
Setelah perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya mobil tuan zack sudah tiba di kediaman nya...
"Non, maaf.. Ini rumah siapa ??" tanya aletta seraya mendongakkan kepala nya pada bangunan mewah dua tingkat yang ada di hadapan nya saat ini.
Aletta pun ikut turun bersama dengan tuan zack dan juga alexandra.
Wanita itu terus mengedarkan pandangan. Terlihat halaman nya cukup luas, terdapat beberapa pohon bonsai yang tertata rapi. Di sekeliling nya juga ada lampu lampu taman yang tentu akan bercahaya saat malam tiba. Indah, mewah dan terlihat sangat elegant...
"Ini rumah daddy ku.." jawab ale menatap lucu wajah aletta yang terus berbinar melihat ke seluruh penjuru halaman rumah nya.
"Ayo, masuk..." ajak ale seraya menggandeng tangan aletta. Bukan maksud ale sok akrab atau bagaimana, tapi jika mengingat kejadian tadi rasanya ale sangat iba pada aletta. Sebagai sesama wanita, ale tidak rela wanita baik seperti aletta di perlakukan seperti itu...
"Tapi, non.. S-saya..." aletta mencoba menahan tangan alexandra..
"Jangan bilang kamu mau pulang dan bertemu dengan suami gila mu itu ??" tanya ale penuh selidik...
"B-bukan b-begitu nona alexandra. T-tapi...." aletta terus terbata karena merasa sulit bicara jika mendapat tatapan tajam seperti itu. Ya. Katakanlah dirinya trauma. Memang benar. Wanita mana yang tidak mengalami trauma jika terus mendapatkan KDRT setiap hari ???
"Kalau tidak. Ya sudah. Ayo kita masuk!! Aku lelah dan tubuh ku sangat lengket, aku yakin kamu juga, kan ??" Ale kembali menggandeng tangan aletta, lalu mengajak nya untuk masuk ke dalam rumah. Sementara tuan Zack sudah lebih dulu masuk meninggalkan ale dan aletta...
"Siapa yang kamu bawa itu ??" tanya nyonya sofi saat ale sengaja berjalan melewati nya. Padahal nyonya sofi tengah duduk di sofa ruang keluarga, tidak mungkin jika ale tidak melihatnya. Bahkan aletta saja bersitatap beberapa detik dengan netra tajam nyonya sofi.
"Dasar anak tidak tau sopan santun!! Aku sedang bicara dengan mu!!" Pekik nya lagi dengan nada membentak seraya berkacak pinggang. Rasanya selalu harus seperti ini jika berhadapan dengan anak tiri nya itu. Ah, entahlah. Kedua nya memang tak pernah bisa akur sejak dulu. Mereka memiliki alasan masing masing untuk membenci satu sama lain...
Ale menghentikan langkahnya saat dia dan aletta sudah berada di anak tangga pertama sebelum mereka menaikinya menuju lantai dua...
"Sssttt... Bisa tidak anda itu tidak berteriak teriak, hum ??? Aku ini habis bekerja. Lelah. Jadi sebelum kesabaran ku habis sebaiknya anda tutup mulut saja..!! Oh ya satu lagi. Kita tak seakrab itu dan anda tidak perlu banyak bertanya apa yang aku lakukan atau siapa yang aku bawa kerumah ini..!! Ingat!! Aku lah yang tuan rumah, anda dan putri anda hanya numpang di sini!!" Panjang lebar ale bicara membuat aletta tak bisa berkata kata. Ini kali pertama aletta datang kerumah alexandra, namun dia sudah di suguhkan drama ibu dan anak yang entah.
Nyonya sofi menatap nyalang, sementara ale sudah kembali mengajak aletta melangkah menaiki anak tangga menuju kamar nya...
"Silahkan masuk.." Ale membukakan pintu kamar lalu mempersilahkan aletta masuk ke dalam kamar pribadi nya..
"T-tapi, non.. Badan saya kotor. Bau keringat..." ucap aletta mengambang di ambang pintu seakan dia tidak pantas untuk masuk ke dalam kamar super luas milik alexandra. Dari mana aletta tau kamar itu super luas padahal dia saja belum masuk ke dalam nya. Oh, ayolah.. Terlihat jelas kamar itu sangat luas dan mewah saat alexandra membuka pintu lebar lebar. Bahkan aroma vanila yang menenangkan langsung menyeruak ketika pintu itu terbuka...
"Nan-Non-Nan-Non.... Sudah ah, panggil saja Alexandra atau kalau kepanjangan panggil ale juga tidak apa apa. Cepetan masuk. Kamu gak lihat ini tangan aku sampai pegal menahan pintu yang berat ini.."
Mau tidak mau akhirnya aletta pun masuk ke dalam kamar itu. Ah. Kamar impian bagi seluruh wanita lajang di muka bumi ini. Tak ada yang spesial dengan interiornya. Hanya di dominasi dengan warna warna yang netral. Namun terlihat sangat nyaman. Di sisi kiri dekat pintu masuk ada kamar mandi yang terlihat cukup luas juga.
Fasilitas seperti AC, TV, mini freez tentu tersedia juga di kamar itu dan jangan lupakan sofa dan meja yang menjadi pelengkap di sudut sebelah kanan pintu masuk kamar alexandra.
"Hei!! Kenapa bengong ??" tanya ale melambaikan tangannya tepat di depan wajah aletta..
"Hahh..?? Tidak, non.. eh, maksud saya ale.. Aku hanya tidak menyangka kamu sekaya ini..." polos aletta mengeluarkan isi kepala nya...
Ale hanya terkekeh.. "Bukan aku. Tapi daddy ku.. Ah, sudah ya. Aku mau mandi dulu. Kamu istirahat saja disini. Nanti kalau ada yang ketuk pintu tidak usah di buka!! Okay ??"
Ucapan ale layaknya sihir membuat aletta otomatis mengangguk tanpa banyak bertanya.
Setelah ale masuk ke dalam kamar mandi nya, aletta memilih untuk ke balkon kamar yang jendela kacanya sudah di buka lebar lebar oleh si empu nya kamar..
Huh..
Aletta menghembuskan nafasnya kasar. Air mata nya kembali menetes begitu saja tanpa izin nya. Menyakitkan sekali harus hidup dengan laki laki yang tidak bisa menjaga emosi nya, bahkan jika aletta melakukan kesalahan sedikit saja, pria itu akan marah dengan meledak ledak.
Tak terasa 30 menit sudah aletta melamun di sana, hingga wanita itu tidak menyadari alexandra sudah keluar dari kamar mandi..
Alexandra keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah. Ale pun segera mengambil hairdryer dan siap untuk mengeringkan rambut nya.
Ale hanya menatap punggung aletta yang berdiri di balkon kamar nya. Ale tau pasti banyak yang sedang di pikirkan wanita itu.
__ADS_1
Tidak ingin mengganggu dengan suara bising dari benda yang di pegang nya, ale memilih masuk kembali ke dalam kamar mandi nya.
Setelah rambut nya kering dan sudah berpakaian juga, ale berjalan menghampiri aletta..
Aletta menoleh sesaat ketika alexandra berdiri tepat di samping nya, dan secepat kilat wanita itu menghapus jejak air mata dengan punggung tangan nya..
"Menangislah, aletta. Tidak semua tangisan itu membuat kamu terlihat lemah.." Ale masih fokus menatap lurus melihat pemandangan malam depan nya. Ya, saat ini sudah jam setengah tujuh malam. Tiba tiba gerimis turun saat keduanya masih mengobrol di tempat itu..
Hiks..Hiks..
Air mata aletta kembali tumpah. Ale mencoba menyalurkan semangat dengan menepuk nepuk bahu aletta pelan..
"Aku harus bagaimana.. Hiks..hiks..??"
Malam ini, malam yang menyakitkan untuk aletta. Semakin aletta berusaha menekan nya, semakin dia mencoba untuk terlepas.
Ale memeluk tubuh aletta. Membiarkan wanita itu menangis di pelukan nya.
Hingga beberapa saat aletta kembali tenang, ale membawa aletta masuk ke dalam sebab malam ini udara sangat dingin, hujan yang turun tiba tiba dan kini masih menyisakan gerimis...
Kini mereka duduk di dua sofa tunggal yang saling berhadapan..
"Kamu pasti terkejut saat tau aku sudah menikah ??" tanya aletta dengan senyum kecil yang menghiasi wajahnya yang mulai sembab..
Ale mengangguk sebagai respon atas pertanyaan aletta..
"Aku sudah menikah selama 2 tahun. Kami menikah karena perjodohan. Aku tidak pernah mengenal dia sebelum nya, begitu oun dengan mas bagus. Kami memiliki kehidupan tenang masing masing sebelum di paksa untuk menikah oleh kedua orang tua kami.."
Ale hanya diam mendengarkan, namun yang pasti sekarang ale tau laki laki itu bernama bagus...
"Aku tidak menyangka, dia begitu pemarah bahkan tak segan melayangkan pukulan padaku. Pergi sulit, bertahan sakit. Itu lah yang selama ini aku rasakan.."
"Kamu tau ?? Aku sengaja memakai KB sejak tau dia tidak bisa menahan emosi nya, karena aku takut jika nanti aku hamil anak ku lah yang akan menjadi korban berikut nya..." Bulir kristal bening kembali luruh begitu saja saat aletta menceritakan kisah kelam rumah tangga yang selama ini dia jalani.
Deg.
Seakan terbuka mata hati nya, jantung aletta berdebar kencang saat mendengar alexandra mengatakan itu. Ya. Seumur hidup itu sangat lama.
"Perceraian bukanlah akhir dari dunia. Justru itu lebih baik jika harus tersakiti seumur hidup. Jangan terlalu keras memikirkan hal yang tidak baik untuk kesehatan mental mu. Tanyakan pada hati mu, apa yang sebenarnya dia inginkan. Melanjutkan pernikahan dengan kamu yang terus berkorban, atau mengakhiri semuanya dan melanjutkan kehidupan ??"
Air mata aletta tiba tiba saja berhenti. Seluruh pikiran nya larut dalam kata perceraian. Apakah benar dia harus memilih jalan itu, sementara kedua orang tua nya tidak mungkin merestui jalan itu. Tapi kedua orang tua aletta tidak pernah tau bahwa aletta mendapatkan siksaan fisik dan mental setiap hari.
"Jika kamu membutuhkan perlindungan hukum, aku akan membantu mu. Kamu tenang saja, jangan takut!! aku akan mendampingi sampai masalah kamu selesai..!!" Ale menggenggam kembali tangan aletta yang dingin...
Setelah perbincangan serius itu, kini kedua wanita yang berbeda usia 2 tahun itu tengah menikmati santap malam yang di bawakan oleh bi asih beberapa menit lalu. Ale sengaja meminta si bibi untuk menyiapkan makan malam spesial untuk menjamu tamu nya.
"Alexandra. Kenapa kamu baik sekali padaku padahal kamu belum mengenal siapa aku.." Di sela sela makan malam mereka aletta membuka obrolan kembali
"Aku akan menjadi cermin untuk orang orang di sekitar ku!! Jika kamu berbuat baik padaku, maka aku akan membalasnya dengan baik pula. Namun sebalik nya jika kamu berbuat jahat padaku, maka aku tidak segan segan membalas 1000 kali lebih kejam..."
Aletta melotot, seram sekali ucapan ale. Nada nya seperti sebuah ancaman, membuat aletta tiba tiba jadi sulit menelan makanan yang ada di dalam mulut nya...
"Hahaha.. Tenang saja. Kamu jangan panik begitu. Aku hanya bercanda.."
Aletta pun ikut tertawa pada akhirnya, wanita itu jadi tau sisi lain alexandra. Hangat. Itulah yang aletta rasakan berada di dekat wanita cantik pemilik dua lesung pipit itu selama beberapa jam terakhir..
Selepas makan malam, ale meminta aletta untuk menginap dirumah nya malam ini. Besok ale akan mengantar aletta pulang demi menjaga keselamatan wanita itu. Sebab tadi aletta sudah mengatakan dia tidak bisa lagi meneruskan pernikahan menyakitkan itu. Aletta ingin terbebas dari pria yang berstatus sebagai suami nya selama dua tahun ini.
Kini aletta tengah mandi, sementara ale menyiapkan baju baru milik nya lengkap dengan pakaian dalam nya juga untuk di pakai aletta.
__ADS_1
Berkali kali suara ponsel mengusik pendengaran nya. Ale sudah melihat siapa yang menelepon nya hingga puluhan kali itu, namun ale enggan untuk mengangkat nya. Dengan malas, ale mengganti mode menjadi senyap. Meski layar ponsel nya terus menyala, namun tak ada lagi suara dering yang mengganggu fokusnya kali ini.
Beberapa menit berlalu, tiba tiba suara ponsel kembali tee denger. Kali ini nada pesan masuk.
Ale mengambil ponsel nya kembali lalu membaca pesan pesan itu tanpa membuka nya dan sedetik kemudian ale kembali meletakkan ponsel nya di atas nakas.
"Jangan salahkan jika sikap ku seperti ini, kamu yang lebih dulu mengabaikan ku!!" batin ale sedih. Sudah berjam jam baru sekarang leo menghubungi nya. Sejak siang kemana saja. Panggilan ale setelah jam makan siang pun di abaikan.
Kriieet.
"Sudah ??" tanya ale saat pintu kamar mandi terbuka, aletta keluar dengan memakai handuk kimono berwarna putih susu yang ale berikan sebelum nya..
Aletta mengangguk,
"Nih.." Ale memberikan satu set baju tidur baru milik nya lengkap dengan pakaian dalam nya juga
"Itu semua baru. Tapi aku tidak tau ukuran mu berapa, kalau di lihat ukuran kita seperti nya tidak jauh beda.."
"Terimakasih. Aku tidak tau harus mengatakan kata apalagi. Aku sangat beruntung mengenal kamu, alexandra.."
Setelah itu aletta pun masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk berpakaian..
Tiba tiba...
Tok. Tok. Tok
"Non... Non evelyn..." suara bibi memanggil nya dari luar
Ale melihat jam di atas nakas nya, sudah jam 10 malam untuk apa si bibi mengetuk pintu kamar nya malam malam begini...
Tanpa menyahuti terlebih dulu, ale memilih langsung membuka pintu kamar nya..
"Ada apa, bi ??"
"Itu non. Bule tampan yang kemarin datang lagi nyariin non evelyn.."
ðž
ðž
Bersambung dulu gengs..
Ingat jangan protes ya kalau ceritanya ngegantung, nama nya juga S3 Marketing ðĪ, sinetron aja kalau bersambung ceritanya ngegantung masa novel otor gak boleh ikutan ngegantung juga ðĪŠâïļ
Untuk yang komen katanya otor jarang update, please, otor udah seeffort itu untuk update tiap hari tapi selalu tertunda di Review Editornya, kaya bab 66, seharusnya itu tayang hari Minggu kemarin tapi malah baru release nya hari ini sekitar jam 2 siang. Ah itu aja udah menyalahi aturan novel otor yang seharusnya tayang di jam kunti.. terus otor kudu ottoke, bestie ?? ðĨš
Dan untuk yang kasih otor bintang satu di tambah komen yang menyakitkan.. Sumpah kalian jahat banget!! Bukan otor anti kritik justru kalau kritik dan saran yang membangun otor akan dengan senang hati menerima nya, tapi kalau yang berkomentar jahat kaya gitu bikin hati otor potek dan semangat otor pun ikut turun seketika..
Seperti yang pernah otor bilang sebelum nya, mending gak usah kasih bintang dan langsung skip aja novel otor!!!
Kalian boleh anggap otor baperan, gak papa.. tapi Please.. Bisa kan kita saling menghargai..??
Sebelum dan sesudahnya otor ucapkan terimakasih ð
ðž
ðž
__ADS_1