Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 58


__ADS_3

Setelah selesai makan malam dengan tuan peter dan nyonya inara, lintang bergegas kembali ke kamar nya. Rasa nya risih sekali terus di tanyakan sudah sejauh mana persiapan pernikahan nya yang akan di adakan beberapa hari lagi itu.


Lintang berdiri di depan cermin besar. Melihat pantulan diri nya di depan cermin itu. Sungguh bagi siapapun yang melihat tidak ada celah sama sekali dalam diri nya. Cantik, tinggi, putih dan tentu memiliki body yang selalu di inginkan setiap wanita.


"Alexandra...." gumam nya menatap lurus ke cermin dengan penuh kebencian.


Ah. Mengingat soal alexandra membuat emosi lintang semakin menjadi. Ucapan yang ale lontarkan tadi siang seolah menabuh genderang perang padanya.


Sebuah pikiran terlintas di pikiran wanita itu, apa diri nya harus melenyapkan alexandra agar tidak ada lagi bayang bayang wanita yang itu lagi di sisi leo.


Namun lamunan itu terhenti kala terdengar deru mobil yang berhenti di halaman. Lintang tentu hafal itu mobil siapa.


Wanita itu pun berlari menuju halaman depan kediaman Baroos.


Salah seorang pelayan langsung membukakan pintu utama, namun naas nya baru saja pintu itu terbuka leo sudah menerobos masuk tanpa sapaan bahkan menoleh saja tidak, lintang bagai tak terlihat di mata sepupu nya itu.


Karena leo pulang sudah sangat larut, kedua orang tua nya pun sudah masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat.


Lintang mengikuti langkah panjang leo menuju kamar nya. Akan tetapi saat kaki wanita itu ingin beringsek masuk ke dalam kamar pribadi leo, sepupu nya itu langsung menutup pintu kamar dan langsung mengunci nya dari dalam..


Tok. Tok. Tok.


"Leo, kau kenapa ?? Apa aku bersalah pada mu ??" Lintang memekik sambil terus menggedor pintu kamar leo


"Tolong katakan apa kesalahan ku ?? Jangan diam saja seperti ini. Aku mohon.." Dengan suara bergetar lintang tak menyerah memohon agar leo tidak terus menerus bersikap dingin pada nya. Namun nihil. Tak ada respon apapun. Jangan kan untuk membuka pintu kamar nya itu, menyahut saja sepertinya leo enggan..


Cukup lama lintang berdiri di depan kamar leo, air mata nya luruh membasahi kedua pipi nya.


"Leo..." Panggilnya sekali lagi, tapi tetap sama. Hanya keheningan yang menjawab. Lintang di abaikan. Mungkin juga di anggap tidak ada.


Akhirnya dengan perasaan gundah, sesak dan sedih, wanita itu pun beranjak dari depan kamar leo menuju ke kamar nya yang juga satu lantai dengan kamar leo..


Lintang merebahkan tubuh nya yang lunglai di atas kasur berukuran king nya. Menatap nanar langit langit kamar itu.

__ADS_1


Sekali lagi pikiran nya melambung jauh, memikirkan bagaimana cara nya agar leo hanya melihat diri nya. Dan tentu nya bagaimana dia bicara dengan seluruh keluarga nya bahwa pernikahan yang sudah di nantikan selama beberapa tahun terakhir harus batal karena lintang mencintai pria lain.


"Besok Dimitri datang ke Indonesia. Aku harus bicara dengan nya..!!" gumam lintang dengan perasaan menggebu, tidak sabaran menunggu calon suami nya datang.


Tidak ada yang salah dengan calon suami nya, bahkan selepas berpacaran dengan kekasih sebelum nya, dimitri lah yang menjadi pengobat saat wanita itu sedang rapuh rapuh nya. Dimitri memang memiliki segalanya, uang, ketampanan, mapan bahkan dia juga menjadi salah satu pejabat tinggi di industri hiburan di perancis, negara asal pria itu. Hanya saja lintang baru menyadari perasaan nya selama ini. Ternyata perasaan cinta nya selama ini hanya untuk leo seorang. Sekuat lintang mencari nama dimitri di tempat paling dasar di dalam hatinya, tetap hanya ada nama Leo seorang. Bahkan tiga tahun yang mereka jalani nampak sia sia.


🌼


Tok. Tok. Tok.


"EVELYN!!! CEPAT BUKA PINTU NYA!!" Di tempat yang lain pun ada seseorang yang mengganggu kenyamanan penghuni lain. Nyonya sofi berteriak teriak membuat keributan di depan kamar putri tiri nya. Wanita itu tidak terima di permalukan seperti tadi di hadapan leo.


Tok. Tok. Tok.


"CEPAT BUKA ATAU AKU AKAN MENDOBRAK NYA!!"


Ale menghembuskan nafasnya, memang menghadapi manusia penuh drama seperti nyonya sofi dan vanya membutuhkan tenaga ekstra. Apalagi di saat seperti ini mereka pasti merasa dirinya yang paling terzolimi.


Ale membuka pintu kamar dengan malas, lalu menatap tajam nyonya sofi dan vanya bergantian


"Apa maksud mu tadi ?? Kenapa kau bersikap seperti itu di depan leo, hah ?? Kau sengaja ya ingin membuat ku malu, iya, begitu ??"


Ale terkekeh geli mendengar nyonya sofi yang memberondong nya dengan pertanyaan yang tidak masuk akal..


"Kak, kau tega sekali padaku!! Apa salah ku padamu ?? Apa tidak ada lelaki lain selain kak leo yang kau pacari, hah ??"


Belum sempat ale menjawab pertanyaan nyonya sofi, kini vanya ikut mempertanyakan sesuatu yang di luar nalar. Bagaimana ale tidak berpikir seperti itu, pasalnya ale sudah tau adik tiri nya itu sudah memiliki kekasih yang seorang fotografer. Dalam ketidaksengajaan ale pernah memergoki vanya bersama seorang pria saat sama sama berada di tengah kemacetan lalu lintas, mereka sangat mesra bagai sepasang kekasih. Bahkan di mobil yang tengah di kendarai pria yang bersama vanya tersebut sesekali vanya bergelayut manja dan mencium pipi pria itu.


Dan dari mana ale tau bahwa dia seorang fotografer, tentu saja dari kartu identitas yang tergantung di dalam mobil pria tersebut.


Nama dan bahkan jabatan yang tertera di kartu tersebut jelas terlihat meskipun ale hanya melihat nya dari luar mobil itu.


"Kalau begitu apa boleh aku berpacaran dengan Eric ??"

__ADS_1


Deg.


Tiba tiba nafas vanya memburu, sorotnya melayangkan tatapan permusuhan, mata bulatnya tak berkedip menatap alexandra.


"Bagaimana ?? Apa boleh ??" Ale menaik turunkan kedua alisnya pada vanya seraya tersenyum dengan menampilkan barisan gigi nya yang putih bersih.


Nyonya sofi tentu tau siapa eric. Dia adalah pria yang tak pernah mendapatkan restu sejak pertama kali Vanya mengenalkan eric padanya.


"Vanya jelaskan pada ibu ?? Kenapa dia bisa menyebut nama pria itu ??" Kini nyonya sofi malah membentak putri nya. Dia sungguh kaget mendengar nama eric lagi setelah berbulan bulan wanita itu tau nya vanya tidak lagi berhubungan dengan pria tersebut.


"T-tidak bu. Aku tidak mengerti apa maksud kak evelyn tadi..." Vanya terbata dengan wajah yang pucat pasi.


"Baiklah kalau kau tidak mengerti. Besok aku akan memulai misi untuk mendapatkan eric si fotografer tampan itu..." Ale semakin puas melihat wajah vanya yang tidak terima tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena ada ibu nya disana..


"Sudah ya. Ini sudah malam. Jika kalian masih mau ribut, besok saja di lanjutkan. Okay ??"


BRAKK...


🌼


🌼


Mohon maaf yang komentar nya belum sempet otor bales, terimakasih dukungan nya ya 🙏🥰


Jangan lupa bintang lima nya juga gengs 🤗


💜💜💜💜




__ADS_1


__ADS_2