Mr. Antagonist

Mr. Antagonist
Tiga puluh enam ( Terungkap )


__ADS_3

...° Mr. Antagonist °...


" Sagara, dengerin dulu, hei!" Alma menggapai lengan besar itu agar berhenti dan usaha nya berhasil.


" Apa? Kamu mau bilang kalau kamu mau selingkuh Iya?" Sagara berbalik menatapnya. Tentu perkataan pria itu membuatnya menggeleng.


" Bukan gitu-"


" Terus gimana? Jelas jelas kamu mau ketemuan sama laki laki itu! Kurang jelas lagi?!" Alma menghela nafas begitu perkataannya dipotong oleh Sagara yang emosi.


Ini masalahnya berawal ketika mereka sedang istirahat dan menikmati waktu berdua. Semua aman sebelum tiba tiba ada pesan masuk dari Harley yang mengajaknya bertemu.


" Aku gak mau selingkuh, aku cuma mau ketemu." Elaknya.


Alis Sagara menukik dengan pelipis yang mengerut dalam, " kamu pikir aku bodoh? Cewek sama cowok ketemuan mau ngapain lagi kalo gak mau berduaan? Oh, jangan jangan kamu selama ini selalu chatan sama dia?" Tuding Sagara.


" Ya ya! Bodo amat, mau kamu denger apa enggak. Aku duluan, bye!"


Kesal karena Sagara yang tidak mau mendengarkan penjelasannya, Alma berjalan pergi dengan kaki dihentakkan berkali kali dengan keras.


" Dia gak mau ngejelasin gitu?!" Decak Sagara mengejar Alma.


" Lyora! Kamu mau beneran pergi sama dia?" Tanya Sagara menahan tubuh gadis kecil itu.


Mata Alma memutar, " iya, kenapa? Mau ikut?" Diluar dugaannya, pria itu mengangguk pasti yang membuat Alma sontak terperangah.


" Yaudah, ikut aja. Biar bisa kamu liat sendiri aku mau selingkuh atau enggak dengan mata kepala kamu sendiri." Cibir Alma menatap Sagara sinis. Sagara tidak peduli dan menarik tubuh Alma untuk segera berjalan pulang.


" Mereka kenapa sih?" Revano menggeleng kecil. " Lo tanya sendiri, sana!"


Haikal mencebik, lain dengan Jeano yang sedari tadi celingukan mencari Jesslyn. Lagi lagi Revano menggeleng kemudian berjalan terlebih dahulu agar menjauh dari temannya itu.

__ADS_1


" Cuma gue yang waras." Gumamnya mempercepat langkahnya.


" Loh, Van! Kita kok ditinggalin? Woi, repan!" Pekikan Haikal membuat atensi orang lain tersita. Tentunya Jeano yang malu, dia langsung kabur tak lupa menarik sang pembuat ulah.


" Malu malu in, anjir!"


...----------------...


Alma menguap bosan memandang pemandangan didepan yang membuatnya sakit mata. Ayolah, dia datang dengan bertujuan untuk mendapatkan hal yang bagus tapi sepertinya datang kesini saja adalah hal buruk.


Lihat, bagaimana suami tampannya itu menempel padanya sambil menatap Harley dengan tajam. Seolah menunjukan bahwa Alma itu adalah miliknya dan tidak membiarkan orang lain mengusiknya.


Alma menyikut perut sagara, namun pria itu tetap tahan dengan semua itu. " Lepasin dulu, kamu gak malu apa?" Bisik Alma.


" Kenapa harus malu? Kita itu pasangan suami istri, sayang." Ucap Sagara sambil menekankan kata Suami istri dan sengaja mengeraskan suaranyanhingga terdengar oleh Harley.


Pria 23 tahun itu hanya tertawa ringan, " Anda ini lucu sekali, sangat labil seperti remaja pada umumnya." Ucap Harley tersenyum.


" Jadi, hal penting apa sampai aku harus kesini?" Tanya Alma langsung menuju intinya. Harley mengangguk, dia mengambil laptopnya dan menyerahkannya pada Alma.


Pastinya Alma kebingungan, " Ini apa?" Tanyanya.


Harley tersenyum singkat, " Kamu lihat sendiri."


Dengan sedikit penasaran Alma mulai melihat apa isi laptop itu. Disampingnya, Sagara ikut melihat layar benda elektronik itu.


Alma mengerut melihat satu media yang terlihat aneh. Membuka dan menekannya, Alma terbelalak melihat itu. Tangannya menutup mulutnya saling terkejutnya.


Sagara mengambil alih laptop itu dari Alma yang masih syok dan terpaku.


" Ini Jesslyn dan..." Sagara tidak dapat berkata kata melihat itu. Dengan cepat menutup laptop itu tanpa peduli benda itu rusak atau tidak.

__ADS_1


Harley menyunggingkan bibirnya, sedikit terhibur dengan ekspresi wajah mereka. " Itu temen kalian bukan? Sudah sewajarnya jika mereka berbagi ranjang?" Tanyanya sambil terkekeh.


Brakk


" Haikal bangs4t!" Sagara memukul meja, dan pergi dengan wajah yang menggelap, juga amarah yang menggebu.


Pria berjas hitam itu, mendekat kearah Alma yang masih terdiam ditempatnya. Tangannya menyentuh bahu kecil itu, ada sedikit perubahan dari matanya yang mulai melembut.


" Hey, are you okay?" Alma menggeleng kecil.


" Ga, ga mungkin. Ini pasti salah, laptop ini pasti salah. Hey, ini hasil editan kan??" Tanya Alma memegangi tangan Harley.


Harley menatapnya kasihan, " itu bukan editan." Jawabnya.


Seketika pertahanan Alma runtuh, ia menutup wajahnya dan mulai terisak. Melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Jesslyn di paksa dan disetubuhi membuat dia sakit. Hatinya terasa sesak, kenapa harus Jesslyn? Kenapa Haikal tega? Apa salah Jesslyn pada Haikal? Pria itu, Alma benar benar tidak menyangka!


Dan lagi, pria itu menghilang setelah kejadian itu kemudian datang dengan wajah tanpa dosanya.


Bukankah seharusnya Haikal memiliki sedikit rasa bersalah atau minimal malu?


" Hey, don't cry. Kamu jangan menangis seperti ini, cukup bilang saja kamu mau dia seperti apa?" Ujar Harley menepuk punggung dengan pelan.


Alma mengusap air matanya, bangkit dari duduknya. Sekilas matanya berkilat, tak lama dia menatap Harley yang tersenyum manis padanya.


" Terima kasih, aku akan segera membalasnya. Tapi tidak sekarang, karena aku harus memberinya pelajaran dengan tanganku sendiri."


...BERSAMBUNG...


...GILA LAMA KALI AKU GA UP DI CERITA INI WKWK...


...TAKUT RANK NYA TURUN YA AKU UP DEH, AKU MAU LANJUTIN AJA KALO GINI MAH😆...

__ADS_1


__ADS_2