duduk sempurna di kursi pengemudi. Untung saja supir pribadi dad peter masih setia menunggu di lobi. Jadi leo bisa leluasa meminjam mobil pribadi daddy nya, karena tidak mungkin leo menjemput ale menggunakan mobil nya yang rusak yang di sebab kan oleh ulah asisten nya angga..


Tanpa pamit, leo langsung tancap gass keluar dari pelataran hotel tersebut..


"Astaga!! Dasar anak itu. Kenapa pergi tanpa permisi, dasar gak sopan. Ini kan masih ada eyang..." gerutu nyonya inara kesal memandang lurus kendaraan roda empat yang di kendarai putranya itu yang kini sudah tak terlihat lagi...


"Angga!!" Tuan peter memanggil angga yang posisi nya berada di belakang mereka..


"Memang kenapa mobil leo ?? Bukan nya tadi kamu yang membawanya kesini ??" tanya dad peter meminta penjelasan..


"em.. I-tu T-tuan... emm.." angga terbata bahkan sebelum dia bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya..


"A..em A..em.. Sudahlah nanti saja bahas nya, aku sudah lelah.." sahut eyang tak sabaran. Memang ini sudah lewat pukul 9, di tambah cuaca pun tak sebagus tadi sore. Gerimis tiba tiba saja mendera kawasan itu. Membuat tubuh renta eyang semakin terasa lelah dan ingin segera beristirahat..


"Tidak perlu panggil sopir lagi. Terlalu lama. Pesan kan saja taksi.." seru eyang lagi pada angga. Wanita paruh abad itu lalu masuk kembali ke dalam lobi untuk sekedar duduk di kursi yang ada di dalam lobi tersebut..


🌼


Berada di tengah kemacetan, sekali lagi membuat leo memijit pelipisnya yang berkedut nyeri.


Bahkan rasa bersalah pun menyeruak begitu saja. Permasalahan lintang benar benar membuang banyak energi yang leo punya.


Jangankan untuk memberi kabar pada kekasih nya, untuk sekedar makan saja leo lupa. Sampai sekarang tak ada makanan sedikit pun yang masuk ke perutnya, hanya air putih lah satu satu nya yang menjadi sumber energi pria itu...


Leo melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. Ah.. Tak terasa sudah lebih dari 30 menit dia terjebak di tengah hujan dan kemacetan malam itu. Jika sudah begini rasanya leo ingin sekali bisa menghilang dalam sekejap mata dan langsung berada di depan wanita nya, tak perlu lagi bermacet-macetan seperti ini...


Ratusan kali leo sudah mencoba untuk menghubungi nomor ponsel alexandra, tapi hasil nya nihil. Hanya berdering namun sama sekali tak mendapatkan respon dari sebrang sana.


Panik, kesal, marah semua berbaur menjadi satu. Pikiran leo kacau. Takut sekali rasanya jika sampai ale salah paham dan menganggapnya tak bisa menepati janji. Padahal leo memiliki alasan kuat di balik itu...


[Sayang. Kamu dimana ?? Sudah pulang atau masih di kantor ??]


[Aku sudah di jalan, tolong kabari aku. Maaf aku tidak menepati janji untuk menjemput mu tadi sore.]


[Sayang. Tolong angkat telepon ku.]


[Kalau begitu aku langsung otw ke rumah mu saja, ya. Tunggu aku. Aku akan jelaskan semuanya..]


Pesan bergerombol leo kirim kan melalui aplikasi hijau pada alexandra, semuanya terkirim dengan sempurna, centang dua abu abu. Namun hingga beberapa detik belum juga di baca. Padahal tertulis di sana dengan sangat jelas, ale aktif di aplikasi tersebut 15 menit yang lalu..

__ADS_1


Pasti. Sudah pasti alexandra marah besar kali ini.


Setelah jalanan mulai sedikit lengang tidak begitu macet seperti sebelum nya, leo langsung tancap gas, membawa roda empat milik daddy nya membelah jalan raya malam itu...


🌼


Sementara itu di waktu dan tempat yang berbeda...


Sore itu setelah menunggu dan tak ada kabar, akhirnya ale memutuskan untuk ikut pulang bersama daddy nya. Namun saat di jalan, ale tidak sengaja melihat sesuatu yang janggal...


"Kamu mau kemana, nak ??" tanya dad zack saat sang putri sulung tiba tiba membuka pintu mobil. Untung saja mereka masih terjebak di lampu merah, jadi tak ada kendaraan yang lalu lalang di belakang mobil pribadi daddy nya


"Dad, duluan saja. Nanti aku pulang sendiri.."


Setelah mengatakan hal itu, ale langsung menutup pintu mobil dan berlari ke satu titik. Namun karena lampu sudah kembali berwarna hijau, mau tidak mau kendaraan itu pun kembali melanjutkan perjalanan.


"STOP!!" Ale tiba tiba berteriak lalu menarik seorang wanita yang tengah menangis tersedu di jalanan itu, menarik nya dari seorang pria yang terus mencoba membuat wanita itu masuk ke dalam mobil..


"SIAPA KAU BERANI BERANI NYA MENCAMPURI URUSAN KU, HAH ??" pria itu melepaskan cengkraman nya dan sedikit mendorong wanita itu hingga terhuyung kebelakang, untunglah ale sigap dan membantu menahan tubuh wanita yang posturnya menang lebih pendek dari diri nya..


"Nona Alexandra..." ucap wanita itu dengan terisak bahkan suara nya sampai bergetar.


Ale bingung banyak nya orang di sekitar mereka tapi tak ada satu pun yang membantu melerai perkelahian yang tidak imbang itu. Mereka hanya jadi penonton seolah perdebatan itu menarik. Ah, dunia memang sulit di tebak. Di saat orang terlihat jelas memerlukan bantuan tapi mereka lebih memilih mengabadikan nya lebih dulu. Apakah dunia sudah semenyeramkan ini..??


"Bisa tidak memperlakukan wanita itu tidak kasar, hah ?? Kau tidak malu melakukan hal tak beradab ini di tempat umum ??" Ale menyembunyikan wanita itu di belakang tubuh nya. "Atau jangan jangan otak mu itu sudah rusak hingga tak lagi tau bagaimana cara memanusiakan manusia...???" Ale mendongakkan kepalanya dengan tatapan tajam menantang. Jangan kira ale takut, dia sudah pernah mendengar hal dan bentuk manusia yang lebih menakutkan dari pria yang berdiri di hadapan nya ini...


Ale menepis tangan pria itu dengan kasar.


"Kau lihat ?? Dia tidak mau!! Jangan paksa lagi atau aku akan menghubungi polisi..!!"


"Hhahah... Silahkan. Hubungi saja polisi sekarang juga!! Aku tidak takut!!" Tantang pria itu senyum menyeringai yang terlihat menjijikan di mata ale


"Asal kau tau saja, dia itu istri ku. Jadi aku berhak melakukan apapun pada wanita itu!!"


Deg.


Ale terkejut bukan main. Bahkan saking terkejut nya ale sampai menoleh ke belakang untuk bertanya apa benar yang di katakan pria itu hanya lewat tatapan mata nya. Dan benar saja, wanita itu mengangguk dengan deraian air mata yang terus membanjiri wajah nya.


"Mau dia istri mu, ibu mu atau adik mu sekalipun, kau tidak berhak memperlakukan nya dengan kasar seperti itu!! Pergi sekarang atau aku akan berbuat hal yang tidak pernah kau bayangkan!!"


Pria itu tersenyum miring, "Lakukan saja!! Aku ingin lihat wanita seperti mu bisa apa!!" ucap pria itu lagi menatap ale dengan tatapan penuh arti dari atas hingga bawah, membuat ale tak bisa lagi mentolerir hal itu


Ale celingak-celinguk, melihat ke sekitarnya seperti mencari sesuatu..


Tiba tiba...


BRAKKK


BRAKKK

__ADS_1


BRAKKK


"STOP!! DASAR PEREMPUAN GILA!! APA YANG KAU LAKULAN PADA MOBIL KU!!" Pria berambut cepak itu berlari ke arah depan mobil nya yang kaca nya sudah hancur di pukul secara membabi buta oleh alexandra. Bahkan kaca spion nya di tendang begitu kencang hingga terlepas dari tempat nya dan tak berbentuk lagi.


"Bagaimana ?? Apa kau ingin melihat apa lagi yang bisa aku lakukan, hem ??" Ale tersenyum smirk dengan wajah penuh kepuasan..


Melihat pria itu masih shock, ale pun segera mengajak pergi wanita itu...


"Sayang..." suara panggilan saat ale dan wanita itu berlari di trotoar jalan,


"Dad...??" Ale tampak terkejut melihat mobil daddy nya berhenti tepat di samping nya berdiri..


"Ayo masuk!!" Ajak nya yang langsung di iya kan oleh ale. Tangan ale masih menggandeng erat lengan wanita itu, sejak tadi ale tak melepaskan nya. Takut kalau pria itu mencoba kembali mengejar wanita tersebut.


Kedua wanita itu pun masuk dan duduk di kursi penumpang bagian belakang. Entah sejak kapan dad zack sudah duduk di samping supir pribadi mereka...


"Dad, bukan nya tadi dad sudah pergi ??" tanya ale penasaran sambil sesekali menarik nafas nya yang masih terengah-engah


"Tadi dad meminta putar balik. Dad khawatir karena kamu pergi begitu saja tanpa memberi dad alasan.." jawab dad zack sambil melihat putri nya melalui spion dalam mobil


"Sorry, dad..."


Dad zack mengangguk sambil tersenyum. Setelah itu sad zack langsung mengambil tisu dan memberikan pada wanita yang duduk di sebelah putri nya.


"Hapus air mata mu. Air mata mu tidak pantas kamu keluarkan untuk laki laki macam itu!!"


Deg.


Ale dan wanita di samping nya terkejut mendengar ucapan dad zack. Berarti daddy nya itu melihat semua kejadian tadi.


"Dad....??" ale tak mampu melanjutkan tanya nya, namun sepertinya dad zack sudah tau apa yang akan di tanyakan oleh sang putri


"Dad sudah melihat semua nya!! Kamu hebat, nak. Dad bangga pada mu.." Dad zack memang melihat semuanya dari dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari kejadian tadi. Dad zack tidak tau jika ale ternyata sebar bar itu. Dan jika pria tadi ingin meminta pertanggung jawaban atas apa yang di lakukan ale, maka dad zack akan menjadi orang pertama yang membela putri nya. Sudah sangat jelas pria itu bersalah. Tapi dia malah terus menyulut emosi alexandra.


Ale tersenyum malu malu seraya menggaruk alisnya yang sama sekali tidak gatal...


"Oh iya, dad. Kenalkan.. Ini Aletta. Dia sekretaris Leo..."


🌼


🌼


🌼




__ADS_1


__ADS_2