Mr. Antagonist

Mr. Antagonist
Lima


__ADS_3

...°HAPPY ENDING°...


Pagi menyapa dunia. Sinar matahari yang terlihat nakal mulai memasuki sela sela jendela. Sagara membuka matanya, untuk makan ini dia merasakan tidurnya telbih nyenyak dari biasanya.


Pertama kali yang dia lihat adalah wajah polos Alma yang tertidur. Untuk pertama kalinya Sagara akui bahwa gadis itu terlihat cantik dan imut. Bulu mata lentik, alis tertatap rapih dengan hidung yang kecil dan bibir tipis yang terlihat pink sangat menggoda dirinya.


Sagara menelan ludah kering, tiba tiba nafasnya terasa berat apalagi ia merasakan deruan nafas menyapu lehernya. Tubuhnya terasa meremang, rasanya dia ingin sekali menerkam gadis yang ada dipelukannya.


" Eungh." Buru buru matanya ia tutup merasa gadis itu mulai terusik dan hendak bangun.


" Jam berapa?" Suara serak itu mengalun terasa menggoda dirinya. Sepertinya ada sesuatu yang bangkit pagi ini.


" Astaga!" Sagara dapat menebak alma memekik kaget, dia ingin sekali melihat wajah terkejut gadis itu.


" Kok, gue tidur disini?"


Merasakan kasur berderit pertanda gadis itu pergi Sagara menarik tangan gadis itu.


Sagara membuka mata dimana alma tertarik hingga terjatuh diatas tubuhnya. Langsung saja dia tahan pinggang kecil itu yang hendak melarikan diri.


" Kemana?" Tanya Sagara. Alma mengerjap pelan, jantungnya tertalu talu hampir saja keluar dari tempatnya.


" Le- lepasin." Ronta Alma mencoba memindahkan tangan Sagara dari pinggangnya.


" Tidur lagi." Suruh Sagara.


Alma menahan nafas kala wajah Sagara tepat didepannya.


" Jangan banyak gerak," Instruksi Sagara membuat Alma menyalakan lampu waspada. Dia bukanlah gadis polos yang tidak tahu makna dari perkataan Sagara. Apalagi melihat Sagara yang menggeram rendah.


Tok tok tok


" Ama, kamu sudah bangun?"


Alma membulatkan matanya, itu suara ibunya. Dengan tergesa gesa dia bangkit tanpa peduli Sagara yang mati matian menahan nafsunya.


" Cepet! Sembunyi!!" Pekik Alma panik dengan pelan. Sagara bangkit, dia menatap Alma bingung. " Kenapa harus sembunyi?"


Menepuk jidatnya hanya itu yang bisa ia lakukan karena ketololan Sagara. Apa pria itu tidak berfikir?


Dengan cepat dia menarik pria itu agar jongkok, " ayo masuk kesana!" Titah Alma. Mata Sagara melotot tak terima, dia menunjuk bawah bangku kasur Alma.


" Kesana?!"


Alma berdecak kesal.

__ADS_1


" Iya buru, sebelum ibu masuk!"


"Tapi-" Alma langsung mendorong pria itu agar masuk.


Dalam hati Sagara mengutuk Alma yang berani beraninya menyuruh tuannya melakukan hal seperti ini. Awas saja, dia akan memberikan pelajaran untuk gadis itu.


Ceklek


" Ama?" Alma menoleh pada ibunya yang membuka kamar. Dia langsung tersenyum lebar. " Ibu, ada apa?"


Ibunya menatapnya heran. "Kamu sudah bangun. Kok belum mandi?" Tanyanya. Alma cengengesan dan menggaruk kepalanya.


" Ini baru bangun Bu, tadi Alma mimpi didatangin maling yang mesum. Makanya Alma kaget banget!" Ibunya terlihat menggelengkan kepalanya heran. Ada ada saja anaknya ini.


Lain lagi dengan Sagara yang mengepal kuat dengan wajah yang memerah marah.


" Jadi, gue disamain maling mesum?!"


...***...


Seperti biasa, Alma akan duduk dihalte bis menunggu angkutan umum lewat. Matanya mencoba tetap terbuka, walau sesekali dia terlelap. Alma menepuk pipinya agar tetap sadar.


" Ini semua gara gara tokoh fiksi itu! Gue jadi ngantuk gini, mana kejadian pagi itu..." Alma merasa seluruh wajahnya panas. Dia mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan mencoba untuk tenang.


Tin tin


" Bundaa!!"


Kaca mobilnya terbuka menampilkan seorang gadis yang melambaikan tangan kearahnya. Alma kaget melihat itu, dia segera mendekati mobil tersebut.


" Hazel?" Gadis kecil itu terlihat gembira. " Bunda!! Ayo masuk! Kata ayah, bunda mau anter hazel sekolah! Hazel seneng banget bisa dianter sama bunda!"


Tak ingin mematahkan semangat gadis itu, Alma hanya mengusap kepalanya lembut. Tatapan beralih pada Harley yang ada didepan mengemudi.


"Masuklah!"


Alma menatapnya bingung. Disatu sisi dia tidak ingin bertemu dengan Harley, tetapi di sisi lain dia tidak ingin mengecewakan hazel si gadis imut itu.


Akhirnya dia masuk kedalam, namun pintunya masih di kunci. " Saya bukan supir, masuklah didepan."


Alma hanya menurut, dia membuka pintu depan dan masuk terduduk dengan rapi. Tak lupa memasangkan sabuk pengaman dengan benar, Harley yang melihatnya terkekeh.


Alma tidak tahu diujung jalan sana, ada seorang yang duduk dimotor menatap tajam mobil yang mulai berjalan meninggalkan tempat itu.


" Sial**!"

__ADS_1


Sepanjang jalan dalam mobil terdengar hazel yang bercerita ini itu dan mengeluh saat bangun dia tidak menemukan Alma disampingnya. Sesekali Alma menimpali ocehan Hazel, hal itu diperhatikan oleh Harley.


Sampai disebuah taman kanak kanak, Hazel turun dengan semangat sambil menggandeng tangannya erat. Dia menatap sombong teman temannya seolah dia tengah memamerkan bundanya.


" Nah, Hazel belajar yang rajin ya. Jangan nakal dan dengerin apa yang dibilang ibu gurunya." Ucap Alma. Hazel mengangguk, dia menyodorkan pipinya pada Alma.


" Mau sun dulu!" Pintanya memelas. Alma dibuat gemas karenanya. Akhirnya menghadiahi ciuman diseluruh wajah gadis kecil yang tampak senang itu.


" Bye bye, bunda! Ayah!"


Alma menatap Hazel sampai dia menghilang dari pandangannya. Ingatannya terlempar pada masa lalunya.


Masa lalunya.


Bukan sebagai Alma.


" Kamu tidak sekolah?"


Alma berhenti melamun, di menatap Harley yang menatapnya selidik. " Ah iya."


" Ayo, biar saya antar."


...***...


Para siswi SHS dibuat penasaran karena kehadiran Sagara Caesar diparkiran sambil menikmati rokoknya. Pasalnya tidak biasanya berada ditempat ramai seperti ini sendiri tanpa babu babunya.


Mereka berspekulasi bahwa Sagara tengah menunggu seseorang. Hal itu yang membuat tanda tanya dibenak mereka. Siapakah yang membuat Sagara rela menunggu diparkiran.


" Loh, Sagara?" Sagara menoleh mendapati Daisy tengah berjalan menatap kearahnya.


" Kamu lagi ngapain disini?" Tanya Daisy. Sagara mengangkat bahunya. " Kenapa? Gak boleh?"


Daisy menggeleng. " Bukan gitu, cuma tumben aja." Daisy tiba tiba merasa canggung. " Oh ya, soal pertuna-"


Mata Sagara tertuju pada sebuah mobil yang terhenti tidak jauh dari sana. Keluarlah gadis yang sedari tadi ia tunggu, tanpa banyak bicara dia langsung berjalan kesana tanpa menghiraukan Daisy yang memanggil namanya.


" Sagara!!"


Alma yang baru saja turun sontak menoleh kala seseorang menyeruakkan nama yang menyebalkan baginya. Matanya melotot kaget saat melihat Sagara yang berjalan kearahnya.


" Ma- makasih tuan! Saya pergi dulu." Ucap Alma menutup pintu mobil dan buru buru pergi. Sayangnya, langkah besar Sagara dapat menyusulnya.


Pria itu langsung saja menyeretnya pergi. " Kita harus bicara!"


Harley menatap pertunjukan yang baru saja terjadi dihadapannya. " Gadis itu menarik banyak perhatian."

__ADS_1


...Jangan lupa like dan koment 😙...


__ADS_2