Montir Cantik Milik Tuan Leo

Montir Cantik Milik Tuan Leo
Bab 53


__ADS_3

Tok. Tok. Tok.


Kaca jendela mobil yang di kendarai leo di ketuk ketuk dari luar, padahal kendaraan itu baru saja tiba kembali di perusahaan, bahkan mesin mobil nya saja masih menyala..


"Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting yang ingin di bicarakan oleh sepupu mu.." Ale mengulas senyum seraya melihat ke arah leo dan lintang sekaligus, sebab saat ini lintang tengah membungkuk mencoba melihat ke dalam mobil dari balik jendela leo..


"Aku akan mengantar mu dulu.." Leo membantu ale membuka seatbelt nya.


Ale menggeleng, "Tidak perlu!! Sebaiknya kamu selesaikan saja urusan perasaan kalian berdua!! Aku tidak mau menjadi pelarian siapapun lagi, termasuk kamu!!"


Leo mengerutkan kening nya, sementara ale sudah memegang handle untuk membuka pintu mobil,


"Tunggu!! Apa maksud kamu ?? Kenapa bicara seperti itu..??" tanya leo dengan debaran jantung yang kembali tidak normal


Ale tersenyum kecut sambil mengedikan kedua bahu nya, "Tanyakan pada hati mu!!"


Dan setelah mengatakan itu ale benar benar meninggalkan leo sendirian di dalam mobil..


Leo menatap kepergian kekasih nya dengan bingung..


"Apa maksud perkataan alexandra tadi ?? Apa dia tau aku pernah memiliki perasaan pada lintang ??"


"Tapi kalau pun tau, memang nya kenapa ?? Itu kan hanya masa lalu.."


Tok. Tok. Tok.


Ketukan di jendela mobil kembali menyadarkan leo dari lamunan nya.


"Ck!! Lintang, kau benar benar menyebalkan!!" gumam leo, sedetik kemudian leo pun membuka pintu mobil membuat lintang harus sedikit mundur ke belakang..


"Kamu dari mana saja sih, leo ?? Aku sudah mencari kamu kemana mana.." pekik lintang dengan nafas yang memburu, dia memang sudah kelelahan karena hampir dua jam berkeliling mencari keberadaan leo. Namun sampai dia kembali ke perusahaan lima belas menit yang lalu leo tak kunjung menampakkan batang hidung nya lagi.


Leo memilih tak menggubris rajukan lintang. Pria tampan itu berjalan dengan langkah panjang nya masuk ke dalam perusahaan nya, sementara lintang yang merasa tidak di tanggapi terpaksa mempercepat langkah agar tidak terkesan di tinggalkan leo. Pasalnya banyak pasang mata yang kini memperhatikan diri nya.


"Leo!! Kenapa ku diam saja ?? Aku sedang bicara pada mu!!" Lintang kembali bersuara saat mereka berdua sudah berada di dalam lift


Lagi lagi leo hanya diam dengan wajah datarnya, kaca mata hitam yang leo kenakan belum juga di tanggalkan nya, terlihat arogan memang, namun bukan salah nya, lintang lah yang terus membuat semua nya menjadi kacau.


Ting.


Pintu lift terbuka, leo langsung keluar lebih dulu..


"Angga! Ke ruangan saya sekarang!!" Leo membuka handle pintu ruangan sang asisten pribadi, lalu meminta angga yang tengah duduk di kursi nya untuk segera menghadap leo di ruangan nya

__ADS_1


"B-baik Tuan.." Jawab angga tergagap karena terkejut dengan kedatangan tuan nya yang tiba tiba itu


"LEO!! Aku ingin bicara!!" Lintang kembali memekik, kini yang terkejut dengan suara lintang adalah aletta, sekretaris leo.


"Aletta. Bawakan berkas meeting siang tadi!!" Ucap leo sebelum masuk ke dalam ruangan nya..


"Baik, tuan.." jawab aletta yang sama terkejut nya dengan angga..


"Aunchhh.." Saking buru buru nya aletta berjalan, wanita itu sampai melupakan bahwa pergelangan kaki nya masih sakit.


Deg.


Sepasang netra dua manusia berlawanan jenis pun saling bertemu..


Sepersekian detik waktu terasa berhenti...


Beruntung aletta tidak sampai jatuh sebab ada angga yang tiba tepat waktu lalu menahan tubuh wanita itu agar tidak mencium lantai


"Kamu ini sebenarnya bisa jalan pelan pelan tidak sih ??" Angga membuka suara dengan wajah datar untuk menyembunyikan perasaan nya


"Ahh, m-maaf pak angga. Saya buru buru mau memberikan ini pada tuan leo.." Sahut aletta seraya mengangkat berkas di tangan kiri nya. Wanita itu pun kembali berusaha berdiri tegak seraya merapikan pakaian nya sebelum masuk ke ruangan sang atasan


Tok. Tok. Tok.


Setelah mengatakan itu dan memastikan penampilan nya masih sempurna, aletta langsung mengetuk pintu ruangan tuan leo..


Leo mengangguk, "Letakkan di meja saya.." perintah leo pada sekretarisnya,


Aletta mengedarkan pandangan nya, kedua netra nya bertemu dengan sepasang manik coklat milik lintang..


"Apa lihat lihat ??" ketus lintang pada sekretaris leo seraya melipat kedua tangan di atas dada. Sontak aletta langsung menunduk, bukan takut, hanya saja aletta mencari aman. Dia tidak mau hanya karena masalah sepele, pekerjaan nya di pertaruhkan. Padahal aletta tidak sengaja melihat lintang karena wanita itu duduk di atas meja leo, membuat aletta mau tidak mau melihat ke arah lintang.


"Jika sudah kamu boleh kembali ke meja mu, aletta!!" seru leo,


"Baik, tuan.." jawab lintang membungkuk hormat lalu keluar dari ruangan..


"Angga, suruh lintang pergi dari ruangan ku!!" Kini giliran angga yang mendapat perintah. Namun tak tanggung tanggung, perintah tuan nya itu membuat angga jadi serba salah.


"Leo, apa maksud kamu ??? Kenapa kamu meminta angga untuk mengusirku?" Lintang yang tidak terima langsung menghampiri leo


"Angga!! Kenapa kau diam saja ?? Apa kau mau di pecat ??" pekik leo dengan tatapan tajam


"Tidak, tuan.." Angga langsung ciut, karena memang hanya leo yang bisa memecatnya

__ADS_1


"Nona lintang! Sebaiknya anda pulang saja. Tuan leo tidak bisa di ganggu!!"


"Diam kamu angga!! Aku tidak sedang bicara dengan mu!!" Tak kalah sengit, lintang langsung memarahi angga di depan leo


"Angga!! Aku beri waktu satu menit!! Cepat suruh dia pergi, atau aku benar benar akan memecat mu!!" Leo tak main main dengan ancaman nya sebab terlihat jelas dari kilatan kemarahan yang di tunjukkan leo lewat raut wajah nya


"B-baik, tuan.." Sekali lagi angga terbata. Angga seperti berada di tengah tengah antara harus memilih masuk kandang singa atau kandang buaya. Mana yang lebih bahaya ? Bukankah kedua dua nya binatang buas dan sudah pasti berbahaya. Ah, rasanya ingin sekali angga mengutuk kedua orang di hadapan nya ini. Kedua nya sama sama menyebalkan.


"Nona lintang, sebelum semua nya semakin kacau sebaiknya anda segera pergi..!!"


"Berani kamu mengusirku, hah ??" Lintang berjalan mendekat ke arah angga, lalu menatap tajam kedua bola mata milik pria itu..


"Sepuluh...Sembilan...Delapan..."


Deg.


Angga semakin frustasi saat leo sudah menghitung mundur.


"Nona lintang, maaf atas kelancangan saya.." Angga langsung menarik paksa tangan lintang di hitungan ke lima. Dan di hitungan ke dua lintang sudah benar benar berada di luar ruangan leo.


Lintang menepis tangan angga dengan kasar.. "Brengsek!! Kamu lupa siapa saya, hah ??" lintang sudah hilang kesabaran, sambil mengusap pergelangan tangan nya yang memerah karena di tarik paksa oleh angga tadi, dia pun kembali memberikan tatapan mengintimidasi pria tersebut.


Aletta yang posisi meja nya tepat di depan ruangan leo pun langsung berdiri kala mendengar perdebatan panas antara angga dengan sepupu tuan nya itu..


"Berani sekali pak angga menyentuh nona lintang. Apa jangan jangan di antara mereka memang ada hubungan.." gumam aletta dalam hati nya, merasa ada yang aneh dengan hati nya. Ada rasa tidak suka saat melihat angga bersama wanita lain, padahal angga dan diri nya saja tidak dekat sama sekali. Malah terkadang angga sering mengajak nya berdebat mengenai masalah yang sebenarnya tidak penting dan itu selalu membuat aletta kesal, karena diri nya lah yang selalu kalah dalam perdebatan tersebut.


"Maaf, nona. Saya terpaksa melakukan ini!! Tuan leo adalah atasan saya, apapun yang beliau katakan saya harus mematuhi nya!!" Jawab angga membela diri. No!! Bukan membela diri, namun memang sebagai bawahan diri nya patut untuk menuruti semua perintah leo meskipun permintaan nya terkadang di luar nurul, seperti saat ini


"Awas kamu ya!! Aku benar benar akan adukan kejadian hari ini pada dad peter!!" pekik lintang seraya mengacungkan jari telunjuk nya tepat di depan wajah angga


Huh!


Angga menghela nafas kasar saat melihat lintang sudah berjalan menjauh dari tempat nya berdiri.


Deg.


Saat angga berbalik, tidak sengaja mata nya kembali bertemu dengan kedua netra aletta. Hari ini kejadian seperti ini sudah tak terhitung jumlah nya. Entah kebetulan atau bagaimana, mata mereka terus saja bertemu. Membuat kedua nya merasa canggung dan bingung sendiri.


🌼


🌼


__ADS_1




__ADS_2