Mr. Antagonist

Mr. Antagonist
Tujuh


__ADS_3

...°HAPPY ENDING°...


Pertemuan makan malam antara keluarga Smith dan Van Louis berjalan lancar. Samuel Hattrick Smith adalah Tuan Besar Smith yang sekarang karena ayah Sagara, yaitu Tuan Raja Hirawan Smith telah meninggal dunia akibat kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Sedangkan Nyonya Syakira yang merupakan ibu Sagara meninggal dunia karena racun yang saat ini masih menjadi misteri.


Karena itu, Samuel lah yang memegang kekuasaan keluarga Smith karena Sagara masih kecil saat itu. Dan sekarang, tuan muda mereka telah meminang seorang putri dari keluarga Van Louis.


" Bagaimana hubungan kalian?"


Sagara dan Daisy saling bertukar pikiran melalui kontak mata. Karena posisinya yang saling berhadapan dan terpisah oleh meja makan memudahkan mereka saling bertatapan.


" Hubungan kami berjalan seperti biasa." Jawab Daisy. Dia memberi isyarat kepada Sagara untuk segera melakukan perintahnya.


" Ada hal yang ingin kami sampaikan." Nyonya Van Louis memokuskan perhatiannya pada Sagara. Bukan hanya itu, Tuan Leo dan Samuel juga mengalihkan perhatiannya.


" Kami ingin memutuskan perjodohan ini."


Hening.


Daisy menautkan tangannya gugup, raut cemas kentara sekali terlihat diwajahnya. Berbeda dengan Dara-ibu Daisy- yang tertawa kecil.


" Jangan bermain main, nak." Sagara menatap dingin para orang tua itu.


" Ada apa Sagar? Kenapa kamu bicara seperti itu."


Samuel angkat bicara, sedangkan Leo hanya diam menyimak saja.


" Hubungan ini harus berakhir. Kami berdua memiliki orang yang kami sukai,"


Ucapan tersebut menjadi tanda tanya bagi ketiga orang tua tersebut. " Maksud kamu, kalian mempunyai kekasih masing masing?" Tanya Leo yang diangguki oleh Sagara. Daisy tersenyum tipis, meski dalam hati dia bertanya tanya siapa orang yang Sagara sukai.


" Tidak!" Atensi mereka tertuju pada Dara yang memekik tertahan.


" Kalian akan tetap bertunangan dan terus seperti itu hingga ke jenjang pernikahan. Atau lebih baik kita percepat pernikahan itu? Bagaimana dengan bulan depan?" Sambung Dara.


Brakk


" Saya tidak mau tahu. Hubungan ini berakhir sampai disini. Anda tidak perlu khawatir dengan hubungan bisnis, nyonya. Semuanya akan tetap berjalan seperti biasa, kecuali anda sendiri yang merusaknya." Sagara meninggalkan mereka yang saling terdiam.


" Ekhem, saya minta maaf untuk sikap Sagara. Sepertinya dia memiliki masalah. Kita dapat melanjutkan pembicaraan ini dipertemuan selanjutnya." Ujar Samuel membuka percakapan.


" Baik, tuan. Kita bicarakan ini nanti." Leo menanggapinya dengan santai. Bagaimanapun dihadapannya adalah keluarga yang sama berkuasanya dengan dirinya. Dia tidak boleh bersikap gegabah meskipun remaja yang satu itu sangat keterlaluan.

__ADS_1


...***...


" Dimana Bi Asih?"


Sagara bertanya pada salah satu pelayan yang lewat.


" Dua hari yang lalu bi Asih izin tidak bekerja, tuan muda. Putrinya sakit dan dirawat dirumah sakit."


Sagara menyerngit heran, " rumah sakit?"


" Iya, tuan muda. Saya dengar dia sakit." Jelas pelayan itu.


" Hmm, pergilah."


Sagara terdiam.


Apa dia harus menjenguk gadis itu?


...****...


Alma menatap bosan televisi yang menyala. Sudah dua hari dia dirawat dirumah sakit karena demam berdarah. Hari harinya terasa suntuk apalagi dia tidak memiliki teman kecuali Jesslyn yang tidak pernah absen menjenguknya.


Sudah diputuskan sebaiknya dia keluar saja daripada diam seperti ini. Dia mengambil selang infus dan menuntunnya sambil berjalan.


Banyak orang orang yang berlalu lalang. Ada Pasien, perawat, dokter, dan orang orang yang mungkin hendak menjenguk sanak saudaranya.


" Kok, gue gak ada yang jenguk ya?"


Alma mengusap dadanya pelan, " Segini aja syukur ada yang rawat, Ama!"


" Sebaiknya kamu pikirkan lagi. Beritahu keluarga terdekat kamu dan bicarakan baik baik. Saya sangat menyayangkan usia kamu yang masih muda."


" Saya sudah yakin, dok."


" Tapi setidaknya coba melakukan terapi atau kemoterapi. Kita mulai dari hal kecil saja-"


Alma berhenti berjalan kala mendengar suara samar samar yang ia kenali. Di lihatnya ruangan yang pintunya terbuka sedikit.


" Bukan maksud ngintip ya, orang pintunya kebuka gini." Batin Alma mengangguk angguk membenarkan perbuatannya.


" Tolong pikirkan satu kali lagi."

__ADS_1


" Sudah saya putuskan, dok. Semua itu tidak akan merubah apa apa."


Alma terdiam mendengar suara itu. Suara yang terdengar lirih milik tokoh utamanya. Renjana.


...°HAPPY ENDING°...


" Hai!"


Renjana tersentak ketika seseorang tiba tiba duduk disampingnya. Alma, gadis yang dulu tidak sengaja dia lempar bola basket dan merupakan adik kelasnya.


" Lo, ngapain disini?" Tanya Renjana. Alma mengangkat bahunya acuh.


" Kira kira kalau di rumah sakit ngapain? Dagang?" Renjana terkekeh mendengar suara ketus dari adik kelasnya itu.


" Lo sakit?"


" Maybe," Jawab Alma. Dia menatap matahari yang terlihat cerah. " Tuhan itu adil gak sih? Dia ngasih kita cobaan terus menerus sedangkan kebahagiaan nya cuma sesaat."


" Menurut gue, semua itu gimana pandangan setiap manusia aja. Untuk mereka yang serakah pasti gak adil, tapi buat mereka yang selalu bersyukur itu lebih dari cukup." Alma mengangguk setuju akan ucapan Renjana.


" Jadi, kakak termasuk orang yang mana? Serakah atau bersyukur?" Renjana menoleh pada Alma, bibirnya menyunggingkan senyum manis.


" Gue rasa, enggak keduanya."


Alma mengerjap bingung.


" Terus?"


Renjana mengalihkan pandangannya pada taman rumah sakit. " Lo sendiri tau jawabannya."


Renjana berdiri, dia merunduk melihat Alma yang masih berfikir. " Gws ya, gue pergi dulu."


Alma menatap sendu punggung pria itu, kenapa pria sebaik itu harus berakhir dengan menyedihkan.


" Semua ini, gara gara author sialan! Kenapa Lo bikin mereka hidup tapi Lo sendiri yang buat mereka mati. Bener bener ya," Cibir Alma menendang nendang angin kesal. Rasa kesalnya terhadap author yang menciptakan novel ini sangatlah besar.


...Double up nih yakin gak mau like?😍...


...Siapa tau nanti crazy up:v...


...Oh ya, mungkin sekedar info novel 'DUNIA NOVEL' Hiatus dulu soalnya semua draft nya ke hapus😭 sedih banget harus nulis dari awal🥲 gak papa lah semangat!...

__ADS_1


__ADS_2