Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 65


__ADS_3

NOTE‼️


INI PART TERAKHIR YA OTOR BAHAS LINTANG!! KALAU RAME, NEXT OTOR AKAN BUAT CERITA KHUSUS FULL KISAH KEHIDUPAN LINTANG DAN DIMITRI SETELAH MENIKAH DI LAPAK BARU🫠


...


🌼


🌼


"Kalau kau tidak mau menikah dengan lintang, maka aku akan menarik semua dana yang telah kukucurkan ke perusahaan itu berikut dengan bunga nya terhitung sejak 10 bulan yang lalu..."


Deg.


Wajah dimitri menjadi pias, tak ada sorot menantang lagi dari kedua netranya. Dihadapkan dengan dua pilihan, pergi atau tetap di sini untuk menikah dengan lintang malam ini juga.


"Hidup adalah pilihan, kamu hanya bisa memilih satu. Tidak bisa keduanya.." ujar leo seperti tau apa yang tengah di pikirkan oleh pria di hadapan nya seraya tersenyum smirk dengan tatapan yang begitu dalam..


"Aku tidak punya waktu. Cepat putuskan sekarang juga!!" sungut leo tegas


"B-baiklah. Aku akan menikah dengan lintang. Tapi...."


Leo langsung bangun dari duduk nya, "Aku tidak ingin mendengar apapun lagi!! Persiapkan diri mu. Sebentar lagi akan ada orang yang datang untuk membantu mu berganti pakaian..."


Itu adalah kalimat terakhir yang leo katakan, sebab sedetik kemudian dia kembali melangkah keluar dari kamar tersebut tidak lupa leo pun mengambil ponsel nya yang masih ada di genggaman dimitri dengan kasar,


Sementara di ruangan itu hanya menyisakan dimitri yang masih terpaku hingga lagi lagi harus menelan pil pahit berhadapan dengan leo.


"Jika saja aku lebih teliti saat itu, semua tidak akan terjadi..!! ****!!" pekik dimitri seraya menjambak rambutnya sendiri, frustasi...


🌼


"Carikan pakaian ganti yang terbaik untuk dimitri. Mereka akan menikah malam ini juga!!" ucap leo berbicara sambil berjalan menuju lift lagi,


Angga sampai tidak bisa berkata kata, leo selalu memiliki cara nya sendiri untuk menjadi penyelamat bagi keluarga besar nya. Angga ingat betul bagaimana leo dengan sukarela membantu perusahaan dimitri tanpa meminta imbalan apapun padahal nominal yang di keluarkan tidak sedikit.


Meski terlihat dingin dan cuek, nyatanya leo lah orang yang paling peduli pada sekitarnya.


"Ck!! Kenapa bengong!! Ayo masuk, kau harus menjelaskan sesuatu padaku!!" seru leo setelah masuk ke dalam lift, sementara asisten nya itu masih terpaku tepat di depan pintu lift yang terbuka lebar


Deg.


Angga bersusah payah menelan saliva nya. Terpaksa angga pun ikut masuk ke dalam lift tersebut..


"Maaf, tuan.." hanya itu yang bisa angga katakan.


"Ck! Aku sudah tau!! Kau sengaja menabrak taksi yang di kendarai dimitri, bukan ??"

__ADS_1


Angga mengangguk pelan sambil menunduk, tak berani menatap langsung wajah tuan nya..


"Its okay. Tidak apa apa..." leo menepuk bahu angga dengan tersenyum penuh arti membuat nya malah semakin terlihat menakutkan..


"Aku akan memotong gaji mu sebagai biaya kerusakan mobil kesayangan ku yang kau pakai untuk menabrak taksi dimitri!! 35% tiap bulan nya.. Bagaimana ??"


Rasanya angga ingin menangis dan berteriak sekencang kencang nya untuk meluapkan kekesalan nya pada leo.


Bukankah tadi dia mengatakan bagaimana pun cara nya jangan biarkan dimitri sampai pergi dan melakukan penerbangan kemana pun. Dan itulah cara yang angga pilih, sengaja menabrak taksi yang di dalam nya ada dimitri agar kendaraan itu berhenti seketika.


Namun angga tidak semena mena pada supir yang mengendarai kendaraan itu. Angga memberikan kartu nama tuan nya yang tertulis di sana ada nama besar perusahaan Baroos...


Setelah itu angga langsung membawa dimitri dengan sedikit paksaan dan juga ancaman. Angga mengatakan bahwa leo bisa melakukan apapun jika keinginan nya tidak di turuti, termasuk pada dimitri yang bahkan tidak ada apa apa nya jika di bandingkan dengan leo.


"Jangan lupa siapkan juga penghulu nya. Dan ingat!! Jangan sampai ada wartawan yang meliput kejadian malam ini!!" tegas leo dengan tatapan tajam membuyarkan lamunan angga yang memikirkan kejadian beberapa jam lalu...


"baik, tuan.." jawab angga sedikit lesu mengingat gaji nya akan di pangkas untuk mengganti kerusakan mobil leo. Ah, jika saja leo tau angga memberikan kartu nama nya pada supir taksi tadi, mungkin bulan ini angga tidak akan menerima gaji nya..


🌼


Pukul 7 malam..


Ibu kota tiba tiba di guyur hujan lebat. Lintang beserta keluarga besarnya masih terjebak dalam kemacetan lalu lintas malam itu.


Di dalam mobil yang di kendarai oleh tuan Thomas hanya ada keheningan. Tidak ada senda gurau bahkan sekedar berbicara satu sama lain pun tak ada..


Setelah kembali sadar, nyonya bia tidak mengatakan sepatah kata pun. Terlihat dari raut nya, ibu satu anak itu masih sangat shock dan tidak percaya atas kejadian yang begitu cepat ini.


Sementara di mobil yang lain, eyang putri duduk di belakang bersama dengan nyonya inara dan tuan peter duduk di samping supir pribadi keluarga Baroos..


Untuk keluarga besar mereka yang lain di minta oleh eyang untuk tidak ikut serta, sebab semakin banyak orang akan semakin menarik perhatian.


Sudah lebih dari 40 menit kendaraan mereka masih belum tiba di hotel tempat acara berlangsung.


Leo melihat arloji di pergelangan tangan nya,


"Sudah hampir jam 8 tapi mereka belum juga tiba!!" gumam leo yang duduk di lobby hotel bersama angga dan satu orang penghulu...


Akibat terlalu sibuk mengerjakan ini dan itu, tanpa disadari leo sudah melupakan sesuatu yang penting. Bahkan sampai detik ini pun leo tidak menyadari hal itu...


Alexandra. Entah bagaimana nanti hubungan nya. Leo yang tidak ada kabar seharian pasti menjadi tanda tanya besar di kepala gadis itu. Ah. Sudahlah. Mungkin saja ale akan mengerti jika nanti leo menjelaskan nya.


"Tuan...." Angga bangun dari duduk nya saat melihat beberapa orang masuk ke dalam lobby...


"Akhirnya..." gumam leo yang langsung beranjak menghampiri ke enam orang tersebut...


Setelah berbicara sedikit, leo langsung mengajak ke semua orang itu untuk menuju salah satu kamar yang ada calon mempelai pria nya...

__ADS_1


Lintang menghembuskan nafasnya, sesak, saat leo sama sekali tidak menyapa nya, lagi...


Mereka semua pun masuk ke dalam lift menuju lantai 4...


Saat pintu kamar terbuka, semua mata langsung tertuju pada satu orang pria yang sudah rapi dengan jas berwarna dark blue lengkap dengan dasi kupu kupu yang terpasang di kerah baju nya...


"Tidak perlu berlama lama. Langsung saja laksanakan akad nikah nya.." ucap leo yang di aminkan oleh seluruh keluarga. Lagi pula apa yang di tunggu lagi, pernikahan impian mereka sudah hancur, tak ada lagi pesta meriah yang akan di laksanakan lusa nanti. Sudah bagus leo masih mau mengurusi hal ini. Jika tidak, sudah dipastikan keluarga besar mereka akan terkena imbasnya..


"Bagaimana saksi, Sah ???" tanya penghulu sesaat setelah dimitri mengucapkan ijab kabul nya..


"SAH..." Jawab seluruh keluarga serempak...


Meski menikah di bawah tangan tapi mahar yang di berikan dimitri tidak main main. Pria itu memberikan satu set perhiasan dengan harga mencapai lebih dari 1 milyar rupiah. Memang hadiah itu sudah dimitri persiapkan dan akan diberikan pada lintang setelah resepsi mereka selesai di adakan. Namun nasi sudah menjadi bubur dan tidak mungkin kembali lagi menjadi nasi, bukan ?? Maka mau tidak mau dimitri harus menelan bubur itu meski pun rasanya hambar, tanpa garam dan bumbu yang lain..


"Angga. Bereskan!!" ujar leo pada asisten nya. Maksud leo adalah angga harus membuat penghulu itu tutup mulut untuk selama lama nya. Jangan sampai setelah kejadian ini dia bernyanyi dan membuat blunder pada media...


"Baik, tuan.." Angga pun keluar dari kamar itu bersama dengan pak penghulu


Sementara di dalam ruangan itu masih ada ketegangan...


"Dimitri. Aku tau kau orang yang baik. Maaf aku memakai cara konyol ini!!" batin leo menatap sedih wajah dimitri. Pria itu tengah berpikir, bagaimana jika diri nya yang berada di posisi dimitri. Oh, ayolah, siapa pun pasti tidak ingin ada di posisi nya sekarang. Hampir menikah dengan wanita yang di sayangi namun wanita itu tiba tiba membatalkan di tiga hari sebelum pernikahan. Belum lagi wanita itu dengan lantang mengatakan bahwa mencintai pria lain. Huhh.. Dimitri. Sudah jatuh tertimpa duren pula. Sudah jatuh kena duri pula. Sakit nya double, tentu saja...


"Dimitri.." Nyonya bia akhirnya mengeluarkan suara nya lagi, namun suara itu terdengar berbeda. Ada getaran dan tangis yang tertahan saat wanita itu menyebutkan nama dimitri..


"Aku yakin kamu pria baik dan bijaksana. Bagaimana kehidupan lintang selanjutnya aku tidak ingin tau lagi!! Aku serahkan lintang pada mu!!"


Deg.


Lintang langsung melihat ke arah mom bia,


"MOM???" pekik lintang tidak suka. Nun seolah tak terlihat, nyonya bia sama sekali tidak terusik dengan suara lintang yang memecah keheningan di kamar tersebut..


Eyang putri dan kedua orang tua leo pun terkejut dengan kalimat yang terlontar dari mulut nyonya bia, begitu pun dengan sang suami, tuan thomas.


"Sepertinya sudah tidak ada alasan lagi aku berada di sini. Kalau begitu aku permisi.." Nyonya bia pun beranjak dari duduknya kemudian tanpa mengatakan apapun lagi langsung pergi begitu saja, bahkan panggilan sayang dari sang suami dia abaikan...


...


🌼


🌼




__ADS_1


__ADS_2