
...° HAPPY ENDING °...
Karena ujian sudah selesai, pembelajaran pun sudah lepas. Kini mereka bebas melakukan apapun, dan Alma beserta Jesslyn dan Cessie memilih makan dikantin.
" Aku mau bakso ya, yang pedes." Jesslyn mengangguk. Cessie mengangguk membuat Jesslyn ikut mengangguk juga. Alma pun tertawa melihatnya.
" Kalian lagi bicara bahasa isyarat ya? Aku mau belajar juga dong!" Ujar Alma. Cessie menatap Jesslyn dengan tanda tanya. Heran dengan Alma yang berbeda dari pertama kali ia lihat kemarin.
" Dia emang gitu pas datang bulan. Kayak punya dua kepribadian." Bisiknya. Cessie membulatkan bibirnya sambil mangut mangut.
" Ih kok kalian bisik bisik gitu? Aku ikutan juga dong." Alma mencondongkan tubuhnya mendekat kearah mereka.
" Udah, kita gak bisik bisik kok. Lo duduk yang bener aja." Alma mengangguk paham dan duduk dengan tegak sambil merapat ke pojok.
" Eh ada Eneng Lyora yang cantik."
Alma menoleh dan tersenyum kala namanya disebutkan.
" Hai kakak ganteng." Sapanya.
Haikal yang mendengarnya sontak terkejut. Dia menahan Jeano, " Gue ganteng gak?" Jeano berdecih.
" Najis."
Haikal mengangguk paham.
" Lo sakit neng?" Tanpa permisi pria itu duduk disamping Cessie. Begitupun dengan Sagara dan yang lainnya ikut duduk.
" Aku sehat kok." Jawabnya sambil tersenyum.
Revan yang melihat itu menyerngit heran. Beruntung sekali Sagara berada disamping Alma langsung menatap tajam Revano. Sagara menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Alma.
" Hadeuh, nih anak mulai nyusahin." Gumam Jesslyn.
Jeano menatap Sagara," dia kenapa?" Tanyanya.
Baru Jesslyn angkat bicara suara Sagara terlebih dahulu terdengar.
" Dia lagi datang bulan. Jangan ganggu dia."
Mendengar nada perintah itu membuat Jesslyn bingung.
" Kok Kakak tau? Al! Kok dia tahu?" Alma menatapnya mengerjap polos.
" Dia memang tau." Jawabnya.
" Kok bisa?" Tanya Jesslyn lagi.
__ADS_1
Sedangkan Cessie dan yang lain memilih diam.
" Em, karena dia tau. Gak tahu ah aku bingung." Ketus Alma membuang muka menatap kearah lain. Jesslyn yang kurang puas menghela nafas.
" Lo gak tahu?" Bisik Jeano.
Jesslyn mendekat kearahnya. " Tahu apa kak?" Tanyanya penasaran.
Jeano semakin mendekat kearahnya." Alma itu istrinya Sagara."
Mulut Jesslyn terbuka lebar mendengarnya. Dia melirik Jeano yang menyuruhnya menutup mulut. Dengan patuh dia bekam mulutnya dan melirik Sagara yang memang terlihat posesif pada Alma.
" Astaghfirullah! Ga habis pikir gue sama tuh anak." Gumamnya.
Tapi mengingat perkataan Alma yang mengatakan bahwa dia kenal dengan suaminya membuat dia paham.
" Kalau ini sih gue gak bisa bantuin Lo lepas." Batinnya takut.
Tak lama pesanan mereka datang, begitupun milik Sagara dan teman temannya. Alma yang hendak makan terdiam menatap Revano yang tengah membumbui somay. Matanya tak berkedip melihat itu, tanpa sadar dia menelan ludahnya ngiler.
Dia menyimpang kembali sendoknya. Sagara yang melihat itu berhenti makan. Dia mengikuti arah tatapan mata Alma.
" Kenapa?" Sagara bertanya.
Alma berkedip, matanya tersenyum hingga membuat cekungan indah.
" Pesen lagi."
Alma menggeleng brutal kembali menunjuk piring milik Revano.
"Mau itu." Rengeknya.
Revano dengan senyum tipis menyodorkan piring yang belum ia sentuh. Baru ingin menerima dengan senyuman merekah, tatapannya menajam dan bibirnya mengkerut kala piring itu dijauhkan oleh Sagara.
" Beli yang baru." Ujar Sagara datar.
Alma menatapnya tajam. " Mau yang itu!" Tekannya.
Haikal tersadar kala Jeano menutupkan mulutnya yang mungkin terbuka dari tadi. Cessie dan Jesslyn menahan tawanya.
" Bangsat Lo." Umpatnya
Revano berdecih melihatnya. Dia mengambil piring ditangan Sagara dan menyodorkannya pada Alma.
" Nih makan."
Senyum Alma langsung terbit.
__ADS_1
" Makasihh!" Ucapnya semangat.
Sagara menutupi wajah Alma dengan telapak tangannya.
" Gausah senyum senyum." Ucap Sagara datar.
Alma menggigit tangan sagara. " Hus! Jauh jauh sana." Ejek Alma menjulurkan lidahnya dan mulai memakan dengan semangat.
Sagara menatap tajam sekelilingnya. " Ga usah lirik lirik. Atau mata kalian hilang."
Mendengar ancaman menakutkan itu mereka kembali ke aktivitas mereka masing masing.
Jesslyn yakin, setelah ini hidup temannya tidak akan tenang lagi. Dia menatap Alma yang sibuk makan dengan kasihan.
" Lo tenang aja, kita gak bakal biarin orang orang ganggu dia. " Ujar Jeano. Jesslyn mengangguk paham.
" Titip temen gue ya."
...***...
Bel pulang sekolah berbunyi. Sagara melangkahkan kakinya menuju kelas sang istri. Sepertinya dia harus bicara dengan pamannya agar memindahkan gadis itu agar satu kelas dengannya.
Diikuti ketiga temannya membuat orang orang memuji dan berbisik. Gosip mengenai hubungannya dan Alma sudah tersebar luas. Sepertinya dia harus menyiapkan diri untuk berdebat dengan gadis itu.
Saat memasuki kelasnya, suasana terlihat kosong. Hanya tinggal beberapa orang lagi. Dan itu termasuk isterinya dengan temannya.
" Duh, kak dia ketiduran dan susah bangun. Kalau lagi datang bulan memang suka gitu." Jelas Jesslyn. Sagara mengangguk dengan mata yang fokus menatap Alma yang terlelap dengan nyenyak.
" Kalian bisa duluan." Ucapnya pada teman temannya.
Haikal dan Jeano pamit duluan. " Lo yakin?" Tanya Revan. Sagara berdehem dengan aura dingin. Revan mengangkat bahu acuh.
" Oke, gue duluan."
Tinggallah mereka bertiga. " Aku beresin tasnya dulu." Sagara mengangguk.
" Sorry ngerepotin."
Jesslyn hanya menggeleng kecil. " Bagi aku, Alma itu udah kayak saudara aku sendiri. Aku titip dia sama kakak ya? Meski jika diluar dia terlihat kuat dan cuek, dia itu sosok rapuh dan lemah. Dia selalu mengandalkan dirinya sendiri tanpa mau berbagi dengan orang lain. Padahal selama aku berteman dengannya, banyak sekali orang yang mengandalkan dirinya. Jadi aku mohon sama kakak, tolong jaga dia. Jangan sakitin dia, aku percaya kakak bisa bahagiain dia." Ucapnya tersenyum mengusap rambut Alma.
Sagara terdiam mendengarkan.
" Oh ya, nanti malem jangan lupa sediain dia air anget di botol. Biasanya dia suka sakit perut parah, kalau perlu buatin teh jahe." Sambungnya.
Sagara mengangguk. " Thanks. Dia beruntung punya sahabat sebaik Lo." Jesslyn tersenyum kecil.
" Justru aku yang beruntung bisa ketemu dia."
__ADS_1