Mr. Antagonist

Mr. Antagonist
Dua belas ( butuh waktu )


__ADS_3

...° HAPPY ENDING °...


Alma berbaring dengan tidak tenang. Sejak percakapannya bersama tadi, Sagara menjadi pendiam dan tidak banyak bicara. Bahkan saat Alma bertanya Sagara hanya menatapnya saja.


Menghembuskan nafas lelah, Alma menatap ruangan yang kini akan menjadi miliknya dan Sagara dengan perasaan kacau. Bukankah ini termasuk malam pertama? Apa yang harus ia lakukan?


Mengingat Sagara yang mendiamkannya, tidak mungkin kan dia harus agresif?


Alma memukul kepalanya sendiri mengenyahkan pikiran nyeleneh tersebut. Matanya melirik kamar mandi yang mengeluarkan suara gemericik air pertanda ada orang didalamnya.


" Gue harus gimana?" Alma menggigit bibirnya geram karena tidak mendapatkan pencerahan sama sekali.


Ceklek


Alma buru buru tidur menyamping memunggungi Sagara yang baru saja keluar. Matanya langsung bergerak cepat menutup dan berlagak seperti orang yang tertidur.


Sagara mengeringkan rambutnya yang basah, dia melirik Alma yang sudah berbaring.


" Hoammm!" Alma berbalik dengan wajah seakan akan tertidur. Matanya pura pura terbuka sedikit lalu dibuatnya wajah seakan kaget langsung bangun.


" Gue ketiduran, duh." Gumamnya sedikit keras sambil mengusap wajahnya seolah baru bangun.


" Ini lebih baik dari pada ketahuan gak tidur." Batin Alma menangis malu.


Sagara hanya memakai boxer dengan telanjang dada. Mata Alma terbelalak, dia langsung memalingkan wajahnya.


" A- apa yang Lo lakuin?!" Pekik Alma menutup wajahnya. Jantungnya berdebar tak karuan.


Sagara berdecak malas, " gue tahu Lo belum tidur. Lo pikir gue bodoh?"


Sepertinya, aktingnya sangat buruk. Alma menggerutu sambil mengutuk dirinya yang tidak pandai berdrama.


" Gue hampir tidur tadi." Elaknya.


Sagara memakai bathrobe dan duduk disamping Alma. Tangannya terulur pada bahu alma menariknya hingga membuat sang pemilik menatap kearahnya.


" Dengar! Mulai saat ini dan kedepannya Lo adalah istri gue, dan gue adalah suami Lo. Ngerti?" Alma mengangguk patuh sambil memejamkan matanya takut.

__ADS_1


Sagara kesal melihatnya, " Buka." Titahnya. Namun Alma menggeleng. " Lo gak pake baju." dia beralasan.


Berdecak kesal, Sagara mendekatkan wajahnya mengikis jarak keduanya.


" Buka." Bisik Sagara.


Merasakan hembusan yang menerpa wajahnya, spontan Alma membuka mata. Yang pertama kali dia lihat adalah sebuah bibir yang sangat seksi dan menggoda. Alma mengerjap beberapakali hingga dia tersadar.


Alma mendorong Sagara agar menjauh. " T- tunggu dulu! Gue mau bicara." Sagara memberinya ruang untuk bicara.


" Kita udah nikah, gue tahu itu. Tapi coba Lo pikir semua ini tiba tiba buat gue. Maksudnya gue ga siap buat ini semua. Jadi seorang istri? Hahaha, sepanjang gue mikirin masa depan hal itu belum pernah kepikiran sama sekali. Maka dari itu, gue mohon banget sama lo. Kasih gue waktu untuk menyesuaikan diri, gue butuh waktu. Lo ga tahu se kacau apa gue kemarin gara gara perkataan Lo itu."


Alma menghela nafas lega, saat dapat mengeluarkan apa yang ada dihatinya. Sagara memperhatikan dirinya, Alma jadi bingung sendiri.


" Gue kasih Lo waktu. Gue ga maksa Lo jadi istri yang selalu melayani suaminya atau apapun itu. Gue bakal nunggu saat Lo sudah siap." Ujar Sagara mengelus rambut Alma.


Tatapan Alma langsung kosong mendengar itu. Otaknya mengingat sesuatu yang harus ia ingat.


" Gue gak maksa Lo untuk bersama gue. Gue bahkan rela Lo tinggal sama dia, asalkan Lo jangan benci gue. Gue bakal nunggu saat Lo sudah siap."


Kata kata itu, seharusnya Sagara tujukan pada Daisy. Tetapi kenapa malah dirinya? Apa mungkin alurnya sudah rusak total?


"Em?" Lamunannya terhenti saat merasakan tepukan di pipinya. Manik hitamnya bertubrukan dengan mata Sagara yang menatapnya bingung.


" Kenapa?" Alma segera sadar.


" Ah, enggak. Gue mau tidur!" Alma mengambil ancang ancang untuk tidur.


Keduanya berbaring, bedanya jika Sagara tidur dengan telentang maka Alma memunggunginya. Tangan Sagara terulur mematikan lampu menyisakan lampu temaram.


Hanya terdengar suara detingan jam dan hembusan nafas dari Alma dan sagara.


" Belum tidur?"


Suara serak itu mengalun ditelinga Alma membuat pipi Alma memerah malu. Semakin malam otaknya semakin liar. Ragu ingin menjawab membuat Alma lebih baik diam saja.


Jantungnya terus berdetak kencang tak karuan, matanya tidak dapat dia pejamkan. Alma hanya bisa mengeratkan selimut yang menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Mata Alma terbuka lebar kala sebuah lengan kekar menyusuri pinggangnya dan membelit perutnya. Sontak kepala Alma diputar hingga menabrak sebuah dada bidang.


" S-sagara?!" Pekik Alma.


" Sttt. Gue mau tidur." Bisik Sagara ditelinga pria itu semakin kencang memeluknya.


Ini sangat tidak baik untuk kesehatan jantungnya.


Alma bergerak tidak nyaman saat punggungnya bersentuhan dengan tubuh Sagara.


" Tidur, Ra!" Titah Sagara.


" T-tapi - gue gak nyaman."


Sagara menghela nafas berat, dia sedikit menurun kebawah. Dia memeluk Alma layak memeluk guling, kakinya menindih tubuh Alma. Tangannya bergerak membalikan tubuh kecil gadis itu.


" Tidur, besok ada banyak yang harus kita lakukan."


Bukannya tenang, Sagara malah memperburuk keadaan. Alma disuguhkan wajah Sagara yang tenang memejamkan mata. Dapat Alma dengar sendiri suara detak jantungnya yang berdetak kencang.


" Gila gue, gara gara tokoh ini." Batinnya.


Nafas Sagara mulai teratur, Alma melihatnya sendiri walau dikegelapan malam. Tangannya terangkat ingin menyentuh struktur wajah yang sangat tampan itu.


" Hmm, besok jelas semuanya..."


Alma terkekeh melihat Sagara bergumam tidak jelas. Sepertinya Sagara sedang bermimpi, cepat sekali pria ini terlelap.


" Anak itu.."


Alma terdiam, dia mencoba memejamkan matanya. Berharap dapat ber selam di dunia mimpi dan terbangun di dunianya.


...Bersambung 🙏...


...Yeah crazy up 😭...


...Lagi gak? coba like dan koment dibawah👇...

__ADS_1


...author siap jabanin😂...


__ADS_2